Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Mantan Kanit Wanteror Gegana Brimob Kini Jadi Kapolsek Perdagangan, Langsung Dekat dengan Ulama dan Rakyat

SIMALUNGUN || Jejak-indonesia.id – Polres Simalungun melalui Kepala Kepolisian Sektor Perdagangan yang baru menjabat, Iptu Patar Banjarnahor SH MH, yang merupakan mantan Kanit III Subden Wanteror Gegana Brimob Polda Sumut, langsung menunjukkan sisi humanisnya dengan melakukan kunjungan silaturahmi ke tokoh ulama. Rabu (28/1/2026), sosok yang dulunya terbiasa menangani aksi-aksi antiteror ini kini memilih pendekatan yang berbeda—dekat dengan rakyat dan tokoh agama.

Kapolsek Perdagangan Iptu Patar Banjarnahor SH MH menjelaskan, transformasi dari seorang pejuang antiteror menjadi pemimpin kepolisian di tingkat sektor membuatnya memahami pentingnya pendekatan yang lebih humanis dan persuasif.

"Saya melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Pesantren Thoriqat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah Bandar Tinggi untuk bertemu dengan Buya Dr. Syekh Muhammad Nur Ali Al-Kholidy S.Ag M.Hum. Ini adalah langkah awal saya yang baru menjabat untuk menjalin hubungan baik dengan tokoh ulama di wilayah hukum Polsek Perdagangan," ujar Iptu Patar saat dikonfirmasi, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 18.20 WIB.

Kunjungan yang dilakukan mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai di Nagori Bandar Rejo, Kecamatan Bandar Masilam ini menunjukkan keseriusan Kapolsek yang baru dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

"Dulu saya di Gegana Brimob sebagai Kanit III Subden Wanteror, menangani kasus-kasus terorisme dan aksi-aksi khusus yang memerlukan pendekatan taktis. Sekarang sebagai Kapolsek, saya harus mengubah mindset—dari taktis ke humanis, dari konfrontatif ke persuasif," ungkap Iptu Patar dengan jujur.

Pengalaman sebagai mantan Kanit Wanteror Gegana Brimob Polda Sumut tidak membuatnya jauh dari masyarakat, justru sebaliknya. Ia membawa tim yang solid untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun sinergi.

"Saya didampingi Kanit Intelkam Iptu Syafrizal, Kanit Binmas Iptu Pangeran H. Sidauruk, Kanit Patroli Aiptu James Simanjuntak, Bhabinkamtibmas Aiptu Bernard Sinaga, dan Pangulu Bandar Rejo Samiadi. Ini menunjukkan kami serius membangun hubungan dengan tokoh ulama," jelas Iptu Patar.

Pimpinan Pondok Pesantren Thoriqat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah Jalaliyah Bandar Tinggi, Dr. Syekh Muhammad Nur Ali Al-Kholidy S.Ag M.Hum, menyambut dengan sangat hangat kedatangan Kapolsek yang memiliki latar belakang luar biasa ini.

"Kami menerima dan menyambut dengan baik serta penuh ramah tamah atas kunjungan Kapolsek Perdagangan. Saat beliau cerita tentang pengalamannya di Gegana sebagai Kanit Wanteror, kami kagum. Tapi yang lebih mengagumkan lagi, beliau sekarang sangat humble dan dekat dengan kami," ucap Dr. Syekh Muhammad Nur Ali dengan antusias.

Iptu Patar menyampaikan, pengalamannya menangani kasus-kasus terorisme justru membuatnya lebih memahami pentingnya pendekatan preventif melalui tokoh agama.

"Dari pengalaman saya menangani kasus terorisme, saya tahu bahwa peran tokoh agama sangat vital dalam mencegah radikalisme dan paham-paham yang menyimpang. Oleh karena itu, silaturahmi ini bukan hanya formalitas, tapi strategi preventif yang sangat penting," ungkap Iptu Patar dengan serius.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Perdagangan mengharapkan terjalin kerja sama yang baik antara Polri, khususnya Polsek Perdagangan, dengan tokoh agama dalam menjaga kestabilan situasi dan keamanan.

"Saya mengharapkan kita dapat bekerja sama dengan baik antara Polri, khususnya Polsek Perdagangan, dengan tokoh agama dalam menjaga kestabilan situasi dan keamanan di wilayah hukum Polsek Perdagangan. Kita harus selalu berkoordinasi dengan baik," ucap Iptu Patar.

Dr. Syekh Muhammad Nur Ali sangat mengapresiasi pendekatan Kapolsek yang baru ini dan menyatakan kesiapannya untuk menjalin sinergitas yang kuat.

"Kami sangat mengapresiasi pendekatan Bapak Kapolsek. Beliau dari background antiteror yang biasanya keras, tapi sekarang justru sangat soft dan bersahabat. Kami akan menjalin sinergitas yang baik antara Polri dengan tokoh agama dan siap mendukung kinerja Polri, terkhusus Kapolsek Perdagangan," tegas Dr. Syekh Muhammad Nur Ali.

Pimpinan Pesantren juga menyatakan kesediaan untuk membantu personel Polsek Perdagangan kapan saja dibutuhkan.

"Kami siap kapan saja membantu personel Polsek Perdagangan kapan saja dibutuhkan. Dengan background beliau di antiteror, kami yakin keamanan di wilayah ini akan semakin baik," ucap Dr. Syekh Muhammad Nur Ali.

Kanit Binmas Iptu Pangeran H. Sidauruk menyampaikan, pengalaman Kapolsek di Gegana justru menjadi nilai tambah dalam memahami ancaman keamanan.

"Bapak Kapolsek punya pengalaman yang luar biasa di Gegana sebagai Kanit Wanteror. Beliau tahu betul tentang ancaman-ancaman keamanan, termasuk radikalisme. Tapi beliau juga tahu bahwa pendekatan yang tepat adalah melalui tokoh agama," ungkap Iptu Pangeran.

Pangulu Bandar Rejo Samiadi menambahkan, kehadiran Kapolsek di pesantren memberikan pesan kuat bahwa polisi dekat dengan rakyat.

"Masyarakat kami sangat senang Kapolsek yang baru langsung datang ke pesantren. Ini menunjukkan beliau sangat menghormati tokoh agama dan peduli dengan masyarakat," ucap Samiadi.

Bhabinkamtibmas Aiptu Bernard Sinaga menyampaikan, dengan dukungan dari tokoh ulama, tugas-tugas pencegahan radikalisme akan lebih mudah.

"Dengan dukungan Buya dan tokoh ulama lainnya, tugas kami dalam mencegah radikalisme dan paham-paham menyimpang akan jauh lebih mudah. Mereka adalah garda terdepan dalam membina umat," ungkap Aiptu Bernard Sinaga.

Iptu Patar menegaskan, pengalaman di Gegana tidak membuatnya lupa pada nilai-nilai kemanusiaan dan pendekatan persuasif.

"Meski saya dari Gegana yang terbiasa dengan aksi-aksi keras, saya tidak pernah lupa bahwa tugas utama polisi adalah melindungi dan melayani masyarakat. Sekarang saya ingin lebih dekat dengan rakyat, mendengarkan mereka, dan bekerja bersama mereka," tegas Iptu Patar.

Kegiatan kunjungan silaturahmi yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini berjalan dengan aman dan baik, meninggalkan kesan mendalam bagi kedua belah pihak.

"Kunjungan berjalan dengan sangat baik. Ini adalah awal yang sempurna untuk membangun kerja sama yang solid ke depan," ucap Iptu Patar.

Iptu Patar menutup dengan menegaskan komitmen Polsek Perdagangan dalam mendukung transformasi menuju Polri yang Presisi.

"Polsek Perdagangan siap mendukung transformasi menuju Polri yang Presisi. Dengan pengalaman saya di antiteror dan pendekatan humanis, saya yakin Polsek Perdagangan akan semakin dekat dengan rakyat," tutup Iptu Patar.

Konfirmasi Kapolsek Perda
WA : +62 811-6381-007

Diskusi bersama OKP, Kapolda Kalteng Tekankan Peran Pemuda dalam Menjaga Kamtibmas

PALANGKARAYA || Jejak-indonesia.id - Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menekankan peran penting pemuda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Provinsi Kalteng.

Hal ini disampaikan, Kapolda Kalteng dalam acara bertajuk 'Obras' "Obrolan Santai" bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Lobi Mapolda setempat, Rabu (28/1/2025).

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng mengajak pemuda untuk meningkatkan peran dalam menjaga kamtibmas dan mewujudkan provinsi Kalteng yang aman dan kondusif. Beberapa permasalahan yang perlu diatasi antara lain laka lantas, narkoba, dan sengketa lahan, serta Ilegal Mining.

"Keberhasilan tugas kepolisian tidak hanya diukur dari aspek penegakan hukum, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan yang baik, empati, serta kehadiran Polri yang nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Untuk itu, mari kita bersama sama ciptakan kamtibmas di Kalteng ini aman dan kondusif kedepannya," tandasnya.

Sementara itu, Kabidhumas Kombes Pol Budi Rachmat menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan sinergitas antara Polda Kalteng dan OKP.

"Diharapkan peran dari pemuda dalam menjaga kamtibmas di Provinsi Kalteng dapat ditingkatkan demi menjaga kamtibmas dan mewujudkan provinsi Kalteng yang aman dan kondusif," tambah Budi.

(adji)

Satgas Gulbencal Kodam I/BB Pulihkan SDN 101305 Bandar Tarutung, Siswa Kembali Bersekolah

TAPANULI || Jejak-indonesia.id - Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan melakukan pembersihan SD Negeri (SDN) No 101305 di Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai bagian dari upaya pemulihan sarana pendidikan pascabencana, Selasa (27/1/2026).

Kegiatan pembersihan dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 19/Siais Kodim 0212/Tapanuli Selatan bersama personel Yon TP 901/Simalungun. Personel TNI membersihkan ruang-ruang kelas, lingkungan sekolah, serta fasilitas penunjang lainnya dari sisa material dampak bencana. Selain itu, dilakukan pengecatan dinding bangunan sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan kembalinya fungsi sekolah secara normal. SDN No 101305 kini sudah dapat digunakan kembali dan para siswa telah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam kondisi lingkungan sekolah yang lebih aman dan layak.

Salah seorang guru SDN No 101305 mengapresiasi bantuan TNI dalam pemulihan sekolah pascabencana. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Darat, serta jajaran TNI yang telah membantu membersihkan dan memulihkan sekolah, sehingga para siswa dapat kembali bersekolah dan belajar dengan nyaman.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap mengatakan, pemulihan fasilitas pendidikan menjadi salah satu prioritas Satgas Gulbencal dalam penanganan pascabencana. “TNI akan terus hadir membantu masyarakat, termasuk memastikan sekolah dan fasilitas umum lainnya dapat segera difungsikan kembali agar aktivitas warga, khususnya pendidikan, berjalan normal,” katanya.

(Pendam I/BB)

Wujud Kepedulian Polri, Gubernur Akpol Tinjau Pembersihan Material Banjir dan Salurkan Bansos

TAMIANG || Jejak-indonesia.id – Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi sasaran fisik Latsitardanus di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (27/1). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau progres pembersihan material pascabanjir sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak bencana.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dipusatkan di dua titik utama, yakni Polindes dan Masjid Al Ikhlas Aceh Tamiang. Di lokasi ini, para Taruna Akpol bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa lumpur dan puing-puing agar fasilitas publik dapat segera digunakan kembali.

​Menanggapi kegiatan tersebut, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyatakan bahwa kehadiran Gubernur Akpol di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan moril sekaligus pengawasan langsung terhadap pengabdian para Taruna di lapangan.

​"Gubernur Akademi Kepolisian melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau proses sasaran fisik pembersihan sisa lumpur dan material pascabanjir bersama Taruna Akpol dan masyarakat setempat. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap pemulihan pascabencana," ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago dalam keterangannya.

​Selain meninjau pengerjaan fisik, Gubernur Akpol juga menyerahkan bantuan sosial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat banjir bandang. Kombes Pol. Erdi menekankan bahwa interaksi langsung dengan warga menjadi poin penting dalam kunjungan ini.

​"Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Akpol meninjau langsung progres pembersihan, memberikan bantuan, serta berinteraksi dengan masyarakat sebagai bentuk dukungan moril dan kepedulian terhadap pemulihan pascabencana," tambah Kabag Penum.

​Melalui kegiatan ini, diharapkan proses normalisasi fasilitas umum seperti tempat ibadah dan pusat kesehatan desa dapat selesai lebih cepat. Selain itu, keterlibatan Taruna Akpol dalam kegiatan sosial ini diharapkan dapat membentuk karakter perwira yang memiliki jiwa penolong dan kedekatan emosional dengan masyarakat di masa depan.

Dari Bansos hingga Keuangan Digital, Mendagri Ungkap Peran Kunci Data Dukcapil

JAKARTA || Jejak-indonesia.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menjelaskan peran strategis data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Data tersebut antara lain mendukung penguatan sistem keuangan nasional, penyaluran bantuan sosial, mitigasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), hingga pengembangan layanan keuangan digital.

Penjelasan tersebut disampaikannya dalam Pertemuan Tahunan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Bidang Pelaporan Tahun 2026. Forum bertajuk “Sinergi Nasional Menjaga Integritas Sistem Keuangan untuk Mewujudkan Asta Cita” itu berlangsung di Convention Hall Grand Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Mendagri menekankan bahwa data kependudukan Dukcapil merupakan data paling lengkap dan mutakhir. Data tersebut mencakup sekitar 98 persen penduduk Indonesia dan diperbarui setiap hari oleh 514 kabupaten/kota. “Data penduduk Indonesia itu paling lengkap menurut saya ... karena Kemendagri memiliki jajaring, jejaring Dukcapil di seluruh kabupaten dan kota,” katanya.

Ia menerangkan bahwa data Dukcapil memiliki keunggulan berupa biometrik yang sangat akurat, mulai dari sidik jari, pengenalan wajah, hingga iris mata. Data ini telah dimanfaatkan oleh lebih dari 7.000 pengguna, baik dari instansi pemerintah maupun nonpemerintah, termasuk sektor perbankan dan lembaga penegak hukum.

Pemanfaatan data Dukcapil, lanjut Mendagri, terbukti mampu meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial. Ia mencontohkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang berhasil mengoreksi sekitar 3,97 juta penerima bantuan sosial yang tidak lagi memenuhi syarat. Perbaikan data tersebut turut menghemat keuangan negara.

Selain itu, data Dukcapil juga berperan penting dalam penanganan bencana. Menurut Mendagri, meskipun dokumen fisik korban bencana hilang, identitas digital tetap dapat diverifikasi melalui sistem Dukcapil. Dengan demikian, penyaluran bantuan dan pembukaan rekening bank dapat dilakukan dengan cepat. “KTP-nya boleh hilang, tapi datanya ada di server kita,” tegasnya.

Dalam konteks sistem keuangan, Mendagri menyampaikan bahwa akses data Dukcapil sangat membantu perbankan dalam mempercepat layanan, mencegah penipuan, serta mendukung transaksi digital. Terlebih, saat ini Kemendagri telah berinovasi melalui digital ID atau Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dapat mempercepat proses pembukaan rekening.

“Kalau menggunakan ... digital IKD, digital ID, [proses pembukaan rekening] hanya [butuh waktu] 3 [sampai] 4 menit saja,” jelasnya.

Di sisi lain, Mendagri mengungkapkan bahwa kerja sama Kemendagri dengan PPATK telah berlangsung lama dan terus meningkat pemanfaatannya. Ia menyebutkan penggunaan data Dukcapil oleh PPATK melonjak signifikan hingga mencapai jutaan akses dalam beberapa tahun terakhir untuk keperluan validasi dan analisis transaksi keuangan.

Mendagri menegaskan komitmen Kemendagri untuk terus mendukung penguatan sistem keuangan nasional, termasuk dari aspek keamanan siber. Ia mengingatkan bahwa di era digital, serangan terhadap sistem energi, transportasi, dan keuangan dapat melumpuhkan sebuah negara tanpa serangan fisik. “Jadi memang sistem keuangan kita harus kita perkuat, termasuk juga cyber security-nya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. Selain itu, hadir pula perwakilan dari sejumlah lembaga, di antaranya Badan Intelijen Negara (BIN), Kejaksaan Agung, Polri, serta lembaga terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

error: Content is protected !!