Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Januari 2026

Sebulan Lebih Pasca Banjir Bandang Aceh Timur, Ketua PW FRN Aceh Soroti Masih Banyak Warga Bertahan Tanpa Peralatan Dapur Jelang Bulan Suci Ramadhan

ACEH || jejakindonesia.id – Lebih dari satu bulan setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh, luka akibat bencana itu ternyata belum benar-benar kering. Di Kabupaten Aceh Timur, khususnya di gampong-gampong terdampak banjir, keluhan warga terus bermunculan. Mereka mengaku masih berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar untuk menjalani kehidupan sehari-hari, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

Banjir yang terjadi pada 26 November 2025 lalu tidak hanya merendam rumah dan lahan pertanian warga, tetapi juga menyisakan persoalan serius dalam fase pemulihan. Hingga awal Januari 2026, sejumlah warga mengaku bantuan yang mereka terima belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dandy, salah seorang warga Gampong Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih. Kepada Haris Nduru dari media angkatberita.id melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu, 7 Januari 2026, Dandy mengungkapkan bahwa warga saat ini menghadapi kesulitan besar akibat hilangnya peralatan dapur yang terbawa arus banjir.

“Menjelang bulan Ramadhan, yang paling kami butuhkan di sini adalah peralatan dapur. Hampir semua peralatan pecah belah di rumah kami rusak dan hanyut saat banjir tanggal 26 November lalu,” ujar Dandy.

Ia menjelaskan, banjir datang dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Air masuk ke rumah-rumah warga tanpa sempat diselamatkan, menghanyutkan piring, gelas, panci, wajan, hingga alat memasak lainnya. Akibatnya, hingga kini banyak keluarga terpaksa bertahan dengan peralatan seadanya atau saling meminjam.

“Bantuan sembako memang ada, tapi itu sifatnya habis pakai. Yang jadi persoalan, bagaimana kami memasak? Ramadhan sebentar lagi. Kebutuhan dapur justru makin besar,” ungkapnya.

Dandy menilai, kondisi tersebut mencerminkan bahwa penanganan pascabencana belum sepenuhnya menyentuh aspek pemulihan kehidupan warga. Ia berharap pemerintah tidak hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga memastikan warga bisa kembali hidup normal.

Sorotan serupa datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Provinsi Aceh, Agus Suriadi. Dalam keterangannya kepada media angkatberita.id melalui sambungan telepon WhatsApp, Agus menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi serius terhadap pola penyaluran bantuan pascabencana di Aceh Timur.

“Pemerintah jangan terus-menerus fokus pada bantuan logistik seperti sembako. Itu penting, tapi tidak cukup. Sekarang ini kita bicara soal pemulihan, bukan lagi sekedar tanggap darurat,” tegas Agus.

Menurutnya, keluhan warga terkait peralatan dapur merupakan persoalan nyata yang tidak boleh dianggap sepele. Agus secara terbuka meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk segera mencari solusi konkret menjelang bulan Ramadhan.

“Saya berharap pemerintah kabupaten Aceh Timur menyediakan bantuan berupa pecah belah dan peralatan dapur bagi warga terdampak banjir 26 November 2025 lalu. Selain hunian yang layak huni, peralatan dapur ini sangat dibutuhkan, terutama saat bulan Ramadhan,” ujarnya.

Agus menilai, jika pemerintah terus mengabaikan kebutuhan tersebut, maka beban psikologis dan ekonomi warga akan semakin berat. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan seharusnya menjadi momentum ketenangan dan pemulihan batin, bukan justru menjadi masa penuh kecemasan akibat kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

“Jangan sampai warga hanya diposisikan sebagai objek bantuan sesaat. Negara harus hadir secara utuh, memastikan warga bisa hidup layak setelah bencana. Kalau peralatan dapur saja tidak ada, bagaimana mereka bisa menjalani ibadah puasa dengan tenang?” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait rencana penyaluran bantuan peralatan dapur bagi warga terdampak banjir. Sementara itu, warga di sejumlah gampong masih menunggu langkah nyata, berharap janji pemulihan pascabencana tidak berhenti sebatas data dan laporan.

Kapolda Kepri Pimpin Sertijab Dan Pelantikan Sejumlah Pejabat Utama Polda Kepri

BATAM || jejakindonesia.id – Kapolda Kepulauan Riau Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat utama di lingkungan Polda Kepri, meliputi Karo SDM, Dirlantas, Kabid TIK, Kabidhumas, Kapolresta Tanjungpinang, Kapolres Karimun, dan Kapolres Bintan. Selain itu, turut dilaksanakan pelantikan jabatan Dirreskrimum dan Dirresnarkoba Polda Kepri. Kegiatan tersebut berlangsung di Lobby Utama Polda Kepri, Rabu (7/1/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kepri Ny. Erie Anom Wibowo, para Pejabat Utama Polda Kepri, serta seluruh pengurus Bhayangkari Daerah Kepri.

Adapun daftar pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan adalah sebagai berikut:

1. Kombes. Pol. Taovik Ibnu Subarkah, S.I.K., selaku Karo SDM Polda Kepri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Jianstra SSDM Polri dalam rangka Dikbangti T.A. 2026.
2. Kombes. Pol. Andy Pramudya Wardana, S.I.K., M.M., M.A.P., CPHR, CBA., yang sebelumnya menjabat sebagai Kabidhumas Polda Bengkulu, diangkat dalam jabatan baru sebagai Karo SDM Polda Kepri.
3. Kombes. Pol. Andhika Bayu Adhittama, S.I.K., M.H., selaku Dirlantas Polda Kepri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Regident Korlantas Polri dalam rangka Dikbangti T.A. 2026.
4. Kombes. Pol. Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Dirlantas Polda Riau, diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirlantas Polda Kepri.
5. Kombes. Pol. Yudhi Wiratama, S.I.K., selaku Kabid TIK Polda Kepri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Polri Madya Tk. II Slog Polri.
6. Kombes. Pol. Paulus Riomen Marbun, S.I.K., M.Kom., yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid TIK Polda Bengkulu, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabid TIK Polda Kepri.
7. Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., selaku Kabidhumas Polda Kepri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabidhumas Polda Riau.
8. Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Penata Kehumasan Polri Madya Tk. III Divhumas Polri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabidhumas Polda Kepri.
9. Kombes. Pol. Suyono, S.I.K., S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Pontianak Polda Kalbar, diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirresnarkoba Polda Kepri.
10. Kombes. Pol. Ronni Bonic, S.H., S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Irbid Itwasda Polda Metro Jaya, diangkat dalam jabatan baru sebagai Dirreskrimum Polda Kepri.
11. Kombes. Pol. Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., selaku Kapolresta Tanjungpinang Polda Kepri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubdit Audit Sispam Obvitnas Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri.
12. Kombes. Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolresta Bogor Kota Polda Jawa Barat, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolresta Tanjungpinang Polda Kepri.
13. AKBP Robby Topan Manusiwa, S.I.K., M.H., selaku Kapolres Karimun Polda Kepri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Wadirreskrimum Polda Kepri.
14. AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si., selaku Kapolres Bintan Polda Kepri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Karimun Polda Kepri.
15. AKBP Argya Satrya Bhawana, S.H., S.I.K., yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Bintan Polda Kepri.

Dalam arahannya, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri sebagai upaya penyegaran dan penguatan kinerja guna menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks. Serah terima jabatan ini juga merupakan tindak lanjut dari TR Kapolri serta momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan soliditas di jajaran Polda Kepri. Kapolda Kepri turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian selama menjalankan tugas.

Kepada pejabat baru, Kapolda Kepri berpesan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja serta terus meningkatkan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat. Dengan semangat baru, Kapolda Kepri optimistis pejabat yang dilantik mampu melanjutkan program kerja yang telah berjalan dengan baik, menciptakan terobosan positif, serta menjaga sinergitas dan stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polda Kepri.

Upacara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan serta penghargaan atas dedikasi para pejabat lama, sekaligus penyambutan bagi pejabat baru.

*Polri Untuk Masyarakat*

Bidang Humas Polda Kepri

Kombes. Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.
Kabidhumas Polda Kepri

E-Mail: humaspoldakepri1@gmail.com
Telp/Fax: 0778-7760038
Twitter: @poldakeprihumas
FB: Humas Polda Kepri
IG: @humaspoldakepri

Pesan Kapolres Lamongan di Tasyakuran HUT Satpam ke-45

LAMONGAN || jejakindonesia.id - Polres Lamongan Polda Jatim menggelar kegiatan Tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-45 Tahun 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Rupatama Tatag Trawang Tungga Polres Lamongan dan dihadiri oleh jajaran kepolisian serta perwakilan satuan pengamanan, Rabu pagi (07/01).

HUT Satpam tahun ini mengusung tema “Satpam Bersatu, Berdaulat, Berdedikasi, dan Profesional.”

Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, S.I.K., membacakan sambutan Kapolres Lamongan dengan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-45 kepada seluruh anggota Satpam, khususnya yang bertugas di wilayah hukum Polres Lamongan Polda Jatim.

Wakapolres Lamongan menjelaskan bahwa momentum peringatan HUT Satpam ini hendaknya dijadikan sebagai sarana evaluasi terhadap eksistensi dan kinerja Satuan Pengamanan, guna melakukan pembenahan serta penyempurnaan dalam pelaksanaan tugas di masa yang akan datang.

“Kehadiran Satpam sebagai mitra Polri dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dituntut untuk semakin profesional," ujarnya.

Ia menambahkan personel Satpam harus mampu mendeteksi setiap potensi kerawanan, melakukan tindakan pertama dan upaya pencegahan secara tepat, serta segera melaporkannya kepada pihak Kepolisian untuk dilakukan langkah antisipasi.

Dengan demikian, eksistensi Satpam diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan tugas masing-masing.

menekankan bahwa peningkatan kompetensi Garda Pratama harus berjalan beriringan dengan pembinaan berkelanjutan.

Polres Lamongan juga mendorong Satpam untuk terus meningkatkan kemampuan teknis dan soft skills, disiplin pada SOP, serta memperkuat integritas dan etika profesi.

“Profesionalisme Satpam adalah kunci kepercayaan publik dan keberhasilan kolaborasi dengan Polri dalam menjaga kamtibmas,” ujar Wakapolres Lamongan.

Kegiatan tasyakuran tersebut kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, dilanjutkan dengan foto bersama serta ramah tamah antara jajaran Polres Lamongan dan perwakilan anggota Satuan Pengamanan. (*)

Awal 2026 Polres Jember Tegaskan Komitmen Integritas dan Transparansi Pelayanan

JEMBER || jejakindonesia.id – Mengawali tahun 2026 dengan langkah tegas dan penuh komitmen, Polres Jember Polda Jatim melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas bagi seluruh pegawai di lingkungan Polres Jember.

Kegiatan tersebut digelar pada di Aula Rupatama Mapolres Jember, Rabu (7/1/2026)

Penandatanganan Pakta Integritas dipimpin langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, didampingi Wakapolres Jember Kompol Ferry Dharmawan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menegaskan bahwa Pakta Integritas bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Penandatanganan Pakta Integritas ini merupakan komitmen bersama untuk bekerja secara profesional, jujur, dan bertanggung jawab,"tegas AKBP Bobby.

Ia mengatakan Integritas adalah pondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Kapolres Jember juga menekankan pentingnya pelayanan kepolisian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta bebas dari praktik penyimpangan.

“Kami ingin seluruh personel Polres Jember memberikan pelayanan yang humanis, transparan, dan responsif. Setiap anggota harus menjadi teladan dalam ketaatan hukum dan etika,” tambahnya.

Selain penandatanganan Pakta Integritas, kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2026.

Sosialisasi tersebut bertujuan agar seluruh jajaran memahami arah kebijakan anggaran serta memastikan pengelolaan keuangan yang efisien, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

Melalui momentum awal tahun 2026 ini, Polres Jember Polda Jatim berharap dapat semakin memperkuat budaya kerja yang berintegritas, meningkatkan kualitas kinerja, serta terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat. (*)

Polres Sumenep Perketat Pengawasan di Wilayah Kepulauan Cegah Peredaran Narkoba

SUMENEP || jejakindonesia.id – Kepolisian Resor Sumenep, Polda Jatim, memperketat pengawasan dan pengamanan di wilayah kepulauan guna mencegah maraknya peredaran narkoba.

Langkah ini diambil menyusul hasil evaluasi internal yang menunjukkan peningkatan kasus narkoba sepanjang tahun 2025, khususnya di sejumlah kecamatan kepulauan.

Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pengungkapan kasus oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Sumenep Polda Jatim selama 2025, terdapat beberapa wilayah kepulauan yang dinilai rawan peredaran narkoba, di antaranya Pulau Kangean, Masalembu, dan Pulau Sapeken.

“Berdasarkan hasil ungkap kasus narkoba dari tim Reskoba Polres Sumenep selama 2025, setidaknya ada beberapa kecamatan di wilayah kepulauan yang rawan peredaran narkoba,” ujar AKBP Rivanda, S.I.K, Rabu (7/1/26).

Ia menegaskan, pada tahun 2026 pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan di wilayah kepulauan tersebut.

"Ini untuk mengantisipasi potensi peredaran narkoba di pulau-pulau lain yang berada di Kabupaten Sumenep," tegasnya.

Salah satu kasus menonjol yang terjadi di wilayah kepulauan, lanjut Kapolres Sumenep adalah penemuan barang bukti narkoba seberat 38 kilogram di perairan laut Masalembu, sekitar empat mil dari tepi pantai, pada awal Juni 2025.

Barang haram tersebut ditemukan oleh empat orang nelayan asal Dusun Ambulung, Desa Suka Jeruk, Kecamatan Ambulu, Pulau Masalembu, yakni Sirat (60), Naim (30), Fadil (25), dan Mastur (40).

Keempat nelayan tersebut menemukan sebuah drum mencurigakan yang mengapung di laut saat sedang menangkap ikan.

Drum tersebut kemudian dibawa ke daratan dan dilaporkan kepada pihak Koramil serta Polsek setempat, sebelum akhirnya diserahkan langsung ke Polda Jawa Timur.

“Berkaca dari kejadian tersebut, ke depan kami akan memperketat pengamanan di wilayah kepulauan dengan mengoptimalkan peran Polisi Air dan Udara (Polairud) serta memperkuat kerja sama dengan TNI,” tegas AKBP Rivanda.

Berdasarkan data Satuan Reserse Narkoba Polres Sumenep Polda Jatim, penanganan kasus narkoba sepanjang 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Selama 2025, Polres Sumenep Polda Jatim berhasil mengungkap 70 kasus narkoba dengan total 98 tersangka.

Sementara pada tahun 2024, tercatat 45 kasus dengan 68 tersangka.

Adapun barang bukti yang berhasil disita sepanjang 2025 meliputi sabu-sabu seberat 500,27 gram, pil inex sebanyak 69 butir, serta pil YY sebanyak 11.065 butir.

Sedangkan pada 2024, barang bukti yang diamankan berupa 183,72 gram sabu-sabu, 15 butir pil inex, dan 1.102 butir pil YY.

Dari sisi peran pelaku, Polres Sumenep Polda Jatim mengamankan dua orang bandar, 45 pengedar, 27 kurir, dan 24 pemakai.

Sementara pada tahun 2024, jumlah pelaku terdiri atas 34 pengedar, 24 pemakai, dan 10 kurir.

Kapolres Sumenep juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing.

“Deteksi dini dengan menginformasikan setiap kejadian yang mencurigakan sangat penting dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai peredaran narkoba,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!