We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Januari 2026

Barber Banyuwangi Gelar Aksi Sosial “Cukur Bayar Suka-suka”, Donasi untuk Sumatera

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan A. Yani, Banyuwangi, Minggu (11/1/2026) pagi, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah barber yang tergabung dalam Banyuwangi Harcut Community menggelar aksi sosial bertajuk “Cukur Bayar Suka-suka”, sebuah kegiatan kepedulian sosial yang menarik perhatian pengunjung CFD dengan mengusung filosofi “Ganteng Dunia, Ganteng Akhirat”.

Kegiatan ini dikoordinatori oleh Eko Purnomo, warga Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kali pertama digelar dan bersifat insidental, menyesuaikan dengan agenda para barber yang terlibat.

“Ini bukan kegiatan rutin mingguan karena masing-masing barber memiliki jadwal kerja. Namun ke depan, kegiatan serupa sangat mungkin kembali kami adakan di waktu lain,” ujar Eko.

Aksi sosial ini bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) dan mengusung konsep cukur rambut dengan sistem donasi seikhlasnya, tanpa patokan nominal tertentu. Seluruh hasil donasi yang terkumpul rencananya akan disalurkan untuk membantu saudara-saudara di Sumatera.

Menurut Eko, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memberikan layanan cukur rambut, melainkan juga untuk membangun kesadaran sosial serta memperkuat solidaritas antar barber dan masyarakat.

Banyuwangi Harcut Community sendiri beranggotakan sekitar 90 orang, terdiri dari pemilik barber shop maupun karyawan barber yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Banyuwangi Kota, Genteng, Kalibaru, dan kecamatan lainnya.

Tidak ada batasan wilayah dalam keanggotaan komunitas ini. “Siapa pun yang punya niat baik dan kepedulian sosial, kami persilakan bergabung,” tambah Eko.

Sementara itu, Yudha Persada, penanggung jawab lapangan kegiatan, menjelaskan bahwa para barber yang terlibat juga tergabung dalam Forum Barberology, sebuah wadah silaturahmi dan kolaborasi barber yang berdiri sejak tahun lalu.

“Kami memang tidak menyebut diri sebagai komunitas formal, tetapi lebih sebagai forum. Secara struktur, kami juga terhubung dengan jaringan barber di tingkat nasional,” jelas Yudha.

Keterhubungan tersebut membuka peluang jejaring yang lebih luas, termasuk keterlibatan anggota dalam berbagai kegiatan berskala besar seperti Barber Expo.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB ini menargetkan sekitar 100 peserta. Namun, realisasi di lapangan tidak mencapai target karena keterbatasan waktu dan durasi layanan.

Layanan cukur rambut yang diberikan khusus untuk pria, dengan durasi rata-rata 20 hingga 45 menit per orang, tergantung model potongan yang diinginkan. Nominal donasi yang terkumpul pun bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp50.000 per orang.

Salah satu warga, Wisnu, asal Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, mengaku datang bukan untuk cukur rambut, melainkan mencukur kumis dan jenggot.

“Kegiatannya sangat positif. Biasanya di barber sudah ada tarif, tapi karena ini untuk donasi, saya ikhlas mengisi Rp50 ribu,” katanya.

Hal serupa disampaikan Fatimah, warga Kelurahan Penganjuran, yang datang bersama putranya yang berusia 10 tahun. Ia mengaku awalnya tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut.

“Kami hanya jalan-jalan di CFD, ternyata ada cukur rambut bayar suka-suka. Ini sangat membantu dan bermanfaat,” ujarnya.

Dengan mengusung filosofi “Ganteng Dunia, Ganteng Akhirat”, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara sosial, tetapi juga menjadi ladang kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Harapannya ke depan kami bisa lebih kompak dan solid, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi industri barber dan kepedulian sosial,” tutup Yudha.

Kegiatan berlangsung lancar hingga selesai dan ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya aksi sosial tersebut. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi daerah lain untuk menggelar aksi serupa, sehingga semangat kolaborasi dan kepedulian sosial dapat terus menyebar. (rag)

HUT ke-53 PDI Perjuangan, Doa Bersama di Rumah Aspirasi GARASI Warnai Soliditas Kader di Genteng

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Suasana keakraban dan kebersamaan terasa hangat di Rumah Aspirasi Gagasan Rajut Aspirasi (GARASI) di Genteng, Banyuwangi, Sabtu (10/01/2026). Di tempat inilah para kader dan relawan PDI Perjuangan berkumpul untuk memperingati HUT ke-53 partai berlambang banteng moncong putih melalui kegiatan doa bersama.

Acara yang digagas oleh Anggota DPR RI Komisi IV, Sonny T Danaparamita, SH, MH, ini mengusung tema “Satyam Eva Jayate — Disanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya”. Tema tersebut dimaknai sebagai tekad untuk tetap berdiri kokoh memperjuangkan aspirasi rakyat dan menjaga soliditas partai.

Kegiatan doa bersama itu dihadiri jajaran PAC PDI Perjuangan Kecamatan Genteng, pengurus ranting se-Kecamatan Genteng, Relawan GARASI, Relawan DeGiri, Relawan STD, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan kuatnya jaringan dan ikatan antarstruktur partai di tingkat akar rumput.

Dalam keterangannya, Sonny T Danaparamita menegaskan bahwa momen ulang tahun ke-53 bukan sekadar perayaan, tetapi refleksi perjalanan panjang PDI Perjuangan.
Ia berharap soliditas tetap terjaga.

“Kami berdoa agar PDI Perjuangan semakin solid, tidak terpecah belah, dan terus dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Koordinator Rumah GARASI Prayogi Adi Pratama menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sonny yang telah memfasilitasi kegiatan ini.

“Doa bersama ini mempersatukan seluruh elemen PDI Perjuangan di Genteng. Semoga partai tetap kompak dan menang pada 2029. Merdeka!” tegasnya.

Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng, sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 53 tahun PDI Perjuangan. Doa pun dipanjatkan agar partai semakin jaya, sementara bangsa Indonesia senantiasa hidup dalam suasana aman dan tenteram. (**)

Menolak galian c warga kec. Sumbang dan aliansi warga peduli masyarakat tolak aktivitas tambang di kaki gunung slamet

SUBANG || jejakindonesia.id - Penolakan tambang galian C di desa gandatapa kecamatan sumbang kab.Banyumas jawa tengah bersama

warga masyarakat yang berdatang sekitar 100 orang untuk memasang banner ada 4 banner yang sudah terpasang di lokasi tambang pada tanggal 11 Januari 2026 jam 11.00 AM dan juga ada pengamanan dari pihak kepolisian setempat untuk menjaga ketertiban pemasangan banner, Alhamdulillah berjalan dengan lancar

Penolakan tersebut wujud kepedulian masyarakat dan menjaga alam di kaki gunung Slamet, yang berlokasi di desa gandatapa kec. sumbang kab. Banyumas jawa tengah untuk menggelar aksi damai

Dan tambang ini masih berjalan dengan lancar dg puluhan dumptruck yg melebihi tonase Tambang ini memiliki izin resmi dari Dinas ESDM, Dinas Lingkungan hidup Jawa Tengah dan kementerian RI milik PT Sejahtera Keluarga Bumiindo.

Aksi akan berlanjut pada tanggal 19 Januari 2026 Di kantor desa gandatapa untuk Audiensi, sedangkan Orasi, dialog dan galang dukungan akan dilakuan di pasar kemukusan, pasar sikapat dan di jalan raya Baturaden Timur, jelas Sekertaris Aliansi tolak tambang Gandatapa Fajar Kurniawan

Adanya tambang galian c warga telah resah yang kemarin jalan Karangcegak - Limpakuwus tepatnya jalan Baturaden timur yang November 2025 dengan anggaran senilai 19.800.000.000 (sembilan belas milyar delapan ratus juta rupiah) ada beberapa titik yang sudah rusak kembali karena dilewati truk pasir setiap harinya, inilah keluhan dari warga sumbang dan aliansi Warga Tolak Tambang Gadatapa tutur kata koordinator Eka Wisnu iryanta

Menurut dia kondisi tersebut akan semakin memburuk jika aktivitas penambangan tersebut masih berjalan langsung tanpa pengawasan dan evaluasi yang ketat.

Ia mengatakan harapan utama warga yang tergabung dalam aliansi tersebut adalah penutupan permanen total aktivitas tambang di wilayah gunung kaki Slamet tersebut, kata eka wisnu iryanta menegaskan
Edi. Rival R.D.K

Wakapolda Jambi hadiri kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi ke-69 Tahun 2026.

JAMBI || jejakindonesia.id - Jalan santai dilepas langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris dan diikuti oleh berbagai unsur Forkopimda Provinsi Jambi, di antaranya Ketua DPRD Jambi, Kabinda Jambi, Kasi Ops Korem 042/Gapu, serta ribuan masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Gubernur Kota Jambi.

Selain jalan santai, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengecekan stan UMKM binaan Dinas Provinsi Jambi, pembacaan pemenang stan UMKM terbaik, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum kebersamaan antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat dalam menyemarakkan HUT Provinsi Jambi.

“Kegiatan jalan santai ini bukan hanya sebagai ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi serta mendukung pelaku UMKM lokal agar terus berkembang,” ujar Erlan Munaji

Kabid Humas juga menambahkan bahwa Polda Jambi tentunya akan selalu siap mendukung setiap kegiatan masyarakat agar berjalan aman dan tertib." Pungkasnya

#jambi #poldajambi #kapoldajambi #polriuntukmasyarakat #hutjambi

Sinyal Perlawanan Internal: Ketum PW FRN Agus Flores Ungkap Upaya Merongrong Kepemimpinan Kapolri

JAKARTA || jejakindonesia.id – Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN), Agus Flores, memberikan analisis tajam terkait dinamika internal di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Ia mensinyalir adanya upaya dari segelintir oknum Jenderal yang mencoba merongrong kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si., dengan cara tidak menjalankan instruksi pimpinan secara maksimal.

Menurut Agus Flores, berbagai program yang dicanangkan Kapolri mulai dari transformasi Polri Presisi, larangan hidup mewah, sikap anti-kritik, hingga dukungan penuh terhadap Asta Cita sebenarnya sangat baik dan diapresiasi oleh masyarakat. Layanan pengaduan seperti Propam Presisi, kanal 110, hingga instruksi tegas pemberantasan narkoba juga dinilai telah memperkuat citra Korps Bhayangkara.

Namun, Ketum PW FRN menemukan fakta di lapangan bahwa masih ada pihak-pihak yang enggan menjalankan perintah tersebut. "Temuan saya di lapangan masih menunjukkan adanya praktik slow respon, tindakan ghosting terhadap laporan warga, hingga beberapa anggota yang masih memamerkan kemewahan di ruang publik," ungkapnya.

Agus Flores menilai ketidakpatuhan ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan indikasi adanya keinginan untuk mengganti posisi Kapolri atau "mengkudeta" kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit.

"Saya rasa ada yang menginginkan Kapolri diganti. Ada oknum di internal yang mencoba melakukan perlawanan secara pasif terhadap program-program beliau," tegas Ketum PW FRN.

Meski demikian, Agus Flores enggan mengungkap identitas para perwira tinggi tersebut kepada publik. Ia menyatakan akan menyampaikan daftar nama jenderal yang diduga tidak sejalan dengan kepemimpinan Kapolri tersebut melalui jalur pribadi.

"Saya tidak mau sampaikan ke publik jenderal mana di internal Polri yang mencoba melakukan itu. Nanti saya sampaikan secara langsung nama-nama jenderal yang keberatan dengan masa jabatan Jenderal Pol. Listyo Sigit," pungkasnya.

error: Content is protected !!