Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Wakasal Laksamana Madya TNI Erwin Aldedharma Lepas 900 Perenang Menyeberangi Suramadu

Madura, Jejak - Indonesia.id |  Wakasal Laksamana Madya TNI Erwin Aldedharma, Minggu pagi 10 Agustus 2025, melepas 900 perenang Fin Swimming Piala Kasal 2025 di Selat Madura, dari Dermaga Kamal Madura hingga Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, para peserta dari TNI, Polri, dan Masyarakat Umum menempuh jarak 4,6 km menantang arus laut.

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI Angkatan Laut dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan luar biasa ini," sambut Wakasal.

Bagi Kemenpora , event ini ini adalah momentum berharga untuk scouting bibit atlet renang nasional. Potensi yang muncul dari ajang seperti ini akan kami kawal agar bisa bersaing di panggung Internasional, dari SEA Games hingga Olimpiade.

Renang adalah salah satu cabang olahraga prioritas pemerintah, dan kami berkomitmen memberikan dukungan teknis serta penyelenggaraan demi terciptanya prestasi dunia.

"Fin Swimming Selat Madura hari ini membuktikan, bahwa olahraga bisa menjadi perekat persatuan, wahana pengembangan talenta, dan simbol ketangguhan bangsa," ujar Laksamana Madya TNI Erwin Aldedharma.

Dari laut, kita kirim pesan kepada dunia: Indonesia siap berprestasi.

Kakanwil Hadiri Pembukaan IPPA Fest Aloha 2025, Pameran Premium Karya Warga Binaan

Jakarta, Jejak - Indonesia.id | Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, menghadiri pembukaan Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPA Fest) Aloha 2025 yang digelar di kawasan tepi laut Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Kamis (07/08). Festival ini menjadi gelaran kedua IPPA Fest setelah sukses perdana diadakan di Lapangan Banteng, namun kali ini hadir dengan nuansa yang berbeda dan lebih premium.

IPPA Fest Aloha 2025 digelar dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Suasana pantai yang meriah dipadu dengan hamparan produk unggulan hasil karya warga binaan menjadikan event ini tak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga momentum apresiasi terhadap proses pembinaan yang berjalan di balik tembok lapas dan rutan.

Kegiatan ini turut dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas semangat transformasi pemasyarakatan yang terus menunjukkan wajah positifnya di tengah masyarakat.

"IPPA Fest bukan sekadar pameran, tapi wajah baru dari pemasyarakatan yang berdaya, berkarya, dan dipercaya. Saya bangga melihat hasil karya warga binaan yang kualitasnya tidak kalah dengan produk komersial,” ujar Agus.

Usai sambutan, Agus Andrianto didampingi Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wakil Menteri HAM, serta Wakil Ketua Komisi III DPR RI, bersama-sama membunyikan lonceng sebagai simbolis pembukaan resmi IPPA Fest Aloha 2025.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang turut hadir dan menjadi penggagas utama kegiatan ini, menyampaikan bahwa IPPA Fest adalah bagian dari langkah besar untuk memajukan institusi pemasyarakatan.

"Ini bukan hanya tentang menjual produk, tapi tentang mengubah stigma. Pemasyarakatan adalah ruang pembinaan, pemberdayaan, dan pengharapan. IPPA Fest adalah etalase dari keberhasilan itu,” tutur Mashudi.

Berbeda dengan IPPA Fest sebelumnya, kali ini produk yang ditampilkan adalah barang-barang pilihan premium dari masing-masing UPT yang dikoordinasikan langsung oleh Kantor Wilayah. Setiap stan menampilkan kualitas terbaik, mulai dari produk kayu, batik, kriya kulit, hingga karya seni rupa kontemporer yang memiliki nilai estetika tinggi.

Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, menyampaikan rasa bangganya atas peran aktif Kanwil Jatim dalam event berskala nasional ini. Produk dari warga binaan Jatim, menurutnya, mampu bersaing dan menunjukkan kelasnya di antara karya-karya unggulan lainnya.

"Kami hadir membawa kebanggaan. Produk warga binaan kami tidak hanya mencerminkan keterampilan, tapi juga harapan untuk masa depan yang lebih baik. IPPA Fest menjadi panggung mereka untuk didengar dan dilihat oleh masyarakat luas,” ungkap Kadiyono.

Sebagai penutup, Kadiyono juga berharap agar IPPA Fest bisa terus menjadi agenda rutin tahunan yang mampu mendorong perubahan paradigma masyarakat terhadap pemasyarakatan.

"Kami berharap IPPA Fest tidak berhenti sebagai seremoni, tapi menjadi gerakan kolektif untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap hasil pembinaan. Karena di balik jeruji, ada potensi besar yang siap menginspirasi,” pungkasnya. (red)

Polisi Banyuwangi Sangat Baik,” Kata Turis Tiongkok Usai HP Hilang Ditemukan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | 9 Agustus 2025 – Personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi bergerak cepat membantu seorang wisatawan mancanegara asal Guandong, Tiongkok, yang kehilangan telepon genggamnya saat pulang dari berwisata di Taman Wisata Alam (TWA) Ijen.

Wisatawan bernama Weiyaxi (24) melaporkan kehilangan ponsel merek Xiaomi miliknya setelah menumpang dump truck dari kawasan Ijen menuju penginapan di Kota Banyuwangi. Tanpa disadari, ponsel tersebut terjatuh dari saku celana dan tertinggal di bak truk yang kemudian terisi penuh muatan pasir dan batu (sirtu) dalam perjalanan ke wilayah Kalibaru.

Mendapat laporan tersebut, Kanit Pidsus Ipda Azmal Rahadian bersama Tim Macan Blambangan segera melakukan penelusuran. Berdasarkan ciri-ciri kendaraan yang disampaikan pelapor, tim berhasil menghentikan truk di perjalanan dan melakukan pemeriksaan di bak bermuatan sirtu. Setelah dilakukan penggalian, ponsel berhasil ditemukan dalam keadaan tertimbun material di bagian dasar bak.

Kapolresta Banyuwangi melalui Kasat Reskrim Kompol Komang Yogi Arya Wiguna, S.H., S.I.K. menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan latar belakang masyarakat.

“Kami selalu berupaya memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis, termasuk kepada warga negara asing yang berada di wilayah hukum Polresta Banyuwangi. Respons cepat ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar Kompol Komang.

Ponsel tersebut kemudian diserahkan langsung kepada Weiyaxi, yang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada jajaran Polresta Banyuwangi.

“Polisi Indonesia sangat cepat dan tulus membantu saya. Pelayanannya luar biasa,” ungkapnya turis Tiongkok usai HPnya yang hilang ditemukan.

Polresta Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati menjaga barang berharga, terutama saat dalam perjalanan, guna menghindari kejadian serupa.

Pewarta: (red).

Ketum Faat Respon R. Mas Agus Rugiarto Sindir Rekan yang Hanya Banyak Teori Tanpa Aksi

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Ketua Umum Fast Respon (FRN), R. Mas MH Agus Rugiarto SH, melontarkan sindiran tajam kepada sejumlah pihak yang dinilai hanya pandai mengeluh dan berteori, namun enggan turun langsung membuat berita atau melakukan aksi nyata.Minggu 10-08-2025.

Menurut Agus, banyak rekan di lapangan yang sering mengkritik atau memberi masukan, tetapi tidak diimbangi dengan kontribusi konkret. “Kebanyakan hanya bicara teori, tapi malas membuat berita. Padahal kerja nyata jauh lebih penting daripada sekadar omongan,” tegasnya.

Ia menegaskan, di dunia jurnalistik dan advokasi, kemampuan mengumpulkan data, menyusun laporan, dan menyajikan informasi akurat jauh lebih dibutuhkan daripada sekadar retorika. “Kalau semua hanya mengeluh, siapa yang mau bekerja?” tambahnya.

Agus mengajak seluruh anggota FRN dan insan pers untuk kembali fokus pada kerja lapangan, memperkuat investigasi, serta menghasilkan pemberitaan yang bisa memberi dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, itulah bentuk tanggung jawab moral sekaligus profesionalisme.

“FRN bukan tempat untuk sekadar bicara. Kita harus turun langsung, membuat berita yang berbobot, dan menghadirkan kebenaran untuk publik,” tutup Agus. (red)

error: Content is protected !!