Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Dukung Ketahanan Pangan, Kapolda Kalteng Bersama Gubernur Panen Raya Padi di Kapuas

Palangka Raya, Jejak - Indonesia.id |  Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Gubernur H. Agustiar Sabran dan Forkopimda Kalteng melaksanakan panen raya padi, di Desa Warnasari, Kec. Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, Sabtu (9/8/2025).

Kegiatan panen raya kali ini, digelar di lahan seluas 350 hektare, dan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, Bupati Kapuas, Kapolres Kapuas dan unsur Forkopimda terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan panen raya padi ini sebagai bentuk komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Selain itu, apa yang kita lakukan bersama ini juga sebagai momentum mempererat sinergi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pihak dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto," ungkap Kapolda.

Kapolda berharap kegiatan panen raya padi ini juga menjadi momentum bagi para petani untuk mendapatkan pendampingan dan dukungan dari berbagai pihak.

"Dengan adanya dukungan dari semua pihak diharapkan pertanian di daerah Kalteng dapat berkembang lebih baik kedepan, sebagai simbol keberhasilan kerja keras petani," imbuhnya

Irjen Iwan juga mengajak seluruh pihak untuk terus bersama menjaga semangat gotong royong untuk menyukseskan program ketahanan pangan di Kalteng.

"Harapannya kedepan kegiatan ini dapat membawa keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat melalui program swasembada pangan," tutupnya.

Sebagai informasi, diakhir kegiatan juga dilakukan penyerahan bantuan alat pertanian dari Gubernur dan Pemerintah Kabupaten kepada kelompok tani Rawa Subur dan kelopok tani lainnya. (red)

Wabup Mujiono Dorong Lulusan Akademi Penerbangan Banyuwangi Jadi Pelopor Seaplane Indonesia

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Sebanyak 75 taruna dan taruni Akademi Penerbangan Indonesia (API) Banyuwangi dikukuhkan dalam acara wisuda Perwira Transportasi Udara Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar di API Banyuwangi, Jumat (8/8/2025).

Raut bangga dan haru tampak dari wajah para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan intensif di lembaga vokasi penerbangan kebanggaan Banyuwangi tersebut. Mereka berasal dari berbagai program pendidikan dan pelatihan.

Para lulusan terdiri dari Program Studi Diploma III Penerbang Sayap Tetap Angkatan IV, Program Studi Diploma III Operasi Pesawat Udara Angkatan III, serta Program Non Diploma Penerbang Sayap Tetap Angkatan XXIV dan Executive Non Diploma.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan para wisudawan telah melewati proses pembentukan karakter dan kompetensi yang tidak mudah, dan kini mereka akan menghadapi tantangan baru di dunia profesional yang sesungguhnya.

“Di akademi, kalian sudah banyak belajar teori dan praktik. Tapi setelah ini kalian akan menghadapi dinamika sesungguhnya. Ini adalah titik awal pengabdian kalian sebagai kader profesional dirgantara Indonesia,” ujar Mujiono saat hadir dalam acara wisuda API Banyuwangi.

Mujiono mengajak para lulusan untuk berperan aktif dalam pengembangan transportasi udara Indonesia, khususnya penerbangan perintis berbasis seaplane.

“Pilot-pilot muda Banyuwangi ini adalah harapan bangsa. Mereka akan menjembatani jarak antarwilayah dan merajut Nusantara dari udara,” ujarnya.

Mujiono menambahkan, API Banyuwangi selama ini telah berperan dalam mendukung pengembangan sektor pendidikan vokasi, transportasi, hingga pariwisata daerah. Menurutnya, keberadaan akademi ini telah memberi nilai tambah tersendiri bagi Banyuwangi.

Direktur API Banyuwangi, Dr. Capt. Daniel Dewantoro Rumani menjelaskan, para lulusan telah dibekali lisensi dan kompetensi lengkap. Untuk program penerbang, mereka memiliki lisensi Private Pilot License (PPL), Commercial Pilot License (CPL), Instrument Rating (IR), dan Multi-Engine Rating (MER) dengan total 225 jam terbang.

“Sementara lulusan program Operasi Pesawat Udara telah memiliki lisensi Flight Operation Officer (FOO), serta kompetensi tambahan seperti AVSEC, Ground Handling, dan Ramp Support,” terang Capt. Daniel.

Daniel menyebut banyak alumni API yang telah bekerja di maskapai ternama seperti Citilink, Super Air Jet, Lion Air, Batik Air, hingga Garuda Indonesia, bahkan ada yang kini berkiprah di luar negeri.

“Kami ingin lulusan tidak hanya jadi pilot, tapi pemimpin masa depan di industri penerbangan. Beberapa alumni bahkan kini telah menjabat posisi manajerial di perusahaan besar,” tutupnya. (red)

Berbagi Bibit Pertanian Satgas Yonif 521/DY di Distrik Walesi, Jayawijaya

Jayawijaya, Jejak - Indonesia.id | TNI secara aktif membagikan bibit pertanian kepada masyarakat di Papua dan Edukasi Kesehatan, terutama di daerah-daerah terpencil, sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini meliputi pembagian bibit sayuran, buah-buahan, dan alat pertanian melalui Kepala Kampung serta penyuluhan tentang cara bercocok tanam yang baik, Sabtu (09/08/2025).

Kepala Kampung Apenas Bpk. Kristian Yelepele mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada TNI. “Kegiatan-kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Terima kasih bapak-bapak TNI dari Satgas Yonif 521/DY, yang telah membagikan berbagai macam Bibit Pertanian dan Kasih sayangnya kepada anak-anak kami juga di bagikan Makanan ringan, Biskuit, Permen, tentunya sangat bermanfaat, Semoga Tuhan YME Selalu Memberkati.

Dansatgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P, Sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan selalu dekat dengan masyarakat di Wilayah Penugasan, Secara rutin melaksanakan Binter terbatas melalui anjangsana ke rumah warga atau berkunjung kerumah Warga Binaan. Dengan melaksanakan program pembagian bibit tanaman sayur di Kampung di Wilayah Penugasan, Kegiatan-kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kemanunggalan TNI dengan masyarakat Papua, untuk meningkatkan produktivitas lahan kosong dan mendukung perekonomian masyarakat serta upaya mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di Papua.

"Prajurit Macan Kumbang Berhasil" (Yonif 521/DY)

Polri Distribusikan 6 Ton Beras Menggelar Gerakan Pasar Murah di Madiun, Sinergi dengan Bulog Tekan Inflasi

Kota Madiun, Jejak - Indonesia.id |  Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memperkuat peran aktifnya dalam menekan inflasi melalui Gerakan Pasar Murah (GPM) di Lapak Kampir, Kelurahan Kanigoro (8/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Irwasum Polri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, SH, M.Hum, MSi, MM bersama Wali Kota Madiun Dr. Drs. H. Maidi dan jajaran Forkopimda.

Dalam kesempatan ini, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan capaian distribusi nasional 310,25 ton beras SPHP di empat wilayah, termasuk 6 ton di Madiun Kota yang diintegrasikan dengan program pasar murah.

Polres Madiun Kota bekerja sama dengan Bulog dan Pemkot menyelenggarakan bazar GPM dengan skema 500 kupon yang menjual paket komoditas terjangkau: 6 ton beras, 5 ton minyak goreng, dan 4 ton gula.

Masyarakat juga dapat membeli kebutuhan pokok seperti Beras Medium SPHP (Rp55.000/5 kg), Gula Premium (Rp16.500/kg), dan MinyaKita (Rp15.500/liter), dengan realisasi penjualan mencapai 250 kemasan beras, 130 kg gula, dan 150 liter minyak pada hari pertama.

Sementara itu, pembangunan Pusat Layanan Gizi (SPPG) akan fokus pada pemenuhan nutrisi kelompok rentan, memperkuat ketahanan kesehatan jangka panjang.

Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan, ini wujud kebijakan Kapolri mendukung pemerintah melalui sinergi strategis dengan Bulog.

"Kami berharap Polri terus bersinergi dengan Bulog di seluruh kota/kabupaten untuk menjaga stabilitas harga pangan, mengawasi distribusi dan pasokan bahan pokok penting."ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Ia juga menyoroti keterlibatan BUMN dan UMKM lokal sebagai tulang punggung pengendalian inflasi berbasis perlindungan sosial.
Antusiasme tinggi masyarakat membuktikan efektivitas program ini, dengan seluruh paket kupon terserap sempurna.

Puncak GPM rencananya digelar serentak di seluruh Indonesia pada 13-14 Agustus 2024.

"Kolaborasi Polri-Bulog-Pemda ini bukan hanya menekan inflasi, tapi juga membangun ketahanan pangan berkelanjutan," pungkas Komjen Pol Dedi usai meninjau pasar murah. (red)

error: Content is protected !!