Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Polri Salurkan Bantuan Obat, BMHP, dan Vaksin Tetanus ke Jajaran Wilayah Barat Aceh

JAKARTA || jejak-indonesia.id — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menyalurkan bantuan kesehatan berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai (BMHP), alat kesehatan, serta vaksin tetanus kepada jajaran kepolisian di wilayah barat Provinsi Aceh. Bantuan tersebut didistribusikan melalui jalur darat dan udara guna memastikan kebutuhan medis di lapangan dapat terpenuhi secara cepat dan merata.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, pendistribusian bantuan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, khususnya bagi personel dan masyarakat di wilayah yang membutuhkan.

“Polri terus berupaya memastikan ketersediaan logistik kesehatan di seluruh jajaran, baik melalui jalur darat maupun udara. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pelayanan medis serta meningkatkan kesiapsiagaan satuan di wilayah,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Bantuan obat-obatan, BMHP, dan alat kesehatan dikirim menggunakan truk box dengan Nomor Polisi BK 8073 GR sebanyak 100 koli untuk Polres jajaran wilayah barat Aceh. Sementara itu, bantuan Vaksin Tetanus Biosat dikirim melalui Helikopter Polri AW 169 Nomor Register P-3307 sebanyak 100 ampul, yang diperuntukkan bagi Sat Brimob Polda Aceh dan Polres Sabang.

Adapun rincian penerimaan bantuan sebagai berikut:

* Polres Subulussalam, Sabtu pukul 08.20 WIB, menerima 13 koli lengkap, terdiri dari obat-obatan dan BMHP sebanyak 12 koli serta 1 unit tiang infus.
* Polres Aceh Singkil, pukul 10.20 WIB, menerima 13 koli lengkap, terdiri dari 12 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.
* Polres Aceh Selatan, pukul 12.30 WIB, menerima 12 koli lengkap, terdiri dari 11 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.
* Sat Brimob Polda Aceh, pukul 16.00 WIB, menerima Vaksin Tetanus Biosat sebanyak 50 ampul @ 1 ml.
* Polres Sabang, pukul 16.00 WIB, menerima
* Vaksin Tetanus Biosat sebanyak 50 ampul @ 1 ml.
* Polres Aceh Barat Daya, pukul 18.15 WIB, menerima 9 koli lengkap, terdiri dari 8 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.
* Polres Nagan Raya, pukul 21.20 WIB, menerima 25 koli lengkap, terdiri dari 24 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.
* Polres Aceh Barat, pukul 22.32 WIB, menerima 28 koli lengkap, terdiri dari 27 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.

Kombes Pol Erdi A. Chaniago menambahkan, penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari langkah antisipatif Polri dalam mendukung tugas operasional serta pelayanan kemanusiaan di daerah.

“Dengan distribusi yang tepat sasaran, kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pelaksanaan tugas serta pelayanan kesehatan di wilayah,” pungkasnya.

Taruni Akpol Gelar Trauma Healing bagi Siswa TK Bhayangkari Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG || jejak-indonesia.id – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis anak-anak pascabencana, para Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang tengah melaksanakan Latsitardanus menggelar kegiatan trauma healing bagi siswa dan siswi TK Bhayangkari Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026).

​Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini difokuskan untuk mengembalikan keceriaan anak-anak yang terdampak banjir. Melalui pendekatan yang humanis, para Taruni memberikan motivasi serta dukungan psikologis lewat berbagai permainan edukatif dan interaksi hangat.

​Hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran Bhayangkari Polda Aceh yang turut memberikan dukungan moral serta bantuan logistik sebagai bentuk nyata kepedulian institusi terhadap pemulihan masyarakat, khususnya anak-anak, di wilayah terdampak.

​Menanggapi aksi kemanusiaan tersebut, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, memberikan apresiasi atas inisiatif para Taruni dalam membantu proses pemulihan mental generasi muda di Aceh Tamiang.

​"Kegiatan trauma healing ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat pascabencana. Kehadiran para Taruni bukan sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan memberikan penguatan mental dan edukasi agar anak-anak kita tetap memiliki semangat belajar dan tidak terbelenggu oleh rasa trauma akibat banjir yang melanda," ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

​Beliau juga menambahkan bahwa sinergi antara Taruni Akpol dan Bhayangkari dalam kegiatan ini menunjukkan sisi humanis Polri yang senantiasa mengedepankan pelayanan dan perlindungan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Umum Bhayangkari Salurkan Bantuan Lewat Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat untuk Korban Longsor di Cisarua

BANDUNG || jejak-indonesia.id - Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sapta Dewi Magdalena atau yang sering disebut dengan Ny. Juliati Sigit Prabowo menyalurkan bantuan lewat Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat Ny. Diana Herutami Gastini atau yang dikenal dengan Ny. Diana Rudi Setiawan. bantuan yang disalurkan adalah bantuan kemanusiaan kepada para korban bencana tanah longsor dan banjir bandang di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap warga terdampak bencana, Minggu (25/1/2026)

Bantuan tersebut diserahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, khususnya bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak langsung akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Paket bantuan yang diberikan meliputi berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari.

Adapun bantuan yang disalurkan antara lain pampers berbagai ukuran, susu bayi dan balita, makanan dan bubur bayi, vitamin anak, selimut, kasur, pakaian layak pakai anak-anak dan dewasa, kaos kaki anak, handuk, sabun mandi, sampo sachet, pembalut, minyak telon, minyak kayu putih, tolak angin, air mineral, serta makanan siap saji seperti pop mie goreng dan pop mie kuah.

Ketua Umum Bhayangkari lewat Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian Bhayangkari kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah, sekaligus bentuk dukungan moril agar para korban tetap kuat dan tabah menghadapi situasi sulit pascabencana.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat,” ujarnya.

Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat juga menyatakan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi kebencanaan, sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan dan pengabdian sosial.

Bandung, 25 Januari 2026

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Bupati Ipuk Serahkan 200 Becak Listrik Bantuan Presiden ke Pengemudi Becak Lansia Banyuwangi

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id – Senyum bahagia campur haru tampak di wajah para pengemudi becak lanjut usia di Banyuwangi. Sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto resmi diserahkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (24/1/2026).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang, kepada para tukang becak yang selama ini menggantungkan hidup dari kayuhan tenaga, meski usia dan kondisi fisik tak lagi muda.

Salah satu penerima bantuan, Misdi (88), warga Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, telah 25 tahun bekerja sebagai pengemudi becak. Setiap pagi ia mengantarkan pesanan sayur dan hasil kebun milik warga. Setelah itu, Misdi berkeliling menarik becak mencari penumpang di wilayah Kecamatan Blimbingsari hingga Rogojampi.

Di usia senjanya, Misdi mengaku tak lagi kuat melakukan pekerjaan berat. Ia bahkan sempat terserang stroke ringan. Namun demi bertahan hidup, ia tetap mengayuh becak semampunya.

"Alhamdulillah sekarang dapat becak listrik dari Bapak Presiden. Ini sangat meringankan. Kalau jalan berat saya pakai listrik, kalau landai saya kayuh sekalian buat melemaskan kaki," tuturnya.

Kisah serupa dikatakan Mislani (79), pengemudi becak asal Kelurahan Dadapan, Kecamatan Kabat. Ia sudah menarik becak sejak 1964, bahkan sejak masih bujang. Kini, ia masih setia mangkal di sekitar Jalan A. Yani, depan kantor Kecamatan Banyuwangi.

Mislani mengaku tak pernah menyangka akan menerima becak listrik. Saat pendataan dilakukan di pangkalan, ia hanya mengikuti proses tanpa berharap banyak.

"Saya senang sekali. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Dengan becak listrik ini, nariknya jadi enteng, tenaga saya terbantu," katanya penuh syukur.

Bupati Ipuk mengatakan, bantuan becak listrik ini akan meringankan beban kerja dan bisa meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak lansia.

"Ke depan, becak listrik ini tidak hanya difungsikan sebagai alat transportasi harian, tetapi juga melibatkan mereka dalam sektor pariwisata," kata Ipuk.

Selain itu, selama ini Pemkab Banyuwangi memiliki program setiap Jumat yang mewajibkan ASN menggunakan ojek online dan transportasi umum saat berangkat dan pulang kerja, sehingga keberadaan becak listrik dapat menjadi salah satu pilihan layanan transportasi ramah lingkungan.

"Saya minta bantuan ini dijaga dengan baik, dirawat, dan digunakan dengan penuh bahagia agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," ujarnya.

Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Nanik S Deyang, mengatakan bantuan becak listrik ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto yang lahir dari kepedulian dan kecintaannya kepada para pengemudi becak.

Ia menyebut, nilai setiap unit becak listrik mencapai Rp 22 juta. Karena itu, ia meminta agar bantuan tersebut tidak diperjualbelikan dan bisa dikelola dengan baik.

"Saya minta Ibu Bupati menyusun regulasinya. Ke depan, saya akan menambah bantuan becak listrik untuk Banyuwangi. Saya juga berharap becak listrik ini menjadi angkutan andalan sekaligus sarana pengentasan kemiskinan di Banyuwangi," ujar Presiden Becak Listrik Indonesia ini.

Usai menerima bantuan becak listrik, Bupati Ipuk bersama Waketum Yayasan GSN, dan rombongan Forkopimda ikut merasakan menjadi penumpang becak listrik keliling di Taman Sritanjung Banyuwangi. (*)

Bupati Ipuk Merotasi 58 Pejabat di Lingkungan Pemkab Banyuwangi

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 58 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas, di lingkungan Pemkab Banyuwangi, di Kantor Dinas Sosial PPKB Banyuwangi, Jumat sore (23/1/2026).

Ipuk mengatakan rotasi jabatan ini dilakukan untuk penyegaran agar mencapai kinerja yang terbaik. “Saya minta pejabat tidak hanya di balik meja. Harus rutin turun ke lapangan, memahami langsung persoalan warga, dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegas Ipuk.

Dalam rotasi jabatan itu di antaranya, Choiril Ustadi Yudawanto yang sebelumnya Asisten Administrasi Umum Setda, kini menjabat sebagai Inspektur Banyuwangi. Posisinya digantikan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Budi Santoso.

Kemudian Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Yoppy Bayu Irawan kini menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja. Posisinya digantikan Edy Supriyono yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintah dan Pembangunan.

Selain itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan KB Henik Setyorini dilantik jadi Kepala Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggantikan Partana yang dipercaya menjadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Danang Hartanto dilantik menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan. Sementara Kepala Satpol PP Wawan Yadmadi kini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian.

Selanjutnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Cahyanto Hendri Wahyudi menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman. Posisinya digantikan Samsudin yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah .

Selain kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ipuk juga merotasi beberapa Camat. Di antaranya
Andik Basuki yang sebelumnya jadi Camat Pesanggaran menjadi Camat Banyuwangi Kota menggantikan Hartono yang menjabat Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaaan.

"Dengan rotasi ini saya berharap agar lebih responsif dan lebih cepat memberikan pelayanan pada masyarakat," tambah Ipuk. (*)

error: Content is protected !!