Opening soon Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Enam Pemuka Agama Pimpin Doa Kebangsaan di Monas, Bukti Keberagaman yang Menyatu

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kementerian Agama resmi mengonfirmasi pelaksanaan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, yang menjadi pembuka khidmat rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini akan dihadiri dan diisi doa secara bergantian oleh enam pemuka agama resmi bangsa ini.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan seruan tulus kepada segenap anak bangsa untuk merayakan datangnya Bulan Kemerdekaan dengan menghadiri kegiatan penuh makna ini. Hadir pula dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat yang dikenal luas, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta pada Sabtu ini.

Kehadiran para tokoh lintas agama ini merupakan wujud nyata persatuan yang kokoh, sekaligus mencerminkan tekad bangsa yang tak tergoyahkan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama kehidupan bernegara.

Doa akan dipimpin secara bergantian oleh para wakil dari masing-masing agama yang diakui di Indonesia, yaitu:

- Islam: Husni Ismail (Imam Masjid Istiqlal Jakarta)

- Kristen: Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty (Tokoh gereja dan pegiat dialog lintas agama)

- Katolik: Rm. Fransiskus Yance Sengga (Pakar Liturgi dan Musica Sacra)

- Hindu: Pinandita Gede Pastika (Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara)

- Buddha: Bhikkhu Bhadranatha Thera (Pemuka agama dan aktivis dialog lintas agama)

- Konghucu: Xs. Budi S. Tanuwibowo (Tokoh agama Konghucu dan mantan Ketua Umum MATAKIN)

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan ini, seluruh peserta diajak menyampaikan rasa syukur mendalam atas karunia kemerdekaan dan persatuan yang senantiasa terpelihara. Tak hanya itu, doa juga dipanjatkan demi keselamatan, kedamaian abadi, serta langkah kemajuan yang gemilang bagi Nusantara di masa depan.

Kementerian Agama berharap momen bersejarah ini semakin mengukuhkan ikatan persaudaraan lintas perbedaan, serta memperkokoh tekad bersama menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa. Zikir dan Doa Kebangsaan ini pun diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan optimisme yang meluas, guna menyongsong Indonesia yang semakin maju, adil, dan sejahtera.

Penyelamatan Aset Negara: Satreskrim Polresta Banyuwangi Lepasliarkan 22 Ribu Lebih Benih Bening Lobster di Bangsring Underwater

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Komitmen menjaga kelestarian ekosistem laut, Satreskrim Polresta Banyuwangi melepasliarkan 22.580 ekor Benih Bening Lobster (BBL) jenis Pasir di Kawasan Konservasi Laut Bangsring Underwater, Rabu (29/7/2026).

Barang bukti BBL tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus dugaan tindak pidana perikanan oleh Unit I Satreskrim Polresta Banyuwangi. Aksi penyelamatan biota laut ini dilaksanakan secara sinergis bersama Balai Karantina Ikan (BKIPM), Dinas Perikanan Banyuwangi, serta Pengelola Bangsring Underwater.

Sebelum dilepas ke habitat alaminya, petugas telah memastikan kesehatan BBL serta melakukan proses aklimatisasi (penyesuaian suhu air). Sementara itu, sebanyak 20 ekor BBL disisihkan untuk kepentingan sampel pembuktian di persidangan Pengadilan Negeri.

Lewat keberhasilan pengungkapan dan pelepasliaran BBL ini, Polresta Banyuwangi menegaskan akan terus menindak tegas segala bentuk pelanggaran dan illegal fishing di wilayah hukum Banyuwangi.(***)

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Perum Watu Lungguh RT 08 RW 03 Desak Pemerintah Segera Bertindak

SITUBONDO || Jejak-indonesia.id – Warga Perum Watu Lungguh RT 08 RW 03 mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak parah dan tak kunjung mendapat perbaikan selama bertahun-tahun. Jalan yang menjadi akses utama keluar masuk warga itu dipenuhi retakan, lubang, dan permukaan aspal yang mengelupas sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan di Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).

Keluhan tersebut kembali mencuat karena kerusakan jalan dinilai semakin parah dan berpotensi memicu kecelakaan. Berdasarkan pantauan di lokasi, pengendara sepeda motor harus memperlambat laju kendaraan saat melintas, terutama pada malam hari maupun ketika hujan turun akibat kondisi jalan yang licin dan berlubang.

Ketua RT 08 RW 03 Perum Watu Lungguh, Purnomo, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat. Bahkan, menurutnya, sudah beberapa kali warga mengalami kecelakaan ringan akibat terjatuh saat melintasi jalan tersebut.

"Jalan ini sudah sering menyebabkan warga terjatuh karena kondisinya licin dan rusak. Saat musim hujan, situasinya jauh lebih berbahaya. Kami berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar tidak ada lagi korban," ujar Purnomo.

Menurutnya, jalan lingkungan tersebut merupakan fasilitas umum yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga keperluan ekonomi. Namun hingga kini belum terlihat adanya upaya perbaikan dari pemerintah, meski kondisi kerusakan terus memburuk.

Warga khawatir apabila kerusakan jalan terus dibiarkan, risiko kecelakaan akan semakin tinggi, terlebih saat musim hujan ketika genangan air menutupi lubang-lubang di badan jalan. Selain membahayakan keselamatan, kondisi itu juga mengganggu kenyamanan dan mobilitas masyarakat.

Purnomo mewakili warga berharap Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui dinas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan survei sekaligus merealisasikan perbaikan jalan. Menurutnya, masyarakat tidak menginginkan janji, melainkan tindakan nyata agar akses jalan yang menjadi kebutuhan sehari-hari dapat kembali layak digunakan.

"Kami hanya ingin jalan yang aman, nyaman, dan layak dilalui. Semoga pemerintah segera merespons aspirasi warga dan menjadikan perbaikan jalan ini sebagai prioritas," pungkas Purnomo dengan wajah penuh harap. (Wan)

Amankan Dzikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Polda Metro Jaya Kerahkan 3.269 Personel Gabungan

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polda Metro Jaya mengerahkan kekuatan sebanyak 3.269 personel gabungan guna menjaga keamanan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan Dzikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8).

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, menegaskan bahwa seluruh personel yang ditugaskan harus benar-benar memahami lingkup tugas di titik masing-masing, serta senantiasa mengutamakan pelayanan prima kepada masyarakat.

"Seluruh personel diwajibkan menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan penuh rasa tanggung jawab. Pastikan setiap lapisan pengamanan berjalan optimal, mencegah penumpukan massa, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan rasa aman dan nyaman," ujar Reynold dalam keterangannya di Jakarta.

Kegiatan ini menjadi pembuka yang penuh makna dalam rangkaian perayaan kemerdekaan, dengan perkiraan kehadiran sekitar 100 ribu peserta serta dihadiri Presiden Republik Indonesia dan sejumlah pejabat tinggi negara.

Dalam penyelenggaraannya, pola pengamanan disusun secara matang melalui sistem empat lapis pengamanan, pengaturan ketat akses masuk peserta, jalur khusus VVIP, hingga pengelolaan area parkir dan titik penjemputan kendaraan. Koordinasi antarpihak di lapangan pun menjadi hal utama, terutama dalam mengatur arus kedatangan maupun kepulangan jamaah guna mencegah kepadatan.

Terkait pengaturan lalu lintas, bus pengangkut peserta diimbau untuk tidak berhenti terlalu lama di titik penurunan penumpang guna menghindari kemacetan. Sementara itu, petugas yang ditempatkan di lokasi parkir ditugaskan memastikan seluruh proses mobilisasi berjalan tertib dan lancar.

Reynold juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang akan hadir untuk senantiasa mematuhi petunjuk petugas, memanfaatkan lokasi parkir yang telah disiapkan, serta turut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. "Mari kita jaga bersama agar situasi tetap aman, damai, dan kondusif," ajaknya.

Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono turut mengingatkan seluruh jajaran untuk memahami sepenuhnya penempatan tugas, menjaga kelancaran akses di pintu masuk, mengantisipasi kemacetan, serta tetap menjaga kesiagaan hingga rangkaian kegiatan berakhir sepenuhnya. Seluruh personel juga diminta tidak meninggalkan lokasi penugasan sebelum menerima perintah resmi dari pimpinan.

Pembangunan Irigasi Perpompaan KT Budidaya Capai 70 Persen, Petani Dusun Gebang Sari Harapkan J.U.T dan Sambungan Tersier

CILACAP || Jejak-indonesia.id – Proyek Kegiatan Konstruksi Irigasi Perpompaan yang dikelola oleh Kelompok Tani (KT) Budidaya di Desa Sidaurip, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, terus menunjukkan progres positif. Hingga Sabtu (01/08/2026), pengerjaan fisik proyek tersebut dicatat telah mendekati 70 persen.

​Kedatangan awak media Rival beserta tim di lokasi proyek disambut hangat dan baik oleh Ketua Kelompok Tani Budidaya, Bapak Taryo, bersama jajaran pengurus serta para pekerja di lapangan.

​Proyek infrastruktur pertanian ini berada di bawah naungan Kementerian Pertanian melalui Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Bandung. Berdasarkan data papan informasi di lokasi, pekerjaan ini didanai oleh APBN Kementerian Pertanian RI dengan anggaran sebesar Rp155.700.000,- (Seratus Lima Puluh Tujuh Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah), dengan target mencakup luas lahan oncoran seluas 10 hektar.

​Proyek dengan masa kerja 235 hari kalender ini telah dimulai sejak 11 Mei 2026 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 31 Desember 2026 mendatang.

​Di sela-sela peninjauan lokasi, Bapak Taryo menyampaikan apresiasinya atas bantuan infrastruktur dari pemerintah. Kendati demikian, ia juga menyampaikan aspirasi para petani, khususnya di Dusun Gebang Sari, agar kedepannya pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan Jalan Usaha Tani (J.U.T) serta jaringan sambungan tersier.

​"Pembangunan infrastruktur seperti J.U.T dan sambungan tersier sangat kami harapkan keberadaannya di Dusun Gebang Sari. Hal ini penting untuk mempermudah akses mobilitas serta mempercepat proses pengangkutan hasil panen para petani," ujar Bapak Taryo saat ditemui di lokasi proyek, Sabtu (01/08/2026).

​Dengan pengerjaan irigasi perpompaan yang sudah berjalan lancar dan hampir rampung ini, masyarakat dan anggota kelompok tani setempat berharap produktivitas pertanian di Desa Sidaurip dapat meningkat pesat serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Cilacap.
Pewarta: Rival r.d.k/ Tim

error: Content is protected !!