Opening soon Opens today at 9:00 am

Tahun: 2026

LSM BARAK Sulut Gelar Rapat Perdana, Perkuat Soliditas Organisasi untuk Mengabdi kepada Masyarakat

MANADO || Jejak-indonesia.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) BARAK (Barisan Rakyat Indonesia) Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat perdana setelah memperoleh persetujuan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (25/7/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun arah gerak yang berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua LSM BARAK Sulawesi Utara, Hendra Tololiu, dan dihadiri jajaran pengurus DPP, DPD, serta DPC. Suasana penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai jalannya pertemuan yang menitikberatkan pada penguatan organisasi, penyusunan program kerja, serta peningkatan koordinasi antarpengurus.

Dalam sambutannya, Hendra Tololiu menegaskan bahwa LSM BARAK berkomitmen menjadi organisasi yang menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan kepedulian sosial. Menurutnya, keberadaan organisasi harus mampu memberikan manfaat nyata melalui kegiatan yang konstruktif, edukatif, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.

"LSM BARAK harus tumbuh menjadi organisasi yang solid, profesional, dan memiliki komitmen kuat dalam mengabdi kepada masyarakat. Kita ingin hadir sebagai wadah yang mampu membangun sinergi, menyerap aspirasi, serta berkontribusi positif bagi kemajuan Sulawesi Utara," ujar Hendra Tololiu.

Selain membahas penguatan struktur organisasi, rapat juga menghasilkan sejumlah kesepakatan mengenai penyusunan program kerja yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan organisasi ke depan. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya organisasi, penguatan koordinasi antarwilayah, serta pengembangan kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Seluruh peserta rapat menyatakan komitmen untuk menjaga nama baik organisasi, menjunjung tinggi etika, serta menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional. Semangat kebersamaan yang terbangun dalam rapat perdana ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi LSM BARAK Sulawesi Utara dalam menjalankan perannya sebagai mitra masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Dengan mengusung semangat persatuan, gotong royong, dan pengabdian, LSM BARAK Sulawesi Utara optimistis mampu terus berkembang menjadi organisasi yang kredibel, dipercaya masyarakat, serta memberikan kontribusi positif dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rapat perdana ini menjadi titik awal perjalanan LSM BARAK Sulawesi Utara untuk terus memperkuat solidaritas internal, memperluas pengabdian kepada masyarakat, serta menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi kemajuan daerah.

Editor:
Kaperwil Sulut – Marflien

Pengurus APINDO Kabupaten Bulukumba Ikuti APINDO Run Festival 2026 di Makassar

MAKASSAR, Sulsel. || Jejak-indonesia.id - Pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bulukumba turut meramaikan APINDO Run Festival 2026* yang digelar di Kota Makassar, Minggu 26 Juli 2026

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian program APINDO dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus mempererat silaturahmi antar pengusaha di Sulawesi Selatan.

Dengan mengenakan jersey resmi APINDO Run berwarna biru dongker, para pengurus APINDO Bulukumba tampak antusias mengikuti kegiatan lari bersama ratusan peserta lainnya. Suasana cerah dan penuh semangat mewarnai kegiatan yang dipusatkan di kawasan publik Kota Makassar tersebut.

Kehadiran pengurus APINDO Bulukumba dalam event ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program APINDO Sulsel dalam membangun jejaring usaha yang sehat dan produktif.

Selain untuk kesehatan, kegiatan seperti ini penting untuk mempererat kebersamaan antar anggota APINDO. Dari Bulukumba kita hadir, lari bareng, dan menunjukkan bahwa pengusaha juga peduli dengan hidup sehat," ujar salah satu pengurus APINDO Bulukumba di lokasi kegiatan.

APINDO Run Festival 2026 sendiri diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pengusaha, pekerja, hingga masyarakat umum. Selain lari, acara ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Para pengurus APINDO Bulukumba berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin, tidak hanya di Makassar tetapi juga di kabupaten/kota lain, termasuk di Bulukumba.

Pewarta Rob

Satpolairud Polresta Banyuwangi Intensifkan Patroli di Grand Watudodol, Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas Utama

BANYUWANGI – Guna memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung di kawasan wisata bahari, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi melaksanakan patroli Harkamtibmas di kawasan wisata Grand Watudodol (GWD), Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (26/7/2026) mulai pukul 08.30 WIB.

Kegiatan patroli tersebut berada di bawah pengendalian Kasat Polairud Polresta Banyuwangi dengan melibatkan personel Aipda Nyoman Suma, Bripda Marvelino, dan Aiptu Erman W. dari Unit Gakkum.

Patroli difokuskan pada pengawasan aktivitas wisata bahari yang mulai dipadati pengunjung pada akhir pekan. Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), personel Satpolairud juga memberikan edukasi kepada pengelola jasa wisata bahari maupun wisatawan mengenai pentingnya mengutamakan aspek keselamatan saat beraktivitas di perairan.

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap kelengkapan alat keselamatan yang digunakan dalam aktivitas wisata, seperti pelampung dan perlengkapan penunjang lainnya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana keselamatan dalam kondisi layak pakai sehingga dapat meminimalisir risiko kecelakaan di laut.

Tidak hanya itu, personel Satpolairud juga mengimbau wisatawan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di laut. Mengingat cuaca perairan dapat berubah sewaktu-waktu, masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan petugas serta selalu mematuhi prosedur keselamatan selama berada di kawasan wisata bahari.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kondisi cuaca pada pukul 08.00 hingga 15.00 WIB terpantau cerah, ombak relatif rendah, dan air laut dalam kondisi pasang. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi perhatian utama demi mengantisipasi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Dari hasil patroli, situasi keamanan di kawasan wisata Grand Watudodol terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kehadiran personel Satpolairud di lokasi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan yang menikmati libur akhir pekan bersama keluarga.

Satpolairud Polresta Banyuwangi menegaskan akan terus meningkatkan patroli rutin di kawasan wisata bahari, khususnya pada hari libur dan akhir pekan, sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan di wilayah perairan Banyuwangi. Dengan sinergi antara petugas, pengelola wisata, dan masyarakat, diharapkan aktivitas wisata bahari dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat.

Kapolri Diterpa Isu dan Tudingan Tak Berdasar, Agus Flores: “Jangan Bangun Opini dengan Fitnah, Buktikan Melalui Jalur Hukum”

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Ketua Umum PW FRN Counter Polri, R.M. Agus Rugiarto Astrodiarjo atau yang akrab disapa Agus Flores, mengecam keras maraknya penyebaran isu, tudingan, dan informasi yang belum terverifikasi yang diarahkan kepada Kapolri. Menurutnya, penyebaran opini tanpa didukung fakta dan alat bukti yang sah tidak hanya berpotensi mencemarkan nama baik seseorang, tetapi juga dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Dalam keterangannya pada Sabtu (25/7), Agus Flores menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocence). Oleh karena itu, setiap dugaan pelanggaran harus dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan membangun opini publik melalui narasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

> "Jangan membangun opini dengan fitnah. Jika memiliki bukti adanya pelanggaran, tempuh jalur hukum dan sampaikan kepada aparat penegak hukum. Jangan menggiring opini yang justru dapat menyesatkan masyarakat," tegas Agus Flores.

 

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah maupun pejabat publik merupakan hak setiap warga negara yang dijamin dalam sistem demokrasi. Namun, kebebasan berpendapat harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan data, fakta, serta bukti yang dapat diuji, bukan berdasarkan asumsi, spekulasi, maupun informasi yang belum terverifikasi.

Agus Flores menilai, maraknya penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya berpotensi memicu keresahan publik, memperlebar polarisasi sosial, serta menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara, khususnya aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, Agus Flores mengaku prihatin atas terus bergulirnya berbagai isu yang menyerang Kapolri. Ia menyampaikan dugaannya bahwa terdapat pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan hubungan harmonis antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Kapolri tetap terjaga. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadinya dan bukan fakta yang telah dibuktikan.

> "Saya menduga ada kelompok tertentu yang tidak senang Pak Kapolri mendapat kepercayaan dari Bapak Presiden Prabowo. Dugaan saya, ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu sehingga terus membangun opini negatif di ruang publik," ujar Agus Flores.

 

Ia juga mengaku prihatin apabila benar terdapat pihak-pihak, baik dari internal maupun eksternal, yang sengaja memperkeruh situasi melalui penyebaran informasi yang belum dapat dibuktikan kebenarannya. Meski demikian, Agus Flores menegaskan bahwa dugaan tersebut harus diuji dan dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku, bukan dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan.

Di akhir pernyataannya, Agus Flores mengajak seluruh elemen masyarakat agar lebih bijaksana dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, khususnya melalui media sosial. Ia mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada pihak lain.

> "Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas nasional, menghormati proses hukum, serta mengedepankan fakta dan bukti dalam setiap penyampaian informasi," pungkasnya.

 

Pernyataan Agus Flores menjadi pengingat bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun, pelaksanaannya tetap harus berada dalam koridor hukum, menjunjung tinggi etika, menghormati asas praduga tak bersalah, serta menghindari penyebaran fitnah maupun informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan dan merugikan kepentingan publik.

Nasional Suara Merdeka, Lembaga Berbadan Hukum Sejak 2018, Terus Perkuat Peran di Tingkat Nasional Melalui Sinergi, Kreativitas, dan Semangat Kebangsaan

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Nasional Suara Merdeka merupakan sebuah lembaga yang telah memiliki legalitas berbadan hukum sejak tahun 2018. Selama lebih dari delapan tahun menjalankan kiprahnya, lembaga ini terus menunjukkan komitmennya dalam membangun semangat persatuan, nasionalisme, serta mendorong partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, budaya, edukasi, dan kreativitas.

Dengan mengusung semangat kebangsaan, Nasional Suara Merdeka berupaya menjadi wadah bagi para pegiat seni, insan media, tokoh masyarakat, aktivis sosial, dan berbagai elemen bangsa untuk bersama-sama memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Indonesia.

Dalam perjalanannya, lembaga ini terus memperluas jaringan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak. Berbagai program yang dijalankan diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai persatuan, menjaga kondusivitas, serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, aman, dan berbudaya.

Pimpinan Nasional Suara Merdeka menyampaikan bahwa capaian yang diraih hingga saat ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pengurus, relawan, dan tim kreator yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi. Berbagai karya dan inovasi yang dihasilkan menjadi bagian penting dalam memperkenalkan eksistensi Nasional Suara Merdeka kepada masyarakat luas.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, pimpinan Nasional Suara Merdeka menyampaikan apresiasi kepada Tim 7 Kreator Seni Nasional Suara Merdeka yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun citra organisasi melalui karya-karya kreatif, inovatif, dan inspiratif.

Adapun Tim 7 Kreator Seni Nasional Suara Merdeka terdiri atas:

1. Tim Banyuwangi

2. Mbah Semar

3. Ridho Cirebon

4. Fadli Bandung

5. Prabu Maesa Bogor

6. Margo Bogor

7. Moh. Rahmad – Sekretaris Jenderal Sulawesi Tenggara (Sultra)

Masing-masing anggota tim dinilai memiliki peran strategis sesuai bidangnya dalam mendukung publikasi, kreativitas seni, pengembangan informasi, hingga memperkuat komunikasi organisasi di berbagai daerah.

Pimpinan Nasional Suara Merdeka berharap kekompakan yang telah terbangun selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh seorang pemimpin, tetapi juga oleh soliditas tim, loyalitas anggota, serta komitmen bersama dalam menjalankan visi dan misi organisasi.

"Terima kasih kepada seluruh Tim 7 Kreator Seni Nasional Suara Merdeka atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan semangat kebersamaan yang telah diberikan. Semoga sinergi ini terus terjaga, sehingga Nasional Suara Merdeka semakin berkembang, semakin bermanfaat bagi masyarakat, serta mampu menjadi wadah yang memperkuat persatuan, kreativitas, dan semangat kebangsaan demi Indonesia yang lebih baik," ujar pimpinan Nasional Suara Merdeka.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian kepada bangsa, Nasional Suara Merdeka menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

error: Content is protected !!