Opening soon Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Berpulangnya Advokat La Lati, S.H., Dunia Hukum Berduka Kehilangan Sosok Pengacara yang Baik dan Berdedikasi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kabar duka menyelimuti keluarga, sahabat, rekan sejawat, serta masyarakat atas wafatnya La Lati, S.H., seorang advokat yang dikenal sebagai pribadi sederhana, rendah hati, dan memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan keadilan.

Kepergian almarhum meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga tercinta, tetapi juga bagi rekan-rekan profesi hukum dan masyarakat yang pernah mengenal sosoknya. Semasa hidupnya, La Lati, S.H. dikenal sebagai pengacara yang menjunjung tinggi etika profesi, berintegritas, serta senantiasa memberikan pendampingan hukum dengan penuh tanggung jawab dan rasa kemanusiaan.

Bagi banyak orang, almarhum bukan hanya seorang advokat, melainkan juga sahabat, panutan, dan pribadi yang mudah bergaul. Sikapnya yang santun, bijaksana, serta kepeduliannya terhadap sesama menjadikan dirinya dihormati oleh berbagai kalangan.

Dalam menjalankan profesinya, La Lati, S.H. dikenal selalu mengedepankan penyelesaian masalah berdasarkan hukum yang berlaku, tanpa mengesampingkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan musyawarah. Komitmen tersebut menjadi warisan keteladanan yang akan selalu dikenang oleh rekan-rekan seprofesi maupun masyarakat luas.

Keluarga Besar PT Cahaya Pers Group, beserta seluruh jajaran Jejak-Indonesia.id, Jejakindonesia.news, dan Pedot.pro, turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT menganugerahkan kekuatan, kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin."

Semoga segala jasa, pengabdian, dan kebaikan yang telah ditorehkan almarhum selama hidup menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus profesi advokat untuk senantiasa menegakkan hukum dengan integritas, kejujuran, dan hati nurani.

Al-Fatihah.

Targetkan Emas Asian Games 2026, Timnas BMX Indonesia Digembleng di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Tim nasional balap sepeda Indonesia nomor BMX terus meningkatkan intensitas latihan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Jepang pada September mendatang. Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tim Indonesia Cycling ini dilakukan di Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi.

Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu pun hadir langsung ke Banyuwangi untuk memotivasi serta memastikan kesiapan fisik dan mental para atlet balap sepeda Merah Putih.

Saat hadir di Banyuwangi pada Kamis (30/7/2026), Todo didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Cycling Federation (ICF) Jadi Rajagukguk, Tim Analis Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Tim Analis dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), serta Pemkab Banyuwangi.

"Saya cukup takjub melihat tempat latihan BMX di Banyuwangi. Ini sudah sangat proper sekali. Treknya sangat mendukung untuk persiapan teman-teman atlet yang akan bertanding di Asian Games," kata Todo.

Selain itu, Todo menambahkan, keberadaan trex BMX di Banyuwangi jadi investasi jangka panjang dalam membina bibit-bibit unggul BMX Tanah Air, termasuk menyongsong gelaran SEA Games 2027 mendatang.

"Saya tadi ngobrol sama Pak Sekjen (ICF), latihan di sini bukan hanya untuk Asian Games saja, tetapi mempersiapkan bibit atlet BMX kita ke depan, dan juga bagian dari persiapan menuju SEA Games tahun depan," ungkap Todo.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat ICF, Jadi Rajagukguk menambahkan, Kemenpora menargetkan empat medali emas untuk tim cycling Indonesia. Satu emas di antaranya pada cabang sepeda nomor BMX.

"Namun, target dari federasi sendiri kami membidik lebih dari satu emas. Maka, mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar tim cycling Indonesia memberikan yang terbaik di Asian Games," kata Jadi.

Untuk merealisasikan misi tersebut, ICF memusatkan tujuh Timnas BMX terbaiknya di Banyuwangi untuk berlatih ekstra. Sirkuit BMX Banyuwangi memiliki lintasan panjang track 465 meter, serta obstacle 4 high jump. Sirkuit ini juga dilengkapi dua start gate ketinggian 5 dan 8 meter, serta 7 line dan telah berstandar olimpiade.

Secara keseluruhan, kata Jadi, kontingen balap sepeda Indonesia berencana mengirim 21 atlet sepeda dan tujuh pelatih ke ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sebagai bagian dari strategi mematangkan taktik dan mental bertanding, para penggawa BMX Indonesia juga terus digembleng lewat serangkaian uji coba (try out) internasional di luar negeri, mulai dari Australia, Jepang, hingga Malaysia.

"Kita harapkan dengan mengikuti try out single event di luar negeri ini bisa memberikan pengalaman, jam terbang mereka yang sudah biasa mengikuti kompetisi bersama atlet-atlet di tingkat Asia," tambahnya.

Di arena latihan, dua srikandi BMX Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi dan sang peraih emas Asian Games sebelumnya, Amellya Nur Sifa, menegaskan kesiapannya untuk kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi.

Kendati harus menjalani porsi latihan intensif hingga enam hari dalam seminggu, rasa lelah tak melunturkan fokus mereka. Jasmine mengungkapkan kondisi tim saat ini berada dalam motivasi tinggi, sementara Sifa menegaskan ambisinya untuk mempertahankan takhta juara.

"Persiapan sejauh ini sudah cukup matang, tinggal menjaga konsistensi performa. Target pribadi saya tentu ingin mempertahankan medali emas dan memberikan hasil luar biasa untuk Indonesia," tegas Sifa penuh percaya diri. (*)

Uni Emirat Arab Tinjau Progres Pembangunan Pengolahan Sampah 3R di Banyuwangi

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Lembaga Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) mendanai pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kertosari. Memastikan pembangunannya berjalan dengan baik, mereka mengunjungi Banyuwangi untuk melihat progresnya.

Mereka bertemu langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Rabu (29/7/2026). Di antaranya Pejabat Senior Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab Ahla Abdulmuhsen, Direktur Clean Rivers UEA Reinier Van Der Lely, Senior Manager Clean Rivers UEA Maryam Al Memari, Manager Clean Rivers UEA Aza Wee Sile.

Turut hadir Tenaga Ahli Ketahanan Pangan, Infrastruktur Pendukung Pertanian, dan Lingkungan Kemenko Pangan Guntur Priambodo, Director Systemiq Jason Edward Hale dan Manager Borealis Mari Kylmala.

"Kami telah bekerja sama baik pemkab dan Project STOP untuk menjalankan program transformasi persampahan Banyuwangi Hijau,” ujar Direktur Clean Rivers UEA Reinier Van Der Lely.

Saat ini Clean Rivers mendukung Program Banyuwangi Hijau Fase tiga dengan melakukan pembangunan fasilitas TPS3R di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Pembangunan TPS3R ini dimulai pada awal bulan Juli lalu, dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare dan ditargetkan rampung dalam waktu 10 bulan.

TPS3R Kertosari fokus mengatasi persoalan persampahan di wilayah perkotaan agar dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir. TPS3R ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari dan akan melayani Kecamatan Banyuwangi serta wilayah sekitarnya.

“Kami sangat senang melihat semua kemajuannya. Saya baru saja ke sini enam bulan yang lalu dan perkembangannya sangat cepat. Peluncuran awal Tahap 3 sudah dimulai dan kami melihat persiapannya berjalan sangat baik,” lanjut Reinier.

Reinier juga mengunjungi fasilitas pengolahan sampah yang telah didirikan di Banyuuwangi sebelumnya. Seperti TPS3R Balak Songgon yang dibangun oleh Borealis dan pemerintahan Norwegia.

"Kami juga ingin melihat proses edukasi perubahan perilaku masyarakat dan proses pengumpulan sampahnya," terangnya.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan Banyuwangi merasa beruntung karena perjalanan menuju transformasi dalam pengelolaan sampah berkelanjutan mendapat dukungan banyak pihak. Kolaborasi Indonesia dan Uni Emirat Arab menjadi kemitraan strategis yang nyata.

“Kerjasama ini bukan hanya sebagai investasi bagi keberlanjutan lingkungan tapi juga bagi kesehatan generasi masa depan dan daya saing ekonomi daerah,” ujar Ipuk.

Program Pengelolaan Sampah Sirkular di Banyuwangi dimulai pada 2017 melalui Prject Stop yang ditandai Pembangunan TPS3R Tembokrejo, Muncar. Dilanjutkan Program Banyuwangi Hijau Fase 1 dengan pembangunan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon. Keduanya didukung Pemerintah Norwegia.

Selanjutnya hadir Program Banyuwangi Hijau Fase 2 dengan Pembangunan TPS3R Karetan di Kecamatan Purwoharjo yang didukung Pemerintah Austria dan dalam tahap pembangunan. Kemudian Banyuwangi Hijau fase 3 dengan dukungan Clean Rivers UEA dengan pembangunan TPS3R Kertosari.

“Selain Program Banyuwangi Hijau, kami juga akan mendapatkan dukungan Pembangunan TPS3R Wongsorejo yang didanai Kementerian Pekerjaan Umum RI,” kata Ipuk. (***)

Bupati Ipuk: Kompetisi Ajang Asah Percaya Diri Siswa

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak para pelajar untuk aktif mengikuti beragam kompetisi. Hal ini sebagai bagian dari memupuk rasa percaya diri anak.

Ajakan tersebut disampaikan Ipuk saat menghadiri kompetisi “English Speech Contest 2026” di MAN I Banyuwangi, Rabu (29/7/2026). Kompetisi yang diinisiasi oleh Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut diikuti sebanyak 87 peserta dari SMP dan MTs se-Banyuwangi.

Ipuk mengatakan, kompetisi bukan sekadar ajang meraih prestasi, melainkan menjadi sarana membangun karakter, melatih public speaking, berpikir kritis, serta berani menyampaikan gagasan.

“Berani mencoba adalah langkah awal menuju kesuksesan. Jangan pernah takut untuk tampil dan ikut semcam kompetisi ini. Melalui English Speech Contest ini, kalian bisa mengasah kemampuan komunikasi, memperkuat rasa percaya diri, sekaligus menunjukkan potensi terbaik yang kalian miliki,” tutur Ipuk.

Para siswa pun tampil all out dengan menampilkan kemampuannya Bahasa Inggris. Mereka wajib membawakan pidato dengan tema “Budaya dan Pariwisata Banyuwangi”.

Seperti yang dilakukan, Ilhamka Cahya Al Kholidi dari SMPN I Banyuwangi. Ia terlihat sangat percaya diri saat tampil. Dengan suara lantang, ia menceritakan secara detail dan menarik tentang keindahan destinasi Taman Nasional Alas Purwo, salah satu jujugan wisata unggulan di Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO.

Graceylla Alleynadyne Claudya dari SMPN 5 Banyuwangi juga tampil memukau dengan pidato bertema Endog-Endogan. Diikuti Nada Tazkia Milah dari SMPN 4 Banyuwangi yang menceritakan tentang pesona Gandrung Sewu. Disusul penampilan para finalis lainnya dengan tema-tema yang tak kalah menarik.

Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi, Samsudin Adlawi, menjelaskan para finalis tersebut akan dinilai berdasarkan 4 kategori. Yakni kemampuan berbahasa Inggris, penguasaan materi, teknik public speaking, serta kemampuan mempromosikan budaya dan pariwisata Banyuwangi.

“Ajang ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga menjadi duta budaya banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional,” kata dia.

Para finalis merupakan peserta yang berhasil menyisihkan 67 peserta lain dalam seleksi ketat terhadap 87 video pidato berbahasa Inggris yang masuk kepada panitia. Seluruh video peserta dinilai berdasarkan lima aspek utama, yakni kesesuaian isi, kemampuan berbahasa Inggris, pelafalan dan intonasi, kemampuan public speaking, serta kualitas teknis video. (*)

Enam Pemuka Agama Pimpin Doa Kebangsaan di Monas, Bukti Keberagaman yang Menyatu

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Kementerian Agama resmi mengonfirmasi pelaksanaan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, yang menjadi pembuka khidmat rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini akan dihadiri dan diisi doa secara bergantian oleh enam pemuka agama resmi bangsa ini.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan seruan tulus kepada segenap anak bangsa untuk merayakan datangnya Bulan Kemerdekaan dengan menghadiri kegiatan penuh makna ini. Hadir pula dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat yang dikenal luas, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta pada Sabtu ini.

Kehadiran para tokoh lintas agama ini merupakan wujud nyata persatuan yang kokoh, sekaligus mencerminkan tekad bangsa yang tak tergoyahkan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama kehidupan bernegara.

Doa akan dipimpin secara bergantian oleh para wakil dari masing-masing agama yang diakui di Indonesia, yaitu:

- Islam: Husni Ismail (Imam Masjid Istiqlal Jakarta)

- Kristen: Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty (Tokoh gereja dan pegiat dialog lintas agama)

- Katolik: Rm. Fransiskus Yance Sengga (Pakar Liturgi dan Musica Sacra)

- Hindu: Pinandita Gede Pastika (Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara)

- Buddha: Bhikkhu Bhadranatha Thera (Pemuka agama dan aktivis dialog lintas agama)

- Konghucu: Xs. Budi S. Tanuwibowo (Tokoh agama Konghucu dan mantan Ketua Umum MATAKIN)

Dalam suasana yang penuh kekhusyukan ini, seluruh peserta diajak menyampaikan rasa syukur mendalam atas karunia kemerdekaan dan persatuan yang senantiasa terpelihara. Tak hanya itu, doa juga dipanjatkan demi keselamatan, kedamaian abadi, serta langkah kemajuan yang gemilang bagi Nusantara di masa depan.

Kementerian Agama berharap momen bersejarah ini semakin mengukuhkan ikatan persaudaraan lintas perbedaan, serta memperkokoh tekad bersama menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa. Zikir dan Doa Kebangsaan ini pun diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan optimisme yang meluas, guna menyongsong Indonesia yang semakin maju, adil, dan sejahtera.

error: Content is protected !!