We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2025

Peluncuran Dapur Makan Bergizi Gratis di Wringinpitu, Wujud Sinergi Dukung Gizi Anak Bangsa

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan dengan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wringinpitu di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini menandai dimulainya sinergi antara berbagai pihak untuk memastikan akses gizi yang baik bagi anak-anak di daerah tersebut. Senin (25/08/2025)

Acara peluncuran yang berlangsung di Jl. Masjid Dusun Ringinasri dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Yayasan Barokah Sinergi Terpadu, Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Plt. Camat Tegaldlimo, Kapolsek Tegaldlimo, Korwilker Satdik, serta perangkat desa dan tokoh agama setempat. Setelah seremoni pemotongan pita, distribusi awal makanan bergizi langsung dilakukan kepada siswa-siswi di SMA Negeri 1 Tegaldlimo.

Sudarsono, S.T., Ketua Yayasan Barokah Sinergi Terpadu, “Program ini adalah langkah nyata dari komitmen kami untuk berkontribusi pada kesehatan dan masa depan generasi muda. Dengan adanya Dapur MBG ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban orang tua dan memastikan setiap anak bisa mendapatkan nutrisi yang layak untuk mendukung proses belajar mereka. Kami mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam program ini demi keberlanjutan manfaatnya.” Ujarnya.

Peltu Harun Rofiq, Bati Tuud Danramil 0825/09 Tegaldlimo, “Kami dari pihak TNI sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif mulia ini. Kesehatan dan gizi yang baik adalah fondasi penting bagi ketahanan nasional. Program ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk menciptakan generasi penerus yang kuat, sehat, dan cerdas. Semoga sinergi antara yayasan, pemerintah, dan masyarakat terus terjalin untuk kesejahteraan bersama.” Ucapnya.

Wasito, Kepala Desa Wringinpitu, “Atas nama pemerintah dan seluruh warga Desa Wringinpitu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Barokah Sinergi Terpadu. Program Makan Bergizi Gratis ini bukan hanya sekadar pembagian makanan, tetapi juga wujud kepedulian yang sangat berharga bagi warga kami. Kami siap mendukung kelancaran program ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya anak-anak kita.” Tandasnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Barokah Sinergi Terpadu dan pihak sekolah, oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tegaldlimo, H.M. Nursyukroini, S.Pd., M.Pd. dan Ketua Yayasan Barokah Sinergi Terpadu, Sudarsono, S.T., Hal ini menjadi simbol komitmen bersama untuk keberlanjutan program dalam menjamin akses gizi yang merata. Dengan adanya program ini, diharapkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Banyuwangi, khususnya Kecamatan Tegaldlimo, dapat terus meningkat. Tutup (Bangun.09)

Kasus Hanania, Klinik Siaga Medika Porong Sampaikan Klarifikasi Resmi

SIDOARJO || jejakindonesia.id – Menyusul pemberitaan mengenai dugaan kelalaian medis dalam perawatan balita Hanania, pihak Klinik Siaga Medika memberikan klarifikasi resmi. Manajemen klinik menegaskan bahwa prosedur medis sudah dijalankan sesuai standar kedokteran sejak pasien pertama kali masuk.

Dokter E, yang menangani langsung Hanania, menjelaskan bahwa pasien masuk pada 30 Mei 2025 dengan keluhan demam tinggi mencapai 39,2 derajat Celcius. Hasil pemeriksaan laboratorium awal menunjukkan kondisi darah masih normal sehingga diagnosis awal lebih mengarah ke tifus dan belum mengindikasikan demam berdarah.

“Pada hari kedua hingga keempat kondisi pasien sempat membaik dan keluarga bahkan meminta pulang. Namun kami sarankan observasi tambahan. Kondisi baru memburuk pada hari kelima, dengan kejang dan penurunan kesadaran. Pemeriksaan ulang menunjukkan penurunan trombosit signifikan sehingga pasien dirujuk ke RSUD Sidoarjo,” jelas dr. E.

Terkait biaya, pihak klinik menyebut keluarga pasien awalnya menjalani perawatan mandiri karena status BPJS tidak aktif. Total tagihan mencapai Rp3.020.000, namun klinik memberi kelonggaran pembayaran. “Kami tidak pernah menghalangi rujukan meski biaya belum lunas. Bahkan, setelah mediasi dengan pihak desa dan LBH, seluruh biaya akhirnya kami bebaskan,” tegas Nina, Direktur Klinik Siaga Medika.

Sementara itu, Afandi, owner klinik, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Hanania. “Kami turut berempati kepada keluarga dan siap memberikan keterangan tambahan kepada pihak terkait demi kejelasan informasi.”

Dari pihak keluarga, ibu korban, Siti Nuraini, menyampaikan bahwa mereka tetap akan memperjuangkan keadilan bagi putrinya. “Kami ingin mendapat kepastian tentang penyebab meninggalnya putri kami. Kami juga berharap ada perhatian dari pemerintah,” ungkapnya dengan wajah menahan tangis. Ia menambahkan, keluarga akan berusaha memohon audiensi langsung dengan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Indayana, guna meminta pendampingan dan bantuan mendapatkan keadilan.

Di sisi lain, awak media juga mencoba meminta tanggapan dari pemerintah desa setempat. Namun Nurhadi, Kepala Desa Candi Pari, mengatakan masih akan menunggu waktu. “Saya masih banyak kegiatan hari ini, ingin bersama keluarga dulu. Besok, Senin, baru saya bisa memberikan pernyataan,” ujarnya.
(Redho)

Bagikan Buku dan Alat Tulis Satgas Yonif 521/DY Untuk Anak Papua Cerdas di Distrik Napua 

Jaya wijaya || jejakindonesia - Keceriaan tampak menyelimuti wajah anak-anak ketika mereka pulang sekolah dan mendapati personel TNI Satgas Yonif 521/DY di depan Pos Napua, Distrik Napua, Kab. Jayawijaya, Papua Pegunungan (25/08/2025), dengan membawa kejutan Untuk menghibur sekaligus mengedukasi dan memberikan kuis menarik yang disambut antusias oleh anak-anak.

Danpos Napua Lettu Inf Suratno, Kegiatan ini dimulai ketika anak-anak pulang sekolah di saat melintas di depan pos Napua, Satgas Yonif 521/DY kemudian memberikan pertanyaan seputar wawasan kebangsaan, Pancasila, dan pengetahuan umum.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan motivasi untuk anak-anak di pedalaman."Ini cara kami mendekatkan diri dengan anak-anak sekaligus menanamkan nilai kebangsaan sejak dini”.

Suasana semakin meriah ketika anak-anak berebut untuk maju menjawab. Tawa dan sorak sorai terdengar setiap kali ada jawaban benar. Bahkan yang belum berhasil tetap tersenyum gembira karena semua mendapat kesempatan dan pulang dengan membawa hadiah kecil dari Satgas.

Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E,M.I.P Dansatgas Yonif 521/DY, TNI secara rutin melakukan pembagian buku dan alat tulis kepada anak-anak di Papua melalui program *"Anak Papua Cerdas"* ini bertujuan memastikan anak-anak Papua memiliki akses yang memadai terhadap bahan bacaan dan perlengkapan sekolah. Program ini juga merupakan bagian dari upaya TNI “Semoga anak-anak semakin semangat sekolah dan terus berprestasi dan sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda dan bentuk kepedulian dan motivasi untuk mengatasi keterbatasan sarana pendidikan, meningkatkan minat belajar, serta literasi anak-ana di pedalaman Papua.

*Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)*

Pelaku Tambang Ilegal didaerah Megalitikum Sulteng, Orang Tak Beruntung

Sulawesi || jejakindonesia.id - Kawasan Lembah Bada di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, resmi mendapat sorotan internasional setelah UNESCO mencatat situs ini sebagai salah satu kawasan budaya dengan lebih dari 1.000 peninggalan megalitik. Penemuan ini menempatkan Lembah Bada sejajar dengan peradaban besar dunia, termasuk kerajaan-kerajaan Yunani kuno.

Terletak di dalam Taman Nasional Lore Lindu, Lembah Bada dikenal luas sebagai “Negeri Seribu Megalit”. Ribuan arca batu antropomorfik dan zoomorfik, kalamba (kubur batu), serta wati baula tersebar di berbagai titik lembah. Di antara temuan itu, Patung Palindo menjadi ikon utama dengan ekspresi wajah tersenyum, sehingga dijuluki “Sang Penghibur”.

Hingga kini, siapa pembuat patung-patung tersebut dan tujuan pembangunannya masih menjadi misteri besar. Sejumlah arkeolog memperkirakan peninggalan ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu, bahkan sezaman dengan puncak kejayaan kerajaan-kerajaan besar dunia.

Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN), Agus Flores, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dunia terhadap Lembah Bada. Ia menegaskan bahwa keberadaan situs ini adalah bukti kejayaan peradaban Nusantara yang harus dijaga bersama:

“Ini adalah warisan dunia yang berada di tanah kita sendiri. Jangan sampai kekayaan budaya ini hilang atau terabaikan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, media, dan masyarakat harus bersinergi untuk melindungi, meneliti, dan mempromosikan Lembah Bada. Nusantara memiliki peradaban setara dengan dunia Barat, dan Lembah Bada adalah buktinya,” tegas Agus Flores.

PW.FRN juga menyatakan kesiapan untuk menjadi garda terdepan dalam menyuarakan perlindungan warisan budaya Indonesia, termasuk mendorong percepatan penetapan Lembah Bada sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Dengan kekayaan arkeologi yang masih menyimpan banyak misteri, Lembah Bada berpotensi menjadi pusat perhatian peneliti internasional sekaligus destinasi wisata budaya kelas dunia.

Diakhiri Pembicaraannya, Jangan Warisan Sejarah dirusakin dengan Manusia Tak Beruntung.

" Manusia Tak Beruntung Itu Yang Merusak Alam Cakar Budaya Megalitikum," tegas.

Wakapolri Buka Lemdiklat Literation Expo 2025, Dorong Penguatan Literasi dan SDM Polri

JAKARTA || jejakindonesia.id – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, secara resmi membuka Lemdiklat Literation Expo 2025 yang digelar di Balai Budaya Jakarta, Senin (25/8/2025). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Lemdiklat Polri dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan lembaga pendidikan Polri.

Dalam keterangannya, Wakapolri menegaskan bahwa Literation Expo 2025 bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Polri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, informasi, dan tuntutan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud dari Lemdiklat Polri untuk penguatan literasi di seluruh lembaga pendidikan yang ada di Polri, dalam rangka mewujudkan SDM yang lebih bisa beradaptasi dengan teknologi, kecepatan informasi, serta penguatan karakter personel Polri,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Pada Literation Expo 2025 ini, Lemdiklat Polri menampilkan sekitar 50 ribu produk buku. Seluruh buku tersebut tidak hanya tersedia dalam bentuk cetak, tetapi juga telah didigitalisasi agar dapat diakses dengan mudah oleh seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Lemdiklat Polri.

“Selain produk buku fisik, semuanya juga dimasukkan ke dalam bentuk digital yang mudah diakses oleh siapa saja di seluruh lembaga pendidikan Lemdiklat Polri. Ada juga produk-produk inovasi lainnya yang terintegrasi dengan lembaga pendidikan,” jelas Wakapolri.

Komjen Dedi juga menyoroti hasil riset UNESCO yang menunjukkan bahwa tingkat literasi Indonesia masih rendah. Dari 208 negara, Indonesia menempati peringkat 100, berada di bawah Filipina, Brunei, Malaysia, dan Singapura. Menurutnya, Literation Expo ini merupakan bagian dari Gerakan Literasi Nasional yang dicanangkan pemerintah dan harus terus berkelanjutan.

“Oleh karena itu, Literation Expo ini merupakan upaya Polri mendukung gerakan literasi nasional agar kesadaran membaca di masyarakat terus meningkat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Polri juga memberikan reward kepada kepala-kepala lembaga pendidikan yang dinilai berkontribusi signifikan dalam memperkuat literasi di lingkungan Lemdiklat Polri. Wakapolri pun menyampaikan apresiasi dari Kapolri kepada seluruh jajaran penyelenggara kegiatan.

“Kami ucapkan terima kasih dari Bapak Kapolri dan apresiasi kepada Kalemdiklat Polri bersama seluruh jajaran atas penyelenggaraan kegiatan ini,” pungkasnya.

error: Content is protected !!