We're open Closes at 5:00 pm

Tahun: 2025

Proyek Jalan ‘Siluman’ di Rajeg Asri: Tanpa Transparansi, Tanpa Kualitas

Tangerang || jejakimdonesia.id - Jalan lingkungan perumahan Rajeg asri RT 08 RW 01, Kecamatan rajeg, Kabupaten Tangerang, tiba-tiba “naik kelas”. Bukan karena kualitasnya membaik, melainkan karena paving blok lama ditimpa begitu saja dengan paving baru.

Praktik tambal-sulam seala kadarnya ini bikin geleng-geleng kepala, proyek atau sekadar formalitas menghabiskan anggaran?

Pantauan awak media di lokasi, pekerjaan dilakukan dengan cara instan,paving lama tak dibongkar, langsung ditindih paving baru. Hasilnya, permukaan jalan memang terlihat rapi sesaat, tapi secara teknis justru berpotensi menimbulkan masalah.

Drainase terancam mampet, air bisa menggenang, dan paving mudah ambles karena dasar lama tidak rata.

Lebih aneh lagi, proyek ini berjalan tanpa Papan Informasi Proyek (PIP). Artinya,tak tahu siapa pelaksana, berapa anggarannya, atau dari mana sumber dananya.

Praktik tanpa transparansi ini kerap disebut publik sebagai “proyek siluman” ada bangunan, tapi tak jelas siapa tuannya.

Ia menegaskan, pemasangan paving block yang benar harus melalui pembongkaran lapisan lama, perbaikan dasar, hingga pemadatan ulang. Tanpa itu semua, pola kuncian antar paving (interlock) tak akan berfungsi, sehingga jalan hanya menunggu waktu untuk retak dan bergeser.

Situasi ini menguatkan dugaan bahwa pekerjaan hanyalah upaya “mark-up” jalan. Bukan peningkatan kualitas, melainkan sekadar menutupi kerusakan lama dengan kemasan baru. Jalan memang tampak kinclong, tapi daya tahannya dipertanyakan.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pelaksana dan dinas terkait tidak dapat dikonfirmasi. Publik pun hanya bisa menebak-nebak, apakah ini proyek serius atau sekadar “seni menata paving blok dengan gaya instan”?

Danrem 132/Tdl Brigjen TNI Deni Gunawan Tegaskan Babinsa Hadir dengan Hati untuk Rakyat

LUWUK || jejakindonesia.id - Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan, S.E., dampingi Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Suhardi melaksanakan kunjungan kerja ke Kodim 1308/Luwuk Banggai, Senin (25/8/2025).

Dalam kunjungannya, Danrem 132/Tdl mendampingi Pangdam XIII/Mdk memberikan pengarahan kepada prajurit Kodim 1308/LB, Balak Aju, Kipan C Yonif 714, serta Persit.

Dalam arahan Pangdam XIII/Mdk menyampaikan apresiasi atas kinerja prajurit di wilayah serta menekankan keberadaan Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD.

“Babinsa adalah garda terdepan TNI AD. Saya bangga dan berterima kasih atas dedikasi seluruh prajurit yang senantiasa hadir bersama rakyat,” ujar Pangdam.

Ucapan itu bukan sekadar formalitas. Di pelosok desa hingga sudut kampung, Babinsa memang dikenal sebagai wajah TNI yang paling dekat dengan rakyat. Mereka hadir saat petani membutuhkan bantuan, ketika masyarakat menghadapi bencana, bahkan dalam urusan sederhana seperti gotong royong membangun fasilitas umum.

Lebih lanjut, Pangdam mengingatkan seluruh prajurit dan Persit agar bijak dalam menggunakan media sosial serta menjauhi pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik pribadi maupun satuan.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Jangan sampai merugikan diri sendiri maupun institusi. Saya juga menekankan agar prajurit tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun,” tegasnya.

Pangdam menyebutkan bahwa kunjungan ini menjadi yang terakhir sebelum Kodam Palaka Wira resmi beroperasi. Ia juga menyampaikan pesan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

“Pesan Bapak Presiden, jika kita tidak bisa membantu banyak orang, paling tidak bantulah satu orang di sekitar kita. Dan jika tidak bisa membantu, minimal jangan buat masalah,” pungkas Mayjen TNI Suhardi.

Danrem 132/Tdl Brigjen TNI Deni Gunawan, S.E., menambahkan bahwa Korem 132/Tdl berkomitmen memperkuat peran Babinsa dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Babinsa harus hadir dengan hati yang tulus, menjadi solusi, dan memberikan rasa aman bagi rakyat. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat akan terus kita jaga demi Sulawesi Tengah yang aman dan damai,” tegas Danrem.

Turut mendampingi, Ketua Persit KCK Daerah XIII/Merdeka Ny. Evi Suhardi., Ketua Persit Koorcab Rem 132 PD XIII/Merdeka Ny. Inggrid Deni Gunawan., Asops Kasdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Elvino Yudha Kurniawan., Aslog Kasdam XIII/Merdeka Kolonel Arh Sri Rusyono S., Kasiops Korem 132/Tadulako Kolonel Inf Boby MSD.

(Penrem_132).

Divhumas Polri Gelar Gerakan Pangan Murah 2025, Tekan Harga dan Ringankan Beban Masyarakat

JAKARTA || jejakindonesia.id – Divisi Humas Polri menggelar Gerakan Pangan Murah 2025 bekerja sama dengan Perum Bulog yang berlangsung di Lapangan Apel Divhumas Polri, Senin (25/8/2025). Kegiatan ini merupakan salah satu langkah konkret Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan membantu meringankan beban masyarakat.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini Divhumas Polri melalui Koperasi Humas menyalurkan empat komoditas utama dengan harga terjangkau.

“Pada Gerakan Pangan Murah kali ini, kami menyediakan paket pangan murah yang berisi empat komoditas utama, yaitu beras 10 kg seharga Rp110.000, terigu Rp11.000, gula Rp17.500, dan minyak goreng Rp18.500. Jadi total paket hanya Rp157.000,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo saat memberikan keterangan kepada media.

Lebih lanjut, Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya ditujukan bagi masyarakat, tetapi juga bagi rekan-rekan media serta anggota Polri di lingkungan Divhumas. Upaya ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dan mendukung ketersediaan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Divisi Humas Polri melalui Koperasi Humas bekerja sama dengan Bulog dalam mendistribusikan paket pangan murah ini. Harapannya, masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari apa yang dilakukan Polri, sebagai bentuk pengabdian dan kehadiran Polri yang bermanfaat,” jelasnya.

Gerakan Pangan Murah ini menjadi bukti keseriusan Polri dalam ikut menjaga stabilitas harga bahan pokok serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi dan menjaga ketersediaan pangan.

“Tentunya, kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya untuk menjaga stabilitas harga pangan,” tutup Brigjen Pol Trunoyudo.

Momen Agustusan, Bupati Ipuk Gelar Lomba-lomba Bareng Warga di CFD

BANYUWANGI || jejakindonesia.id  – Memeriahkan HUT ke 80 RI, Pemkab Banyuwangi menggelar berbagai lomba khas Agustusan yang berlangsung di area CFD Jl. A. Yani pada Minggu pagi (24/8/2025). Acara ini ramai diikuti ribuan warga dari penjuru Banyuwangi.

Acara yang dikemas dalam Gebyar Merah Putih tersebut berlangsung meriah. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang juga diikuti langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Selanjutnya digelar aneka lomba seperti makan kerupuk, balap karung, panco, bola voli, push bike dan sepatu roda.

Pekikan semangat hingga canda tawa terdengar riuh membuat acara berlangsung semarak. Semua orang berbaur dan tampak antusias memenangkan lomba-lomba.

“Ini adalah ajang silaturahmi dan memupuk kebersamaan. Semua berbaur ikut lomba,” kata Ipuk.

Tidak hanya menggelar lomba, Ipuk juga menggelar dialog terbuka dengan warga. Warga diberi kesempatan untuk mengeluarkan uneg-unegnya secara langsung ke Bu Ipuk.

Usai dialog, Ipuk langsung turut menyemangati para peserta lomba. Warga terlihat antusias mengikuti lomba. Seperti halnya Meitha, yang terlihat berdandan atraktif mengenakan kebaya.

"Ikut lomba makan krupuk bareng teman-teman yang lain. Sudah janjian kita ber-delapan ketemu di sini untuk ikut lomba," kata dia.

Tidak ketinggalan, Ipuk juga ikut dua lomba yakni lomba panco dan makan kerupuk. Di lomba makan kerupuk, Ipuk menjadi juaranya.

“Semuanya harus bergembira dan terus kompak,” kata Ipuk.

Pemkab juga menyediakan puluhan doorprize menarik. Mulai dari sepeda listrik, kulkas, hingga aneka sembako.

Event ini menjadi kesempatan bagi para pelapak UMKM yang menjajakan kulinernya di sana. Ratusan UMKM kuliner ramai diserbu warga.

“Alhamdulillah, dagangan saya habis lebih cepat. Hari ini pengunjung yang datang di CFD memang sangat ramai,” kata Dyah yang menjual aneka dimsum.

Selain Gebyar Merah Putih, peringatan HUT RI ke-80 di Banyuwangi juga dimeriahkan dengan berbagai event atraktif. Mulai

Curhat Bu Ipuk”, Ruang Dialog Cari Solusi Persoalan Warga Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani membuka ruang dialog bersama warga dalam program "Curhat Bu Ipuk". Program ini memberikan kesempatan kepada warga untuk bertatap muka dan mencurahkan persoalan yang dihadapi pada Bupati Ipuk, untuk dicarikan solusi bersama.

"Selama ini Pemkab Banyuwangi memiliki kanal pengaduan masyarakat. Namun di program ini saya mengajak seluruh kepala dinas, ingin bertatap muka langsung untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga, sehingga bisa langsung kita carikan solusinya bersama-sama," kata Ipuk.

Seperti saat Community & Food Day (CFD) di Jalan A. Yani, Minggu (24/8/2025) pagi. Ipuk bersama Wakil Bupati Mujiono dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), duduk lesehan bersama puluhan warga.

Sejumlah warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.

Seperti Subawati, warga Kelurahan Pakis, yang sehari-hari berjualan lauk pauk keliling dengan sepeda. Ia bercerita suaminya sudah tujuh tahun tidak bekerja karena sakit.

Sejak itu, Subawati harus memikul tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga. Sementara, ia masih memiliki anak yang baru memasuki bangku SMKN Banyuwangi dan membutuhkan biaya pendidikan.

Subawati meminta dukungan pemerintah. Ia berharap mendapat bantuan pendidikan bagi anaknya, sekaligus bantuan alat usaha untuk menunjang dagangan sehari-hari.

"Suami saya sakit stroke sudah tujuh tahun. Anak saya juga masih sekolah. Saya mohon bisa dibantu beasiswa untuk sekolah anak saya dan bantuan usaha untuk mendongkrak usaha kami ibu Bupati," kata Subawati.

Mendengar hal itu, Ipuk langsung meminta dinas terkait menindaklanjuti dengan mendata dan mendatangi rumah Ibu Subawati, untuk diberikan bantuan pendidikan atau bantuan sosial lainnya.

Ipuk juga meminta agar Ibu Subawati mendapatkan bantuan melalui program Kanggo Riko, yang merupakan bantuan modal usaha terutama untuk perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

"Insya Allah ada solusi. Ibu tidak sendiri, tetap semangat ngih bu," kata Ipuk menguatkan.

Ada pula Ibu Hatiningsih yang curhat ingin menyekolahkan anaknya yang berkebutuhan khusus di sekolah negeri.

"Anak saya berkebutuhan khusus, dan sekarang sudah kelas 6 SD. Apakah nanti SMP-nya bisa di sekolah negeri?" harap Ningsih.

"Anak ibu bisa masuk ke SMP Negeri. Karena Banyuwangi telah menerapkan sekolah inklusi, jadi anak berkebutuhan khusus bisa masuk ke sekolah negeri," tegas Ipuk.

Di akhir pertemuan, Ipuk menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Banyuwangi yang telah menyampaikan aspirasinya. Ipuk mengatakan, program ini nantinya akan dilakukan berkala.

"Terima kasih kepada warga yang sudah menyampaikan aspirasinya, ini sangat berharga bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan," tambah Ipuk

error: Content is protected !!