We're open Closes at 5:00 pm

Redaksi

Update Kasus Indramayu: Polda Jabar Ungkap Peran Para Tersangka dalam Dugaan Pembunuhan Berencana

BANDUNG || Jejak-indonesia.id - Penyelidikan mendalam terkait kasus pembunuhan berencana satu keluarga di Indramayu semakin membongkar tabir kekejaman yang dilakukan para pelaku. Selain Ririn yang ditetapkan sebagai otak perencanaan kejahatan, peran tersangka Priyo Bagus Setiawan kini terungkap sangat brutal dan eksplisit dalam mengeksekusi anggota keluarga lainnya, termasuk Euis Juwita Sari.

Hal ini dipaparkan secara rinci oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., dalam gelar perkara yang digelar pada Jumat (15/5/2026). Dijelaskan bahwa Euis menjadi target berikutnya setelah pelaku terlebih dahulu menghabisi nyawa suami dan ayah mertua korban. Dalam aksi tersebut, Priyo memiliki tugas utama: memastikan tidak ada satu pun saksi yang tersisa hidup di dalam rumah itu.

“Tersangka Priyo mendatangi korban Euis yang saat itu berada dalam kondisi sangat ketakutan. Tanpa ragu, Priyo mengayunkan palu besi ke bagian wajah dan kepala korban,” ungkap Kombes Pol. Hendra, menggambarkan kronologi mengerikan itu.

Hantaman keras dari palu besi tersebut mendarat sangat telak di bagian dahi dan dagu Euis. Akibat serangan bertubi-tubi itu, wajah korban mengalami luka terbuka yang sangat lebar. Namun, kengerian tidak berhenti hanya pada luka fisik luar. Pukulan yang diarahkan dengan kekuatan penuh itu juga menyebabkan kerusakan parah pada struktur leher dan rahang korban.

“Akibat hantaman bertubi-tubi di area kepala dan wajah, korban mengalami kondisi sesak napas yang hebat. Trauma tumpul pada bagian kepala belakang juga menyebabkan patah tulang tengkorak yang mengakibatkan pendarahan hebat di selaput otak,” jelas Kabid Humas merinci detail luka-luka yang diderita korban.

Euis ditemukan tewas dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Korban diketahui sempat berjuang sekuat tenaga menghirup oksigen di tengah kondisi tubuh yang sudah rusak parah akibat serangan mematikan tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekonstruksi kejadian yang dilakukan penyidik, tindakan yang dilakukan Priyo dikategorikan sangat dingin, terencana, dan ditujukan khusus untuk membunuh secepat mungkin.

“Pukulan tersebut memang dirancang untuk mematikan secara cepat. Korban mengalami kegagalan pernapasan akibat trauma berat pada sistem saraf pusat dan kerusakan di area vital kepala,” pungkas Kombes Pol Hendra.

Kasus ini semakin menegaskan dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan terstruktur, di mana peran masing-masing pelaku telah diatur sedemikian rupa untuk memusnahkan seluruh anggota keluarga tersebut. Saat ini, kedua tersangka telah ditahan dan akan mempertanggungjawabkan perbuatan kejamnya di hadapan hukum.

Polda Jabar Bongkar Peredaran 1 Kg Sabu di Cibaduyut, Pelaku Ditangkap Saat Ambil Paket

BANDUNG || Jejak-indonesia.id - Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat berhasil membongkar praktik peredaran narkotika jenis sabu yang menggunakan modus penipuan dengan memanfaatkanatkan jasa pengemudi atau driver kendaraan daring (online).

Pengungkapan kasus ini dilakukan dalam operasi penindakan yang berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026, sekitar pukul 13.00 WIB, di kawasan Perumahan Singgasana, Jalan Kuta Kencana Tengah No. 23, Kelurahan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung.

Dalam operasi tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan seorang pria bernama Troyadi. Pelaku tertangkap basah saat sedang mengambil paket berisi barang bukti narkotika dari pengemudi daring yang disewa untuk mengantarkan barang haram tersebut. Dari tangan pelaku, polisi menyita lima paket sabu dengan berat bruto 1.043 gram atau berat bersih 1.003 gram, serta satu unit telepon genggam yang digunakan untuk mengatur transaksi dan pengiriman.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa modus operandi yang digunakan pelaku ini merupakan upaya untuk mengelabui petugas kepolisian. Pelaku sengaja menggunakan layanan transportasi umum berbasis aplikasi agar proses pengiriman barang terlihat seperti transaksi pengantaran barang biasa dan tidak mencurigakan.

“Pelaku menggunakan modus pengiriman melalui driver online agar transaksi terlihat seperti pengiriman biasa. Namun, tim kami berhasil mengidentifikasi pola dan pergerakan mencurigakan pelaku, sehingga kami bisa melakukan penangkapan tepat sasaran,” ungkap Kombes Pol. Hendra saat memberikan keterangan pers, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, pengungkapan ini menjadi bukti bahwa para pelaku dan jaringan narkoba terus berinovasi mencari celah serta cara baru untuk menjalankan aksinya demi menghindari jerat hukum. Namun, pihak kepolisian menegaskan akan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan deteksi terhadap pola-pola baru tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Albert RD Sos., S.I.K., M.Si., menambahkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan intensif terhadap tersangka Troyadi, diketahui bahwa barang bukti yang diamankan tersebut bukan miliknya. Narkotika tersebut merupakan milik seseorang berinisial Wendi, yang hingga saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sedang menjadi sasaran utama pengejaran aparat.

“Kami terus melakukan pengembangan penyelidikan secara mendalam untuk memburu pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini, termasuk Wendi selaku pemilik barang yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang,” tegas Kombes Pol. Albert.

Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah Jawa Barat, serta mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak terlibat dalam praktik ilegal apa pun, termasuk menjadi perantara pengiriman barang yang tidak diketahui isinya.

Patroli KRYD Polres Serang Sasar Titik Rawan, Situasi Wilayah Terpantau Aman Kondusif

SERANG || Jejak-indonesia.id – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, Polres Serang beserta seluruh jajaran Polsek di bawahnya melaksanakan kegiatan Patroli dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Jumat malam, 15 Mei 2026. Operasi pengamanan ini digelar serentak mulai pukul 21.00 WIB hingga dini hari di berbagai titik strategis dan lokasi rawan kejahatan yang tersebar di seluruh wilayah hukum Kabupaten Serang.

Kegiatan patroli ini berada di bawah Arahan langsung Kapolres Serang, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.I.K., M.H., dengan sasaran utama pencegahan tindak pidana konvensional, aksi balap liar, tawuran pelajar, praktik premanisme, hingga tindak kejahatan C3 (Curat, Curas, Curanmor). Dalam pelaksanaannya, setiap Polsek menurunkan personel yang dipimpin langsung oleh Kapolsek setempat untuk memastikan efektivitas dan jangkauan pengamanan yang maksimal.

Di wilayah Kecamatan Pamarayan, personel yang dipimpin AKP Yusup Ependi bergerak melakukan patroli dialogis menyusuri rute jalan utama penghubung antar desa dan kecamatan, guna menjalin komunikasi sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang masih beraktivitas di malam hari. Sementara itu, jajaran Polsek Pontang yang dipimpin AKP Muklas memusatkan pengawasan di Kecamatan Pontang dan Lebak Wangi. Anggota tidak hanya berpatroli keliling, namun juga melakukan kontrol ketat terhadap tempat usaha, pompa bensin, lokasi perbankan dan mesin ATM, serta pemeriksaan kendaraan di titik rawan. Hasilnya, tidak ditemukan indikasi kejahatan maupun kejadian yang menonjol.

Upaya pencegahan tawuran dan aksi begal menjadi fokus utama Polsek Petir. Dipimpin AKP Priyanto, S.H., personel menyisir daerah-daerah rawan kerumunan warga maupun pelajar. Langkah serupa juga dilakukan Polsek Tanara di bawah pimpinan AKP Teguh Yuni Imanto, yang menggelar patroli di enam desa meliputi Desa Cerukcuk hingga Desa Bendung, sekaligus menjadi bagian dari kegiatan imbangan Operasi Pekat untuk memutus ruang gerak kelompok gengster dan kejahatan jalanan.

Kapolres Serang dalam pernyataannya melalui kabagops menyatakan
"Kegiatan ini kami tujukan agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus menekan angka kriminalitas," ujarnya.

Di wilayah Tirtayasa, personel yang dipimpin AKP Cece Sumarya melaksanakan pola penggelaran cepat untuk memastikan pengamanan merata, sedangkan Polsek Ciruas yang dikomandoi Kompol Salahuddin, S.Sos., M.Si., memfokuskan patroli pada pencegahan aksi kekerasan dan balap liar. Hal yang sama juga dilakukan Polsek Cikande, Polsek Carenang, hingga Polsek Jawilan. Di wilayah Jawilan, anggota tidak hanya berpatroli di jalan raya utama Cikande–Rangkasbitung, namun juga memberikan himbauan kamtibmas secara langsung di kawasan industri dan hubungan lapangan umum yang kerap menjadi titik kumpul warga.

Hingga pelaksanaan patroli berakhir, laporan dari seluruh jajaran menyatakan bahwa kondisi di seluruh wilayah hukum Polres Serang terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan berarti maupun pelanggaran hukum yang berpotensi meresahkan masyarakat. Kapolres Serang menegaskan bahwa pola patroli seperti ini akan terus digelar secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan dinamika situasi wilayah, demi menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Sebanyak 166 SPPG Polri Siap Diresmikan Presiden Prabowo Secara Serentak dari Tuban

TUBAN || Jejak-indonesia.id - Polri menyatakan kesiapan penuh menyambut kunjungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam agenda peresmian operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (16/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian dari percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan ketahanan pangan nasional dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.

Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, mengatakan seluruh jajaran telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan operasional SPPG berjalan optimal dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Polri siap mendukung penuh agenda Presiden RI dalam peresmian operasional 166 SPPG. Program Makan Bergizi Gratis merupakan implementasi nyata aktualisasi Asta Cita Presiden RI karena pemenuhan gizi dan ketahanan pangan adalah fondasi utama dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” ujar Irjen Pol. Nurworo Danang.

Menurutnya, Program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem pangan yang berkelanjutan dengan melibatkan petani, peternak, UMKM hingga koperasi lokal.

“Program ini bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui rantai pasok pangan yang inklusif. Karena itu, keberlanjutan program menjadi prioritas utama yang terus diperkuat Polri,” jelasnya.

Hingga 13 Mei 2026, Satgas MBG Polri telah mengembangkan 1.376 SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, melayani sekitar 1,84 juta penerima manfaat dan menyerap hampir 36.800 tenaga kerja. Selain itu, terdapat 172 SPPG dalam tahap persiapan operasional serta 468 SPPG yang masih dalam proses pembangunan, terdiri atas 435 SPPG di wilayah aglomerasi dan 33 SPPG di daerah terpencil.

Pada momentum ini, sebanyak 166 SPPG di 24 Polda jajaran diresmikan secara serentak dan terhubung secara daring dari wilayah masing-masing dengan dukungan Forkopimda, Bhayangkari, relawan, tenaga ahli gizi serta tim operasional lapangan.

Irjen Pol. Nurworo menegaskan, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan yang ketat mulai dari tahap produksi hingga distribusi, didukung sertifikasi higiene sanitasi, keamanan pangan, halal hingga standar internasional. Polri juga terus menghadirkan inovasi operasional, termasuk pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan untuk mendukung layanan dalam skala besar.

Lebih lanjut, program MBG diperkuat melalui pembangunan ekosistem ketahanan pangan berbasis gudang sentral, greenhouse, pekarangan pangan bergizi, kolam bioflok serta kemitraan dengan pelaku usaha lokal. Hingga saat ini telah dibangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda, dan pada 2026 akan ditambah 10 gudang baru guna memperkuat ketersediaan serta stabilitas pasokan pangan nasional.

Selain agenda peresmian SPPG, Presiden RI dijadwalkan menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Kabupaten Tuban sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan untuk mendukung distribusi dan penyimpanan hasil produksi secara berkelanjutan.

“Seluruh upaya yang dilakukan Polri merupakan bentuk dukungan penuh terhadap Asta Cita Presiden RI. Kami ingin memastikan program strategis pemerintah dapat berjalan optimal, menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu hingga hilir,” tutup Irjen Pol. Nurworo Danang.

Dampingi Kapolda Banten, Kapolres Pandeglang Ikut Panen Raya Jagung Bersama Petani di Desa Paniis

PANDEGLANG || Jejak-indonesia.id – Kapolres Pandeglang AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi mendampingi Kapolda Banten Hengki dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2026 yang digelar di Kp. Bantar Wangi, Desa Paniis, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Kegiatan panen raya tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari masyarakat serta para petani yang tergabung dalam kelompok gabungan tani (Gapoktan) setempat. Panen raya ini menjadi bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Pejabat Utama Polda Banten, Forkopimda Kabupaten Pandeglang, Pejabat Utama Polres Pandeglang, para Kapolsek jajaran Polres Pandeglang, unsur TNI, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para petani dan anggota Gapoktan yang selama ini aktif mengembangkan sektor pertanian jagung di Kecamatan Koroncong.

Kedatangan rombongan Kapolda Banten bersama Kapolres Pandeglang disambut hangat oleh masyarakat dan para petani. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda bersama unsur Forkopimda dan para pejabat terkait turut meninjau langsung area pertanian jagung sebelum melaksanakan panen raya secara simbolis bersama para petani.

Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peranan penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ketahanan pangan merupakan salah satu sektor strategis yang harus dijaga bersama. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program-program pemerintah yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolda Banten.

Ia juga mengapresiasi kerja keras para petani, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mengembangkan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung di wilayah Kabupaten Pandeglang.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Dr. Dhyno Indra Setyadi mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Menurut Kapolres, keberhasilan panen raya tersebut menunjukkan bahwa kerja sama yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat mampu memberikan hasil positif bagi pembangunan daerah.

“Polres Pandeglang siap mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan dan sinergi bersama pemerintah daerah serta kelompok tani. Diharapkan hasil panen ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Pandeglang,” ungkap Kapolres.

Selain melaksanakan panen raya, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dengan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi salah satu penggerak perekonomian di wilayah pedesaan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Zoom Meeting peresmian operasional 166 SPPG Polri yang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Kegiatan virtual tersebut diikuti secara bersama-sama oleh jajaran Polri dan para tamu undangan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pelayanan dan program strategis Polri kepada masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Para petani mengaku senang dan bangga atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah dan jajaran kepolisian terhadap sektor pertanian di wilayah mereka.

Dengan terselenggaranya kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal II Tahun 2026 tersebut, diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan semangat kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Pandeglang yang lebih maju dan sejahtera.

error: Content is protected !!