Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Sertijab Akbar Polres Simalungun: 6 Kapolsek Ganti Baju, 2 Kasat Baru Siap Aksi, Kapolres: “Jabatan Adalah Amanah Tuhan!”

SIMALUNGUN || jejak-indonesia.id - Lapangan upacara Mako Polres Simalungun di Jalan Jhon Horailam Saragih, Pamatang Raya, dipenuhi barisan pasukan yang gagah perkasa, Senin sore (19/1/2026). Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) delapan pejabat sekaligus—enam Kapolsek dan dua Kasat. Momen bersejarah ini ditandai dengan penanggalan dan penyematan tanda jabatan, pengambilan sumpah, hingga amanat yang menyentuh hati: "Jabatan adalah amanah dari Tuhan, laksanakan dengan sebaik-baiknya!"

Kapolres Simalungun, saat dikonfirmasi Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 11.40 WIB, menjelaskan bahwa sertijab ini merupakan bagian dari dinamisasi organisasi Polri untuk meningkatkan kinerja.

"Alih tugas dan alih wilayah dalam organisasi Polri adalah proses dinamisasi yang harus dilaksanakan. Ini adalah penyegaran yang memberikan ruang penugasan dan pengalaman lebih luas bagi personel dalam menghadapi tugas-tugas ke depan yang semakin kompleks," ujar Kapolres Marganda dalam arahannya yang penuh semangat.

Upacara sertijab yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.15 WIB ini dihadiri jajaran pimpinan Polres Simalungun, 17 Kapolsek sejajaran, Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Simalungun Ny. Nanik M. Aritonang beserta jajaran pengurus Bhayangkari, serta ratusan personel Polres Simalungun.

"Suasana sangat khidmat. Pasukan berdiri tegap, keluarga pejabat duduk penuh harap, dan semua mata tertuju pada upacara yang berlangsung dengan tertib dan penuh hikmat," ungkap sumber dari Polres Simalungun.

Enam pejabat lama yang dimutasi keluar Polres Simalungun mendapat apresiasi khusus dari Kapolres. Mereka adalah KOMPOL Asmon Bufitra, S.H., M.H., (mantan Kapolsek Tanah Jawa) yang promosi menjadi Kabag Ops Polres Madina; AKP Rudi Handoko, S.H., M.H., (mantan Kasat Samapta) menjadi Danki Dalmas 3 Polda Sumut; AKP Ibrahim Sopi, S.H., M.H., (mantan Kapolsek Perdagangan) menjadi Panit 2 Ditres PPA dan PPO Polda Sumut; AKP Radiaman Simarmata (mantan Kapolsek Bangun) menjadi Kasihumas Polres Samosir; AKP Nover Parlindungan Gultom (mantan Kapolsek Dolok Silau) menjadi Kasihumas Polrestabes Medan; dan AKP Manguni Wiria D Sinulingga, S.H., M.H., (mantan Kapolsek Parapat) menjadi Panit 2 Bagwassidik Ditres PPA dan PPO Polda Sumut.

"Saya sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pejabat yang mutasi keluar atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Simalungun. Selamat atas jabatan baru, semoga lebih sukses di tempat yang baru!" ujar Kapolres Marganda dengan penuh apresiasi.

Dia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para istri pejabat lama yang telah setia mendampingi suami dan aktif dalam kegiatan Bhayangkari Cabang Simalungun.

"Kepada para Ibu pejabat lama, terima kasih atas kesetiaan dan pengorbanan dalam mendampingi suami, terutama dalam aktivitas organisasi Bhayangkari. Kalian luar biasa!" ungkapnya.

Sementara itu, delapan pejabat baru yang dilantik dan mengambil sumpah adalah KOMPOL Banuara Manurung, S.H., sebagai Kapolsek Tanah Jawa; AKP Heddy Marpaung, S.H., sebagai Kasat Samapta; AKP Sappetua Simbolon sebagai Kasat Pam Obvit; AKP Hengky Bonari Siahaan, S.H., M.H., sebagai Kapolsek Bangun; AKP M. Nasir Daulay sebagai Kapolsek Dolok Silau; AKP Mantho Pandiangan, S.H., sebagai Kapolsek Parapat; IPTU Patar Banjarnahor, S.H., M.H., sebagai Kapolsek Perdagangan; dan IPTU Oloan Sijabat sebagai Ps. Kapolsek Raya.

"Selamat atas jabatan baru dan kepercayaan yang diberikan pimpinan. Segera pahami karakteristik kamtibmas di wilayah Polres Simalungun, cepat menyesuaikan diri, dan bangun komunikasi, koordinasi, serta kolaborasi yang baik dengan anggota," ujar Kapolres Marganda kepada para pejabat baru.

Upacara dipimpin dengan sangat khidmat. Perwira Upacara AKP Bobbi Wijayanti melaporkan kesiapan pasukan kepada Inspektur Upacara AKBP Marganda Aritonang. Komandan Upacara IPDA Ganda M.A. Damanik, S.H., memimpin barisan pasukan dengan tegas. Pembawa acara Brigadir Cornelia Sembiring, S.H., memandu jalannya upacara dengan suara yang jelas dan lugas.

"Pembacaan keputusan Kapolda Sumut dibacakan dengan khidmat. Kemudian dilanjutkan dengan penanggalan dan penyematan tanda jabatan. Momen ini sangat emosional, terutama saat para pejabat lama melepas tanda jabatannya dan menyematkannya kepada pejabat baru," ungkap sumber dari Polres Simalungun.

Puncak upacara adalah pengambilan sumpah yang dipandu oleh Kapolres. Delapan pejabat baru mengangkat tangan kanan, mengucapkan sumpah dengan suara yang mantap dan penuh keyakinan.

"Saya bersumpah akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengabdi kepada masyarakat dengan penuh integritas," ucap para pejabat baru secara serentak.

Setelah pengambilan sumpah, dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara pengambilan sumpah, dan pakta integritas. Semua dokumen ditandatangani dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Kapolres Marganda menyampaikan amanat yang menyentuh hati dan penuh makna.

"Saya harap dengan adanya pergantian ini, pejabat baru bisa melanjutkan tugas-tugas yang baik dari pejabat lama serta membawa inovasi baru. Kita akan dihadapkan dengan tantangan yang semakin berat, mobilitas kejahatan yang semakin tinggi, dan tidak mengenal batas wilayah maupun waktu. Saya yakin dengan bekal pengalaman, pendidikan, dan integritas yang Saudara miliki, Saudara dapat melaksanakan tugas ini dengan baik," ujar Kapolres dengan tegas.

Dia menutup arahannya dengan pesan yang sangat mendalam.

"Ingatlah, jabatan yang kita emban saat ini adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Laksanakan dengan sebaik-baiknya. Semoga Tuhan membimbing dan melindungi kita dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, nusa, dan bangsa," pungkasnya.

Upacara ditutup dengan doa yang dipimpin Brigadir Panji Wibowo, foto bersama, dan berakhir pada pukul 17.15 WIB dalam keadaan aman dan baik.

Sahabat Belajar Anak Papua Cerdas Satgas Yonif 521/DY Berbagi Kebahagiaan Bersama Generasi Bangsa di Distrik Napua

NAPUA || jejak-indonesia.id - Program Pembinaan Teritorial (Binter) "Sahabat Belajar Anak Papua Cerdas" yang dijalankan oleh TNI di Papua merupakan wujud nyata kepedulian prajurit dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat setempat.

Melalui pendekatan humanis, Satgas Yonif 521/DY aktif membantu mengatasi keterbatasan sarana pendidikan dan akses, sekaligus menghadirkan keceriaan bagi anak-anak Papua saat berangkat sekolah, Hal ini mencerminkan semangat belajar yang tulus meski dalam keterbatasan, antusiasme tinggi dalam menuntut ilmu dengan Berbagi kebahagiaan sederhana dari bantuan perlengkapan sekolah dan potret kekayaan budaya serta potensi masa depan di tanah Papua. (20/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut menunjukkan betapa berharganya pendidikan bagi mereka dan bagaimana dukungan dari berbagai pihak yang dapat memicu semangat mereka untuk meraih cita-cita, seperti menjadi tentara atau membangun masa depan.

Tak hanya berbagi perlengkapan sekolah, kegiatan itu juga diwarnai kepedulian kesehatan, Sejumlah anak bercerita bahwa mereka sedang mengalami sakit, mulai dari kaki berdarah, pusing hingga batuk ringan. Mendengar hal tersebut, Personel medis pos bergerak cepat dengan memberikan pemeriksaan ringan dan pengobatan diberikan sesuai keluhan anak, disertai pesan agar tetap semangat belajar.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P, "Senyum anak-anak Papua Cerdas saat sekolah adalah simbol harapan, ketulusan, dan semangat pantang menyerah dalam meraih pendidikan di tengah tantangan."

Selain melaksanakan komunikasi sosial Satgas Yonif 521/DY juga membagikan alat tulis untuk anak-anak agar mereka rajin dan semangat untuk belajar, Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen TNI untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan khususnya di wilayah Papua yang masih terbatas sarana dan prasarananya.

Dorongan dan semangat itu lahir dari keyakinan bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun juga harus ikut membantu mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya anak-anak yang menjadi harapan masa depan agar lebih baik.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Audiensi Sengketa Batas Griya Mulya–Pasar Kebonagung, DPRD Soroti Kelambanan dan Ketidakjelasan Sikap Pemkot Pasuruan

PASURUAN || jejak-indonesia.id - Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, Baharudin, memimpin langsung rapat audiensi terkait sengketa batas lahan antara Perumahan Griya Mulya dan Pasar Kebonagung yang digelar di ruang rapat DPRD Kota Pasuruan, Senin (19/1/26).

Audiensi tersebut dihadiri lengkap oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, unsur Pemerintah Kota Pasuruan, perwakilan pengembang PT Griya Mulya, serta pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam urusan pertanahan.
Audiensi ini digelar sebagai upaya klarifikasi menyeluruh atas persoalan sengketa dan ikhtilaf status tanah yang hingga kini belum menemui titik terang.

Baharudin menegaskan, rapat tersebut merupakan kelanjutan dari audiensi sebelumnya antara pihak pengembang dan Pemerintah Kota Pasuruan. Namun ironisnya, hasil audiensi pertama justru dinilai tidak jelas dan tidak memberikan kepastian hukum.

“Kami mendapat informasi bahwa Pemkot Pasuruan telah menunjuk akademisi untuk mengkaji dan menyelesaikan persoalan ini. Tetapi sampai hari ini, tidak ada satu pun hasil kajian atau rekomendasi resmi yang disampaikan. Ini jelas menjadi tanda tanya besar,” tegas Baharudin di hadapan forum.

Ia menilai, kehadiran lengkap seluruh OPD teknis dan jajaran berwenang dalam audiensi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini bukan perkara sepele, melainkan menyangkut kepentingan publik dan kepastian hukum. Oleh karena itu, menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan sikap pemerintah.

Lebih jauh, Baharudin secara terbuka mempertanyakan substansi dan hasil audiensi pertama yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Pasuruan saat itu. Ia meminta agar pihak pemerintah yang hadir dalam audiensi awal—baik wakil wali kota, kepala dinas, maupun pejabat yang mewakili—menyampaikan secara transparan poin-poin pembahasan serta kesepakatan yang pernah dibicarakan.

“Kalau audiensi pertama itu clear, tentu persoalan ini tidak akan sampai kembali ke kantor dewan. Fakta bahwa hari ini developer dan seluruh pihak harus kembali duduk bersama DPRD menunjukkan bahwa audiensi sebelumnya gagal memberikan kejelasan,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Kota Pasuruan, H. Rifa’i, turut menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap prinsip dasar hukum pertanahan.

“Kita sedang berada di tengah persoalan masyarakat. Maka titik awal penyelesaiannya harus dikembalikan pada alas hak. Pemerintah Kota wajib membuka sejarah penguasaan tanah tersebut berasal dari mana,” tegas Rifa’i.

Ia mengingatkan, dalam sistem hukum pertanahan nasional, alas hak yang sah hanya meliputi akta jual beli, akta wakaf, akta waris, atau akta hibah. Jika sertifikat terbit tanpa didukung salah satu alas hak tersebut, maka patut diduga terdapat persoalan serius dalam proses penguasaannya.

“Kalau sertifikat itu muncul tanpa alas hak yang diakui hukum, lalu tiba-tiba mengklaim tanah masyarakat, maka itu persoalan besar yang tidak bisa ditutup-tutupi,” ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum PT Griya Mulya, Dr. Solehoddin, SH, MH, menegaskan bahwa audiensi tersebut bukanlah yang pertama. Pertemuan awal bahkan telah digelar lebih dari dua bulan lalu dan dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Pasuruan. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret maupun kepastian dari pemerintah daerah.

“Kami berharap Pemkot Pasuruan segera merealisasikan hasil audiensi. Jangan sampai negara berhadap-hadapan dengan rakyatnya sendiri. Dalam setiap konflik agraria, rakyat selalu berada di posisi paling rentan,” tegasnya.

Menurutnya, inti persoalan terletak pada adanya dua irisan klaim sertifikat yang berbeda. Sertifikat milik Perumahan Griya Mulya secara tiba-tiba diklaim masuk dalam wilayah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik Pemkot Pasuruan. Persoalan ini semakin rumit akibat perbedaan penafsiran titik dan batas tanah antara data lama dan kondisi eksisting saat ini.

“Posisi tanah tahun 1997 jelas berbeda dengan kondisi sekarang. Ada pelebaran jalan dan perubahan fisik wilayah. Namun Pemkot menganggap titik HPL yang mereka miliki adalah titik yang berlaku saat ini. Di sinilah letak persoalan krusialnya,” jelasnya.

Sebagai solusi objektif, pihak pengembang telah mengajukan permohonan pengembalian batas (reconstituering batas). Namun hingga kini, permintaan tersebut belum mendapat persetujuan dari Pemerintah Kota Pasuruan.

“Sebagai badan hukum, kami telah menempuh seluruh prosedur administratif secara sah. Namun faktanya, hingga hari ini pemanfaatan lahan tetap terhambat dan tidak ada kepastian hukum. Ini jelas merugikan,” pungkasnya.

 

(RED)

Kapolda Sulsel Dampingi Kunjungan Menteri Perhubungan dan Kabasarnas di Posko SAR Pesawat ATR 42-500 di Pangkep

Pangkep || jejak-indonesia.id - Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., mendampingi kunjungan kerja Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, dan Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, di Posko SAR pencarian pesawat ATR 42-500, Kabupaten Pangkep, Senin (19/01/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap pesawat yang dilaporkan hilang kontak tersebut. Dalam kesempatan itu, Menhub menggelar pertemuan dengan tim SAR gabungan guna mengevaluasi progres operasi agar tetap efektif di tengah tantangan medan terjal dan cuaca yang fluktuatif.

Menhub Dudy Purwagandhi menekankan bahwa sinergi lintas instansi merupakan kunci keberhasilan operasi kemanusiaan ini. "Kami hadir untuk memastikan tim penyelamat TNI-Polri, Basarnas bekerja dengan koordinasi yang baik, didukung penuh oleh Pemda, serta seluruh pihak terkait," ujar Dudy.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tim gabungan yang terus berupaya maksimal di lokasi kejadian. Meski hujan ringan masih mengguyur kawasan Gunung Bulusaraung hingga siang hari, Menhub berharap pencarian segera membuahkan hasil. "Kami memohon doa dari masyarakat agar tim di lapangan diberikan kelancaran dan segera memberikan kepastian bagi keluarga korban," tambahnya.

Dalam tinjauan tersebut, rombongan menerima paparan detail mengenai kondisi terkini, tantangan medan, serta strategi lanjutan yang akan diambil oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan.

Sementara itu, Kapolres Pangkep AKBP Muh. Husni Ramli, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, menyampaikan bahwa Polres Pangkep bersama jajaran telah mengerahkan personel untuk mendukung penuh pelaksanaan operasi SAR, baik dalam aspek pengamanan posko, pengaturan jalur, maupun dukungan operasional lainnya.

"Polres Pangkep bersama seluruh unsur terkait siap mendukung penuh operasi pencarian dan pertolongan ini. Kami telah mengerahkan personel untuk membantu proses SAR, pengamanan posko, serta pengaturan arus dan jalur logistik. Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama agar operasi kemanusiaan ini dapat berjalan aman dan maksimal," ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres Pangkep mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta senantiasa mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama dan kelancaran proses pencarian.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko. Kehadiran para pimpinan kementerian dan unsur TNI-Polri ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam menangani situasi darurat secara terpadu.

Respon Kilat! Polsek Serbalawan Langsung Turun ke TKP Kecelakaan Pelajar Tertabrak KA Siantar Express

SIMALUNGUN || jejak-indonesia.id - Kecepatan respons Polsek Serbalawan patut diacungi jempol. Begitu menerima laporan kecelakaan kereta api di wilayahnya, tim langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Tragisnya, kecelakaan itu merenggut nyawa seorang pelajar SMK yang masih berusia belia, Joel Nenggolan (16 tahun), yang tertabrak Kereta Api Siantar Express di jalur rel Km 39+8/9 Lingkungan V Sinaksak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Senin sore (19/1/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Kapolsek Serbalawan, AKP Gunawan Sembiring, S.H., saat dihubungi pada Selasa pagi (20/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, menjelaskan kronologi penanganan kasus yang dilakukan jajarannya dengan sangat profesional dan cepat tanggap.

"Sekitar pukul 16.00 WIB, kami menerima informasi dari masyarakat tentang kejadian kecelakaan kereta api. Begitu mendapat laporan, saya langsung memerintahkan personel untuk segera berangkat ke TKP tanpa membuang waktu sedikitpun," ujar Kapolsek Serbalawan dengan tegas.

Candra Teo Anugrah Manurung (26), warga setempat yang berprofesi sebagai petani, menjadi saksi mata kejadian nahas tersebut. Saat itu, ia sedang duduk santai di belakang rumahnya yang berada di Jalan Melati Lingkungan VI Sinaksak.

"Saya lihat Joel jalan dari Gang Melati mau pulang ke rumahnya. Dia jalan menunduk, sepertinya lagi main HP atau mikirin sesuatu. Tiba-tiba saya dengar suara klakson kereta api yang sangat keras dari arah Siantar," cerita Candra dengan suara bergetar.

Candra melanjutkan, jarak kereta api saat itu hanya sekitar 20 meter dari posisi Joel. "Masinis sudah bunyikan klakson panjang berkali-kali, saya juga udah teriak-teriak manggil Joel, tapi dia kayak gak dengar sama sekali. Dalam hitungan detik, kereta udah nyamperin dia dan langsung kena. Badannya terpental," kenang Candra yang masih trauma menyaksikan kejadian tersebut.

Yogi Kurniadi (27), petugas security PT KAI yang bertugas di wilayah tersebut, segera mendapat informasi dari Komandan Regu melalui telepon berdasarkan laporan masinis Kereta Api Siantar Express yang melaju dari Pematang Siantar menuju Medan.

"Saya langsung meluncur ke lokasi untuk memastikan informasi yang dilaporkan masinis. Sesampainya di sana, benar ada korban yang tertabrak kereta," ungkap Yogi.

Doli Manurung (30), warga setempat yang berprofesi sebagai wiraswasta, juga turut membantu proses evakuasi korban bersama warga lainnya.

Begitu tiba di TKP, tim yang dipimpin PS Kanit Intel Aiptu Sutiono bersama Aiptu Bambang Irawan (Kapos Pol Purbasari), Aiptu Simson Purba, dan Aiptu Aswin Manurung (Piket SPKT) langsung melakukan serangkaian tindakan profesional.

"Tim kami menemukan korban bernama Joel Nenggolan, siswa SMK Negeri 3 Pematang Siantar jurusan Perhotelan, dalam kondisi sekarat dengan luka berat di kepala sebelah kanan yang pecah dan patah tulang tangan kanan," jelas Kapolsek.

Orang tua korban yang mendengar kabar tersebut langsung datang ke lokasi. Dengan bantuan warga yang meminjamkan mobil pribadi, Joel segera dilarikan ke RS Efarina Pematang Siantar untuk mendapat pertolongan medis. Namun malang tak dapat ditolak, sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan Joel telah meninggal dunia.

"Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Joel masih sangat muda dan memiliki masa depan cerah di depannya," ucap Kapolsek dengan nada sedih.

Kapolsek Serbalawan menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan penanganan secara lengkap dan profesional. "Kami telah melakukan olah TKP secara menyeluruh, mengamankan barang bukti berupa sepatu merek Prolexus warna hitam sebelah kanan milik korban, melakukan pemeriksaan di rumah sakit, menginterogasi saksi-saksi, mendokumentasikan seluruh proses, dan melaporkan kepada pimpinan," terang Kapolsek Serbalawan.

Berdasarkan hasil olah TKP, petugas menemukan fakta bahwa Joel memang rutin melewati jalur rel kereta api tersebut setiap hari untuk berangkat dan pulang sekolah dari Gang Melati Lingkungan VII menuju rumahnya di Perumahan Residence Sinaksak Blok A No. 15 yang berada tepat di samping rel kereta api.

Jenazah Joel akan dilakukan visum et repertum di RSUD dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. Sementara motif atau penyebab pasti Joel tidak mendengar peringatan klakson kereta masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada saat melintas jalur kereta api, dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polsek Serbalawan yang telah menunjukkan profesionalisme dan kecepatan respons dalam menangani kasus ini.

error: Content is protected !!