Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Satgas PRR Gerak Cepat Salurkan DTH Korban Bencana Jelang Ramadan

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera melaporkan perkembangan terkini progres penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk menopang pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Hingga 10 Februari 2026, penanganan difokuskan pada pemulihan layanan dasar, pengaktifan kembali kegiatan ekonomi masyarakat, pembangunan hunian sementara (huntara), serta penyaluran DTH.

Berdasarkan data Satgas PRR per 8 Februari, penyaluran DTH telah diimplementasikan secara bertahap. Adapun rinciannya, dari total 11.685 penerima DTH di Provinsi Aceh, sebanyak 5.372 di antaranya telah dibuatkan rekening dan 3.929 telah ditransfer. Sedangkan di Sumut, dari total 6.700 penerima DTH, sebanyak 4.396 rekening telah dibuat dan 4.152 rekening telah ditransfer. Sementara di Sumbar, dari total 2.004 penerima DTH, sebanyak 1.736 rekening telah dibuat dan 1.685 rekening telah ditransfer kepada penerima.

Jumlah penerima DTH akan terus ditingkatkan untuk meringankan beban korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Terlebih, dalam waktu dekat masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera akan memasuki bulan Ramadan.

“Di samping itu ada juga skema bantuan yang lain, yaitu untuk perabotan dan stimulan ekonomi untuk mereka yang berhak, yang dianggap oleh para bupati, wali kota, mereka layak untuk mendapatkan itu,” tandasnya.

Satgas PRR

Ratusan Lokasi Pembersihan Lumpur Tertangani, Kasatgas Tito Percepat Rehabilitasi

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pembersihan lumpur menjadi kunci utama pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya ini menentukan seberapa cepat masyarakat dapat kembali menghuni rumah, mengakses jalan, serta menggerakkan kembali aktivitas ekonomi.

Dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (11/2/2026), Tito menjelaskan bahwa sebagian besar kawasan terdampak di wilayah dataran rendah tertutup endapan lumpur tebal akibat banjir bandang. Material tersebut bukan hanya merusak permukiman, tetapi juga menutup jalan, pasar, dan fasilitas publik, sehingga pembersihannya menjadi prioritas utama rehabilitasi.

“Di daerah lowland… itu umumnya adalah banjir bandang, karena adanya tadi debit air yang sangat banyak, berikut material-materialnya… yang bertumpuk dan kemudian lumpurnya juga selain merusak jembatan, jalan, juga kota, pemukiman, kampung, dan lain-lain,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU), dari total 303 lokasi sasaran di tiga provinsi, sebanyak 189 lokasi telah dinyatakan tuntas dibersihkan. Di Aceh, 156 dari 263 lokasi sudah selesai, sementara Sumatera Barat (Sumbar) mencatat seluruh 29 lokasi telah bersih dari lumpur. Di Sumatera Utara, pembersihan masih berlangsung di sebagian titik.

Seiring progres pembersihan tersebut, jumlah pengungsi terus menurun, mencerminkan semakin banyak warga yang dapat kembali ke rumah dan memulai kembali aktivitas sehari-hari.

“Dari yang pertama kali pada saat bencana…[sebanyak 2.178.269 per 2 Desember 2025], sekarang sudah 74.369, sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Tito.

Pembersihan lumpur ini sekaligus membuka kembali jalur distribusi bantuan, mengaktifkan pasar dan warung, serta memungkinkan layanan kesehatan dan pendidikan berjalan lebih normal. Dengan fondasi itu, fase rehabilitasi di tiga provinsi terdampak kini bergerak lebih cepat menuju pemulihan yang berkelanjutan.

Satgas PRR

Pengungsi Berkurang Signifikan dan Roda Ekonomi Kembali Berputar

JAKARTA || jejak-indonesia.id – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian memaparkan berbagai progres pemulihan pascabencana yang dinilai berjalan signifikan. Hal tersebut disampaikan Tito pada saat Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Tito menjelaskan berbagai upaya penanganan terus dilakukan salah satunya dengan mengerahkan banyak alat berat. Selain itu, personel dari lintas kementerian dan lembaga, termasuk mahasiswa dan taruna sekolah kedinasan juga dilibatkan di lapangan. "Semua upaya dilakukan untuk percepatan pemulihan," ujarnya.

Berdasarkan laporan harian Posko Satgas per Selasa (10/2/2026), jumlah pengungsi di tiga wilayah terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan angka pengurangan yang signifikan. Semula pada 2 Desember 2025 jumlah pengungsi mencapai 2.178.269 orang. Kini jumlah pengungsi telah berkurang menjadi 74.369 orang yang tersebar di tiga provinsi tersebut.

Dalam arahan tersebut, Tito menyoroti progres pembersihan lumpur yang terus berjalan. Di Provinsi Aceh, dari 263 lokasi sasaran, sebanyak 156 lokasi telah selesai dibersihkan dan 107 lokasi masih dalam proses. Di Sumut, pembersihan telah selesai di 4 dari 11 lokasi dan sisanya masih dalam proses. Sementara Sumbar telah menuntaskan seluruh 29 lokasi sasaran.

Sektor pelayanan dasar juga menjadi perhatian utama. Seluruh fasilitas kesehatan terdampak di tiga provinsi dilaporkan tetap berfungsi. Di Aceh, dua Puskesmas yang rusak berat tetap memberikan pelayanan di luar gedung. Sementara itu, ribuan fasilitas pendidikan terdampak di ketiga provinsi terus didorong agar segera kembali beroperasi normal.

Pada sektor infrastruktur, Tito mencatat pemulihan ketenagalistrikan dan telekomunikasi menunjukkan capaian positif. Sumbar telah mencapai pemulihan listrik dan jaringan internet 100 persen. Sementara Aceh dan Sumut hampir sepenuhnya pulih dengan sisa pelanggan dan Base Transceiver Station (BTS) yang masih dalam penanganan. Pembangunan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) darurat juga terus dipercepat guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Tito juga menekankan pentingnya pemulihan ekonomi lokal. Aktivasi pasar rakyat terdampak bencana di ketiga provinsi telah berjalan secara fungsional, sehingga roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak. Selain itu, lebih dari dua ribu rumah ibadah di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah kembali difungsikan.

Terkait bantuan hunian, pembangunan hunian sementara (huntara) terus dikebut. Dari rencana 17.036 unit di tiga provinsi, sebanyak 5.489 unit telah selesai dibangun. Sementara itu, pembangunan hunian tetap (huntap) mulai berjalan dengan progres awal di Aceh dan Sumbar. Tito meminta percepatan proses administrasi dan teknis agar pembangunan huntap dapat segera meningkat.

Dalam penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), Tito mengingatkan pentingnya percepatan pembukaan rekening dan penyaluran dana kepada masyarakat. Hingga saat ini, realisasi penyaluran DTH di tiga provinsi telah mencapai hampir 50 persen, dengan capaian tertinggi di Sumatera Barat.

Selain itu, untuk mendukung percepatan pemulihan, personel dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), relawan, serta tenaga kesehatan telah dikerahkan di daerah terdampak. Selain itu, ribuan taruna dan mahasiswa sekolah kedinasan juga turut membantu di lapangan.

Satgas PRR

Tim Star Reborn Polres Lhokseumawe Patroli Dini Hari, Cegah Guantibmas di Titik Rawan

LHOKSEUMAWE || Jejak-indonesia.id – Dalam rangka mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), sebanyak 12 personel Tim Star Reborn Polres Lhokseumawe melaksanakan patroli

menyasar sejumlah titik rawan di wilayah hukum Polres Lhokseumawe,
Rabu malam hingga dini hari (11/2/2026).

Selain patroli mobile, personel juga melaksanakan patroli dialogis secara humanis dengan menyapa masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hingga dini hari. Petugas memberikan imbauan kamtibmas serta mengingatkan warga untuk segera melapor ke polsek terdekat apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.I.K., S.H., M.H., melalui Katim Star Reborn Ipda Feri menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dan preemtif guna mencegah potensi tindak kriminalitas serta gangguan kamtibmas lainnya.

“Patroli ini kami laksanakan secara rutin, khususnya pada jam-jam rawan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Ipda Feri.

Ia menambahkan, sinergi dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan komunikasi yang baik antara warga dan kepolisian, potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan sedini mungkin.

Sat Binmas Polres Lhokseumawe Sosialisasikan E-Learning Polri Mengajar di SMA Negeri 05

LHOKSEUMAWE || Jejak-indonesia.id  – Sat Binmas Polres Lhokseumawe melaksanakan kegiatan sosialisasi program E-Learning “Polri Mengajar” kepada siswa/i kelas XII SMA Negeri 05 Kota Lhokseumawe, Rabu (11/2/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Lhokseumawe AKP Faisal, S.H., didampingi Ps. Kanit Binpolmas Aiptu Anas Johan, S.Sos, Ps. Kanit Binkamsa Aiptu Wildana Udik Yunianto, Ps. Kanit Bhabinkamtibmas Aipda Bahcrunsyah, serta para guru pendamping dari SMA Negeri 05 Kota Lhokseumawe.

Dalam kegiatan tersebut, Sat Binmas memperkenalkan aplikasi E-Learning “Polri Mengajar” yang bertujuan memberikan kemudahan akses belajar secara online bagi para siswa. Program ini juga dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas yang merata dan inklusif, sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila, kebangsaan, cinta tanah air, serta pembentukan akhlak generasi muda.

Kapolres Lbokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.M. M.H melalui Kasat Binmas AKP Faisal, S.H., menyampaikan bahwa program E-Learning Polri Mengajar bekerja sama dengan ILMCI sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.

“Melalui aplikasi ini, siswa dapat mengakses materi pembelajaran dengan mudah di mana saja. Program ini juga menjadi bagian dari kepedulian Polri terhadap pendidikan, termasuk bagi anak-anak yang terdampak bencana agar tetap dapat mengikuti proses belajar,” ujarnya.

Selain sosialisasi aplikasi, personel Sat Binmas juga menyampaikan pesan harkamtibmas serta mengajak seluruh siswa untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan, menjaga ketertiban di lingkungan sekolah, dan menjauhi pelanggaran hukum.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa dan pihak sekolah. Mereka mengapresiasi kehadiran Polres Lhokseumawe, khususnya Sat Binmas, yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga turut berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter pelajar.

Diharapkan, program sosialisasi E-Learning “Polri Mengajar” ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan berprestasi.

error: Content is protected !!