Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Tahun: 2026

Kapolda Jabar Ajak Satpam Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Lingkungan dalam Ngariung Sauyunan Jaga Lembur, Pada HUT Satpam ke-4

BANDUNG || jejakindonesia.id — Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., mengajak seluruh anggota Satuan Pengamanan (Satpam) untuk terus memperkuat sinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ngariung Bareng Kapolda Jabar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Satpam ke-45 yang digelar di Taman Hutan Raya Jl. Ir. H. Juanda Cimenyan Kab. Bandung, Kamis, 15 Januari 2026

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K, M.H , Dir Binmas Polda Jabar Kombes Pol. Wadi Sa’bani, S.H., S.I.K., M.H., Pejabat Utama Polda Jabar, Ketua Umum DPD Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) Jawa Barat AKBP (Purn) Drs. H. Suminta, M.H., Ketua Umum BPD ABUJAPI Jawa Barat Rudi Nurso leh, Direktur Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), pengguna jasa keamanan, serta anggota Satpam se-Jawa Barat

Dalam arahannya, Kapolda Jabar menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh keluarga besar Satpam yang telah memasuki usia ke-45 tahun. Ia menegaskan bahwa meskipun usia Satpam tidak lagi muda, semangat pengabdian harus tetap terjaga demi mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Kapolda Jabar juga menegaskan bahwa Satpam bukanlah profesi dadakan, melainkan profesi yang memiliki sejarah panjang dan terhormat. Satpam lahir sebagai bagian dari konsep pengamanan swakarsa dan merupakan mitra resmi Polri dalam sistem keamanan nasional. Oleh karena itu, Satpam diharapkan memiliki kebanggaan terhadap profesinya serta menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Kapolda Jabar memperkenalkan program Sauyunan Jaga Lembur yang menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, keterbatasan jumlah personel Polri harus disikapi dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk peran strategis Satpam yang menjadi garda terdepan di berbagai lingkungan kerja, perumahan, dan kawasan industri.

Kapolda Jabar juga mengingatkan pentingnya sikap ramah, sigap, dan tegas secara proporsional dalam menjalankan tugas. Pelayanan yang humanis dinilai mampu menciptakan rasa aman dan nyaman, sekaligus menjadi benteng awal dalam mencegah tindak kejahatan.

Menutup sambutannya, Kapolda Jabar berharap Satpam di Jawa Barat semakin solid, percaya diri, dan bangga dengan profesinya, serta mampu menjadi “pahlawan kecil” bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Sinergi antara Satpam dan Polri diyakini akan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Jawa Barat yang aman, nyaman, dan kondusif.

Densus 88 Sumut Dorong Kemandirian Eks Napiter Lewat Workshop Greenpreneur Berbasis Pertanian

Kutalimbaru || jejakindonesia.id – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri melaksanakan kegiatan reintegrasi terhadap eks narapidana terorisme (eks napiter) di Sumatera Utara melalui Workshop Greenpreneur Start dengan tema “Memulai dan Mengelola Usaha dari Lahan Perkebunan”, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi Satgaswil Densus 88 AT Polri dengan PT Alam Jaya, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Pertanian melalui Koordinator Penyuluh Pertanian, serta PT Sultan Aren.

Workshop tersebut bertujuan memberikan pembekalan dasar kewirausahaan di bidang pertanian dan perkebunan, mendorong para eks napiter untuk memulai usaha produktif, sekaligus meningkatkan keterampilan serta kemandirian ekonomi keluarga.

Dengan mengangkat sektor agriculture, para peserta diharapkan memiliki wawasan dan kemampuan dalam memanfaatkan lahan pertanian dan perkebunan yang disediakan oleh PT Alam Jaya. Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan pengelolaan limbah rumah tangga dan limbah pertanian agar dapat diolah menjadi sumber pendapatan alternatif secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menekankan konsep greenpreneur, yakni membangun usaha dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Melalui pendekatan ini, limbah dipandang sebagai peluang bisnis yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan hidup dan masyarakat.

Kasatgaswil Sumatera Utara Densus 88 AT Polri, Kombes Pol. Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal pembinaan kewirausahaan bagi eks napiter di Sumatera Utara sebagai bagian dari program deradikalisasi Densus 88.

“Melalui pembekalan ini, kami berharap para eks napiter dapat memiliki kemandirian ekonomi, menjalani kehidupan yang produktif, serta berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Wisata Pemandian Alam Tanduk Benua, Desa Namo Mirik, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Korlantas Polri Kerahkan Drone Presisi, Akhiri Ruang Abu-Abu Penegakan Hukum Lalu Lintas

JAKARTA || jejakindonesia.id – Korlantas Polri resmi mengoperasikan teknologi patroli presisi berbasis drone sebagai langkah tegas memutus ruang abu-abu dalam penegakan hukum lalu lintas. Sistem berbasis teknologi ini mulai dijalankan sejak Jumat, 9 Januari 2026, dengan uji operasional perdana di kawasan Jalan Raya Cibubur.

Drone patroli presisi difungsikan untuk memantau arus kendaraan sekaligus merekam pelanggaran lalu lintas di titik-titik rawan yang selama ini sulit dijangkau petugas secara konvensional. Setiap pelanggaran terekam secara akurat dan dapat langsung dijadikan dasar penindakan.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Surya Nugroho, menegaskan bahwa penggunaan drone ini menjadi simbol komitmen Polri menghadirkan penegakan hukum yang objektif, profesional, dan bebas dari praktik menyimpang.

“Penegakan hukum harus berbasis data dan bukti yang valid, bukan persepsi. Drone ini kami hadirkan untuk memastikan setiap pelanggaran ditindak secara adil dan transparan, dengan minim interaksi,” tegas Irjen Pol. Agus Surya Nugroho saat mengikuti kegiatan melalui Zoom dari Jakarta.

Menurutnya, patroli presisi udara menjadi instrumen penting untuk menjangkau titik-titik rawan pelanggaran yang selama ini luput dari pengawasan. Selain sebagai alat penindakan, teknologi ini juga berfungsi sebagai langkah preventif guna membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

“Patroli presisi ini kami gunakan untuk menjangkau titik-titik rawan pelanggaran yang sudah terpetakan, sekaligus mendorong kesadaran dan disiplin masyarakat agar tertib di jalan,” ujarnya.

Dengan sistem ini, setiap pelanggaran ditindak berdasarkan rekaman dan data yang tervalidasi, sehingga menutup peluang penyimpangan dalam proses penegakan hukum di lapangan. Langkah ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap transformasi Polri menuju institusi yang modern dan berintegritas.

Penerapan drone patroli presisi dinilai sebagai terobosan baru dalam penegakan hukum lalu lintas di Indonesia, yang menegaskan bahwa hukum ditegakkan secara tegas, terukur, dan tanpa kompromi.

Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi Serahkan Undangan Kegiatan “Campur Sari Campur Ngaji Mugi Nelesi Ati” kepada Kapolresta Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan silaturahmi sekaligus penyerahan undangan kegiatan yang akan digelar oleh GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi. Kamis, (15/01/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi secara langsung menyerahkan undangan kegiatan bertajuk “Campur Sari Campur Ngaji Mugi Nelesi Ati”, sebuah agenda bernuansa religius dan budaya yang bertujuan mempererat kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Aula Sidqi Maulana Pondok Pesantren Adz-Dzikra Banyuwangi. Acara ini menggabungkan unsur dakwah, doa bersama, serta seni budaya campursari sebagai media syiar yang menyejukkan dan membumi.

Ketua GM FKPPI PC-1325 Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi batin sekaligus memperkuat persatuan lintas elemen masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat Kapolresta Banyuwangi.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan menyambut baik undangan tersebut dan mengapresiasi inisiatif GM FKPPI dalam menghadirkan kegiatan yang memadukan nilai keagamaan dan kearifan lokal. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat positif dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan aparat keamanan.

Silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen bersama untuk terus menjaga kondusivitas serta memperkuat kebersamaan di Kabupaten Banyuwangi.***

Wamendagri Bima: Pemerintah Bergerak Bersama Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana Sumatra

Aceh Utara || jejakindonesia.id — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan komitmen pemerintah untuk bergerak bersama dalam merehabilitasi sawah yang terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah mengambil langkah-langkah signifikan dalam pemulihan lahan pertanian dengan memanfaatkan teknologi yang didukung oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti Bulog dan sektor pupuk. Upaya ini dinilai krusial mengingat sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

Bima menegaskan hal tersebut saat memberikan sambutan pada kegiatan Ground Breaking Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana Aceh–Sumatra di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah.

"Ini sangat signifikan, Pak Menteri Pertanian, karena Sumatra ini menyumbang 22 persen dari PDB Indonesia. Tentu, pemulihan [sawah] ini juga akan berdampak signifikan," katanya.

Bima menyampaikan, berdasarkan hasil peninjauan dan dialog dengan para kepala daerah di wilayah terdampak bencana di Sumatra, terdapat kesamaan testimoni bahwa dampak bencana kali ini dirasakan lebih luas dan berkepanjangan dibandingkan dengan tsunami Aceh.

"Dampaknya lebih dahsyat daripada tsunami, dalam hal cakupan luasan, lamanya bencana, dan juga dampak ekonomi. Terlebih seperti Bapak Presiden Prabowo selalu ingatkan kepada kegiatan kami, bergerak cepat, bergerak bersama-sama. Kita melihat bahwa hari ini, semua turun," ujarnya.

Lebih lanjut, Bima menegaskan peran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam memastikan seluruh kepala daerah terdampak tidak berjalan sendiri dalam proses pemulihan. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan pembagian peran yang jelas dan berkelanjutan. Pihaknya juga berupaya memastikan tidak ada celah yang terlewat dalam penanganan di lapangan.

"Saya sendiri sudah berusaha bolak-balik, Aceh Tamiang, Langsa, sekelilingnya, untuk mendampingi bersama-sama dengan kepala daerah, memastikan celah-celah apa saja yang masih belum tersentuh,” jelasnya.

Kemendagri juga telah mengerahkan 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu pemulihan pusat pemerintahan di Aceh Tamiang yang sempat lumpuh akibat bencana. Selain itu, keterlibatan lintas kementerian dan lembaga turut diperkuat melalui pengerahan personel TNI–Polri serta taruna Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Ada juga teman-teman taruna, dalam kegiatan Latsitarda, taruna TNI-Polri dan praja IPDN, yang juga segera bergerak di titik-titik yang berdampak. Dan kemarin Menteri KKP juga melepas taruna KKP, Ibu Ketua [Komisi IV DPR RI], seribu lebih juga [taruna] dikerahkan untuk membantu pemulihan," ungkapnya.

Adapun Mentan Amran menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi Aceh, tidak hanya melalui bantuan pangan darurat, tetapi juga melalui program rehabilitasi lahan, pemulihan produksi pertanian, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian agar petani Aceh dapat kembali berproduksi dan bangkit secara berkelanjutan.

Untuk mendukung percepatan rehabilitasi lahan sawah di Aceh Utara, Kementerian Pertanian memberikan bantuan kepada petani berupa pupuk urea sebanyak 200 ton, benih padi sebanyak 836 ton, traktor roda dua sebanyak 32 unit, dan traktor roda empat sebanyak 11 unit.

“Insyaallah kita kerjakan perbaikan sawah rusak mulai yang ringan, sedang, baru terakhir yang berat. Berat hanya 5 sampai 10 persen. Kami selesaikan yang 90–95 persen agar saudara-saudara kita yang sawahnya kena dampak kita akan perbaiki. Itu ada bantuan benih gratis. Kemudian ini padat karya, rakyat yang bekerja, yang punya sawah bekerja kemudian upahnya dibayar oleh pusat. Kami sebagai penanggung jawab,” jelas Mentan Amran.

Dalam kesempatan itu, Bima, Amran, dan Titiek meninjau langsung hamparan sawah terdampak. Mereka tampak berinteraksi hangat dengan para petani yang tetap bekerja di tengah situasi sulit. Kondisi tersebut mencerminkan beratnya dampak banjir bandang yang terjadi pada akhir November lalu, ketika endapan lumpur tebal menutup lahan pertanian. Situasi ini sekaligus menegaskan urgensi percepatan pemulihan agar aktivitas pertanian dan penghidupan petani dapat kembali berjalan normal.

Puspen Kemendagri

error: Content is protected !!