Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Kapolresta Banyuwangi Baru Ajak Personel Jaga Sholat Lima Waktu, Momentum Farewell Parade Penuh Makna Spiritual

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Momentum Farewell Parade Kapolresta Banyuwangi bukan hanya menjadi ajang serah terima kepemimpinan, tetapi juga diwarnai pesan spiritual yang kuat. Usai parade pelepasan jabatan dari Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. kepada Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., seluruh jajaran melaksanakan Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Roudhotul Jannah Polresta Banyuwangi, Sabtu (10/1/2026).

Sholat berjamaah tersebut menjadi simbol bahwa nilai keimanan dan kedisiplinan ibadah tetap menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas kepolisian, terlebih di tengah dinamika dan tantangan tugas yang semakin kompleks.

Usai sholat, Kapolresta Banyuwangi yang baru, Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, menyampaikan tausiah singkat di hadapan para jamaah. Ia menekankan bahwa sholat lima waktu bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan pondasi moral, disiplin, dan pengendalian diri bagi setiap anggota Polri.

“Sholat lima waktu adalah pengingat utama bagi kita semua. Di tengah kesibukan tugas, jangan sampai kita lalai. Dari sholat, lahir ketenangan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah,” tegasnya.

Menurutnya, konsistensi dalam ibadah akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Personel yang menjaga hubungan dengan Allah SWT, kata dia, akan lebih mampu menjaga integritas, etika, serta profesionalisme di lapangan.

Pesan senada juga disampaikan oleh Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, yang kini resmi mengemban jabatan baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua. Dalam penyampaiannya, Rama menegaskan bahwa kesuksesan dalam karier dan kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari kedisiplinan ibadah, khususnya sholat lima waktu.

“Jabatan boleh berganti, tempat tugas bisa berpindah, tetapi sholat lima waktu harus tetap menjadi prioritas utama. Dari sanalah kita belajar disiplin waktu, keikhlasan, dan keteguhan hati,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh anggota Polresta Banyuwangi untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan mental dan spiritual, sehingga kekuatan moral personel tetap terjaga dalam menghadapi berbagai godaan dan tantangan tugas.

Kegiatan sholat berjamaah ini pun menjadi penutup yang sarat makna dalam rangkaian Farewell Parade. Selain menandai estafet kepemimpinan Kapolresta Banyuwangi, momen tersebut menegaskan komitmen institusi kepolisian dalam membangun SDM yang profesional sekaligus religius, sejalan dengan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (rag)

Sambut Hari Gerakan Satu Juta Pohon Sedunia, Satgas Yonif 643/Wns Tanam Ribuan Bibit Pohon

KEEROM || jejakindonesia.id – Dalam rangka menyambut Hari Gerakan Satu Juta Pohon Sedunia yang diperingati setiap Tanggal 10 Januari, Koops Swasembada melalui Satgas Yonif 643/Wns melaksanakan kegiatan penanaman Ribuan Bibit Pohon berbagai jenis dibeberapa lahan kampung binaan Satgas Yonif 643/Wns, Kab. Keerom, Prov. Papua, Sabtu (10/1/2026).

Direncanakan penanaman bibit pohon oleh Satgas 643/Wns berlokasi dibeberapa lahan diantaranya di Kampung Mosso, Kampung Skopro, Kampung Yetti, Kampung Ampas dan Skouw.

Selain Satgas Yonif 643/Wns, kegiatan penanaman pohon yang diprakarsai oleh Koops Swasembada ini juga melibatkan Satgas Yonif 121/MK yang direncanakan akan menanam ribuan bibit pohon berbagai jenis di lahan Kampung Yabanda, Distrik Yaffi.

Adapun beberapa jenis bibit pohon yang merupakan dukungan dari Koops Swasembada diantaranya yaitu bibit pohon kayu besi, bibit pohon pinang, bibit pohon matoa, bibit pohon pete, bibit pohon asam, bibit pohon salam dan bibit pohon pucuk merah.

Dalam pelaksanaannya, penanaman bibit pohon tersebut serentak dijadwalkan pada hari Sabtu, 10 Januari 2026 dengan dihadiri langsung oleh Wapangkoops Swasembada Brigjen TNI Wulang Nur Yudhanto, S.E., M.M., M.Han. didampingi para Asisten Koops, para Kasi Koops, Forkopimda Kab. Keerom dan tamu undangan lainnya (para pemangku kepentingan) serta masyarakat di masing-masing lokasi penanaman bibit pohon tersebut.

Kegiatan ini berfokus pada pemulihan dan menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman juga dilakukan di atas lahan kosong yang merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pohon bagi lingkungan, mencegah pemanasan global dan mencegah tanah longsor.

Dansatgas Yonif 643/Wns Letkol Inf Adhi Sumarno, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bibit pohon ini merupakan wujud komitmen TNI dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan serta mengembalikan fungsi lahan agar kembali hijau dan produktif.

"Penanaman ribuan bibit pohon ini merupakan upaya pemulihan penghijauan dan pelestarian lingkungan. Maka dari itu kita bersama-sama bertanggung jawab untuk menjaga serta merawatnya,” pungkasnya.

Matias Hip (66), perwakilan salah satu masyarakat mengucapkan terima kasih dan menyambut positif kegiatan penanaman bibit pohon tersebut serta menunjukkan antusiasme terhadap upaya penghijauan yang dinilai mampu memberikan dampak jangka panjang dan dapat meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.

"Kami masyarakat mendukung Hari Gerakan Satu Juta Pohon Sedunia yang secara langsung berperan aktif dalam menciptakan lingkungan hijau, sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang," pungkasnya.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 643/WNS)

Polda Kepri Peringati Hari Lingkungan Hidup Indonesia Dorong Kepedulian Dan Penghijauan

BATAM || jejakindonesia.id – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia (HLHI) atau Hari Gerakan Satu Juta Pohon (HGSP) yang diperingati setiap 10 Januari, sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan mendorong aksi nyata penghijauan.

Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. melalui Kabid Humas Polda Kepri Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, sejalan dengan upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berkelanjutan.

“Lingkungan yang lestari berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Kepedulian terhadap alam harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan, menanam pohon, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ujar Kabid Humas.

Peringatan HLHI ini juga selaras dengan semangat global perlindungan lingkungan, termasuk tema pengendalian polusi plastik yang kerap diangkat dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebagai pengingat bahwa persoalan lingkungan merupakan isu bersama lintas negara.

Polda Kepri berkomitmen untuk terus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui edukasi, sosialisasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap setiap perbuatan yang berdampak pada kerusakan lingkungan.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Indonesia ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk berperan aktif menjaga alam demi keberlangsungan kehidupan generasi masa depan.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabid Humas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
FB: Humas Polda Kepri
IG: @humaspoldakepri

Kapolresta Banyuwangi Ajak Masyarakat Jaga Budaya dan Keamanan Daerah Usai Pelepasan Kapolresta Lama

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya budaya, etos, dan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan nama baik daerah, usai menghantarkan pelepasan Kapolresta Banyuwangi sebelumnya, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.

Dalam keterangannya, Kombes Pol. Rofiq menegaskan bahwa Banyuwangi memiliki etos dan budaya yang sangat kuat, khususnya dalam menjaga nama baik daerah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dijaga bersama, karena budaya bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan ringkasan dari cipta, karya, dan karsa masyarakat itu sendiri.

“Etos masyarakat Banyuwangi sangat tinggi dalam menjaga nama baik. Dengan budaya yang luar biasa ini, saya berharap Banyuwangi bisa menjadi contoh, menjadi role model di Pulau Jawa, bahkan bisa dicontoh oleh daerah-daerah lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa budaya yang baik lahir dari proses panjang dan akan membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, budaya-budaya baik yang sudah ada harus terus dilanjutkan dan dipelihara. Apabila terdapat perilaku yang dirasa kurang selaras dengan nilai budaya setempat, Kombes Pol. Rofiq mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berani melakukan perubahan agar tetap sejalan dengan karakter dan jati diri Banyuwangi.

“Ayo kita teruskan budaya baiknya, kita jaga bersama. Kalau ada yang kurang pas dan bertentangan dengan nilai budaya, mari kita ubah agar selaras dengan budaya yang ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kapolresta Banyuwangi menekankan bahwa menjaga Banyuwangi tidak mungkin hanya dibebankan kepada institusi kepolisian semata. Menurutnya, keamanan dan ketertiban akan terwujud secara optimal apabila seluruh masyarakat ikut berperan aktif, minimal dengan menjadi “polisi bagi dirinya sendiri”.

Ia mengingatkan bahwa gagasan tersebut sebenarnya telah digaungkan sejak era reformasi, yakni konsep bahwa semangat dan nilai-nilai kepolisian harus hidup di dalam jiwa setiap warga negara. Dengan kesadaran tersebut, masyarakat diharapkan mampu menjaga perilaku, menaati aturan, serta berkontribusi langsung dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

“Tidak mungkin Banyuwangi dijaga hanya oleh polisi. Saya berharap masyarakat Banyuwangi bisa menjadi polisi untuk dirinya sendiri. Jika itu bisa dilaksanakan, maka kami di kepolisian hanya tinggal mengakselerasikan program-program di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Kombes Pol. Rofiq, sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan keamanan, ketertiban, keadilan, kemanfaatan, serta kepastian hukum yang dijamin oleh negara. Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif tersebut, Banyuwangi diyakini mampu terus tumbuh sebagai daerah yang aman, berbudaya, dan menjadi teladan bagi wilayah lain.

Menutup pernyataannya, Kapolresta Banyuwangi kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Banyuwangi, tidak hanya sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai rumah bersama yang harus dirawat dengan nilai budaya, etos kerja, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.

Bekali Masa Depan, Lapas Banyuwangi Kembangkan Kemandirian Warga Binaan Lewat Budidaya Anggrek

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus berinovasi dalam membekali para warga binaan dengan keterampilan produktif. Terbaru, pihak Lapas meluncurkan program pembinaan kemandirian berbasis lingkungan melalui pengembangan konservasi tanaman hias dan budidaya ikan.

Kalapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk membentuk kemandirian narapidana agar memiliki keahlian yang mumpuni sebelum kembali ke masyarakat. Salah satu sektor unggulan yang dikembangkan adalah pembibitan tanaman anggrek, serta berbagai jenis tanaman hias lainnya.

“Kami memberikan ilmu kepada warga binaan agar mereka mampu memelihara tumbuh-tumbuhan ini hingga menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Wayan dalam keterangan resminya, Sabtu (10/01).

Selain sektor flora, Lapas Banyuwangi juga mengintegrasikan pembinaan ini dengan sektor perikanan. Warga binaan diajarkan teknik budidaya berbagai jenis ikan, mulai dari ikan hias hingga ikan konsumsi. Melalui penerapan teknik yang tepat, diharapkan hasil panen yang didapatkan memenuhi standar kesehatan dan kesegaran pasar.

Lebih lanjut, Wayan menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada tahap edukasi, tetapi juga diarahkan pada sektor komersial. Hasil dari budidaya tanaman dan budidaya ikan tersebut nantinya akan dipasarkan secara luas kepada masyarakat umum.

“Tujuan keduanya tentu untuk memberikan manfaat ekonomi. Hasil pembinaan ini akan kami jual kepada masyarakat, sehingga Lapas Banyuwangi benar-benar menjadi tempat yang produktif,” imbuhnya.

Program ini diharapkan menjadi terobosan baru dalam sistem pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan keterampilan. Dengan bekal keahlian di bidang agribisnis dan perikanan, warga binaan diharapkan dapat membuka peluang usaha mandiri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

error: Content is protected !!