Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Polda Kepri Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu Di Kota Batam

BATAM || jejak-indonesia.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau melalui Subdit II mengungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kota Batam pada Jumat, 16 Januari 2026, sekira pukul 18.00 WIB, di Perumahan Permata Laguna, Kecamatan Batu Aji.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya seorang laki-laki yang diduga memiliki, menyimpan, dan menguasai narkotika jenis sabu di sekitar wilayah Batu Aji. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan seorang tersangka berinisial C.C.B.P. (36).

Saat dilakukan penggeledahan di kamar kos tersangka, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa 12 paket plastik bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,57 gram, satu unit timbangan digital, satu set alat hisap sabu, satu unit handphone, serta barang bukti lain yang berkaitan dengan tindak pidana narkotika.

Selanjutnya, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Riau untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pengembangan terhadap jaringan yang diduga terlibat, termasuk analisa digital terhadap perangkat komunikasi milik tersangka.

Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kepulauan Riau Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Menyampaikan bahwa Pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Kepulauan Riau dalam mendukung program P4GN untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran narkoba. Upaya ini dilakukan guna melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkoba yang dapat merusak kesehatan dan masa depan.

Terakhir, Polda Kepulauan Riau mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan narkoba dengan melaporkan setiap informasi yang diketahui melalui Layanan Polisi 110 atau ke kantor kepolisian terdekat. Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba, "tutup Kabid Humas Polda Kepri.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
FB: Humas Polda Kepri
IG: @humaspoldakepri

Kapolda Sumut Pimpin Serah Terima Penanganan Perkara ke Ditres PPA dan PPO, Tekankan Pendekatan Humanis dan Profesional

MEDAN || jejak-indonesia.id — Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., memimpin acara Serah Terima Penanganan Perkara dari Ditreskrimum Polda Sumut kepada Ditres PPA dan PPO Polda Sumut, yang digelar di Mapolda Sumut, Senin (19/1/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakapolda Sumatera Utara, Irwasda Polda Sumut, para Pejabat Utama Polda Sumut, para Kapolres/ta/tabes jajaran Polda Sumut, serta personel Polda Sumut.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Ditreskrimum Polda Sumut, khususnya Subdit Renakta, atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan dalam menangani perkara perlindungan perempuan dan anak sebelum terbentuknya Direktorat PPA dan PPO.

Kapolda menegaskan bahwa serah terima penanganan perkara ini merupakan bagian dari proses transisi kelembagaan, seiring dengan peningkatan Subdit Renakta menjadi Direktorat Reserse PPA dan PPO sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2024.

“Penanganan perkara PPA dan PPO membutuhkan pendekatan yang berbeda. Tidak hanya tegas secara hukum, tetapi juga humanis, profesional, dan berorientasi pada perlindungan korban,” tegas Irjen Pol. Whisnu Hermawan.

Kapolda Sumut juga memaparkan capaian kinerja penanganan perkara PPA dan PPO di wilayah Polda Sumatera Utara yang menunjukkan tren positif. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 234 kasus, dengan 104 kasus berhasil diselesaikan atau sekitar 44 persen. Sementara pada tahun 2025, jumlah perkara menurun menjadi 140 kasus, dengan 138 kasus berhasil diselesaikan, atau mencapai 98 persen.

Menurut Kapolda, capaian tersebut mencerminkan keseriusan dan komitmen Polda Sumut dalam memberikan perlindungan dan keadilan kepada masyarakat, sekaligus menjadi modal penting bagi Ditres PPA dan PPO dalam mengemban tugas ke depan.

Dalam arahannya, Kapolda Sumut menekankan tiga hal utama, yakni mengedepankan perspektif korban, meningkatkan kualitas penyelidikan dan penyidikan dengan menjunjung tinggi profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas, serta mengoptimalkan struktur dan kewenangan baru guna mempercepat penyelesaian perkara.

“Kita tidak hanya mengejar angka penyelesaian perkara, tetapi memastikan rasa keadilan dan perlindungan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkas Kapolda.

Serah terima penanganan perkara ini menjadi penanda awal operasional penuh Ditres PPA dan PPO Polda Sumut dalam memperkuat penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan di wilayah Sumatera Utara.

Tim DVI Polri Lakukan Tahap Awal Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

SULSEL || jejak-indonesia.id – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar Konferensi Pers terkait perkembangan penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Sulsel pada Senin (19/1/2026).

Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel, perwakilan Pusdokkes Polri selaku Kabid DVI, serta perwakilan Bareskrim Polri melalui Kabiddaktikkrim Pusident.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan bahwa Polda Sulsel telah mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk melakukan proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan pesawat tersebut.

“Sejak awal kejadian, Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI untuk menangani proses identifikasi korban. Tim ini diperkuat oleh Tim DVI dari Pusdokkes Polri serta dukungan dari Tim Pusident Bareskrim Polri,” ujar Kombes Pol Didik.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih fokus pada proses pengumpulan data antemortem dari keluarga korban sebagai tahapan awal identifikasi.

“Sampai dengan saat ini, kami telah melaksanakan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap keluarga korban. Sebanyak delapan keluarga korban telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan data,” jelasnya.

Menurut Kabid Humas, pengumpulan data antemortem meliputi berbagai aspek penting, seperti data DNA, data medis, serta data administrasi milik korban.

Sementara itu, dua keluarga korban lainnya masih dalam proses pengumpulan data.
Berdasarkan data manifes yang diperoleh dari pihak maskapai penerbangan serta keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam insiden tersebut berjumlah 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.

“Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahapan postmortem. Proses ini dilakukan setelah adanya penyerahan korban atau temuan lainnya dari tim pencarian yang dipimpin oleh Basarnas,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa proses identifikasi korban dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem secara teliti dan profesional.

“Data antemortem dan postmortem nantinya akan dicocokkan untuk memastikan identitas korban. Setelah proses pencocokan selesai, barulah dapat disimpulkan kesesuaian antara korban yang ditemukan dengan data manifes yang disampaikan oleh pihak maskapai maupun Kementerian Perhubungan Udara,” terang Kombes Pol Didik.

Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses identifikasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

“Kami pastikan seluruh proses identifikasi dilakukan secara profesional, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun keilmuan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil identifikasi nantinya akan sangat penting bagi keluarga korban untuk kepentingan administrasi dan keperluan lainnya.

“Hasil identifikasi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak keluarga korban untuk kepentingan lanjutan, seperti pengurusan asuransi maupun administrasi lainnya,” tutup Kabid Humas Polda Sulsel.

Hingga saat ini, proses pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung. Polda Sulsel bersama instansi terkait berkomitmen untuk bekerja maksimal guna memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dengan baik dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Kapolres Pasuruan Kota Kunjungi Wali Kota Adi Wibowo, Bangun Komunikasi Jaga Kamtibmas

PASURUAN || jejak-indonesia.id - Pekan pertama menjabat sebagai Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si langsung melaksanakan silaturahmi dimulai dari unsur forum koordinasi pimpinan daerah ( Forkopimda).

Kali ini mantan Kapolres Blitar Kota itu berkunjung ke kediaman Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.Tp., M.Si. di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, Senin (19/01/2026).

AKBP Titus Yudho Uly mengungkapkan, pertemuan yang berlangsung hangat itu sebagai upaya memperkuat sinergitas antara Polri dan Pemerintah Kota Pasuruan.

AKBP Titus juga menyampaikan, silaturahmi tersebut menegaskan komitmen kedua institusi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kota Pasuruan.

"Kegiatan ini menjadi langkah awal saya sebagai Kapolres Pasuruan Kota dalam membangun komunikasi dan koordinasi yang output nya kondusifitas kamtibmas di Kota Pasuruan dapat terwujud dan terpelihara," kata AKBP Titus di sela kunjungannya.

Didampingi Wakapolres Pasuruan Kota serta Para Pejabat Utama (PJU) Polres Pasuruan Kota, kehadiran jajaran pimpinan Polres Pasuruan Kota Polda Jatim ini menunjukkan untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan itu, AKBP Titus Yudho Uly menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah merupakan kunci penting dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"Kami siap meneruskan berbagai program kamtibmas yang telah berjalan dengan baik sebelumnya," tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya koordinasi intensif dalam menangani dinamika sosial masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota Polda Jatim.

Menurutnya, kerja sama yang solid akan memperkuat langkah strategis dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas.

“Sebagai pejabat baru di wilayah Kota Pasuruan, tentu dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Kota Pasuruan sangat penting," ujar AKBP Titus.

Ia juga menyatakan tetap komitmen dalam penanganan kasus-kasus yang menjadi atensi, demi terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, S.Tp., M.Si., menyambut positif silaturahmi tersebut dan memberikan apresiasi atas langkah cepat Kapolres dalam membangun kemitraan.

Ia menekankan bahwa sinergi pemerintah daerah dan kepolisian sangat penting dalam menunjang pelayanan publik dan pembangunan kota.

“Kami menyambut baik silaturahmi ini dan atas nama pribadi serta Pemerintah Kota Pasuruan, saya siap mendukung seluruh program kamtibmas demi terwujudnya Kota Pasuruan yang aman, nyaman, dan terus berkembang,” ujar Wali Kota Pasuruan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, hubungan antara Polres Pasuruan Kota dan Pemerintah Kota Pasuruan semakin solid.

Keduanya berkomitmen meningkatkan kolaborasi demi menjaga stabilitas kamtibmas serta memberikan pelayanan optimal bagi seluruh masyarakat Kota Pasuruan. (*)

Pimpin Patroli Malam, Wakapolres Jember : Wujudkan Keamanan dan Kenyamanan Warga adalah Komitmen

JEMBER || jejak-indonesia.id – Demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan turun langsung memimpin patroli malam bersama personel Polres Jember, Minggu malam (18/2/2026).

Patroli ini digelar sebagai langkah preventif, khususnya di tengah adanya kegiatan latihan bersama salah satu perguruan silat yang berlangsung di wilayah Kabupaten Jember.

"Wujudkan keamanan dan kenyamanan warga adalah komitmen tegas Polres Jember," ujar Kompol Fery di sela pimpin patroli.

Ia menegaskan, kehadiran Polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas.

"Patroli rutin yang ditingkatkan ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk tindakan yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan," terang Kompol Fery.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Jember Ipda M. Zazim menjelaskan bahwa patroli malam ini merupakan bagian dari komitmen Polres Jember Polda Jatim dalam menciptakan situasi yang kondusif di tengah masyarakat.

“Kami melakukan patroli secara humanis dan dialogis, sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Dengan kehadiran langsung pimpinan dan personel Polres Jember Polda Jatim di lapangan, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, serta situasi kamtibmas di Kabupaten Jember tetap terjaga kondusif. (*)

error: Content is protected !!