Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Polres Serang Tindaklanjuti Laporan 110, Kebakaran Lahan Berhasil Dipadamkan

SERANG || Jejak-indonesia.id – Polda Banten melalui Polres Serang menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Polri 110 terkait adanya pembakaran lahan di dua lokasi di wilayah Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, pada Sabtu (01/08).

Dua lokasi yang dilaporkan tersebut berada di samping Alfamidi Ciruas, depan Perumahan TCP Ciruas, serta di Perumahan BCP 2, Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas.

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa pihaknya mendatangi lokasi kejadian dan bersama warga melakukan upaya pemadaman api.

"Menindaklanjuti laporan, personel piket SPKT Polsek Ciruas langsung mendatangi lokasi kejadian dan bersama warga melakukan upaya pemadaman api. Berkat respons cepat petugas dan bantuan masyarakat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB sehingga tidak meluas ke area sekitar," ujarnya pada Sabtu (01/08).

Selanjutnya, Kombes Pol Maruli menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, pembakaran tersebut dilakukan oleh warga yang membakar rumput kering untuk membersihkan rumput liar di sekitar halaman rumah.

"Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan karena berpotensi menimbulkan kebakaran yang dapat membahayakan lingkungan dan permukiman warga, personel Polsek Ciruas melakukan langkah-langkah berupa mendatangi lokasi, memadamkan api bersama warga, serta melaporkan perkembangan situasi kepada pimpinan sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian," jelasnya.

Diakhir, Kombes Pol Maruli mengatakan bahwa setiap laporan masyarakat yang masuk melalui Call Center Polri 110 akan segera ditindaklanjuti oleh personel di lapangan.

"Respons cepat ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tutupnya.

BNN Sumut Gagalkan Peredaran 92 Kg Ganja Jaringan Aceh-Medan, 2 Orang Ditangkap

MEDAN || Jejak-indonesia.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 92 kilogram yang merupakan jaringan lintas provinsi Aceh-Medan. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menangkap dua orang yang diduga berperan sebagai kurir dan penerima barang.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi adanya pengiriman ganja dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menuju Kota Medan pada (28/7/2026).

"Tim memperoleh informasi akan ada pengiriman narkotika jenis ganja dari Gayo Lues menuju Medan menggunakan satu unit mobil," kata Tatar, Jumat (31/7/2026).

Menindaklanjuti informasi itu, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi kendaraan yang diduga membawa ganja pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Jamin Ginting, Desa Batu Layang, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

Petugas kemudian menghentikan mobil Daihatsu Xenia berwarna silver bernomor polisi BK 1596 RS dan melakukan penggeledahan. Dari dalam mobil ditemukan tiga karung goni berisi 92 bungkus ganja dengan berat bruto sekitar 92 kilogram atau 92.960,3 gram.

"Ditemukan barang bukti berupa 92 kilogram narkoba jenis ganja, dan seorang tersangka berinisial J yang berperan sebagai kurir," ujarnya.

Setelah menangkap kurir, petugas melakukan pengembangan dan mengamankan seorang pria berinisial SS alias U yang diduga sebagai penerima atau penyimpan barang. Tersangka ditangkap di depan minimarket di Simpang Deli Tua, Jalan Bunga Rampe IV, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

Petugas kemudian menggeledah rumah tersangka di Perumahan River Valley Blok 44 Nomor 15, Jalan Bunga Rampe IV. Dari lokasi tersebut ditemukan satu bungkus plastik berisi ganja dengan berat bruto 7,2 gram.

"Seluruh barang bukti dan kedua tersangka kemudian dibawa ke Kantor BNNP Sumatera Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," jelas Tatar.

Dari pengungkapan di tiga lokasi tersebut, BNNP Sumut menyita barang bukti berupa 92 bungkus ganja dan satu bungkus plastik ganja dengan total berat bruto 92.967,5 gram. Selain itu, petugas juga menyita satu unit mobil Daihatsu Xenia, satu unit sepeda motor Honda Beat, serta tiga unit telepon seluler milik para tersangka.
Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat enam tahun hingga pidana mati atau penjara seumur hidup.

BNNP Sumut memperkirakan penyitaan ganja seberat 92 kilogram tersebut menyelamatkan sekitar 18.500 jiwa generasi muda dari bahaya penyalahgunaan dan ketergantungan narkotika.

IKABHAMAS / SBE Polres Labuhanbatu Dan Labusel Tetap Solid Senantiasa Jalin Silahturahmi

LABUHANBATU || Jejak-indonesia.id -  Kekompakan dan Kebersamaan nampak jelas terlihat dari personel Seba PK Polri T.A 1995 - 1996 ( alumni IKABHAMAS/SBE ) Polres Labuhanbatu dan Polres Labusel.

Setelah 30 (tiga puluh) tahun mengabdi untuk Negeri tak menyurutkan semangat dan loyalitasnya untuk terus menyambung Silaturahmi antar sesama alumni.

Seperti terlihat pada acara yang di lakukan di Cafe Seiya, Sabtu siang ( 01 Agustus 2026 ) di Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, alumni IKABHAMAS/SBE ( dari SPN Sampali, SPN Kalimantan Bharat dan Se polwan ) yang terdiri dari 2 ( dua ) Polres, baik Polres Labuhanbatu dan Polres Labusel bertemu berkumpul adakan Reuni untuk terus merajut Silahturahmi.
Tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya :
Ps. Kabag Ops Polres Labusel AKP Nelson Silalahi, S.H
AKP Ainun, S.H., M.H, Ipda H. Ginting, S.H, Ipda
Hamdan Rivai Nasution, Ipda Jimton Sitanggang, Aiptu Noni Sihombing,
Aiptu Mispan, Aiptu
Erwin, Aiptu
Baharuddin, Aiptu
Yoyon Afriono, Aiptu
Sugianto, Aiptu
Suang Sembiring ( Gurki ),
Aiptu Arnaldo Pardede, Aiptu
Edi Syahputra, Aiptu
Endi Suwanto dan
Aiptu Mili Budi Setia Basuki.

" Terima kasih kepada Teman - teman yang sudah hadir di sini, walau dulunya kita berbeda tempat pendidikannya tapi kita semua sama - sama menjalani Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A 1995 - 1996 dengan nama almamater kita " IKABHAMAS/SBE " ( Ikatan Keluarga Bhayangkara Emas/Srikandi Bhayangkara Emas ), tak terasa sudah 30 ( tiga puluh ) tahun kita mengabdi dan rata - rata umur kita sudah setengah abad, untuk itu mari kita tetap semangat, jaga Kesehatan, terus jalin Silaturahmi agar kita tetap solid dan kompak, semoga dengan kegiatan ini bisa melepas kerinduan kita, mengenang masa lalu kita waktu jalani pendidikan dulu ", terang Ps. Kabag Ops Polres Labusel Akp Nelson Silalahi, S.H.

Kegiatan Reuni Alumni IKABHAMAS/SBE berjalan dengan baik dan lancar, sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan, setelah acara reuni berakhir di pimpin oleh Ps. Kabag Ops Polres Labusel AKP Nelson Silalahi, S.H.,M.H dan AKP Ainun , S.H., M.H dilanjutkan dengan menjenguk Aiptu Katamsah di Lingkungan Aek Bawah I Kel. Aek Paing Kec. Rantau Utara yang saat ini menderita sakit Ginjal dan sekaligus memberi bantuan/tali asih Kepada Aiptu Katamsah sebesar Rp.5.000.000 ( lima juta ) dan sekaligus memberikan semangat kepada Aiptu Katamsah untuk tetap Semangat, ikhtiar, selalu berdoa agar segera lekas sembuh.

Berpulangnya Advokat La Lati, S.H., Dunia Hukum Berduka Kehilangan Sosok Pengacara yang Baik dan Berdedikasi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kabar duka menyelimuti keluarga, sahabat, rekan sejawat, serta masyarakat atas wafatnya La Lati, S.H., seorang advokat yang dikenal sebagai pribadi sederhana, rendah hati, dan memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan keadilan.

Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga tercinta, tetapi juga bagi rekan-rekan profesi hukum dan masyarakat yang pernah mengenal sosoknya. Semasa hidupnya, La Lati, S.H. dikenal sebagai pengacara yang menjunjung tinggi etika profesi, berintegritas, serta senantiasa memberikan pendampingan hukum dengan penuh tanggung jawab dan rasa kemanusiaan.

Bagi banyak orang, almarhum bukan hanya seorang advokat, melainkan juga sahabat, panutan, dan pribadi yang mudah bergaul. Sikapnya yang santun, bijaksana, serta kepeduliannya terhadap sesama menjadikan dirinya dihormati oleh berbagai kalangan.

Dalam menjalankan profesinya, La Lati, S.H. dikenal selalu mengedepankan penyelesaian masalah berdasarkan hukum yang berlaku, tanpa mengesampingkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan musyawarah. Komitmen tersebut menjadi warisan keteladanan yang akan selalu dikenang oleh rekan-rekan seprofesi maupun masyarakat luas.

Keluarga Besar PT Cahaya Pers Group, beserta seluruh jajaran Jejak-Indonesia.id, Jejakindonesia.news, dan Pedot.pro, turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT menganugerahkan kekuatan, kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin."

Semoga segala jasa, pengabdian, dan kebaikan yang telah ditorehkan almarhum selama hidup menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus profesi advokat untuk senantiasa menegakkan hukum dengan integritas, kejujuran, dan hati nurani.

Al-Fatihah.

Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Tim nasional balap sepeda Indonesia nomor BMX terus meningkatkan intensitas latihan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Jepang pada September mendatang. Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tim Indonesia Cycling ini dilakukan di Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi.

Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu pun hadir langsung ke Banyuwangi untuk memotivasi serta memastikan kesiapan fisik dan mental para atlet balap sepeda Merah Putih.

Saat hadir di Banyuwangi pada Kamis (30/7/2026), Todo didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF) Jadi Rajagukguk, Tim Analis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Tim Analis dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), serta Pemkab Banyuwangi.

"Saya cukup takjub melihat tempat latihan BMX di Banyuwangi. Ini sudah sangat proper sekali. Treknya sangat mendukung untuk persiapan teman-teman atlet yang akan bertanding di Asian Games," kata Todo.

Selain itu, Todo menambahkan, keberadaan trex BMX di Banyuwangi jadi investasi jangka panjang dalam membina bibit-bibit unggul BMX Tanah Air, termasuk menyongsong gelaran SEA Games 2027 mendatang.

"Saya tadi ngobrol sama Pak Sekjen (ICF), latihan di sini bukan hanya untuk Asian Games saja, tetapi mempersiapkan bibit atlet BMX kita ke depan, dan juga bagian dari persiapan menuju SEA Games tahun depan," ungkap Todo.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat ICF, Jadi Rajagukguk menambahkan, Kemenpora menargetkan empat medali emas untuk tim cycling Indonesia. Satu emas di antaranya pada cabang sepeda nomor BMX.

"Namun, target dari federasi sendiri kami membidik lebih dari satu emas. Maka, mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim cycling Indonesia memberikan yang terbaik di Asian Games," kata Jadi.

Untuk merealisasikan misi tersebut, ICF memusatkan tujuh Timnas BMX terbaiknya di Banyuwangi untuk berlatih ekstra. Sirkuit BMX Banyuwangi memiliki lintasan panjang track 465 meter, serta obstacle 4 high jump. Sirkuit ini juga dilengkapi dua start gate ketinggian 5 dan 8 meter, serta 7 line dan telah berstandar olimpiade.

Secara keseluruhan, kata Jadi, kontingen balap sepeda Indonesia berencana mengirim 21 atlet sepeda dan tujuh pelatih ke ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sebagai bagian dari strategi mematangkan taktik dan mental bertanding, para penggawa BMX Indonesia juga terus digembleng lewat serangkaian uji coba (try out) internasional di luar negeri, mulai dari Australia, Jepang, hingga Malaysia.

"Kita harapkan dengan mengikuti try out single event di luar negeri ini bisa memberikan pengalaman, jam terbang mereka yang sudah biasa mengikuti kompetisi bersama atlet-atlet di tingkat Asia," tambahnya.

Di arena latihan, dua srikandi BMX Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi dan sang peraih emas Asian Games sebelumnya, Amellya Nur Sifa, menegaskan kesiapannya untuk kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi.

Kendati harus menjalani porsi latihan intensif hingga enam hari dalam seminggu, rasa lelah tak melunturkan fokus mereka. Jasmine mengungkapkan kondisi tim saat ini berada dalam motivasi tinggi, sementara Sifa menegaskan ambisinya untuk mempertahankan takhta juara.

"Persiapan sejauh ini sudah cukup matang, tinggal menjaga konsistensi performa. Target pribadi saya tentu ingin mempertahankan medali emas dan memberikan hasil luar biasa untuk Indonesia," tegas Sifa penuh percaya diri. (*)

error: Content is protected !!