Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Gunakan NST, 14.582 Siswa Bersaing dalam Seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

JAKARTA || jejakindonesia.id — Sebanyak 14.582 pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi penerimaan Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara, sekolah unggulan berasrama yang diinisiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI). Seleksi ini digelar secara nasional dan berjenjang untuk menjaring calon pemimpin muda bangsa berbasis potensi, meritokrasi, dan kualitas sumber daya manusia.

Rangkaian seleksi nasional diawali dengan pelaksanaan Nusantara Standard Test (NST) atau Tes Potensi Akademik (TPA) yang berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, pukul 08.30 WIB, di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.

Pelaksanaan NST juga dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan mitra strategis, di antaranya Dewan Pembina YPKBI Miftah Nur Sabri, COO Jakarta Intercultural School Easy Arisarwindha, Senior Director Putera Sampoerna Foundation Elan Merdy, Kepala Divisi Digital Retail Banking PT BRI Dr. Kaspar Situmorang, Ketua Umum ILUNI UI periode 2022–2025 Dr. Ir. Didit Ratam, MBA, serta perwakilan dunia pendidikan dan industri lainnya.

Dalam keterangannya, Wakapolri menegaskan bahwa seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendukung penjaringan talenta nasional.

“Hari ini kita melihat dukungan nyata dari berbagai kementerian dan pemangku kepentingan. Kehadiran langsung Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Komunikasi dan Digital menjadi bukti keseriusan negara dalam membangun ekosistem pendidikan yang adil, transparan, dan berorientasi pada kualitas sumber daya manusia masa depan,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Ia menjelaskan, mekanisme seleksi dirancang berlapis dan berkeadilan. Tahap awal dilakukan di daerah melalui Polda masing-masing dengan menyaring 20 persen peserta dengan nilai tertinggi. Dari proses tersebut, 400 peserta terbaik akan mengikuti Seleksi Pusat di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang pada akhir Maret hingga awal April 2026 untuk memperebutkan 180 kursi siswa terpilih.

“Akpol menjadi lokasi seleksi akhir. Di sana para peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, tes psikologi, penelitian personel, hingga tes kesamaptaan jasmani. Kami ingin memastikan siswa terpilih tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap secara mental, fisik, serta memiliki karakter dan budi pekerti yang kuat,” tegas Wakapolri.

Animo masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus meningkat. Pada seleksi Angkatan Kedua ini, jumlah pendaftar melonjak signifikan dibandingkan Angkatan Pertama tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 11.765 peserta dengan 120 siswa terpilih. Peningkatan tersebut mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan dan pola pembinaan yang dikembangkan.

SMA Kemala Taruna Bhayangkara menerapkan kurikulum berbasis International Baccalaureate (IB) sebagai standar akademik internasional. Kurikulum ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, serta wawasan global, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan.

Seluruh rangkaian seleksi Angkatan Kedua dijadwalkan berakhir dengan pengumuman kelulusan pada Mei 2026. Para siswa terpilih akan mengikuti pendidikan unggulan berasrama sebagai kontribusi nyata Polri bersama YPKBI dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Polda Jatim Proses Hukum Tersangka Pelecehan Santriwati di Bangkalan

SURABAYA || jejakindonesia.id - Kasus dugaan pelecehan seksual di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Kecamatan Galis, Bangkalan, Penyidik Ditreskrimum Polda Jatim telah menetapkan 1 tersangka berinisial UF selanjutnya melakukan penangkapan dan penahanan.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Sabtu (10/1/26).

Kombes Pol Abast mengatakan, tersangka UF yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap santriwati itu telah dilakukan penangkapan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim.

"Dari hasil gelar perkara, saudara UF dilakukan penangkapan dan penahanan untuk pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur," ujar Kombes Abast.

Masih menurut Kombes Abast, dalam kasus ini UF diduga kuat melanggar Pasal 81 ayat (2), dan ayat (3) Jo Pasal 76 D dan atau Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76 E UURI No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UURI No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UURI No. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Diketahui kasus dugaan pelecehan terhadap anak dibawah umur tersebut dilaporkan ke Polda Jatim oleh korban didampingi keluarganya pada tanggal 1 Desember 2025.

Setelah dilakukan pemeriksaan saksi - saksi, dan alat bukti lainnya yang diperoleh penyidik, Polisi menangkap tersangka UF pada 10 Desember 2025 untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Jatim juga menerangkan, bahwa penyidik telah menyerahkan berkas perkara (tahap I) atas nama tersangka UF ke pihak kejaksaan. (*)

Upacara HUT ke 53 tahun PDI perjuangan kabupaten Banyuwangi,” Merajut kebersamaan dalam berjuang untuk Kepentingan rakyat kedepan”

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Dewan pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Banyuwangi di ulang tahun ke 53 tahun dengan mengusung tema penuh makna Satyam Eva Jayate, “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” yang menggambarkan keteguhan komitmen PDI Perjuangan sebagai rumah perjuangan rakyat sekaligus Tempat kader berdiri, bekerja dan mengabdikan diri tanpa henti demi kepentingan bangsa.

Dan tepatnya pada tanggal 10 Januari 2026 PDI perjuangan kabupaten Banyuwangi melakukan upacara bendera dihalaman kantor DPC PDI Perjuangan yang dipimpin langsung Wakil kepala bidang (wakabid) Koperasi dan UMKM DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, H.Eko Sukartono sebagai pimpinan upacara menyampaikan dihadapan seluruh kader partai dari tingkat anak ranting, pimpinan anak cabang yang hadir dalam upacara HUT ke 53 tahun PDI Perjuangan," bahwa kini sudah saatnya seluruh kader partai PDI Perjuangan DPC PDI perjuangan Banyuwangi melakukan perjuangan secara bersama sama merajut kebersamaan dalam berjuang untuk kepentingan rakyat kedepan .ungkap," Eko Sukartono 10/1/2026.

Dengan merajut kebersamaan dalam berjuang secara gotong royong diharapkan kedepannya DPC PDI perjuangan kabupaten Banyuwangi mampu menjadi partai politik yang selalu ada dihati Rakyat, dan sekaligus partai yang senantiasa mampu memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat dalam upaya menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. papar," H.ir .Eko Sukartono.

Pewarta: Iriek

Sempat Terdampak Angin Puting Beliung, Gedung DPRD Bojonegoro Kini Kembali Normal

BOJONEGORO || jejakindonesia.id - Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dipastikan telah kembali normal dan aman digunakan, setelah sebelumnya sempat mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang disertai hujan deras.

Kerusakan tersebut terjadi ketika cuaca ekstrem melanda wilayah Bojonegoro. Angin kencang menyebabkan sejumlah genteng di atap gedung bergeser, sehingga air hujan masuk melalui celah atap dan merembes ke bagian plafon. Kondisi itu mengakibatkan sebagian plafon ruang paripurna ambrol.

Beruntung, kejadian tersebut terjadi di luar jam kegiatan DPRD sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak mengganggu jalannya agenda kedewanan.

Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar, menegaskan bahwa seluruh kerusakan telah ditangani dengan cepat dan saat ini gedung DPRD sudah dapat difungsikan kembali secara normal.

"Perlu kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisi gedung DPRD saat ini sudah dibenahi dan kembali seperti sedia kala. Kerusakan yang terjadi sebelumnya murni disebabkan oleh angin puting beliung,"ujar Abdullah Umar.

Ia menjelaskan, pergeseran genteng akibat angin kencang menjadi penyebab utama masuknya air hujan ke dalam bangunan.

"Angin puting beliung membuat beberapa genteng bergeser. Air kemudian masuk lewat plafon dan menyebabkan plafon ambrol. Begitu kejadian, langsung kami lakukan penanganan," jelasnya.

Pasca kejadian, DPRD Bojonegoro bersama sekretariat dan dinas teknis terkait segera melakukan langkah-langkah perbaikan. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan genteng yang bergeser, pengeringan area terdampak, hingga penggantian plafon yang rusak.

"Genteng sudah diperbaiki, plafon yang rusak juga sudah diganti. Saat ini seluruh ruangan aman dan bisa digunakan kembali," tegas Abdullah Umar.

Meski sempat terjadi kerusakan, Abdullah Umar memastikan bahwa kinerja dan pelayanan DPRD kepada masyarakat tidak terganggu. Selama proses perbaikan, kegiatan rapat dan agenda kedewanan tetap berjalan dengan penyesuaian tempat.

"Kami pastikan seluruh agenda DPRD tetap berjalan. Pelayanan kepada masyarakat tetap optimal, karena itu menjadi prioritas kami," ucapnya.

Kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi DPRD Bojonegoro untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, termasuk pengecekan rutin kondisi atap dan struktur bangunan gedung publik.

DPRD juga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir, serta memastikan bahwa Gedung DPRD Bojonegoro berada dalam kondisi aman, terkendali, dan siap digunakan untuk mendukung tugas-tugas legislatif.
(Redho)

PW-FRN Banyuwangi Lepas Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra dengan Penuh Haru, Kompak Kenakan T-Shirt “SANG MOTIVATOR”

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Farewell Parade Kapolresta Banyuwangi bukan sekadar seremoni serah terima jabatan. Momen pelepasan Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. justru menjelma menjadi peristiwa emosional dan sarat makna, khususnya bagi Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW-FRN) DPW Banyuwangi, organisasi pers yang mengusung slogan Counter Berita Polri.

Bagi internal PW-FRN Banyuwangi, sosok Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra bukan hanya seorang pimpinan kepolisian, melainkan figur inspiratif yang lekat dengan julukan “SANG MOTIVATOR", sebuah panggilan yang lahir dari kedekatan, keteladanan, dan dukungan nyata beliau terhadap insan pers.

Perwira menengah Polri yang dikenal humanis, tegas, dan komunikatif tersebut resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolresta Banyuwangi untuk mengemban amanah baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua.

Ketua PW-FRN DPW Banyuwangi, Agus Samiaji, tak mampu menyembunyikan rasa haru mendalam. Ia menyampaikan bahwa kepergian Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra meninggalkan jejak emosional yang kuat bagi insan pers di Banyuwangi.

“Kami merasa sangat kehilangan. Beliau bukan hanya Kapolresta, tetapi figur yang membangun komunikasi, memberi motivasi, dan membuka ruang kolaborasi yang sehat antara kepolisian dan insan pers,” ungkap Agus Samiaji, Sabtu (10/1/2026) sore.

Selama menjabat, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra dikenal dekat dengan wartawan, responsif terhadap masukan, serta tegas dalam penegakan hukum tanpa meninggalkan sisi kemanusiaan.

Suasana haru menyelimuti Mapolresta Banyuwangi saat prosesi pelepasan dimulai dengan tradisi pedang pora, sebuah penghormatan sakral bagi setiap pimpinan Polri yang berpindah tugas.

Didampingi istri tercinta, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra melangkah perlahan menyusuri barisan personel Polresta Banyuwangi yang berjejer rapi. Tatapan mata, tepuk tangan, dan isak tangis yang tertahan menjadi saksi betapa dalamnya kesan yang beliau tinggalkan.

Momen paling menyentuh terjadi ketika seluruh pengurus dan anggota PW-FRN Banyuwangi kompak mengenakan T-shirt hitam bertuliskan “SANG MOTIVATOR”. Aksi tersebut menjadi simbol penghormatan, rasa terima kasih, sekaligus ikatan emosional antara insan pers dengan sosok pemimpin yang telah menginspirasi mereka.

Isak tangis tak terbendung saat Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra hendak memasuki kendaraan yang akan mengantarkannya menuju penugasan baru. Pelukan, lambaian tangan, dan doa mengiringi kepergian beliau menuju Papua.

Bagi PW-FRN Banyuwangi dan masyarakat luas, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra akan selalu dikenang sebagai pemimpin yang mampu mengayomi, memotivasi, dan membangun sinergi lintas elemen

Pelepasan ini bukan akhir dari cerita, melainkan awal dari pengabdian baru. Banyuwangi mungkin melepas, namun nilai keteladanan dan semangat “SANG MOTIVATOR ” akan terus hidup di hati insan pers dan masyarakat. (rag)

error: Content is protected !!