We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2026

Kapolda Jabar Beri Hadiah Umroh Untuk Polisi Serta Satpam Pada Kegiatan “Ngariung Bareng Sauyunan Jaga Lembur” HUT Satpam ke-45

BANDUNG || jejakindonesia.id - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-45 Tahun 2025, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan membuka secara resmi kegiatan Ngariung Bareng Kapolda Jawa Barat Sauyunan Jaga Lembur yang digelar di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Jalan Ir. H. Juanda No. 99, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Kamis (15/1/2026)

Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Polri, khususnya Polda Jawa Barat, dengan para Satpam sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di lingkungan kerja dan pemukiman.

Acara tersebut diikuti oleh sejumlah Pejabat Utama Polda Jawa Barat, di antaranya Karo Log, Dir Binmas, Kabid Humas, Kabid Propam, serta Kapolresta Bandung. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan komitmen Polda Jabar dalam mendukung peran Satpam sebagai bagian dari sistem pengamanan swakarsa.

Kapolda Jawa Barat menyampaikan pesan penting kepada seluruh Satpam agar senantiasa menjaga amanah dalam menjalankan tugas. Kapolda menegaskan bahwa profesi Satpam merupakan profesi yang mulia dan memiliki kontribusi besar dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Satpam harus bangga terhadap profesinya dan terus meningkatkan profesionalisme dalam bertugas.

Kapolda Jabar juga menekankan bahwa pengguna jasa atau user memiliki tanggung jawab untuk memberikan kesejahteraan yang layak bagi para Satpam, sebagai bentuk apresiasi atas peran dan dedikasi mereka dalam menjaga keamanan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jabar memberikan apresiasi untuk anggota Ditbinmas Polda Jabar dan anggota Satpam dengan memberikan kesempatan menunaikan ibadah umroh.

Dari anggota Ditbinmas Polda Jabar , tercatat nama Aipda Kankan Ariana, Brigadir Rima Gusnita, dan Brigadir Yulianti Rahmawati. Sementara dari unsur Satpam, penerima apresiasi umroh tersebut adalah Artika dari PT Agra Dipa Raharja (Red Guard Security), Ogi Sugianto dari Satpam PT Yosuderu Indonesia, serta Alfin Januar Prasetya yang bertugas sebagai Satpam di Pegadaian Pasar Kordon.

Kegiatan Ngariung Bareng Kapolda Jawa Barat Sauyunan Jaga Lembur ini diharapkan dapat semakin mempererat kebersamaan, meningkatkan semangat pengabdian, serta memperkuat peran Satpam sebagai garda terdepan dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Barat.

SAE Paswangi Diresmikan, Siap Dukung Ketahanan Pangan Nasional

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diperluas hingga ke balik jeruji besi. Hal ini dibuktikan dengan peresmian Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi milik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi pada Kamis (15/1). Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pembinaan kemandirian sekaligus lumbung pangan produktif di wilayah ujung timur Pulau Jawa.

Peresmian dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono, didampingi Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono. Momentum ini terasa spesial karena dilaksanakan bersamaan dengan agenda Panen Raya Serentak yang digelar oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara nasional.

Kadiyono menegaskan bahwa kehadiran SAE Paswangi merupakan langkah nyata implementasi program ketahanan pangan pemerintah. Dengan luas lahan mencapai 2,2 hektare, area ini dikelola secara produktif dengan berbagai komoditas pangan.

“Ini membuktikan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan warga binaan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Banyuwangi,” ujar Kadiyono.

Saat ini, lahan tersebut telah ditanami berbagai jenis tanaman mulai dari padi, semangka, jagung, hingga aneka sayuran. Tidak hanya sektor pertanian, SAE Paswangi juga dilengkapi dengan kolam budidaya ikan lele untuk memperkuat sektor perikanan.

“Seluruh aktivitas di SAE Paswangi ini melibatkan warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sebagai bagian dari program asimilasi. Program ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat digunakan saat kembali ke masyarakat,” terangnya.

Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menambahkan bahwa SAE Paswangi dirancang sebagai sarana strategis untuk mewujudkan pembinaan yang berkelanjutan. Di tempat ini, para warga binaan tidak sekadar bekerja, tetapi dididik mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab melalui praktik pertanian modern.

Ke depan, Wayan memiliki visi agar manfaat SAE Paswangi tidak hanya dirasakan oleh internal Lapas, tetapi juga masyarakat luas. Ia berencana membuka ruang edukasi bagi institusi pendidikan.

“Harapan kami nanti SAE Paswangi ini mampu mengedukasi, misalnya siswa sekolah, untuk belajar mengenai pertanian dan perikanan. Dengan begitu, sarana ini membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Banyuwangi,” pungkas Wayan.

Gerakan Siswa SMK Turen Memuncak: Desakan Tegas Usir Premanisme dari Lingkungan Sekolah

MALANG || jejakindonesia.id -  Ketegangan yang telah lama membara di lingkungan SMK Turen akhirnya mencapai puncaknya. Ratusan siswa melakukan aksi spontan dengan mendatangi kantor yang selama ini ditempati oleh oknum yang mengaku sebagai bagian dari Yayasan Pendidikan Teknologi Turen (YPTT), namun diduga kuat menjadi sumber gangguan dan intimidasi terhadap proses belajar-mengajar. Kamis (15/1/2026)

Aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan mendalam para siswa terhadap keberadaan kelompok yang dinilai tidak memiliki kaitan langsung dengan kegiatan pendidikan, namun terus melakukan intervensi yang mengganggu kenyamanan belajar. Dengan semangat solidaritas, para siswa menyuarakan tuntutan tegas: premanisme harus enyah dari sekolah!

Namun, dalam luapan emosi yang tak terbendung, sebagian siswa bertindak di luar kendali. Kantor yang menjadi simbol kekesalan mereka dilempari batu dan tanah, menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas. Meski tindakan tersebut tidak dibenarkan, insiden ini menjadi sinyal keras bahwa keresahan siswa telah mencapai titik nadir.

“Kami sudah cukup bersabar. Ini sekolah kami, tempat kami belajar, bukan tempat intimidasi,” seru salah satu siswa dalam orasinya.

Para guru dan tenaga pendidik menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Mereka berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengembalikan ketertiban dan menjamin keamanan lingkungan sekolah.

“Kami mendidik anak-anak untuk berpikir kritis dan bertindak benar. Tapi jika keresahan mereka terus diabaikan, maka yang muncul adalah ledakan emosi. Kami tidak ingin hal ini terulang,” ujar salah satu guru.

Dukungan juga datang dari masyarakat dan orang tua siswa. Mereka mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mengganggu ketertiban sekolah.

“Kalau tidak ada tindakan nyata, kami para orang tua dan alumni akan ikut turun tangan,” tegas seorang wali murid.

Aksi ini menjadi peringatan keras bahwa dunia pendidikan harus steril dari segala bentuk premanisme. SMK Turen, sebagai institusi pendidikan, berhak mendapatkan ruang yang aman dan kondusif untuk mencetak generasi masa depan.

*Pesan dari siswa jelas: cukup sudah. Sekolah bukan tempat untuk intimidasi. Ini rumah kami, dan kami akan menjaganya.*

(Team)

Gerak Cepat Polresta Banyuwangi Tangani Penemuan Bayi di Desa Olehsari

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Polresta Banyuwangi bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan seorang bayi laki-laki di teras rumah warga Dusun Krajan, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (14/1/2026)

Kapolsek Glagah AKP Edi Jaka Supa’at, S.H. menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 22.00 WIB di rumah milik Sutikno (70), seorang pensiunan anggota Polri. Bayi ditemukan berada di dalam sebuah kardus Indomie yang diletakkan di lantai teras rumah.

Kronologis kejadian bermula saat saksi Ferdy Tri Ananta (18) pulang ke rumah dan melihat sebuah kardus di teras. Awalnya tidak dicurigai, namun saat saksi duduk di teras untuk mengerjakan tugas sekolah, terdengar suara tangisan bayi dari dalam kardus. Mengetahui hal tersebut, saksi segera memberitahukan kepada orang tuanya.

Pelapor kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Glagah. Sekira pukul 22.08 WIB, petugas Polsek Glagah bersama bidan dari Klinik Amanah Desa Olehsari mendatangi lokasi kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, ditemukan seorang bayi laki-laki dengan berat badan sekitar 3,2 kilogram, lengkap dengan perlengkapan bayi serta secarik surat wasiat.

Untuk mendapatkan penanganan medis, bayi tersebut segera dibawa ke Klinik Amanah Desa Olehsari dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi. Saat ini bayi dalam kondisi sehat dan masih menjalani perawatan medis.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan apresiasi atas respons cepat jajaran Polsek Glagah serta kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut.

“Polri hadir untuk memberikan perlindungan, khususnya terhadap anak sebagai kelompok rentan. Kami memastikan bayi tersebut mendapatkan penanganan medis yang layak dan aman, serta menjamin proses hukum berjalan secara profesional dan humanis,” tegas Kapolresta Banyuwangi.

Lebih lanjut, Kapolresta Banyuwangi menambahkan bahwa pihaknya telah memerintahkan Satreskrim Polresta Banyuwangi untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut.

“Kami akan mendalami kasus ini, termasuk menelusuri identitas orang tua bayi serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan perlindungan dan masa depan bayi tersebut,” imbuhnya.

Saat ini penanganan perkara dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Glagah bersama Satreskrim Polresta Banyuwangi. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau menemukan kejadian serupa demi keselamatan dan perlindungan anak.(***)

Dukung Pembangunan Wilayah, Menhan RI dan Wakasad Tinjau Yon TP 827/MCY

KUTAI BARAT || jejakindonesia.id – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa meninjau kesiapan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 827/Mahakam Cakti Yudha di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Selasa (13/1/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, materiil, serta program kerja Yon TP 827/MCY dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan itu, Menhan RI menerima paparan dari Komandan satuan terkait kondisi dan kesiapan operasional Yon TP 827/MCY. Menhan menegaskan bahwa pembinaan prajurit harus dilaksanakan berdasarkan prinsip meritokrasi, yakni mengedepankan prestasi, kapasitas, dan kapabilitas, bukan senioritas maupun usia. “Kita tidak melihat senior dan junior, tapi kita melihat prestasi,” tegas Menhan.

Menhan juga menekankan pentingnya konsep belajar sambil bertugas guna memberikan ruang pengembangan optimal bagi prajurit Tamtama, Bintara, dan Perwira sesuai potensi dan kompetensi masing-masing.

Lebih lanjut ditegaskan bahwa pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan kebijakan strategis pertahanan negara yang tidak hanya berorientasi pada aspek militer, tetapi juga berperan aktif mendukung pembangunan nasional, terutama di wilayah terpencil, perbatasan, dan daerah rawan.

Selain meninjau kesiapan satuan, Menhan RI turut memeriksa senjata organik serta memberikan arahan dan motivasi kepada prajurit agar senantiasa menjaga disiplin, soliditas, dan semangat pengabdian dalam setiap pelaksanaan tugas.

Sumber: Dispenad

error: Content is protected !!