Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Februari 2026

Retret Kokam Muhammadiyah, Kapolri Tekankan Sinergitas Jaga Persatuan hingga Kamtibmas

JABAR || Jejak-indonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan Retret Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda KOKAM Muhammadiyah di Satlat Brimob Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan ini, Sigit menekankan soal pentingnya sinergisitas dan kolaborasi seluruh pihak untuk menjaga persatuan-kesatuan hingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Tentunya ini bagian dari Polri khususnya Brimob dan juga seluruh anggota Polri yang ada untuk terus bersinergi dengan KOKAM dengan Pemuda Muhammadiyah untuk bersama-sama berkolaborasi menjaga persatuan kesatuan, menjaga stabilitas kamtibmas," kata Sigit usai diminta menjadi Keynote Speech pada Pembukaan Retret KOKAM Nasional, Kamis (12/2/2026).

Menurut Sigit, menjaga persatuan dan kamtibnas adalah modal utama untuk mewujudkan harapan dari Presiden Prabowo Subianto demi Indonesia yang berdaulat dan sejahtera serta meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

"Itu butuh stabilitas kamtibmas, butuh persatuan dari seluruh elemen bangsa," ujar Sigit.

Sigit menegaskan bahwa, Polri dan Muhammadiyah selama ini sudah terbangun sinergisitas yang kuat dalam setiap kesempatan. Bahkan, hal tersebut terus berjalan baik ketika menghadapi beberapa situasi sulit.

"Peran Muhammadiyah tentunya sangat luar biasa ya, kami terus bersama dengan Muhammadiyah dalam segala macam kegiatan, mulai dari bagaimana kita turun bersama-sama, hadapi situasi-situasi sulit, hadapi bencana, kemudian hadapi ancaman-ancaman lain. Termasuk juga melaksanakan pengamanan-pengamanan agenda nasional maupun internasional," ucap Sigit.

Bahkan, kata Sigit, Polri dan Muhammadiyah terus berdampingan ketika stabilitas kamtibmas mengalami gangguan. Sigit berharap, ke depannya Korps Bhayangkara dan Muhammadiyah terus meningkatkan sinergisitas dan kolaborasi demi kemajuan Bangsa Indonesia.

"Saya kira ini adalah bentuk hubungan kita dengan Muhammadiyah yang bagi kami Muhammadiyah adalah sahabat sejati kami, dan akan terus terjaga. Dan harapan kita ke depan apa yang sudah kita laksanakan ini terus pertahankan dan ditingkatkan," tutup Sigit.

Hadapi HBKN 2026, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Seminggu Pantau 9.138 Titik, Harga Sejumlah Komoditas Pangan Mulai Turun

JAKARTA || Jejak-indonesia.id – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat hasil signifikan dalam pengawasan pangan nasional pada Minggu ke-I periode 5–11 Februari 2026. Peningkatan Kegiatan Pemantauan Ini meningkat pesat pasca Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Syahardiantono, M.Si selaku Ketua Pengarah Satgas Saber di Rupat Dittipideksus Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin Mabes Polri sepekan lalu.

Berdasarkan rekapitulasi Posko Satgas Saber Pusat, tercatat selama sepekan telah dilakukan kegiatan pemantauan sebanyak 9.138 titik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI selaku Ketua Pelaksana Satgas, Dr. I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa intensitas pengawasan tersebut berdampak langsung pada penurunan harga sejumlah komoditas strategis, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, seperti: ayam telur ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabe rawit keriting, cabe merah keriting, minyakita, beras medium dan premium. Walaupun beberapa komoditas pangan masih diatas HET/HAP di sejumlah Provinsi, namun cenderung mengalami trend penurunan.

“Pemantauan yang masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti mampu menekan harga beberapa komoditas pangan utama, seperti beras premium dan medium di Zona I dan II, cabe merah keriting, telur ayam ras, serta daging ayam ras,” ungkap Ketut Astawa dalam keterangannya pada Kamis (12/2/2026).

Dari total pemantauan tersebut, mayoritas dilakukan pada pedagang dan pengecer sebanyak 5.939 titik, disusul ritel modern 1.472 titik, grosir 967 titik, distributor 554 titik, produsen 136 titik, dan agen 70 titik.

Satgas Saber mencatat berbagai bentuk tindak lanjut atas temuan pelanggaran di lapangan. Sepanjang periode pemantauan, Satgas telah menerbitkan 128 surat teguran, 400 pengisian stok kosong di sejumlah titik pemantauan, serta pengambilan 33 sampel pangan untuk uji laboratorium. Selain itu juga, mengeluarkan rekomendasi pencabutan 1 (satu izinl usaha dan 2 (dua) izin edar pelaku usaha yang melanggar HET/HAP, keamanan dan mutu pangan.

Menurut Astawa, langkah tegas tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, keamanan, dan mutu pangan nasional.

“Tindakan ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha agar mematuhi ketentuan HET dan HAP serta standar keamanan pangan,” tegasnya.

Hasil analisis harga menunjukkan sejumlah komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Komoditas yang masih menjadi perhatian antara lain: beras premium Zona III, Minyakita, bawang merah, bawang putih di wilayah Indonesia Timur dan 3TP, daging sapi segar, daging kerbau beku, cabai rawit merah, serta gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP. Tentunya ini menjadi tugas bersama K/L terkait seperti: Kemenko Pangan, Kemendagri, Kementan, Kemendag, Polri, Bapanas RI, Bulog maupun Satgas untuk terus melakukan langkah-langkah intervensi ke daerah-daerah yang masih tinggi harga komoditas pangannya.

Sementara itu, harga Minyakita secara nasional masih tercatat masih di atas HET, meski menunjukkan tren penurunan pada akhir periode pemantauan. Satgas juga menemukan Minyakita sebagai komoditas yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan. Tentunya kami Satgas Pangan Saber Pusat akan turun langsung mengecek Produsen, Distributor lini 1, Distributor Lini 2, dan Pengecer utk pastikan harga Minyakita sesuai harga HET Rp 15.700 kepada masyarakat (konsumen) dan akan mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan yang mendapat distribusi 35 % DMO dari Produsen Minyak Goreng/CPO yang lakukan ekspor untuk segera intervensi wilayah-wilayah yang masih diatas HET, serta akan menindak tegas setiap pelanggaran yang ada.

Ketut Astawa menambahkan, selama Minggu ke-I, hotline pengaduan Satgas menerima 6 (enam) laporan masyarakat dari sejumlah daerah, termasuk Jakarta Pusat, Kupang, Bandar Lampung, Bukittinggi, Maros, dan Mataram. Seluruh aduan tersebut langsung dan telah ditindaklanjuti oleh Satgas daerah.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat intervensi pasokan melalui penyaluran beras SPHP sebanyak 28.765 ton ke berbagai saluran, mulai dari Gerakan Pangan Murah, ritel modern, pasar tradisional, hingga outlet pangan binaan pemerintah daerah.

Lebih dalam, Ketut Astawa menegaskan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan akan terus meningkatkan intensitas pengawasan, khususnya pada pedagang dan pengecer, serta memperkuat sosialisasi hotline pengaduan kepada masyarakat.

“Pengawasan berlapis dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan terjangkau, terutama menghadapi momentum Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026,” pungkasnya. (*)

Tim Inafis Polres Simalungun Bekerja Maksimal Ungkap Kematian Pria di Bondar, Motif Masih Diselidiki

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id - Tim Identifikasi (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun menunjukkan kinerja profesional dalam mengungkap kasus kematian misterius seorang pria di aliran Bondar Simpangan Bolon, Kelurahan Huta Bayu, Rabu (11/2/2026) sore. Meski penyebab kematian sudah terungkap lewat otopsi, motif di balik kejadian ini masih terus didalami.

"Tim Inafis kami bekerja maksimal sejak laporan masuk. Dari olah TKP hingga otopsi, semua dilakukan secara profesional dan teliti. Hasilnya, penyebab kematian sudah terungkap, tapi motif kejadian masih kami dalami lebih lanjut," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun AKP Herison Manullang, SH saat dikonfirmasi Kamis (11/2/2026) sekitar pukul 15.10 WIB.

Kasus bermula ketika warga menemukan jenazah seorang pria mengapung di aliran Bondar Simpangan Bolon pada Rabu sore sekitar pukul 16.00 WIB. Korban kemudian diidentifikasi sebagai Chu Wan Lee Simanjuntak (37 tahun), seorang wiraswasta yang tinggal di Sipintu Pintu, Kelurahan Huta Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja.

Informasi penemuan mayat langsung ditindaklanjuti cepat oleh jajaran Polsek Tanah Jawa. Kapolsek Kompol Banuarea Manurung, SH bersama tim termasuk Kanit Reskrim IPTU Fritsel G. Sihotang, SH, MH, Pawas IPDA WO Silitongan, dan beberapa personel lainnya segera meluncur ke lokasi.

"Begitu informasi masuk, tim langsung bergerak ke TKP. Kecepatan respons sangat penting dalam kasus seperti ini untuk mengamankan barang bukti dan jejak-jejak penting," ungkap Kasat Reskrim menjelaskan tindakan cepat tim.

Sesampainya di TKP, petugas mendapati jenazah sudah diangkat oleh warga dan diletakkan di pinggir bondar. Tim langsung membuat garis police line untuk mengamankan TKP dan mencegah kontaminasi barang bukti.

Tim Inafis Polres Simalungun yang terdiri dari Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Hasilnya mencengangkan—ditemukan luka-luka di bagian kepala dan wajah korban.

"Dari pemeriksaan luar yang dilakukan Tim Inafis, langsung terlihat ada luka-luka mencurigakan di kepala dan wajah korban. Ini membuat kami curiga dan melanjutkan investigasi lebih dalam," ucap AKP Herison menjelaskan temuan awal yang mencurigakan.

Tim juga melakukan olah TKP secara menyeluruh. Beberapa barang bukti penting berhasil diamankan, termasuk botol bir hitam yang ditemukan di lokasi. Informasi dari saksi-saksi menyebutkan korban sempat berada di warung tuak sebelum kejadian. Sepeda motor korban juga ditemukan di lokasi yang berbeda dari TKP penemuan jenazah.

"Kami mengamankan semua barang bukti dan melakukan interrogasi terhadap saksi-saksi. Dua orang saksi, BS (61 tahun) dan SP (50 tahun), keduanya petani setempat, memberikan keterangan penting tentang keberadaan korban sebelum kejadian," ungkap Kasat Reskrim.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih untuk dilakukan otopsi. Hasil otopsi pemeriksaan luar dan dalam mengungkap fakta mengejutkan.

Ditemukan pendarahan di rongga kepala yang ditandai dengan adanya darah di dalam rongga kepala serta patah atau retak tulang dasar tengkorak (fraktur basis cranii). Ada pula luka lecet antemortem atau luka sebelum kematian hampir di seluruh wajah, luka robek di kepala kiri luar, dahi kiri dan kanan, kelopak mata, serta pangkal hidung.

"Hasil otopsi menunjukkan korban mengalami pendarahan di rongga kepala akibat trauma tumpul. Pendarahan ini mengganggu sistem saraf pusat pernapasan yang berujung asfiksia atau mati lemas. Itu penyebab kematiannya," ungkap Kasat Reskrim memaparkan hasil otopsi secara detail.

Selain luka antemortem, ditemukan juga luka lecet postmortem atau luka setelah kematian di tangan, kaki, dan punggung. Sumber trauma yang menyebabkan kematian adalah trauma tumpul, namun bagaimana trauma itu terjadi masih menjadi fokus penyelidikan.

"Penyebab kematian sudah jelas dari hasil otopsi Tim Inafis kami. Tapi motif dan kronologi lengkap kejadian masih terus kami dalami. Apakah ini kecelakaan, perkelahian, atau ada unsur lain, semua masih dalam penyelidikan intensif," tegas AKP Herison.

Kasus ini tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP-A/01/II/2026/Polsek Tanah Jawa tertanggal 11 Februari 2026. Setelah otopsi selesai, jenazah Chu Wan Lee Simanjuntak dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan.

"Tim Inafis kami telah bekerja maksimal dengan dokumentasi lengkap. Situasi di lokasi aman dan kondusif. Penyelidikan terus berlanjut hingga motif terungkap tuntas," tutup Kasat Reskrim.

Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Wakapolda Metro Jaya Tinjau Lahan Produktif 49 Hektar di Muara Gembong

BEKASI || Jejak-indonesia.id – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional secara mandiri dan berkelanjutan, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H., melakukan peninjauan langsung ke area tambak dan peternakan di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Rabu (11/2/2026). Lahan produktif seluas 49 hektar tersebut kini dioptimalkan sebagai pusat produksi pangan terintegrasi bagi kepolisian dan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda meninjau secara mendalam berbagai sektor budidaya yang sedang dikembangkan. Sektor-sektor strategis tersebut meliputi peternakan kambing dan ayam petelur, serta sektor perikanan yang memfokuskan pada budidaya ikan nila, bandeng, dan udang. Kehadiran pimpinan Polri di lokasi ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan pengelolaan lapangan berjalan produktif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa optimalisasi lahan ini adalah bukti nyata peran kepolisian dalam memperkuat ekosistem pangan.

"Kegiatan ini merupakan komitmen nyata Polri dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan," ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

Rencananya, hasil dari budidaya di Muara Gembong ini nantinya akan didistribusikan secara konsisten ke 57 Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Langkah ini dirancang untuk menciptakan rantai pasok bahan baku yang stabil, guna menjamin ketersediaan pangan yang berkualitas dan bergizi bagi masyarakat luas. Dengan pengelolaan lahan yang efektif, Polda Metro Jaya berharap program ini dapat menjadi model bagi kemandirian pangan di wilayah lainnya.

Sigap Sebelum Banjir Susulan Datang, Polda Sumut Bergerak Cepat Evakuasi Warga Di Tapteng

SUMUT || Jejak-indonesia.id - Tidak menunggu situasi memburuk, tidak menanti korban bertambah. Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bergerak cepat saat potensi banjir susulan mengancam wilayah Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pada Rabu malam, 11 Februari 2026, pukul 23.00 WIB hingga selesai, satu pleton personel Batalyon C Pelopor yang BKO di Polres Tapanuli Tengah langsung diterjunkan ke lokasi rawan terdampak luapan air. Dalam suasana malam yang gelap dan kondisi cuaca yang belum sepenuhnya stabil, personel melaksanakan patroli menyeluruh sekaligus melakukan evakuasi warga dari titik-titik berisiko tinggi.

Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen dan perhatian penuh Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han., dalam memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Arahan tegas untuk mengedepankan respons cepat, tindakan terukur, serta pendekatan humanis diwujudkan secara nyata di lapangan.

Personel Batalyon C Pelopor menyisir gang-gang pemukiman, membantu warga yang masih bertahan di rumah, mengevakuasi masyarakat rentan, serta memastikan tidak ada yang tertinggal apabila debit air kembali meningkat. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi kemungkinan banjir susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dengan semangat pengabdian dan solidaritas, proses evakuasi berlangsung aman, tertib, dan terkendali. Patroli di daerah rawan banjir berjalan maksimal, situasi kamtibmas tetap kondusif, dan seluruh personel beserta perlengkapan dinas dalam keadaan lengkap dan aman. Perkembangan terakhir menunjukkan air yang sebelumnya meluap telah berangsur surut, namun kesiapsiagaan tetap dipertahankan.

Kehadiran Brimob di tengah masyarakat bukan hanya saat kondisi darurat mencapai puncaknya, tetapi juga dalam langkah-langkah pencegahan sebelum risiko membesar. Inilah wujud nyata Brimob sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat dalam situasi sulit.

Brimob Polda Sumut hadir dengan ketegasan, bergerak dengan kecepatan, dan bertindak dengan kepedulian.

error: Content is protected !!