Opening soon Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

Penangkapan Terhadap Seorang DJ Berinisial M, IPTU Idam Berikan Klarifikasi Resmi

SURABAYA || jejakindonesia.id – Kepolisian akhirnya angkat bicara terkait penangkapan seorang Disc Jockey (DJ) berinisial M beserta dua rekanya yang sempat menjadi perhatian publik. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh IPTU Idam, sebagai bentuk transparansi terhadap proses penegakan hukum yang tengah berjalan.

IPTU Idam menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan pendalaman data oleh penyidik, diketahui bahwa yang bersangkutan pernah satu kali diamankan oleh Polrestabes Surabaya, bukan oleh Polda Jawa Timur sebagaimana isu yang berkembang di masyarakat.

“Yang bersangkutan pernah satu kali diamankan oleh Polrestabes Surabaya saat bersama mantan pacarnya. Pada saat itu dilakukan pemeriksaan, termasuk tes urine, dan hasilnya negatif,” terang IPTU Idam.

Lebih lanjut, IPTU Idam menegaskan bahwa tidak terdapat catatan penangkapan Ybs oleh Polda Jawa Timur. Hal tersebut sekaligus membantah informasi yang menyebutkan bahwa Ybs telah beberapa kali diamankan oleh aparat kepolisian di tingkat Polda.

“Untuk di Polda Jawa Timur, yang bersangkutan tidak pernah diamankan. Jika memang ada keterangan dari Ybs yang tidak sesuai fakta, maka hal tersebut nantinya bisa diverifikasi melalui data resmi yang dimiliki oleh Badan Narkotika Nasional (BNN),” ujarnya.

IPTU Idam juga menambahkan bahwa seluruh riwayat penanganan kasus narkotika akan tercatat dalam sistem BNN. Apabila benar Ybs pernah diamankan hingga tiga kali sebagaimana isu yang beredar, maka data tersebut dipastikan akan muncul dalam pendataan BNN.

“Kalau memang pernah diamankan sampai tiga kali, pasti ada data di BNN. Itu tidak bisa dihilangkan,” tegasnya.

Terkait dengan kemungkinan rehabilitasi, IPTU Idam menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak dapat mengambil keputusan sepihak. Seluruh proses akan mengacu pada hasil asesmen dan rekomendasi resmi dari BNN sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami akan mengikuti hasil rekomendasi dari BNN. Jika dinyatakan memenuhi syarat untuk rehabilitasi, maka akan dilakukan rehabilitasi. Namun jika rekomendasi BNN menyatakan tidak dapat direhabilitasi, maka yang bersangkutan akan dikembalikan kepada penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dalam penanganan perkara ini, aparat penegak hukum tetap mengutamakan profesionalitas, transparansi, dan kepastian hukum, serta tidak terpengaruh oleh opini atau tekanan dari pihak mana pun.

“Penanganan kasus ini berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. Tidak ada perlakuan khusus dan tidak ada upaya melindungi pihak tertentu,” pungkas IPTU Idam.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi serta menunggu proses hukum yang sedang berjalan, demi menjaga objektivitas dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
(Redho)

Serah Terima Jabatan Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution Gantikan AKBP Rovan Richard Mahenu

GRESIK || jejakindonesia.id - Tongkat kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Resor Gresik resmi berganti. AKBP Ramadhan Nasution kini menjabat sebagai Kapolres Gresik menggantikan AKBP Rovan Richard Mahenu, usai pelaksanaan serah terima jabatan yang digelar di Mapolda Jawa Timur dan dipimpin langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto.

Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2781/B/XII/KEP./2025 tertanggal 15 Desember 2025. Pergantian ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan AKBP Rovan Richard Mahenu yang menjabat sejak Januari 2025.

Selama hampir satu tahun memimpin Polres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu menorehkan jejak kepemimpinan yang kuat, tegas, dan berkarakter. Di bawah komandonya, Polres Gresik tampil menonjol dalam penegakan hukum, progresif dalam inovasi pelayanan publik, serta humanis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.

Di sektor penegakan hukum, sejumlah pengungkapan kasus besar berhasil menyita perhatian publik, bahkan hingga tingkat nasional. Mulai dari pengungkapan kasus pembunuhan, perampokan dengan kekerasan, hingga pembongkaran jaringan narkotika berskala besar.

Penanganan cepat kasus pembunuhan pengemudi ojek online Sevi Ayu Claudia, serta penangkapan buronan Ahmad Midhol, otak perampokan dan pembunuhan di Gresik, menjadi bukti nyata ketegasan dan profesionalisme aparat di bawah kepemimpinannya.

Komitmen pemberantasan narkoba dan kejahatan jalanan juga ditunjukkan melalui pengungkapan ratusan gram sabu, ratusan butir pil ekstasi, serta penindakan komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api.

Langkah tegas terhadap kelompok gangster yang meresahkan masyarakat semakin menegaskan keseriusan Polres Gresik dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Tak hanya berfokus pada penindakan, AKBP Rovan juga mendorong transformasi pelayanan publik. Salah satu terobosannya adalah program Lapor Kapolres (LaporCakRoma) , kanal pengaduan cepat berbasis WhatsApp yang memangkas birokrasi dan mempercepat respons kepolisian.

Sejak Maret hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 601 laporan masyarakat melalui Lapor Kapolres (LaporCakRoma), dan ratusan di antaranya berhasil ditindaklanjuti secara nyata.

Di bidang sosial dan kemanusiaan, optimalisasi layanan ambulans gratis menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat. Layanan ini tercatat membantu 100 kali rujukan medis termasuk warga Pulau Bawean.

AKBP Rovan juga mencatat sejarah sebagai Kapolres pertama yang membuka layanan pembuatan dan perpanjangan SIM langsung di Pulau Bawean, menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan yang selama ini terkendala jarak dan akses.

Dengan gaya kepemimpinan yang responsif, tegas, dan humanis, AKBP Rovan aktif membangun sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta komunitas digital.

Sejumlah penghargaan, mulai dari Pelayanan Prima Kepolisian di bidang Reformasi Birokrasi, apresiasi dari media, hingga kebijakan pemberian reward bagi anggota berprestasi dan masyarakat yang membantu tugas kepolisian, menjadi pengakuan atas dedikasi dan kinerjanya.

Menutup masa tugasnya di Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu meninggalkan fondasi kepemimpinan yang kokoh, penegakan hukum yang berkeadilan, pelayanan publik yang inovatif, serta hubungan yang semakin erat dan dipercaya antara Polri dan masyarakat.

Sementara itu, AKBP Ramadhan Nasution resmi mengemban amanah sebagai Kapolres Gresik usai serah terima jabatan tersebut. Perwira menengah Polri kelahiran Bandung, 10 Mei 1986, ini dikenal sebagai sosok berpengalaman dengan perjalanan karier yang panjang dan konsisten, khususnya di bidang lalu lintas, sumber daya manusia, serta pengawasan internal kepolisian.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2007 ini terus mengembangkan kapasitas akademik dan profesionalnya.

Ia menempuh pendidikan magister di Universitas Jayabaya Jakarta dan Universitas Airlangga Surabaya, serta mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-63 Tahun 2023 sebagai bekal kepemimpinan strategis di tingkat kewilayahan.

Sebelum dipercaya memimpin Polres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution menjabat sebagai Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Metro Jaya, posisi yang menuntut integritas tinggi serta ketegasan dalam penegakan disiplin dan kode etik Polri.

Ia juga pernah bertugas sebagai Kasatlantas Polresta Malang Kota, Kasatlantas Polres Madiun, hingga Kapolsek Menganti Polres Gresik, sehingga cukup mengenal karakteristik wilayah dan masyarakat Gresik.

Karier kepolisiannya dimulai dari berbagai penugasan teknis di bidang lalu lintas di Polda Banten dan Polda Jawa Timur, sebelum kemudian dipercaya menduduki jabatan strategis di tingkat polda. Atas dedikasi dan pengabdiannya, ia dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian 16 Tahun pada 2024.

Dengan latar belakang akademik yang kuat, pengalaman lapangan yang matang, serta pemahaman mendalam terhadap pembinaan internal Polri, AKBP Ramadhan Nasution diharapkan mampu membawa Polres Gresik semakin profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sejalan dengan semangat transformasi Polri yang Presisi.
(Redho)

Pimpinan Baru Polres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan Resmi Digantikan AKBP Harto Agung Cahyono

PASURUAN || jejakindonesia.id — Suksesi kepemimpinan di tubuh Polres Pasuruan resmi berlangsung. AKBP Harto Agung Cahyono S.H., S.I.K., M.H. dilantik sebagai Kapolres Pasuruan menggantikan AKBP Jazuli Dani Iriawan dalam prosesi serah terima jabatan yang digelar di Markas Polda Jawa Timur, Senin (12/1/2026) pukul 09.00 WIB.

Serah terima jabatan tersebut dilaksanakan secara serentak bersama seluruh Kapolres jajaran Polda Jawa Timur yang mengalami mutasi. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si., serta dihadiri pejabat utama Polda Jatim dan para Kapolres jajaran.

AKBP Harto Agung Cahyono sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bondowoso. Ia resmi menggantikan AKBP Jazuli Dani Iriawan yang telah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kapolres Pasuruan.

Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran kepemimpinan, penguatan kinerja, serta peningkatan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

AKBP Harto Agung Cahyono dikenal sebagai perwira yang memiliki kedekatan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen sosial. Selain itu, ia juga dikenal tegas dalam pembinaan internal terhadap anggota, terutama dalam penegakan disiplin dan profesionalisme.

Karakter kepemimpinan yang merangkul seluruh pihak namun tetap tegas tersebut diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan kondusivitas wilayah Pasuruan, yang dinilai membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan berbagai elemen dalam menghadapi dinamika kamtibmas.

AKBP Harto Agung Cahyono merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005 dan berasal dari Pamekasan, Madura. Dengan pengalaman penugasan di berbagai wilayah, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Pasuruan yang baru.

Kantor PT Jaya Etika Beton Pelaksana Proyek Normalisasi Waduk Pacal Bojonegoro Dilalap Api, Solar Subsidi Diduga Digunakan

BOJONEGORO || jejakindonesia.id — Kebakaran hebat melanda kantor pelaksana proyek rehabilitasi/normalisasi alur Waduk Pacal Tahap II, Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Lokasi kejadian berada di area proyek milik PT Jaya Etika Beton, di Desa Bulaklo RT 11 RW 02, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah material proyek bernilai besar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 12 unit tandon solar berkapasitas 1.000 liter ikut terbakar, dengan 9 tandon di antaranya berisi bahan bakar solar.

Selain itu, api juga melalap puluhan sak semen, material genset, serta ratusan batang besi yang tersimpan di lokasi.

Menurut keterangan SPW, warga sekitar lokasi, sumber api diduga berasal dari percikan mesin pemotong besi yang digunakan para pekerja proyek.

Percikan tersebut menyambar tandon solar berbahan plastik, menyebabkan solar tumpah dan dengan cepat tersulut api.

“Percikan dari alat potong besi menyambar tandon solar. Karena tangkinya plastik, solar langsung tumpah dan terbakar,” ujar SPW, Minggu (11/1/2026).

Namun, kebakaran ini tak hanya menyisakan kerugian materi.

Aparat penegak hukum setempat disebut turut menaruh kecurigaan terhadap jenis solar yang terbakar.

Solar tersebut diduga merupakan BBM subsidi, yang secara aturan tidak diperuntukkan bagi kegiatan usaha atau proyek komersial.

Beberapa sumber menyebutkan, aparat mempertanyakan kelengkapan dokumen pengadaan BBM, termasuk Delivery Order (DO) dari Pertamina serta masa berlaku dokumen tersebut.

Bahkan muncul kekhawatiran bahwa pihak pelaksana proyek hanya mengantongi surat rekomendasi, bukan dokumen resmi pembelian BBM non subsidi sebagaimana ketentuan.

“Solar subsidi seharusnya tidak boleh digunakan untuk usaha. Yang dikhawatirkan, hanya dikasih surat rekomendasi, bukan DO resmi,” ungkap salah satu APH yang namanya tidak boleh disebutkan dulu demi kepentingan penyelidikan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Jaya Etika Beton terkait dugaan penggunaan BBM subsidi tersebut.

Sementara itu, aparat masih melakukan pendalaman guna memastikan penyebab kebakaran sekaligus menelusuri legalitas BBM yang tersimpan di lokasi proyek.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan kerja, kepatuhan hukum, serta dugaan penyalahgunaan BBM subsidi, yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah. (Redho)

Polres Kediri Bangun Sumur Bor Bantu Kebutuhan Air Bersih Warga Desa Belor

KEDIRI || jejakindonesia.id - Polres Kediri Polda Jatim kembali menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat dengan membangun sumur bor di Masjid Al-Bashor, Dusun Belor, Desa Belor, Kecamatan Purwoasri, Minggu (11/1/2026).

Fasilitas ini diharapkan mempermudah akses air bersih warga untuk keperluan ibadah maupun kebutuhan sehari-hari.

Selain pembangunan sumur bor, Polres Kediri Polda Jatim juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu dan para janda di sekitar lokasi masjid sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri, unsur TNI, perwakilan pemerintah kecamatan, serta perangkat desa setempat.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata.

"Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Melalui pembangunan sumur bor ini, kami berharap warga dapat lebih mudah memperoleh air, baik untuk keperluan ibadah maupun kebutuhan sehari-hari, " kata AKBP Bramastyo.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolres Kediri bersama jajaran juga meninjau langsung lokasi pengeboran sumur bor guna memastikan proses pengerjaan berjalan dengan baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekitar Masjid Al-Bashor.

AKBP Bramastyo juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung kelancaran kegiatan bakti sosial tersebut.

"Kegiatan seperti ini dapat terlaksana dengan baik berkat kebersamaan dan dukungan semua pihak. Terima kasih atas partisipasi seluruh elemen, semoga apa yang kita lakukan hari ini membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Desa Belor," imbuhnya.

Bagi warga sekitar, keberadaan sumur bor dan bantuan sembako tersebut menjadi bukti nyata perhatian Polres Kediri Polda Jatim terhadap kesejahteraan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga. (*)

error: Content is protected !!