Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

YONIF 123/RAJAWALI, Pos Suator Laksanakan Layanan Kesehatan Door to Door untuk Masyarakat Distrik Suator

ASMAT || jejakindonesia.id- Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan dengan metode door to door atau kunjungan langsung ke rumah-rumah masyarakat di Distrik Suator, Kab. Asmat, Prov. Papua Selatan, Rabu (3/9/2025).

Dalam kegiatan tersebut, prajurit Satgas bersama anggota kesehatan pos memberikan pemeriksaan seperti pengecekan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, masyarakat juga memperoleh informasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekitar guna menghindari terjangkit penyakit malaria, yang disadari bahwasanya daerah Distrik Suator ada daerah endemis Malaria.

Danpos Suator, Lettu Inf Ariel S Naibaho menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian TNI terhadap kesehatan masyarakat di wilayah Suator. “Melalui pendekatan door to door, khususnya di Distrik Suator, kami ingin memastikan warga yang tinggal di wilayah Suator dan sekitarnya tetap memperoleh layanan kesehatan secara langsung,” ujarnya.

Masyarakat Suator menyambut positif kegiatan tersebut. Sejumlah warga mengaku merasa sangat terbantu karena tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan. “Kami senang sekali ada pemeriksaan langsung di rumah. Ini sangat membantu kami,” ungkap salah satu warga.

Satgas Pamtas RI-PNG terkhusus di Distrik Suator berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala, agar kesehatan masyarakat di Distrik Suator dan wilayah sekitarnya tetap terjaga, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dengan rakyat.

Bangun Sinergi, PW Fast Respon Bersama Kadisdik Ratno Bahas Program Pendidikan

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pengurus Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) DPC Banyuwangi melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Ratno, pada Rabu (3/9/25). Pertemuan ini berlangsung di ruang dinas pendidikan dengan suasana akrab dan penuh kehangatan.

Dalam agenda tersebut hadir Ketua Harian PW FRN DPC Banyuwangi, Buang Hadi Sucipto, yang didampingi oleh Idham Holid dan Joko Wiyono. Kehadiran jajaran PW FRN ini bertujuan mempererat komunikasi sekaligus menjajaki sinergi antara insan pers dengan dunia pendidikan.

Ketua PW Fast Respon DPC Banyuwangi Agus Samiaji, Melalui ketua harian Buang Hadi Sucipto menyampaikan bahwa PW FRN Banyuwangi berkomitmen mendukung program pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan. “Kami siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk ikut serta dalam memberikan edukasi positif kepada masyarakat, sekaligus mengawal kebijakan yang berpihak pada kemajuan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Ratno, menyambut baik audiensi ini. Ia berharap kehadiran PW FRN dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyebarluasan informasi yang benar, membangun komunikasi publik yang sehat, serta menjadi mitra strategis dalam mendorong kualitas pendidikan di Banyuwangi.

“Sinergi dengan media dan organisasi seperti PW FRN sangat penting. Kami berharap kerja sama ini bisa menjadi wadah kolaborasi untuk kemajuan pendidikan di Banyuwangi,” ungkap Ratno.

Lebih lanjut, audiensi ini ditutup dengan harapan bersama agar PW FRN dan Dinas Pendidikan dapat terus membangun kolaborasi yang konstruktif, sehingga dunia pendidikan di Bumi Blambangan semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.

Sumber: PW Fast Respon DPC Banyuwangi.

Redaksi.

Mahasiswa Lintas Organisasi Cipayung Plus Audensi, Forkopimda Kompak Hadir di DPRD Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Forum lintas organisasi kemahasiswaan Cipayung Plus yang terdiri dari GMNI, HMI, PMII, dan IMM menggelar audensi bersama DPRD Kabupaten Banyuwangi pada Rabu (3/9/2025).

Audiensi ini berlangsung di tengah situasi Banyuwangi yang ramai dengan isu sosial dan politik dalam beberapa hari terakhir. Hadir lengkap jajaran Forkopimda, mulai dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Banyuwangi, Dandim 0825, Danlanal, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, serta unsur legislatif lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan 14 tuntutan yang di antaranya terkait pembatasan periodisasi DPR, penghapusan tunjangan pejabat, serta desakan agar elit politik mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Perwakilan Cipayung Plus menyampaikan bahwa sikap ini merupakan bentuk kontrol mahasiswa sebagai mitra kritis dan jembatan aspirasi rakyat.

“Kami tidak bergerak karena takut, melainkan karena ini cara-cara intelektual. Kami bersepakat menjaga Banyuwangi dengan semangat intelektual agar tidak ada lagi korban di masa depan. Kami menuntut para elit segera mengambil kebijakan tegas demi persatuan, bukan terjebak pada egosentrisme politik,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut baik aspirasi mahasiswa dan menekankan pentingnya menjaga kondusivitas Banyuwangi.

“Kami terbuka menerima masukan dari adik-adik mahasiswa. Mari bersama-sama menjaga Banyuwangi tetap aman dan kondusif,” ucapnya.

Lebih lanjut, audiensi yang berjalan hangat ini diharapkan menjadi langkah nyata sinergi mahasiswa, DPRD, pemerintah, dan Forkopimda dalam memperkuat demokrasi serta mendorong kehidupan masyarakat Banyuwangi yang lebih baik.

(RED)

Gresik aman dan kondusif, Polsek Cerme Gaungkan Pesan Kamtibmas Lewat Turnamen Catur

GRESIK || jejakindonesia.id - Upaya mencegah aksi-aksi negatif di tengah masyarakat terus dilakukan Polsek Cerme, Polres Gresik, dengan cara yang kreatif dan humanis. Melalui turnamen catur bertajuk Kapolsek Cup, polisi setempat mengajak warga menyalurkan energi positif sekaligus mempererat kebersamaan.

Turnamen ini berlangsung di Mapolsek Cerme selama tiga hari, mulai Minggu (31/8/2025) hingga Selasa (2/9/2025) masih berlangsung dan diikuti puluhan peserta yang tergabung dalam Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Kecamatan Cerme. Suasana kompetitif namun penuh keakraban terasa sejak awal pertandingan.

Kapolsek Cerme, Iptu Andik Asworo, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar adu strategi di atas papan catur, tetapi juga sarana membangun komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat.

“Lomba ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, khususnya di sekitar Mapolsek. Dengan kegiatan positif seperti ini, kami berharap tidak ada lagi warga yang terjerumus dalam tindakan merugikan,” ujar Iptu Andik.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga otak ini bisa menjadi alternatif kegiatan produktif bagi warga. Polsek Cerme pun berharap turnamen serupa dapat terus berlanjut agar kesadaran kolektif dalam menjaga ketertiban semakin tumbuh.

Acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat, mencerminkan keberhasilan pendekatan humanis yang dijalankan Polsek Cerme untuk menjaga kondusivitas wilayah.

(Redho)

Rapat Koordinasi Pemkab Banyuwangi Bahas Kisruh Plampangrejo: Pengunduran Diri Kades dan Dugaan Korupsi APBDes Disorot

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Sekretariat Daerah menggelar rapat koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan desa pada Rabu (3/9/2025) pagi. Agenda ini menjadi sorotan publik lantaran membahas dua persoalan krusial yang tengah membelit Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, yakni pengunduran diri kepala desa serta dugaan tindak pidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Undangan rapat tersebut diterbitkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Banyuwangi, M.Y. Bramuda, S.Sos., MBA., MM dengan tembusan kepada Plh. Sekretaris Daerah, Dr. Ir. H. Guntur Priambodo, MM. Surat bernomor 400.10.1/3727/429.114/2025 tertanggal 2 September 2025 itu ditujukan kepada Kabag Hukum Setda Banyuwangi, Plt. Camat Cluring, serta Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (ASKAB).

Secara khusus, Plt. Camat Cluring diminta menghadirkan Kepala Desa Plampangrejo, Yudi Wiyono, bersama jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kehadiran keduanya dipandang penting karena dua isu utama tengah menyita perhatian publik.

Pertama, status pengunduran diri Kepala Desa Plampangrejo yang hingga kini masih menggantung. Belum ada kejelasan mengenai mekanisme maupun tindak lanjut secara hukum dan administrasi.

Kedua, dugaan korupsi APBDes Plampangrejo yang tengah ditangani Unit Tipidkor Satreskrim Polresta Banyuwangi. Kasus ini diduga melibatkan penyalahgunaan anggaran yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Ketua ASKAB Banyuwangi, Budiharto, menegaskan bahwa pihaknya hadir dalam pertemuan tersebut sebatas pendampingan.

“Kami hadir untuk mendampingi, sekaligus memastikan agar persoalan di Plampangrejo dapat diselesaikan sesuai aturan,” ujarnya.

Dari hasil rapat tersebut, ada tiga poin yang menjadi fokus diskusi:
1. Penegasan terkait koordinasi desa dengan aliansi dan perangkat terkait.
2. Persoalan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) tahun 2024 yang hingga kini belum tuntas.
3. Proses Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang masih terus berjalan.

Budiharto mengungkapkan, bahwa hingga kini Kepala Desa Plampangrejo masih aktif berkantor. Menurutnya, tanggung jawab penyelesaian administrasi, khususnya terkait anggaran, tidak bisa dialihkan kepada pihak lain selama yang bersangkutan masih menjabat.

“Kalau memang ada indikasi penyimpangan tentu sangat disayangkan. Namun, terkait isu pengunduran diri, saya tidak mengetahui secara pasti. Yang jelas, bila benar terjadi, maka dampaknya bisa meluas ke desa lainnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar penyelesaian APBDes segera dituntaskan, sebab akan memengaruhi pengajuan anggaran tahun berikutnya. “Jika tidak selesai, yang dirugikan justru masyarakat. Karena itu saya berharap masyarakat bisa menyikapi masalah ini dengan bijak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Banyuwangi, Aang Muslimin Susiawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa hingga kini Pemkab masih dalam tahap pengkajian.

“Terkait pengunduran diri Kepala Desa Plampangrejo, sampai saat ini masih dalam kajian. Sedangkan untuk isu lain, silakan dikonfirmasi langsung ke Sekretaris DPMDes yang juga hadir dalam rapat,” jelasnya.

Rapat yang berlangsung sekitar dua setengah jam, mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, dihadiri jajaran pejabat Setda, ASKAB, serta perangkat desa. Agenda ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi antar pemangku kepentingan guna mencari solusi terbaik atas kekisruhan di Plampangrejo.

Meski belum ada keterangan resmi terkait hasil akhir rapat, namun kehadiran para pejabat daerah dan pihak desa dipandang sebagai langkah penting untuk memastikan proses penyelesaian berlangsung transparan, akuntabel, serta sesuai koridor hukum.

error: Content is protected !!