Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Kapolsek Silou Kahean Ajak Warga dan Karyawan PTPN IV Perangi Premanisme dan Narkoba Melalui Patroli Dialogis

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id — Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif, Kapolsek Silou Kahean, Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara AKP Edy Syahputra SH MH bersama personel Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas AIPTU Dodi H. Saragih melaksanakan kegiatan sambang dan patroli dialogis di wilayah Nagori Silau Dunia, Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun, Senin (25/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 WIB hingga selesai tersebut dilaksanakan di Pos Polisi Nagori Silau Dunia dengan menyasar masyarakat serta karyawan PTPN IV Silau Dunia guna mempererat komunikasi dan meminimalisir potensi gangguan kamtibmas di wilayah tersebut.

Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra SH MH mengatakan bahwa patroli dialogis menjadi salah satu langkah preventif Polri untuk mendengar langsung informasi dari masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kegiatan sambang dan patroli dialogis ini bertujuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekaligus menerima informasi situasi kamtibmas di lapangan agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sedini mungkin,” ujar AKP Edy Syahputra SH MH.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek bersama personel Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas berdialog langsung dengan warga dan karyawan PTPN IV Silau Dunia. Melalui pendekatan humanis, personel kepolisian menyampaikan berbagai pesan dan imbauan kamtibmas kepada masyarakat.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut adalah mengajak masyarakat mendukung upaya pemberantasan premanisme yang saat ini terus dilakukan Polri bersama pemerintah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemberantasan aksi premanisme demi terciptanya situasi keamanan yang aman dan nyaman di lingkungan masing-masing,” ucap AKP Edy Syahputra.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar tidak takut melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya praktik premanisme seperti pungutan liar, pemalakan, maupun tindakan lain yang meresahkan masyarakat.

Kapolsek menegaskan bahwa kerja sama dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan serta memberantas berbagai bentuk penyakit masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi segala bentuk perjudian, baik judi online maupun perjudian konvensional yang dapat merusak kehidupan sosial dan ekonomi keluarga.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas perjudian dalam bentuk apa pun karena selain melanggar hukum, juga dapat merugikan diri sendiri dan keluarga,” ungkapnya.

Selain menyampaikan imbauan terkait premanisme dan perjudian, Kapolsek bersama personel juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Menurut AKP Edy Syahputra, narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan stabilitas keamanan masyarakat sehingga perlu dicegah secara bersama-sama melalui kepedulian seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap masyarakat aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar,” katanya.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor dan menjaga barang-barang berharga agar tidak menjadi sasaran pelaku kejahatan.

Kegiatan sambang dan patroli dialogis tersebut mendapat sambutan positif dari warga dan karyawan PTPN IV Silau Dunia. Masyarakat menyatakan dukungannya terhadap langkah Polri dalam menekan aksi premanisme serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Kami siap mendukung dan bersinergi bersama pihak kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan di Nagori Silau Dunia,” ujar salah seorang warga saat kegiatan berlangsung.

Kapolsek Silou Kahean AKP Edy Syahputra SH MH menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan humanis melalui patroli dialogis dan sambang masyarakat sebagai bagian dari implementasi Polri Presisi.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus benar-benar dirasakan manfaatnya, baik dalam menjaga keamanan maupun memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan komunikasi yang baik antara pihak kepolisian dan masyarakat. Cuaca cerah turut mendukung kelancaran pelaksanaan patroli dialogis tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polsek Silou Kahean berharap sinergitas antara Polri dan masyarakat terus terjalin kuat demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Simalungun.

Gerak Cepat! Sat Narkoba Polres Simalungun Grebek Sarang Narkoba, Bakar Gubuk dan Ciduk Lima Tersangka Beserta 99 Gram Sabu

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id — Satuan Reserse Narkoba (Sat Narkoba) Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara, berhasil membongkar sebuah sarang narkoba yang selama ini diduga menjadi tempat transaksi dan pemakaian narkotika di wilayah Kabupaten Simalungun.

Operasi bertajuk Grebek Sarang Narkoba (GSN) digelar pada Jumat, 22 Mei 2026, sekira pukul 14.00 WIB, menyasar sebuah gubuk milik Sugiono di Kampung Korem, Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

Operasi spektakuler ini berhasil mengamankan lima tersangka sekaligus menyita barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat bruto mencapai 99,74 gram, menjadikannya salah satu tangkapan signifikan di wilayah hukum Polres Simalungun.

Saat dikonfirmasi pada Sabtu, 23 Mei 2026, sekira pukul 19.55 WIB, Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menyampaikan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan cerminan nyata komitmen Polri dalam memberantas peredaran narkoba hingga ke akar rumput.

"Ini adalah bentuk nyata Polri untuk masyarakat. Polres Simalungun terus berupaya hadir, melindungi, dan membebaskan masyarakat dari ancaman narkoba dengan tindakan yang tegas, berintegritas, dan humanis," ujar AKP Verry Purba.

Operasi GSN ini dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP Charles Hartono Nababan, S.H., didampingi Kanit 2 Sat Res Narkoba IPDA Horas Butarbutar, S.H., Katim 2 Aipda Andi Nainggolan, S.H., serta sejumlah personil Polres Simalungun. Tak hanya itu, operasi ini juga melibatkan sinergi lintas instansi, termasuk Babinsa Nagori Mekar Bahalat Serma Suhadi, Bhabinkamtibmas Aiptu Royen Sinurat, Pangulu Mekar Bahalat Yuda Muspianto Manik, hingga personil Puskesmas setempat.

AKP Charles Hartono Nababan mengungkapkan bahwa penggerebekan ini didasari informasi intelijen yang menunjuk lokasi gubuk tersebut sebagai titik rawan transaksi dan konsumsi narkotika.

"Tim kami bergerak cepat dan terukur. Begitu kami masuk ke lokasi, langsung ditemukan barang bukti yang sangat jelas. Lima orang berhasil kami amankan di tempat kejadian perkara," ucap AKP Charles Hartono Nababan.

Kelima tersangka yang berhasil diamankan adalah Ramlan, Ardiansyah, Hendra Poltak Sinaga, Yusril Ihza Mahendra, dan Suhendra. Dari tangan mereka dan lokasi penggerebekan, petugas menyita sejumlah barang bukti, yakni 5 bungkus plastik klip besar diduga berisi sabu dengan berat bruto 99,74 gram, 1 buah kaca pirex, 1 buah alat isap (bong), 2 buah skop dari pipet plastik, 2 buah timbangan, 1 unit handphone merek Infinix, 1 buah dompet, serta uang tunai hasil penjualan senilai Rp576.000.

Tidak berhenti pada penangkapan tersangka dan penyitaan barang bukti, tim GSN juga mengambil langkah tegas dengan membongkar dan membakar gubuk yang selama ini digunakan sebagai sarang narkoba tersebut.

Langkah ini merupakan pesan keras kepada para pelaku kejahatan narkoba bahwa tidak ada toleransi bagi tempat-tempat yang dijadikan basis peredaran narkotika di wilayah Simalungun.

"Gubuk itu kami robohkan dan kami bakar. Ini bukan sekadar tindakan simbolis, tapi pesan tegas bahwa sarang-sarang seperti ini tidak akan kami biarkan berdiri di wilayah hukum kami," ungkap AKP Charles Hartono Nababan dengan tegas.

Operasi ini merupakan implementasi langsung dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2391/X/RE.4/2024 tentang Asta Cita Presiden RI dalam hal pemberantasan narkoba, serta Surat Telegram Kapolda Sumut Nomor ST/4797/X/LIT.5/2024 tentang penegakan hukum 100 hari pertama Presiden RI. Sat Narkoba Polres Simalungun memastikan operasi serupa akan terus diintensifkan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat demi menekan angka penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Simalungun.

Memperbaiki Pola Pikir Lebih Utama, Daripada Sekedar Mengejar Gaji Tinggi

Jejak-indonesia.id || Banyak dari kita terjebak dalam pemikiran bahwa semua kerumitan hidup akan selesai hanya dengan satu solusi: uang yang lebih banyak.

Logikanya, jika saldo rekening bertambah, maka beban hidup otomatis berkurang. Akhirnya, waktu kita habis untuk lembur atau sekadar mencari celah penghasilan tambahan.
​Namun faktanya, banyak orang yang gajinya naik drastis tetap merasa hidupnya "berat".

Hutang tetap ada, stres meningkat, dan rasa puas tak kunjung hadir. Mengapa? Karena tanpa perubahan pola pikir, kenaikan gaji hanya mengubah angka di atas kertas, bukan kualitas hidup yang sebenarnya.

7 alasan mengapa perbaikan mental jauh lebih krusial:

​1. Gaji Bisa Naik, Tapi Gaya Hidup Harus Tetap Terkendali. Tanpa kendali diri, kenaikan pendapatan biasanya langsung dibarengi dengan kenaikan gengsi. Uang tambahan habis bukan untuk masa depan, tapi untuk memuaskan keinginan lama yang tertunda. Jika mentalitas tidak diubah, Anda hanya akan memindahkan "kebocoran" ke wadah yang lebih besar.

​2. Mentalitas Menentukan Cara Mengelola. ​Saat pikiran sedang stres atau lelah, uang sering dijadikan pelarian. Belanja impulsif dan utang konsumtif biasanya lahir dari mental yang sedang mencari kesenangan instan. Mental yang sehat akan menggunakan uang untuk membangun stabilitas, bukan sekadar meredam emosi sesaat.

​3. Ketenangan Datang dari Rencana, Bukan Hanya Jumlah
​Uang yang banyak tidak menjamin rasa aman jika mental kita mudah panik. Sedikit gejolak ekonomi bisa membuat seseorang stres berat jika tidak memiliki manajemen diri yang baik. Rasa aman sejati lahir dari perencanaan yang matang, bukan sekadar tumpukan nominal.

​4. Kapasitas Menghadapi Tekanan
​Jabatan yang lebih tinggi dengan gaji besar pasti membawa tanggung jawab yang lebih berat. Jika mental belum siap, tekanan ini akan terasa menghimpit dan merusak kesehatan. Sebaliknya, mental yang dewasa mampu mengelola tekanan tersebut tanpa mengorbankan kesejahteraan diri.

​5. Fokus pada Dampak Jangka Panjang
​Pola pikir instan hanya akan mengejar keuntungan hari ini. Namun, mental yang berkembang akan mulai mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan finansial untuk 5 atau 10 tahun ke depan.

​6. Sudut Pandang Baru dalam Melihat Masalah
​Perubahan mental mengubah cara kita memandang tantangan. Masalah tidak lagi dilihat sebagai tembok penghalang, melainkan sebagai tangga untuk naik kelas. Sudut pandang ini jauh lebih berharga daripada kenaikan gaji berkali-kali lipat.

​7. Membuat Penghasilan Terasa Lebih Berarti

Uang yang dikelola dengan pikiran yang tenang akan memberikan "ruang bernapas". Hidup terasa lebih tertata dan bertujuan. Pada akhirnya, berapa pun jumlahnya, uang akan terasa cukup dan bermanfaat jika dikelola oleh mental yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.

​Intinya: Menambah penghasilan itu penting, tapi memperbaiki cara berpikir adalah fondasi utamanya.

Tanpa perubahan pola pikir, uang hanya akan menumpang lewat tanpa pernah benar-benar membangun hidup Anda.

#LiterasiKeuangan
#PengembanganDiri
#MindsetJuara
#CerdasFinansial
#mentalsehat

JADILAH SOSOK YANG SULIT DIHUBUNGI!!

JADILAH SOSOK YANG SULIT DIHUBUNGI!!

Kalau lu selalu 'fast response' buat semua orang, artinya waktu lu emang gak ada harganya.

"Banyak orang salah kaprah, ngira dibilang 'gampang dihubungi' itu sebuah prestasi.

Di dunia strategist, ketersediaan yang berlebihan adalah cara tercepat buat nurunin nilai tawar lu di mata pasar dan circle bisnis.

Lu harus mulai bikin filter dan mengatur akses ke diri lu sendiri:
Tiap kali lu langsung bales chat gak penting di jam produktif, lu lagi 'mencuri' fokus dari misi besar lu sendiri.

Kelangkaan menciptakan nilai. Orang yang beneran butuh kapasitas dan otak lu bakal rela antre dan nunggu jadwal lu kosong.

Bukan karena sombong, tapi karena waktu lu adalah aset paling mahal yang gak bisa dibeli lagi. Berhenti jadi 'toko serba ada' yang bisa digedor kapan aja, mulailah jadi 'butik eksklusif'.

REVOLUSI LOGIKA:
Hargai waktu lu sendiri sebelum orang lain menghabiskannya secara gratis. Mulailah selektif dan pasang batas yang tegas.

Lu tipe yang masih 'sungkanan' buat ngabaikan chat gak penting, atau udah berani pasang mode senyap pas lagi fokus?

#RevolusiLogika
#TimeManagement
#HighValueMan
#StrategicBoundaries
#LogikaStrategist

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, PW-FRN Gelar Doa dan Sholawat Akbar Bersama Puluhan Ribu Jemaah di Banyuwangi

GORONTALO || Jejak-indonesia.id -Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) kembali menginisiasi perhelatan akbar bertajuk doa dan sholawat bersama masyarakat yang berpusat di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan keagamaan ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap 1 Juli.

Kegiatan tahunan yang jatuh setiap tanggal 30 Juni ini diinisiasi sejak masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, atas gagasan awal dari Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H. Meski kini telah purnatugas dan mengemban amanah sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menteri Imipas) tradisi doa serta sholawat bersama masyarakat ini tetap konsisten dilanjutkan sebagai agenda wajib PW-FRN.

Acara tahun 2026 ini merupakan gelaran keempat kalinya sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2023. Berdasarkan data historis pelaksanaan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini dinilai sangat tinggi:

* Tahun 2023: Dilaksanakan di Banyuwangi dengan dihadiri sekitar 20.000 jemaah.

* Tahun 2024: Kembali digelar di Banyuwangi dengan kehadiran 15.000 jemaah.

* Tahun 2025: Dilaksanakan di Kesultanan Demak dengan dihadiri 1.000 jemaah.

* Tahun 2026: Kembali dipusatkan di Banyuwangi dengan target jemaah mencapai 30.000 orang.

Untuk memastikan kelancaran dan kondusivitas acara, pihak panitia telah berkoordinasi melakukan pengamanan terpadu. Pengamanan ini melibatkan unsur TNI-Polri, FKPPI, KBPP Polri, serta organisasi kemasyarakatan Grib Jaya. Panitia berharap seluruh rangkaian acara ke-4 ini mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Esa dan didukung oleh cuaca yang cerah.

Pelaksanaan agenda doa untuk Kapolri ini secara konsisten mendapat dukungan dari sejumlah tokoh penting, di antaranya:

Jenderal Pol. (Purn) Agus Andrianto, S.H., M.H., yang terus memberikan dukungan sejak menjabat sebagai Kabareskrim hingga saat ini.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, yang mendukung sejak menjabat sebagai Karo Wasidik Bareskrim Polri.

Jajaran Korlantas Polri, khususnya Irjen Pol. Agus Suryonugroho (Jenderal Naga) dan Brigjen Pol. Wibowo, yang telah berpartisipasi aktif selama dua tahun terakhir.

Para Kapolda di wilayah pelaksanaan yang selalu memberikan dukungan penuh, dimulai sejak kepemimpinan Irjen Pol. Imam Sugiarto.

Kepala BNN Pusat, Komjen Pol. Suyudi Arie Seto, yang turut memberikan dukungan terhadap kesuksesan acara shalawat akbar ini.

Ketum PW-FRN, Agus Flores, berharap doa dan dukungan moral ini tidak pernah putus. Ia juga menyampaikan harapan mendalam agar semua pihak senantiasa memberikan dukungan terbaik kepada pucuk pimpinan Polri.

"Saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus merapatkan barisan. Sangat penting bagi kita untuk menjaga sinergi terbaik demi mendukung keberlanjutan kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban negara," tegas Agus Flores saat berada di Gorontalo, Selasa (26/6/2026).

Melalui lantunan sholawat dan doa bersama ini, PW-FRN berharap institusi Kepolisian Republik Indonesia semakin dicintai masyarakat dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih aman serta sejahtera.