We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2025

Forum Banyuwangi Bergerak Kecam Pernyataan PLH Sekda Soal Kenaikan PBB

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id |  Gabungan elemen aktivis Banyuwangi yang tergabung dalam Forum Banyuwangi Bergerak (FBB) menyatakan sikap keras terhadap pernyataan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (PLH Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, M.M., yang akrab disapa Kanda.

Dalam pernyataannya, Kanda menyebut bahwa isu kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Banyuwangi adalah “hoax”. Namun, FBB menilai pernyataan tersebut justru menyesatkan publik.

“Mana yang disebut hoax? Faktanya, pada Rabu, 6 Agustus 2025 lalu, Peraturan Daerah (Perda) kenaikan PBB telah disepakati dan ditandatangani oleh Bupati Banyuwangi bersama DPRD Kabupaten Banyuwangi yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD, Bapak Michael,” tegas juru bicara FBB.

FBB menilai pernyataan PLH Sekda justru berpotensi menjadi penyebaran informasi yang tidak benar. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar Pemkab Banyuwangi segera membatalkan Perda tersebut.

“Jika tidak dibatalkan, pada 25 Agustus mendatang kami akan menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap kebijakan yang membebani masyarakat,” tegas FBB dalam keterangan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkab Banyuwangi belum memberikan tanggapan resmi terkait sikap penolakan dari Forum Banyuwangi Bergerak tersebut. (red)

Satpolairud Polresta Banyuwangi Giat Patroli Dikawasan Pesisir Pantai Bulusan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Dalam rangka menjaga kawasan tetap aman dan kondusif. Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur melaksanakan giat patroli dan pemantauan dikawasan pesisir pantai Bulusan dan sekitarnya. Rabu, (13/8/2025).

Kegiatan patroli dan sambang dialogis yang dilakukan dalam rangka untuk menciptakan situasi harkamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif khususnya bagi masyarakat yang tinggal dikawasan kampung nelayan dan pesisir pantai.

Saat dikonfirmasi Kasubnit Binmasair Aiptu I Gede Eka D mengatakan kegiatan patroli yang dilaksanakan bersama Aipda Aditya WP, S.H. dan Briptu Bintang Wiratama guna melakukan kegiatan patroli rutin dikawasan kampung nelayan dan pesisir pantai.

Dalam patroli tersebut, Aiptu I Gede Eka D mengingatkan kepada masyarakat pesisir khususnya mereka yang berprofesi sebagai nelayan untuk tidak melakukan aktivitas pemancingan maupun menebar jaring disekitar alur pelayaran kapal dikarenakan dapat membahayakan diri sendiri maupun perjalanan kapal.

Kegiatan patroli dan sambang dialogis yang dilaksanakan merupakan bagian dari strategi preventif Polresta Banyuwangi dalam menciptakan situasi keamanan, kenyamanan dan ketertiban yang kondusif, khususnya di lingkungan kampung nelayan dan pesisir yang memiliki dinamika sosial dan ekonomi cukup tinggi," terang Aiptu I Gede.

Selain melakukan patroli, pada kesempatan tersebut personel Polairud Polresta Banyuwangi, berdialog secara langsung dan menyampaikan berbagai pesan kamtibmas seperti pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan, saling menghormati antar sesama, dan segera melapor bila terdapat potensi gangguan keamanan di wilayah pesisir pantai dan sekitarnya.

Dalam kegiatan ini, Satpolairud Polresta Banyuwangi memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat pesisir dan kelompok nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan dan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.

Mengingatkan kepada kelompok nelayan dan crew kapal yang sedang legoh jangkar untuk tidak menggunakan bahan peledak, potasium cyanide, strum dan jaring trawl serta jaring pukat harimau," tandasnya.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 atau bisa menghubungi call center Satpolairud di nomer telepon 08113448222 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan. (GP)

Satpolairud Polresta Banyuwangi GOPM Dikawasan Dermaga Pelabuhan Marina Boom dan Kampung Nelayan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi menggelar Gerakan Operasi Pangan Murah (GOPM) dikawasan dermaga Pelabuhan Marina Boom dan Kampung Nelayan. Rabu, (13/8/2025).

Dalam Gerakan Operasi Pasar Murah tersebut warga mengapresiasi kegiatan pasar murah yang digelar Satpolairud Polresta Banyuwangi.

Terbukti sebanyak ± 1,5 Ton beras SPHP terjual habis dalam kurung waktu 4 jam di dua lokasi berbeda.

Melalui kegiatan ini Satpolairud Polresta Banyuwangi berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan beras premium," ucap Kasat Polairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md, S.H.

Operasi pasar murah merupakan program bantuan pemerintah yang bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan mengurangi beban masyarakat. ”Sinergi ini bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau di tengah tekanan ekonomi,” tambahnya.

Operasi pasar murah ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.

Salah seorang warga yang tinggal disekitar pesisir pantai Cemara, Muhi (50) menyampaikan terima kasih kepada Satpolairud Polresta Banyuwangi yang telah menggelar operasi pasar murah ini.

Bantuan ini sangat membantu masyarakat kecil, khususnya di tengah harga kebutuhan pokok yang selalu meningkat.

Semoga gerakan operasi pasar murah seperti ini terus dilaksanakan, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” tandasnya. (red)

Rancang Program Penguatan Pemuda Lintas Iman di Banyuwangi, Eco Bhinneka Muhammadiyah Lakukan Kajian Kewilayahan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Jawa Timur Eco Bhinneka Muhammadiyah tengah menyusun rencana implementasi program Memperkuat Inisiasi Kepemimpinan Kaum Muda Lintas Iman dalam Perubahan Iklim melalui Keadilan Gender atau Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE). Rencana implementasi tersebut diawali dengan menggelar kegiatan Assessment Lokasi melalui FGD yang digelar di Desa Kalipait dan Desa Temurejo, Kabupaten Banyuwangi, 12 Agustus 2025.

“Kegiatan assessment lokasi bertujuan untuk memperoleh data awal dan gambaran mendalam mengenai karakteristik sosial, keagamaan, ekologi, dan potensi kepemudaan yang ada di dua kecamatan target,” ungkap Zahrotul Janah, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi.

Rangkaian acaranya, terang Zahrotul, dimulai dengan FGD di Desa Kalipait (Dusun Kutorejo) pada sesi pagi dan Desa Temurejo (Dusun Sumberjambe) pada sesi sore. Diskusi tersebut membahas potensi usaha ramah lingkungan berbasis komunitas, isu ekologi yang dihadapi warga, hingga tantangan penerapan program berbasis eco literacy, eco sociopreneurship, dan advokasi iklim.

“Acara ini dihadiri perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, komunitas pemuda, dan organisasi perempuan dari tiap desa,” lanjutnya. Setelah FGD, tim Eco Bhinneka Muhammadiyah juga berkesempatan melakukan survei lapangan untuk melihat langsung kondisi sosial dan ekologis wilayah tersebut. “Kami ingin menggali cerita dari tokoh-tokoh yang hadir. Cerita dari masing-masing tentang bagaimana merawat kerukunan dan toleransi, menjaga lingkungan, yang menjadi keunikan dan kekayaan lokal Desa Kalipait dan Desa Temurejo,” ujarnya.

Mewakili Desa Kalipait, Erik selaku BUMDES Kalipait menyambut baik upaya assessment ini. “Kami di setiap kegiatan contohnya kirab budaya selalu melibatkan semua unsur. Saat kegiatan Takbir, warga dari berbagai latar belakang, ikut mengatur lalu lintas. Ketika ada perayaan ogoh-ogoh keliling umat muslim turut menjaga keamanan. Kita saling melengkapi, dan saling membantu,” ungkap Erik.

Sementara itu, Mujiono mewakili Kepala Desa Temurejo mendukung rencana pelaksanaan kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah. “Semoga acara ini memberi kemanfaatan untuk pemuda dan organisasi keagamaan. Menyatukan misi keberagaman dengan kepedulian lingkungan adalah hal penting yang perlu kita dorong,” sambungnya.

Selain menggali informasi lewat FGD, tim juga melakukan wawancara mendalam dengan kepala desa, tokoh agama, dan perwakilan organisasi lokal. Pendekatan partisipatif dan analisis berbasis gender digunakan untuk memahami situasi secara menyeluruh.

Hasil assessment ini nantinya akan dirangkum dalam sebuah hasil kajian yang memuat peta aktor dan komunitas strategis, profil ekologi dan sosial, potensi serta tantangan program, hingga daftar calon mitra lokal. Hasil kajian tersebut menjadi panduan penting untuk memastikan implementasi SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah di Banyuwangi berjalan efektif dan inklusif.

Tentang Program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah

Eco Bhinneka Muhammadiyah saat ini tengah melaksanakan program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE), yaitu inisiatif untuk memperkuat kepemimpinan kaum muda lintas iman dalam menghadapi perubahan iklim melalui pendekatan keadilan gender dan ekofeminisme. Program ini mendorong keterlibatan aktif generasi muda—terutama perempuan dan kelompok disabilitas—dalam membangun kesadaran, pengetahuan, dan aksi konkret dalam mencegah serta menghadapi krisis iklim. Salah satu pelaksanaan utama program ini berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan Eco Bhinneka Muhammadiyah dapat diikuti melalui website ecobhinnekamuhammadiyah.org dan Instagram @ecobhinneka.

Reporter : Rio

FRN Gerak Cepat! Agus Flores Siapkan Pasukan Media Kawal Pemberantasan Narkoba, Judi, dan Tambang Ilegal di Daerah

Jakarta, Jejak - Indonesia.id | Fast Respon Nusantara (FRN) di bawah kepemimpinan Agus Flores siap mengguncang dunia media nasional. Dalam waktu dekat, FRN akan menggelar Diklat Nasional 7 Hari untuk melahirkan Tim Perwakilan Ketum FRN di setiap daerah-pasukan khusus media yang akan mengawasi langsung berbagai kejahatan besar.

Ratusan pimpinan media dan wartawan pilihan akan dikarantina di kantor pusat FRN. Mereka akan digembleng langsung oleh Bareskrim Polri, Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, dan praktisi media senior.

Agus Flores menegaskan, ini adalah gerakan serius untuk memperkuat peran media bukan hanya sebagai pembawa berita, tetapi juga sebagai pengawas lapangan yang berani.

“Kami akan turunkan perwakilan di daerah yang siap memonitor dan melaporkan narkoba, perjudian, tambang ilegal, illegal fishing, illegal drilling, dan semua bentuk kejahatan terorganisir. Media harus menjadi garda depan pemberantasan,” tegas Agus Flores.

FRN hanya akan memilih peserta yang punya integritas, keberanian, dan rekam jejak mendukung pemberitaan positif. Peserta terbaik akan diberi mandat resmi sebagai perpanjangan tangan Ketua Umum di daerah, dengan tugas utama mengawal laporan masyarakat dan bersinergi dengan aparat.

Dengan langkah ini, FRN membuktikan media bisa menjadi senjata strategis dalam perang melawan kejahatan, sekaligus menjaga ketertiban di seluruh Indonesia.(redaksi)

error: Content is protected !!