We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2025

Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 521/DY Wujudkan Melalui Buka Kebun di Sekitaran Pos Muara Nawa Distrik Airu

JAYAPURA || jejakindonesia.id -- Ketahanan pangan di Papua masih menjadi isu penting akibat rendahnya akses dan belum optimalnya infrastruktur distribusi, terutama di daerah terpencil yang masih mengandalkan transportasi udara. (24 Agustus 2025).

Dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan dan Kemandirian, Pos Muaranawa membuka lahan yang ada di dalam halaman Pos untuk di jadikan kebun sayur-sayuran untuk mencukupi kebutuhan pangan Pos Muaranawa.

Melihat lahan kosong yang tersedia di sekitaran Pos membuat personel Satgas berinisiatif memanfaatkan lahan kosong di sekitaran Pos untuk di tanami sayur-sayuran untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari personel satgas.

Di pimpin Danpos Muaranawa Letda Inf Andik prasetyo Wibowo personel melaksanakan Program yang di laksanakan ini merupakan salah satu upaya nyata dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan di daerah khususnya di wilayah Papua yang di kenal dengan tantangan geografis dan logistiknya dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya ketahanan pangan dan bercocok tanam.

Komoditi sayuran yang berhasil dipanen kali ini adalah kangkung dan kacang panjang serta masih ada beberapa jenis sayuran lainnya.

“Hasil panen ini tidak hanya dimanfaatkan oleh anggota satgas, tetapi juga didistribusikan kepada masyarakat di sekitar pos Muaranawa sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan warga lokal.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P Dansatgas Yonif 521/DY, Ketahanan pangan di Papua melibatkan upaya bersama antara dengan masyarakat lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan melalui kegiatan bercocok tanam, pembukaan lahan pertanian, serta pemberian bibit dan pelatihan. Dengan memanfaatkan lahan tidur yang subur, Bertujuan mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan warga, menanamkan semangat gotong royong, Program ini juga diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi masyarakat setempat dalam memanfaatkan lahan yang ada secara produktif dan menciptakan lumbung pangan di wilayah penugasan.

*"Prajurit Macan Kumbang Berhasil" (Yonif 521/DY)*

Sorotan Pada Oknum Ketua Organisasi Pers Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan

MADURA || jejakindonesia.id - Dunia pers di Kabupaten Pamekasan kembali diguncang oleh dinamika internal yang memantik pertanyaan serius tentang integritas dan independensi profesi jurnalis. Sorotan tertuju pada oknum ketua organisasi pers di Kabupaten Pamekasan Madura, yang secara terbuka mengkritik karya tulis rekan seprofesinya sendiri berjudul 'Di Balik Kemeriahan Acara Sultan Madura, Ada Jeritan Pedagang.

Tulisan tersebut, yang ditulis oleh Halik jurnalis media daring lokal mengangkat suara pedagang kecil yang merasa terpinggirkan dalam hiruk-pikuk acara kemeriahan Sultan Madura.

Di tengah euforia pesta, Halik memilih berdiri di sisi yang sunyi menyuarakan jeritan mereka yang tak terdengar.

Namun, alih-alih mendapat dukungan dari sesama insan pers, Halik justru dihadapkan pada serangan balik dari oknum ketua organisasi pers yang seharusnya menjadi penjaga marwah profesi.

Ironisnya, sosok oknum yang di gambarkan mirip seperti cerita 'Sengkuni' yang pernah 'makan bangku' kuliah itu justru terlihat menggadaikan independensinya demi kenyamanan relasi dan kepentingan tertentu.

Perbedaan sudut pandang ini memicu saling sindir melalui rilis resmi organisasi yang dipimpinnya, memperlihatkan betapa rapuhnya solidaritas profesi ketika idealisme mulai dikompromikan.

Halik dan rekan-rekannya tetap teguh, menjadikan tulisannya sebagai perlawanan sunyi yang bermartabat sebuah sikap yang langka di tengah derasnya arus pragmatisme.

"Sebagai pilar keempat demokrasi, jurnalis seharusnya menjadi penjaga nurani publik, bukan sekadar pengikut arus kekuasaan dan penjaga isi perut pribadi," pungkas Ade. Minggu (24/08/2025).

Namun, di Pamekasan, kebebasan pers tampaknya mulai terbelenggu oleh kepentingan yang tak kasat mata yang bersembunyi di balik simbol dan seremoni.

Ade, sapaan akrab sebagai Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur yang mengikuti perkembangan kasus ini, menyatakan, “Siapa yang paling dirugikan? Pastinya Masyarakat. Bahkan Sultan pun ikut merugi, karena oknum di sekelilingnya gagal, janjinya menjaga suasana tetap kondusif, malah menambah gaduh.” cetusnya.

Di era digital, satu tulisan bisa menjadi bara yang menyulut kesadaran publik. Meski Halik bersama rekan-rekannya mendapat tekanan dan perundungan dari pihak-pihak yang berlindung di balik ‘Ketiak Sultan’ mereka tetap berdiri tegak, menjaga akurasi dan keberimbangan informasi.

Menulis bukan sekadar menyusun kata, tapi mengukur keberanian dan integritas. Lebih lanjut Ade, menjaga independensi bukan pilihan, melainkan kewajiban moral. Sebab ketika isi perut menjadi alasan untuk membungkam nurani, profesi jurnalis tak lagi menjadi penjaga kebenaran. Melainkan sekadar pelayan kepentingan.

Ade juga menyampaikan kepada masyarakat luas, "dibalik profesi kami, masih ada rekan kami yang punya hati nurani. Untuk menyuarakan kebenaran," Tutupnya.

Sumber Resmi : Divisi Humas KJJT

Alumni Akpol 90 Hadirkan Pasar Murah di Pedurungan, Warga Antusias Nikmati Harga Bersahabat

SEMARANG || jejakindonesia.id - Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata melanjutkan rangkaian bakti sosialnya dengan menggelar pasar murah di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Bulog untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Rombongan Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, SH, MHum, MSi, MM disambut hangat oleh Karo SDM Polda Jateng Kombes Pol Noviana Tursanurohmad bersama jajaran pejabat utama Polda Jateng. Kehadiran pasar murah tersebut diharapkan meringankan beban warga di tengah harga bahan pokok yang terus meningkat.

Berbagai kebutuhan pangan dijual dengan harga di bawah pasaran, di antaranya 600 kilogram telur Rp23 ribu/kg, 500 kilogram gula pasir Rp15 ribu/kg, 300 kilogram tepung Rp10 ribu/kg, 2.000 liter minyak goreng Rp15 ribu/liter, serta 8 ton beras SPHP dengan harga Rp55 ribu per kantong 5 kilogram.

Bu Anis, warga Kelurahan Palebon, mengaku senang bisa berbelanja di pasar murah tersebut. “Saya beli beras dua kantong, minyak dua liter, dan telur satu kilo. Harganya lebih murah daripada di pasaran, makanya saya langsung datang begitu tahu ada pasar murah di sini,” tuturnya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Alumni Akpol 90 dalam mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat kedekatan antara Polri dan warga.

Wakapolri Beri Perhatian Khusus Kepada Biarawati dan Lansia Saat Bakti Sosial di Polsek Genuk

SEMARANG || jejakindonesia.id – Dalam rangkaian bakti sosial Alumni Akpol Angkatan 1990 Batalyon Dhira Brata di Mapolsek Genuk, Kota Semarang, Sabtu (23/8/2025), Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., memberikan perhatian khusus kepada para biarawati dan lansia dari Panti Wreda Griya Tyas Dalem.

Suasana haru tercipta ketika Wakapolri secara pribadi menyambut kedatangan para lansia yang didampingi para biarawati pengelola panti. Dengan penuh kelembutan, beliau menyerahkan bantuan sosial sebagai wujud perhatian Polri kepada biarawati yang telah merawat para lansia di Griya Tyas Dalem.

"Dedikasi Ibu-Ibu Suster dalam merawat para lansia adalah teladan nyata kasih kemanusiaan," ujar Wakapolri dengan penuh penghargaan.

Menanggapi perhatian ini, Suster Sebastiana HK menyampaikan ucapan terima kasih: "Bapak Wakapolri beserta rombongan. Kami menghaturkan terima kasih untuk perhatian dan berkat-Nya yang kami terima hari ini 23 Agustus 2025 berupa bantuan dana dan sembako serta sambutan dan pelayanan yang luar biasa kepada kami keluarga Panti Wredha Griya Tyas Dalem."

Sebanyak 220 paket sembako disalurkan kepada enam lembaga sosial, termasuk Panti Wreda Griya Tyas Dalem yang dikelola para biarawati. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakapolri kepada perwakilan biarawati yang telah mendedikasikan hidupnya merawat para lansia terlantar.

Suster Sebastiana biarawati senior dari Panti Wreda Griya Tyas Dalem mengungkapkan rasa syukur, "Ini adalah berkat yang tidak terduga. Bantuan ini sangat berarti untuk operasional harian kami dalam merawat para lansia yang sebagian besar adalah kaum dhuafa."

Tidak hanya bantuan materi, 200 warga termasuk para lansia juga mendapatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan. Wakapolri dengan sabar mendampingi para lansia yang menjalani pemeriksaan kesehatan, sambil terus memberikan semangat.

"Pelayanan kami untuk semua masyarakat tanpa memandang latar belakang. Seperti yang selalu kami tegaskan, Polri hadir untuk seluruh rakyat Indonesia," tegas Wakapolri sambil memegang tangan seorang lansia yang sedang memeriksakan kesehatannya secara gratis yang diadakan Polri.

Suster Sebastiana HK menambahkan doa dan harapan: "Semoga Bapak Wakapolri beserta jajarannya tetap diberi kesehatan, berkat melimpah dan dapat melayani dan pengayom masyarakat dimanapun berada, sukses selalu Dirgahayu Alumni Akpol ke-35 Angkatan 90 dan 80 tahun RI."

Kehadiran para lansia dan biarawati dalam acara ini menjadi simbol nyata komitmen Polri dalam memberikan perhatian kepada kelompok rentan dan termarjinalkan. Wakapolri berjanji akan terus memantau perkembangan dan kebutuhan Griya Tyas Dalem.

"Kepedulian kami tidak berhenti hari ini. Kami akan terus mendampingi perjuangan para biarawati dan lansia yang merupakan bagian berharga dari masyarakat kita," pungkas Wakapolri di akhir kunjungan.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para biarawati untuk keselamatan bangsa dan keutuhan NKRI, memperlihatkan harmoni yang indah antara unsur keamanan dan masyarakat dalam membangun Indonesia yang lebih humanis.

Irjen Pol. Raden Eko Wahyu Prasetyo Tinggalkan Gorontalo, Kapolda Bersama Pejabat Utama Iringi Hingga Bandara

Gorontalo, Jejak - Indonesia.id |  Suasana penuh haru mewarnai keberangkatan mantan Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Raden Eko Wahyu Prasetyo, S.H., bersama Ny. Wiraksi Eko, yang dilepas secara langsung oleh Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.Si., di Bandara Djalaluddin Gorontalo, Minggu (24/08/2025).

Dalam kesempatan itu, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo bersama para Pejabat Utama menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam atas kepemimpinan Irjen Pol. Drs. Raden Eko Wahyu Prasetyo selama bertugas di Gorontalo.

“Beliau adalah sosok pemimpin yang bijaksana dan penuh keteladanan. Seluruh jajaran Polda Gorontalo merasa bangga pernah dipimpin oleh beliau. Kami mendoakan semoga beliau beserta keluarga selalu diberikan kesehatan,” ungkap Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro, S.I.K., M.T.

Tampak di lokasi beberapa pejabat daerah dan tokoh masyarakat juga hadir di bandara untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Kapolda yang dikenal dekat dengan masyarakat tersebut.

Prosesi pelepasan berlangsung dengan khidmat. Setelah bersalaman dengan seluruh Pejabat, Irjen Pol. Raden Eko Wahyu Prasetyo bersama Ibu kemudian menuju ruang tunggu keberangkatan.

Keberangkatan ini menjadi penutup rangkaian kegiatan Welcome and Farewell Parade yang sebelumnya digelar di Mapolda Gorontalo, sebagai bentuk penghormatan atas pergantian tongkat estafet kepemimpinan Kapolda Gorontalo. (red)

error: Content is protected !!