Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Wakapolda Jambi Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Jambi dan Pembukaan Mukerda 2026

JAMBI || jejakindonesia.id — Wakapolda Jambi Brigjen Pol M. Mustaqim, S.I.K. menghadiri kegiatan Pengukuhan Dewan Pimpinan, Komisi dan Lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jambi Masa Khidmat 2025–2030 sekaligus Pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Provinsi Jambi Tahun 2026, yang digelar pada Sabtu malam (10/1/2026)

Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi tersebut mengusung tema “Penguatan Peran Ulama dalam Menjaga Akidah, Akhlak dan Persatuan Umat di Era Transformasi Digital”.

Hadir pada kegiatan tersebut Gubernur Jambi H. Al Haris, Wakil Sekjen MUI Pusat K.H. Arif Fahrudin, Ketua MUI Provinsi Jambi Dr. H. Umar Yusuf, M.Hi., Anggota DPR RI Komisi VIII Drs. H. Hasan Basri Agus, Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi Dr. H. Mahbub Daryanto, unsur TNI, serta para pengurus dan undangan lainnya

Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan ketua panitia, pembacaan Surat Keputusan DPP MUI, hingga prosesi pelantikan Pengurus MUI Provinsi Jambi Masa Khidmat 2025–2030.

Ketua MUI Provinsi Jambi Dr. H. Umar Yusuf, M.Hi. dalam sambutannya menegaskan bahwa MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga akidah, akhlak, dan persatuan umat, khususnya di tengah derasnya arus transformasi digital.

Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyebutkan bahwa melalui Mukerda MUI Provinsi Jambi dapat menghasilkan program-program yang visioner, konstruktif, dan responsif terhadap tantangan zaman.

" Polda Jambi tentunya akan selalu ikut serta mendukung program-progam pemerintah agar dapat terlaksana dengan baik dan situasi Kamtibmas dapat terjaga dengan damai. " ujar Kabid Humas Polda Jambi

#jambi #poldajambi #kapoldajambi #irjenpolkrisnosiregar #jambi #polriuntukmasyarakat #polripresisi #powerisforservice

Minggu Kasih Polres Simalungun: Polsek Tanah Jawa Salurkan Sembako kepada Warga Kurang Mampu

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Hari Minggu bukan berarti Polri libur berbagi kebaikan. Polres Simalungun melalui Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra bersama jajaran personel menggelar program "Minggu Kasih" dengan menyalurkan paket sembako lengkap kepada warga kurang mampu di Huta I, Nagori Bah Jambi III, Kecamatan Tanah Jawa. Dua ibu rumah tangga, Ibu Helen Br. Pakpahan dan Ibu Sorta Br Gultom, menjadi penerima bantuan yang sangat bersyukur atas perhatian Polri.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menjelaskan, program Minggu Kasih merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat. "Polri untuk rakyat bukan hanya slogan kosong. Kami buktikan dengan turun langsung ke tengah masyarakat, berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Ini yang namanya polisi humanis," ujar Verry saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kegiatan Minggu Kasih dilaksanakan pada Minggu pagi (11/1/2026) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Lokasi yang dikunjungi adalah Huta I, Nagori Bah Jambi III, Kecamatan Tanah Jawa, sebuah area perkebunan yang dihuni banyak warga dengan ekonomi menengah ke bawah.

"Kami sengaja memilih warga di area perkebunan karena di sana banyak yang hidupnya sangat sederhana dan membutuhkan bantuan. Kami ingin hadir untuk mereka," jelas Verry.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra langsung memimpin rombongan, didampingi oleh Panit I Sabhara Ipda A. Manik, Pjs Panit I Binmas Aiptu M. Sihombing, Aiptu M Nasution, ASN Suhendra, dan Bhabinkamtibmas Gamot Huta I L Silaban.

"Kehadiran Pak Kapolsek secara langsung menunjukkan bahwa beliau sangat peduli dengan rakyat kecil. Beliau tidak menyuruh anak buah, tapi turun langsung," ungkap Verry dengan penuh apresiasi.

Paket sembako yang diserahkan sangat lengkap dan berkualitas. Terdiri dari beras 1 goni timbangan 5 kg, telur 1 kotak, Supermi 5 bungkus, teh 1 kotak, susu 1 kaleng, gula 1 kg, dan minyak makan 1 kg.

"Paket sembako ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Kami tidak asal memberikan, tapi memastikan isinya benar-benar bermanfaat untuk mereka," jelas Verry.

Dua penerima bantuan, Ibu Helen Br. Pakpahan dan Ibu Sorta Br Gultom, adalah warga yang memang sangat membutuhkan bantuan. Mereka adalah ibu rumah tangga dengan ekonomi yang pas-pasan.

"Kedua ibu ini dipilih karena mereka memang benar-benar membutuhkan. Kami tidak asal memberi, tapi melakukan survei dulu untuk memastikan bantuan tepat sasaran," ungkap Verry.

Saat menerima bantuan, kedua ibu tersebut sangat terharu. Air mata bahagia mengalir di pipi mereka karena tidak menyangka akan mendapat perhatian dari polisi.

"Mereka sangat terharu. Ibu Helen dan Ibu Sorta bilang tidak pernah menyangka polisi datang ke rumah mereka untuk memberikan bantuan. Ini momen yang sangat menyentuh hati," jelas Verry menggambarkan suasana penyerahan bantuan.

Kapolsek Kompol Asmon Bufitra menyampaikan bahwa kegiatan Minggu Kasih bukan sekadar memberikan sembako, tapi juga membangun silaturahmi dengan warga.

"Pak Kapolsek menekankan bahwa Polri ingin dekat dengan rakyat. Kami tidak hanya datang saat ada masalah, tapi juga datang untuk berbagi kebahagiaan dan meringankan beban mereka," ungkap Verry.

Kompol Asmon juga sempat bercengkerama dengan kedua ibu tersebut, menanyakan kondisi keluarga, dan memberikan motivasi agar tetap semangat menjalani hidup.

"Pak Kapolsek tidak hanya serah terima lalu pergi. Beliau duduk, ngobrol, mendengarkan cerita mereka, memberikan motivasi. Ini polisi yang benar-benar humanis," jelas Verry.

Kegiatan Minggu Kasih ini juga menjadi kesempatan bagi Bhabinkamtibmas untuk lebih mendekatkan diri dengan warga.

"Bhabinkamtibmas Gamot ikut serta karena beliau yang lebih tahu kondisi warga di wilayahnya. Beliau yang menyarankan kedua ibu ini sebagai penerima bantuan," ungkap Verry.

Selain menyerahkan sembako, personel Polsek Tanah Jawa juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan melaporkan jika ada gangguan kamtibmas.

"Kami sampaikan bahwa warga bisa hubungi 110 kapan saja jika ada gangguan keamanan. Polri siap melayani 24 jam," jelas Verry.

Warga sekitar yang menyaksikan penyerahan bantuan juga turut senang dan mengapresiasi kepedulian Polsek Tanah Jawa.

"Warga sekitar sangat senang melihat ada polisi yang peduli dengan tetangga mereka yang kurang mampu. Mereka bilang ini polisi yang benar-benar untuk rakyat," ungkap Verry.

Pelaksanaan kegiatan Minggu Kasih berjalan dengan lancar, aman, dan baik. Tidak ada hambatan atau gangguan selama kegiatan berlangsung.

"Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Situasi aman dan kondusif. Warga sangat kooperatif dan senang dengan kehadiran kami," lapor Verry.

Cuaca cerah yang mengiringi kegiatan turut mendukung kelancaran program Minggu Kasih.

"Cuaca cerah seperti melambangkan harapan cerah bagi kedua ibu yang menerima bantuan. Semoga kehidupan mereka semakin membaik," ujar Verry.

Verry menegaskan bahwa program Minggu Kasih akan terus dilakukan secara rutin oleh Polsek Tanah Jawa dan polsek-polsek lainnya di wilayah Polres Simalungun.

"Ini bukan program sekali jalan. Kami akan terus berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Minggu Kasih, Jumat Berkah, dan program sosial lainnya akan terus kami lakukan," tegasnya.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra menjadi contoh nyata pemimpin yang peduli dengan rakyat kecil.

"Pak Kapolsek adalah role model bagi anak buahnya. Beliau tidak hanya memerintah, tapi memberi contoh langsung bagaimana cara melayani masyarakat dengan sepenuh hati," puji Verry.

Polres Simalungun mengajak seluruh jajaran kepolisian untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat melalui berbagai program sosial. "Mari kita wujudkan Polri yang dicintai rakyat dengan aksi nyata, bukan hanya kata-kata," ajak Verry kepada seluruh anggota Polri.

Kanit Gakkum Polres Simalungun Pimpin Blue Light Patrol, Patroli Minggu Pagi Cegah Kecelakaan dan Kejahatan Jalanan

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Hari Minggu bukan berarti polisi libur menjaga keamanan jalan raya. Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Simalungun Ipda Yancen Hutabarat memimpin langsung kegiatan Blue Light Patrol (BLP) di Jalan Jurusan Pematang Siantar-Parapat. Dengan semangat menggebu, beliau bersama tim turun ke jalan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, balap liar, dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Simalungun.

Saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, Kanit Gakkum Ipda Yancen Hutabarat menjelaskan bahwa penegakan hukum lalu lintas tidak mengenal hari libur. "Kami hadir untuk melindungi masyarakat. Minggu atau hari biasa, tugas kami tetap sama: memastikan jalan raya aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan," ujar Yancen dengan tegas.

Kegiatan Blue Light Patrol dilaksanakan pada Minggu pagi (11/1/2026) mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Rute patroli yang dipilih adalah Jalan Jurusan Pematang Siantar-Parapat, sebuah jalur utama yang sangat ramai dilalui kendaraan, terutama di akhir pekan.

"Jalur Pematang Siantar-Parapat sangat padat di hari Minggu. Banyak wisatawan yang menuju Danau Toba atau sebaliknya. Kami harus pastikan perjalanan mereka aman," jelas Yancen menjelaskan alasan pemilihan rute.

Tim yang dipimpin langsung oleh Kanit Gakkum terdiri dari lima personel pilihan: Aiptu Jhon Purba, Aipda Bambang Dermawan, Bripka Z. Kemit, dan Brigadir Eko Reynaldo S. Mereka berpatroli dengan kendaraan patroli yang dilengkapi lampu biru (blue light) yang sangat mencolok.

"Tim kami sangat solid. Mereka berpengalaman dan tahu betul bagaimana mengamankan jalan raya. Kehadiran blue light memberikan efek psikologis positif bagi pengendara untuk tertib," ungkap Yancen.

Selama patroli, tim tidak hanya fokus pada penindakan pelanggaran. Yang lebih penting, mereka melakukan edukasi dan himbauan langsung kepada para pengemudi kendaraan di lapangan.

"Kami tidak langsung menindak. Kami lebih dulu mengedukasi, menghimbau agar senantiasa tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan berkendara bersama," jelas Yancen.

Tim Gakkum mengajak para pengemudi untuk disiplin dalam berkendara. Yancen menekankan bahwa disiplin dalam berlalu lintas sangatlah penting karena dapat membantu memberikan keringanan saat berkendara.

"Disiplin itu kunci keselamatan. Kalau semua tertib, tidak ada yang ugal-ugalan, pasti kecelakaan bisa diminimalkan. Ini upaya Polri untuk menjamin keselamatan sehingga masyarakat tetap merasa aman dan nyaman," ungkap Yancen.

Yancen juga mengingatkan konsekuensi hukum bagi pengendara yang lalai. Kelalaian dalam berkendara yang mengakibatkan kecelakaan hingga hilangnya nyawa orang lain dapat diancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp12 juta sesuai Pasal 310 ayat (4) UU LLAJ.

"Ini bukan main-main. Kalau karena kelalaian Anda ada orang yang meninggal, Anda bisa dipenjara 6 tahun. Makanya kami terus mengingatkan agar berkendara dengan hati-hati," tegas Yancen.

Petugas Gakkum secara rutin melaksanakan patroli preventif dan Blue Light Patrol di titik-titik strategis untuk memastikan keamanan serta kenyamanan seluruh pengguna jalan.

"Patroli ini kami lakukan rutin, tidak hanya Minggu. Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa Polri selalu hadir di jalan raya," jelas Yancen.

Tujuan utama Blue Light Patrol adalah mengantisipasi kejahatan jalanan seperti balap liar dan begal, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Simalungun.

"Balap liar dan begal masih menjadi masalah. Dengan patroli yang intensif, kami ingin memberikan efek jera dan membuat pelaku berpikir dua kali sebelum beraksi," ungkap Yancen.

Berkat kerja keras tim, hasil yang dicapai sangat memuaskan. Terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang kondusif. Informasi tentang situasi kondisi jalan juga tersampaikan kepada pengguna jalan.

"Tidak ditemukan pelanggaran berat dan kecelakaan lalu lintas selama patroli. Tidak ada juga balap liar dan kejahatan jalanan. Ini hasil yang membanggakan," lapor Yancen.

Cuaca cerah yang mengiringi kegiatan patroli turut mendukung kelancaran tugas.

"Cuaca cerah memudahkan kami berpatroli dan berinteraksi dengan pengendara. Visibilitas bagus, semua berjalan lancar," jelas Yancen.

Tim Gakkum juga menyampaikan berbagai himbauan penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di awal tahun 2026. Himbauan pertama adalah tentang kesiapan kendaraan dan pengendara.

"Periksa kelayakan kendaraan sebelum berangkat. Rem, ban, lampu, mesin harus dalam kondisi baik. Gunakan helm SNI untuk motor dan sabuk pengaman untuk mobil. Jangan memaksakan berkendara jika mengantuk atau lelah," ujar Yancen.

Himbauan kedua adalah tentang etika dan aturan di jalan raya. "Patuhi batas kecepatan. Mengurangi kecepatan 10% saja bisa menurunkan risiko fatalitas kecelakaan secara signifikan. Jaga jarak aman, jangan melawan arus, dan hindari penggunaan ponsel saat berkendara," jelas Yancen.

Himbauan ketiga adalah kewaspadaan terhadap faktor lingkungan. "Waspadai titik-titik rawan kecelakaan yang sudah dipasang rambu himbauan. Tetap berhati-hati saat berkendara di malam hari atau saat jalan licin akibat hujan," ungkap Yancen.

Yancen menegaskan bahwa patroli Blue Light akan terus dilakukan secara rutin dan intensif.

"Kami tidak akan berhenti. Selama masih ada pelanggaran, selama masih ada kecelakaan, kami akan terus turun ke jalan. Polri berkomitmen untuk menciptakan jalan raya yang aman bagi semua," tegasnya.

Polres Simalungun mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu tertib berlalu lintas dan mendukung upaya Polri dalam menjaga keselamatan. "Mari bersama ciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita semua," ajak Yancen kepada seluruh masyarakat Simalungun.

Vidio Viral Kondisi Jalan Kritis..! Tergenang Bak Kolam di Muncar Banyuwangi, Pengendara Tagih Tanggung Jawab Pemerintah

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Sebuah video viral yang beredar luas di media sosial menyoroti kondisi memprihatinkan akses jalan milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Jalan Gintik, Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Kerusakan jalan yang semakin parah dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan.

‎Video yang berdurasi 1 menit 41 detik tersebut direkam oleh seorang pengendara sepeda motor dan memperlihatkan kondisi jalan yang berlubang besar, aspal mengelupas, serta genangan air yang menutupi hampir seluruh badan jalan. Saat hujan turun, ruas jalan itu tampak menyerupai kolam, sehingga pengendara kesulitan melintas dan tidak dapat memperkirakan kedalaman lubang yang tertutup air.

‎Dalam rekaman yang beredar di berbagai platform media sosial, terdengar keluhan pengendara roda dua yang mempertanyakan tanggung jawab pemerintah daerah atas kerusakan jalan tersebut. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan pengguna jalan dan menilai kondisi itu sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan berarti.
‎“Kalau jalannya rusak seperti kolam lele, mau lewat mana? Jalan rusak parah begini siapa yang tanggung jawab? Kapan diperbaiki?”  apa nunggu hari khianat!  keluh perekam video tersebut.

‎Warga setempat menyebutkan bahwa kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di lokasi tersebut, terutama pengendara sepeda motor yang terjatuh akibat menghantam lubang jalan yang tertutup genangan air. Kondisi ini diperparah saat malam hari dan ketika curah hujan tinggi.

Jalan Gintik merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat sekitar, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas harian. Kerusakan jalan dinilai berdampak langsung pada kelancaran aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.

‎Melalui viralnya video tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera turun tangan melakukan perbaikan dan penanganan serius demi keselamatan pengguna jalan.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan jalan rusak tersebut.

Nusantara Standard Test 2026 Perkuat Seleksi Nasional Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara

JAKARTA || jejakindonesia.id — Nusantara Standard Test (NST) Tahun 2026 menjadi instrumen utama dalam proses seleksi penerimaan siswa baru Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB). Tes Potensi Akademik (TPA) ini diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI), Sabtu (10/1/2026), sebagai bagian dari upaya penjaringan talenta nasional berbasis potensi dan meritokrasi.

Pelaksanaan NST 2026 berlangsung di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Jakarta, mulai pukul 08.30 WIB dengan sistem pengawasan digital berlapis. Sebanyak 176 operator pengawas pusat diterjunkan dengan rasio satu proktor untuk 23 peserta, guna memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan objektif, transparan, dan akuntabel.

Seleksi Angkatan Kedua ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan seleksi Angkatan Pertama pada tahun sebelumnya yang menjaring 120 siswa terpilih dari lebih dari 11 ribu pendaftar secara nasional. Pengalaman tersebut menjadi dasar penyempurnaan sistem seleksi, baik dari aspek teknis pelaksanaan maupun penguatan instrumen penilaian berbasis potensi akademik.

Antusiasme masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun ini, jumlah pendaftar tercatat mencapai 14.582 peserta terverifikasi, meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Seiring meningkatnya minat tersebut, kuota penerimaan Angkatan Kedua ditetapkan sebanyak 180 siswa terbaik dari seluruh Indonesia.

Pelaksanaan seleksi NST 2026 juga ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan. Kehadiran lintas kementerian dan pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya dukungan negara terhadap program penjaringan dan pembinaan talenta nasional melalui pendidikan menengah unggulan.

Dalam keterangannya, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pelaksanaan NST 2026 menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem pendidikan nasional yang berorientasi pada kualitas dan keadilan.

“Kami bersama Mas Dirgayuza sangat bersemangat hari ini. Kehadiran langsung Bapak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Ibu Menteri Komunikasi dan Digital merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap program seleksi yang kami selenggarakan,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, NST dirancang untuk memastikan proses seleksi tidak bergantung pada latar belakang sekolah maupun wilayah asal peserta, melainkan murni pada kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar tingkat tinggi. Hal ini menjadi fondasi penting bagi calon siswa yang nantinya akan menempuh kurikulum International Baccalaureate (IB) Diploma.

“Melalui NST, kami ingin memastikan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan potensi terbaiknya. Ini adalah bagian dari komitmen bersama dalam menyiapkan generasi unggul yang berdaya saing global,” jelasnya.

Program SMA Kemala Taruna Bhayangkara selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Polri bersama YPKBI dan para pemangku kepentingan berkomitmen menghadirkan sistem seleksi dan pembinaan yang kredibel, adaptif, serta relevan dengan tantangan masa depan, sebagai kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

error: Content is protected !!