We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Februari 2026

Satgas Pangan Polres Lumajang Perkuat Pengawasan Stok dan Harga Bapokting Jelang Lebaran

LUMAJANG || Jejak-indonesia.id – Satgas Pangan Polres Lumajang Polda Jatim rutin melakukan pengecekan ketersediaan stok dan perkembangan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) di Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut merupakan langkah pengawasan terpadu guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Pras Adinata mengatakan, Satgas Pangan Polres Lumajang Polda Jatim konsisten memastikan kelancaran distribusi, serta mengantisipasi potensi lonjakan harga dan kelangkaan bahan kebutuhan pokok selama Ramadhan hingga jelang lebaran Idul Fitri.

"Kami terus berkoordinasi dan melibatkan Bapanas, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Bulog Kabupaten Lumajang," ujar AKP Pras, Minggu (22/2/26).

Ia mengatakan pantauan akan dilakukan oleh Satgas Pangan Polres Lumajang dan instansi samping ini secara berkala di sejumlah pasar tradisional maupun toko retail.

“Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala agar tidak terjadi praktik penimbunan maupun permainan harga,” tegasnya.

Ia mengimbau para pelaku usaha dan pedagang agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku serta tidak melakukan praktik yang merugikan masyarakat.

"Kami akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum di bidang pangan," pungkasnya.

Dengan pengawasan terpadu lintas instansi ini, diharapkan stabilitas pasokan dan harga pangan di Kabupaten Lumajang dapat terus terjaga sepanjang Bulan Suci Ramadhan hingga lebaran Idul Fitri. (*)

Program TORA di 26 Desa Banyuwangi Tuntas, Bupati Ipuk: Kepastian Hukum Bagi Warga

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id - Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Banyuwangi akhirnya tuntas. Pemerintah resmi menyerahkan SK TORA seluas 160,735 hektare di 26 desa/kelurahan Banyuwangi. SK TORA diserahkan secara resmi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, kepada warga di Balai Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Sabtu (21/2/2026).

Kawasan ini mencakup 26 desa/kelurahan di 12 kecamatan termasuk Desa Temurejo, Bangsring, Wongsorejo, Kalipuro, hingga Pesanggaran. Dengan penyerahan SK ini memberi kepastian hukum atas penguasaan lahan hutan serta mendorong kemandirian ekonomi warga.

"Alhamdulilah, terima kasih kepada pemerintah pusat, Terima kasih Bapak Menteri, atas dukungannya kepada masyarakat Banyuwangi. Dengan SK ini memberikan kepastian hukum atas lahan yang masyarakat tempati dan kerjakan," kata Ipuk.

"Saya berpesan kepada masyarakat, setelah menerima SK ini, agar benar-benar memahami dan memanfaatkan peluang ini dengan serius. Pemerintah telah memberikan fasilitas dan kemudahan untuk meningkatkan kesejahteraan," tambah Ipuk.

Seluas 160,735 ha hutan produksi tetap yang dilepaskan dalam program tersebut mencakup wilayah 26 desa/kelurahan di 12 kecamatan di Banyuwangi. Rinciannya, 116,7 ha untuk pemukiman, 5,87 ha untuk fasilitas umum, 22,33 ha untuk fasilitas sosial, serta 15,85 untuk fasilitas Puslatpurmar.

Selain SK TORA, Kementerian Kehutanan juga menyerahkan SK Hutan Kemasyarakatan (HKm) Transformasi untuk dua kelompok masyarakat. Masing-masing yakni KTH Kemuning Asri Desa Gombesari, Kecamatan Kalipuro dan Kelompok Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Raja Juli mengatakan SK HKm Transformasi ini mengubah status warga dari mitra Perum Perhutani menjadi pemegang izin Perhutanan Sosial mandiri.

"Bulan Juli lalu saya sudah ke sini (Bayuwangi). Hari ini saya kembali untuk menuntaskan janji saya kepada masyarakat Desa Temurejo yang belum menerika SK Tora dan SK HKm," kata Raja Juli.

"Kementerian Kehutanan terus mempercepat reforma agraria dan perhutanan sosial. Kami ingin memastikan hutan tetap terjaga, sementara masyarakat yang hidup di sekitarnya semakin kuat secara ekonomi,” kata Raja Juli.

Ia mengatakan, penyerahan SK ini merupakan bagian dari penyelesaian proses perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan (PPTPKH) yang telah melalui beberapa tahapan.

Tahapan tersebut dimulai dari terbitnya SK Biru tahun 2023, SK Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan tahun 2025, dan dituntaskan dengan SK tahun 2026.

Ia menyebut, penyerahan SK TORA merupakan upaya pemerintah dalam menuntaskan persoalan masyarakat yang telah lama bermukim dan mengelola kawasan hutan secara turun-temurun.

"Dengan kepastian hukum ini, masyarakat memiliki dasar yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan," tutur Raja Juli.

Salah satu penerima SK TORA, Sunoko, mengaku sangat bahagia. Dokumen tersebut telah lama dinantikan keluarganya sejak masa kakek buyut hingga generasi sekarang.

"Saya ini sudah generasi ketiga. Sejak zaman mbah buyut sampai kami sekarang, surat ini yang selalu diharapkan. Terima kasih Pak Menteri," ujarnya.

Sebagai ungkapan rasa syukur, ribuan warga Desa Temurejo menggelar kenduri dengan hidangan ingkung, lalu berbuka puasa bersama Menteri Kehutanan, Bupati, dan jajaran Kementerian Kehutanan. (*)

Bupati Ipuk Terus Dorong Puskesmas Jadi Mall Orang Sehat

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong puskesmas menjadi "Mall Orang Sehat", yakni layanan kesehatan yang fokus pada pencegahan penyakit.

"Fasilitas ini kita dorong agar masyarakat tidak hanya datang berobat saat sakit, tetapi juga rutin mengecek kesehatannya saat sehat juga. Deteksi dini," ujar Ipuk saat meninjau layanan Mall Orang Sehat di Puskesmas Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Ipuk, selama ini layanan kesehatan masih didominasi paradigma sakit. Banyak warga datang ke fasilitas kesehatan hanya ketika sudah mengalami keluhan.

Kondisi tersebut membuat layanan kesehatan lebih berorientasi pada pengobatan. Padahal, upaya pencegahan dan deteksi dini sama pentingnya untuk menjaga kualitas hidup masyarakat.

"Kunjungan ini sekaligus memastikan layanan berjalan baik serta melihat langsung fasilitas promotif dan preventif yang tersedia bagi masyarakat," kata Ipuk.

Di Mall Orang Sehat, warga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pemeriksaan. Mulai dari cek tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi gizi, hingga edukasi kesehatan.

Selain itu tersedia pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar perut, konsultasi pola hidup sehat, serta edukasi pencegahan penyakit tidak menular dan stunting.

"Silakan konsultasi untuk pencegahan dini," ajak Ipuk.

Salah satu warga, Purwati, mengaku rutin memeriksakan diri meski tidak memiliki keluhan penyakit tertentu. Ia mengatakan dalam keluarganya terdapat riwayat hipertensi sehingga dirinya memilih melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Di sini saya bisa konsultasi tentang cara mencegah hipertensi. Alhamdulillah pelayanannya ramah dan tidak dipungut biaya," ujarnya kepada Ipuk.

Bupati Ipuk menyebut, keberadaan Mall Orang Sehat merupakan ikhtiar untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

"Saya berharap fasilitas seperti Mall Orang Sehat dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sebagai tempat konsultasi dan pemeriksaan kesehatan rutin," kata Ipuk. (*)

Banyuwangi Attractions 2026, Cara Banyuwangi Konsolidasi Warga dan Kuatkan Identitas Daerah

BANYUWANGI || Jejak-indonesia.id – Kabupaten Banyuwangi telah dikenal dengan keanekaragaman seni dan budaya daerahnya. Untuk menguatkan seni budaya dan tradisi warga yang telah mengakar kuat, Banyuwangi menghadirkan “Banyuwangi Attractions 2026”.

Banyuwangi Attraction berisi 86 atraksi yang sebagian besar adalah event seni budaya Banyuwangi yang telah menjadi tradisi masyarakat Banyuwangi. Sebut saja Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Seblang, Kebo Keboan yang merupakan tradisi masyarakat setempat.

“Banyuwangi Attraction salah satu cara Banyuwangi menguatkan identitas lokal daerah, serta ajang konsolidasi warga. Ini sesuai dengan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dari Presiden Prabowo. Di mana ASRI mengamanatkan agar setiap daerah menguatkan seni budaya daerah yang memperkaya budaya nasional,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (21/2/2026).

Banyuwangi sendiri telah meluncurkan Banyuwangi ASRI untuk mengakselerasi program Indonesia ASRI. Di mana dalam komponen Indah, Banyuwangi mengimplementasikannya dalam program pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal. Salah satunya lewat Banyuwangi Atrractions.

“Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kaya tradisi, seni pertunjukan budaya. Namun, budaya tidak cukup hanya diwariskan—ia harus dirawat, dipentaskan, dan dibanggakan,”kata Ipuk.

Menurut Ipuk, Banyuwangi Attractions adalah panggung besar yang menyatukan budaya, olahraga, pariwisata, dan semangat kebersamaan

“Event-event ini bukan sekadar tontonan, tetapi ruang ekspresi bagi seniman lokal, generasi muda, dan pelaku ekonomi kreatif. Atraksi yang dikemas apik ini menjadi cara kami menguatkan identitas budaya sekaligus memastikan tradisi tetap hidup dan relevan dengan zaman,” imbuhnya.

Atraksi yang bakal disuguhkan dalam Banyuwangi Attractions 2026 antara lain Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, Gandrung Sewu (24 Oktober). Seblang Olehsari (23-29 Maret), Kebo-Keboan Alasmalang (28 Juni), dan Petik Laut Muncar (10 Juli).

Bagi pecinta olahraga juga bakal dapat sajian event yang bakal memacu adrenalin. Bagi penghobi sepeda ada Banyuwangi BMX Super Cross (27 Juni) dan Banyuwangi Ijen Geopark Downhill (19-20 September).

Selain olahraga sepeda, bagi pecinta olahraga lainnya juga bakal dimanjakan dengan event lainnya. Pecinta lari bakal disuguhi keindahan trek hijau nan eksotis pada Ijen Green Run/ Trail 2026 di tanggal 12 September.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono menjelaskan Banyuwangi Attractions bukan sekadar wisata, melainkan strategi pembangunan daerah. Ia menguatkan budaya, menggerakkan ekonomi, membangun citra positif daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.

“Kami percaya, ketika budaya dijaga, olahraga digerakkan, dan lingkungan dirawat, maka pembangunan akan berjalan lebih berkelanjutan dan inklusif,” kata Hartono. (*)

Warga Villa Kencana Cikarang Demo Di Depan Kantor Developer, Tuntut Penanganan Banjir

Kabupaten Bekasi || Jejak-indoneaia.id – Ratusan warga Perumahan Villa Kencana Cikarang, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor developer Arrayan pada Minggu (22/2/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas persoalan banjir yang dinilai tak kunjung terselesaikan.

Dalam aksi tersebut, warga dari sejumlah blok terdampak seperti Blok EE, CC, GG, FF, OO, BB, P, dan L menyuarakan tuntutan agar pihak pengembang segera mengambil langkah konkret dalam menangani sistem drainase dan aliran air yang masuk ke kawasan perumahan.

Salah satu warga Blok L, Dovie (35), menyampaikan langsung keluhannya kepada wartawan. Ia berharap adanya perbaikan infrastruktur saluran air yang dinilai menjadi penyebab utama banjir berulang.

“Saya Dovie, harapan saya mudah-mudahan gorong-gorong yang ada di Hanifah Cell bisa diganti dengan gorong-gorong besar. Selain itu, sumber aliran air dari perumahan BSD menuju Villa Kencana Cikarang bisa ditutup, sehingga Villa Kencana ini bukan jadi rumah terminal air. Kami ingin lingkungan yang bersih, ekonomi yang baik, dan bebas banjir,” ujarnya.
Dovie juga mengungkapkan kerugian materiil yang dialaminya akibat banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

“Mesin cuci mati, lemari hancur, tembok rusak, kipas rusak. Walaupun kulkas sempat terendam, alhamdulillah masih bisa selamat,” jelasnya.

Ia menambahkan, banjir besar sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2023 dan berlangsung selama sembilan hari. Sementara pada tahun 2026 ini, banjir bahkan berlangsung hingga 14 hari.
“Banjir 2023 itu sembilan hari. Tahun 2026 ini sampai 14 hari,” ungkapnya.

Warga menilai, perumahan mereka kerap menjadi titik tampungan air dari wilayah sekitar, sehingga saat curah hujan tinggi, air dengan cepat meluap dan menggenangi rumah-rumah warga selama berhari-hari.

Melalui aksi tersebut, warga berharap pihak developer segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase, memperbesar kapasitas gorong-gorong, serta menata ulang aliran air agar tidak lagi menjadikan Villa Kencana Cikarang sebagai titik akhir aliran air dari kawasan lain.

Koresponden: Haris Pranatha

error: Content is protected !!