Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am

Redaksi

Semarak Kejurprov Voli U-19 Jatim, Kapolresta Banyuwangi Hadir Beri Dukungan Langsung

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., hadir langsung menyaksikan jalannya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Voli U-19 Jawa Timur di GOR Tawang Alun, Selasa malam (28/10/2025).

Kehadiran Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H. beserta Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K., Pejabat Utama Polresta Banyuwangi tersebut menjadi bentuk dukungan Polri terhadap pengembangan olahraga di kalangan generasi muda.

Pertandingan berlangsung meriah dan penuh semangat antara tim dari Lare Osing Banyuwangi dan Tim Phoenik dari Kabupaten Blitar. Ribuan penonton tampak antusias memberikan dukungan dan hasil pertandingan tim Banyuwangi sebagai pemenang.

Kapolresta Banyiwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., mengatakan, melalui ajang olahraga seperti ini, semangat kebersamaan, sportivitas, dan daya juang para atlet muda dapat tumbuh dengan baik.

“Olahraga adalah sarana pembinaan mental dan karakter. Kami mendukung penuh kegiatan positif yang mempererat semangat persatuan di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Kapolresta Banyuwangi juga menambahkan, Polresta Banyuwangi berkomitmen terus hadir mendukung kegiatan masyarakat, baik dalam bidang keamanan maupun pembinaan sosial dan olahraga. “Kami ingin menciptakan situasi yang aman, kondusif, sekaligus mendorong munculnya prestasi dari Banyuwangi,” kata Kombes Pol. Rama.

Kejurprov Bola Voli U-19 Jatim ini diharapkan mampu menjadi wadah pencarian bibit atlet potensial yang kelak dapat mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapas Banyuwangi Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Persatuan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-97, Selasa (28/10). Upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Blok Blambangan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa.

Kegiatan tersebut diikuti secara tertib oleh seluruh pegawai Lapas, mahasiswa magang, serta perwakilan warga binaan. Dalam amanatnya, Kalapas Banyuwangi menegaskan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda ini harus menjadi momentum untuk membangkitkan dan menguatkan semangat persatuan di dalam diri setiap insan.

"Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini kita jadikan momentum untuk membangkitkan semangat persatuan," tegas Wayan

Lebih lanjut, Wayan mengungkapkan bahwa Hari Sumpah Pemuda merupakan momen bersejarah yang menandai lahirnya kesadaran nasional. Pada tahun 1928 silam, pemuda dari berbagai daerah, suku, dan bahasa bersatu padu memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan bersatu.

"Untuk itu, peringatan Hari Sumpah Pemuda harus kita sikapi dengan semangat persatuan untuk memperkokoh pondasi bangsa dan memajukan Indonesia," pesannya.

Kepada para warga binaan, Wayan menyampaikan pesan khusus agar mereka tidak patah semangat. Wayan mendorong mereka untuk terus bisa memberikan kontribusi bagi negara dengan cara mengikuti segala bentuk kegiatan pembinaan di Lapas dengan sebaik-baiknya.

"Ikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh. Ilmu dan keterampilan yang didapat akan menjadi bekal berharga untuk perubahan diri ketika nanti telah selesai menjalani masa pidana dan kembali ke masyarakat," ujarnya.

Dalam konteks yang lebih luas, Wayan juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan baru di era globalisasi dan di tengah pesatnya kemajuan teknologi. Perubahan yang begitu cepat ini, menurutnya, harus disikapi dengan bijak dan diperkuat dengan semangat persatuan.

"Dengan semangat persatuan yang kokoh, bangsa Indonesia tidak akan mudah terpecah belah oleh berbagai pengaruh dan tantangan zaman," pungkasnya.

Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, Ini Arahan Kapolda Gorontalo!

GORONTALO || jejakindonesia.id - Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo Irjen Pol Drs. Widodo S.H .,M.H pimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025. Upacara tersebut digelar di halaman Mapolda Gorontalo pada hari Selasa (28/10/2025).

‎Upacara dimulai pada pukul 07:00, Tampak hadir dalam Upacara tersebut yakni pejabat utama serta seluruh Personel dan ASN Polda Gorontalo.

‎Dalam amanatnya, Kapolda menyampaikan peringatan Sumpah Pemuda adalah merupakan upaya menghadirkan masa lalu agar di renungkan, dipelajari dan di temukan kristalisasi pembelajaran kebaikan untuk dijadikan teladan dan inspirasi penggerak menuju sisi bangsa yang besar.

‎”Sumpah Pemuda 28 Oktober tahun 1928 memberikan pelajaran terhadap kita bagaimana menyikapi perbedaan sikap remordial suku agama ras dan kultur serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan bukan sebagai faktor yang melemahkan,” ujarnya.

‎Selain itu Jendral Bintang Dua juga mengatakan, sejarah telah menjelaskan bahwa pilihan pemuda pada waktu itu telah menjadi tolak kuat menuju kemerdekaan.

”Peran pemuda dalam mempelopori untuk membangun fisi kebangsaan dengan Sumpah Pemuda 1928 yang di ikuti dengan rangkaian pergerakannya mengantarkan kepada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, peran pemuda telah tercatat dengan tinta mas sepanjang masa, imbuhnya.

‎Terlebih dia menuturkan peringatan Sumpah Pemuda ini telah memiliki arti yang sangat penting, karena ancaman-ancaman terhadap kesatuan Indonesia selalu ada bersamaan dengan cita-cita mewujudkan kejayaan Indonesia.

‎Di akhir amanatnya Ia juga menambahkan, Inilah yang menjadi tekad meneruskan perjuangan kemerdekaan mewujudkan cita-cita pada saat ini dan sepanjang masa. Semangat dan selalu bersungguh-sungguh membangun Indonesia bertekad, berdaulat, bersatu adil dan makmur secara dinamis sesuai dengan konteks.

Prajurit TNI Kodim Banyuwangi dan ASN Kobarkan Semangat Persatuan di Upacara Sumpah Pemuda Ke-97

BANYUWANGI – Dalam suasana penuh khidmat dan nasionalisme yang membara, Prajurit TNI dan ASN Kodim 0825/Banyuwangi melaksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di lapangan hijau Makodim, Jalan RA Kartini Nomor 02 Kepatihan, Banyuwangi, Selasa (28/10/2025). Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan dan memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Upacara berlangsung dengan penuh disiplin dan semangat juang tinggi, dipimpin langsung oleh Mayor Arm Sutoyo. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus senantiasa menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa, terutama bagi prajurit TNI dan ASN yang mengemban amanah menjaga kedaulatan serta keutuhan NKRI. “Pemuda adalah pilar kekuatan bangsa. Semangat mereka harus hidup dalam setiap langkah pengabdian,” ujarnya dengan lantang dan berwibawa.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh anggota Subdenpom Banyuwangi dan Minvet Banyuwangi, yang turut berdiri tegap dalam barisan peserta upacara. Kebersamaan ini menggambarkan sinergi yang solid antarinstansi TNI di wilayah Banyuwangi dalam menjaga semangat nasionalisme dan memperkokoh rasa persaudaraan.

Lapangan Makodim pagi itu dipenuhi suasana haru dan kebanggaan, seolah menghidupkan kembali semangat para pemuda 1928 yang telah menyalakan api persatuan Indonesia.

Melalui momentum Sumpah Pemuda ke-97 ini, Kodim 0825/Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus menjadi motor penggerak dalam memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan di Bumi Blambangan. Dengan mengusung tema “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh”, seluruh prajurit TNI, ASN, dan unsur pendukung lainnya diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun solidaritas serta menanamkan nilai-nilai patriotisme menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaulat.

Cek SPPG, Bupati Ipuk Ingatkan SOP dan Higienitas Makanan MBG

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan kualitas makanan program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Banyuwangi. Hal itu disampaikan Ipuk agar kasus keracunan diduga akibat konsumi MBG tak terulang.

Kasus keracunan dilaporkan terjadi dua kali pada sepekan terakhir. Pada kasus ini, kedua sekolah mendapat suplai MBG dari SPPG yang berbeda. Salah satu SPPG tersebut telah ditutup sementara, dan satu lagi sedang dalam proses pemeriksaan.

"Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar teman-teman pengelola SPPG tidak mengulangi kesalahan yang sama. Mungkin memang tidak disengaja, tapi kalau proses dan SOP-nya dijalankan dengan benar, bisa dihindari," kata Ipuk, saat meninjau salah satu SPPG di wilayah Kecamatan Giri, Senin (27/10/2025).

Ipuk mengatakan, Standar Operasional Prosedur (SOP) di tiap SPPG harus diterapkan secara baik dan maksimal. Ipuk juga meminta, seluruh makanan pada menu MBG yang disajikan harus berkualitas dan higienis.

"Dengan demikian nisa dinikmati anak-anak, dengan menu yang bervariasi. Mudah-mudahan program ini bisa terus berjalan dengan baik," harap ipuk.

Pemkab Banyuwangi, lanjut dia, juga mendorong agar semua SPPG di Banyuwangi memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kementerian Kesehatan dalam keputusannya yang terbaru mewajibkan dapur MBG memiliki SLHS yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat.

Selain itu, Ipuk juga meminta agar sanitasi di SPPG dikelola dengan baik. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG terkait pengelolaan limbah.

Menurut Ipuk, MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk mendukung pemenuhan gizi para anak dan siswa. Maka dari itu, program tersebut harus didukung dengan pelaksanaan yang maksimal.

"Semoga program MBG di Banyuwangi bisa berjalan lancar dan membawa manfaat. Anak-anak bisa menikmati menu-menu yang diberikan tanpa ada lagi isu terkait makanan sisa, makanan yang dibuang, atau bahkan kasus keracunan," sambungnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, dua kasus keracunan yang terjadi telah ditindaklanjuti. SPPG yang menyuplai MBG di dua sekolah yang keracunan telah dihentikan sementara oleh kordinator wilayah BGN, hingga seluruh prosedur dan fasilitas dipenuhi sesuai hasil investigasi.

Berikutnya, proses investigasi juga masih berlangsung di SPPG lain yang menyuplai sekolah tersebut.

Dinas Kesehatan juga mendorong SPPG agar segera memenuhi SLHS. Pelatihan-pelatihan untuk penjamah pangan digelar sebagai salah satu syarat didapatkannya SLHS.

"Dari 38 SPPG yang telah beroperasi, 12 SPPG sudah menjalani proses sertifikasi SLHS dan siap diterbitkan sertifikatnya. Sisanya masih dalam tahap persiapan atau perbaikan sarana prasarana," ungkap Amir.

Untuk mendapat SLHS, ada tiga komponen yang harus dijalani SPPG. Pertama, para penjamah pangan harus mengikuti pelatihan keamanan pangan dan lulus uji kompetensi.

Kedua, SPPG telah dinyatakan layak saat inspeksi sanitasi dan kesehatan lingkungan. Hal yang dicek dalam inspeksi antara lain kualitas air bersih, pengelolaan sampah dan limbah, sirkulasi udara, dan kebersihan peralatan masak.

Ketiga, uji sampel dan pemeriksaan kesehatan. Pengujian dilakukan pada sampel akanan, alat dan penjamah makanan. Hal itu untuk memastikan tidak adanya kontaminasi dalam proses memasak menu MBG.

"Pemkab terus memantau dan memfasilitasi pengurusan SLHS," kata Amir. (*)

error: Content is protected !!