Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Ketum FRN Agus Flores Bahas Tambang Ilegal Bersama Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo

GORONGTALO || jejakindonesia.id – Rabu malam (03/09/2025) menjadi momentum penting bagi Provinsi Gorontalo. Bertempat di Café Restorasi, Jalan Prof. DR. Jhon Aryo Katili, Kelurahan Tapa, Kecamatan Sipatana, berlangsung pertemuan strategis antara Ketua Umum Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Opinion Polri, Agus Flores, SH., MH, dengan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Ir. Mikson Yapanto, didampingi tokoh politik sekaligus mantan Wakil Walikota Gorontalo, dr. Charles Budi Doku.

Isu utama yang menjadi sorotan adalah tambang ilegal di Gorontalo—sebuah persoalan lama yang terus berulang dan kini kian meresahkan.

Aktivitas pertambangan tanpa izin itu tidak hanya merugikan negara dengan potensi kebocoran pendapatan ratusan miliar rupiah setiap tahunnya, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat.

Agus Flores menegaskan bahwa FRN hadir untuk memperkuat fungsi kontrol publik sekaligus menjadi mitra Polri dalam memerangi kejahatan terorganisir.

“Tambang ilegal ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Ada mafia, ada jaringan, bahkan indikasi keterlibatan oknum tertentu. Ini harus diusut tuntas. FRN siap mengawal hingga ke pusat, sampai ada tindakan nyata,” tegas Agus Flores.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Ir. Mikson Yapanto, mengamini bahwa praktik tambang ilegal sudah berada pada level mengkhawatirkan. Ia menyinggung soal kerusakan hutan, pencemaran sungai, hingga longsor yang sewaktu-waktu bisa mengancam warga.

“Kita bicara tentang nyawa manusia. Ini bukan lagi sekadar ekonomi ilegal, tapi ancaman kemanusiaan. DPRD akan mendorong langkah konkret dan mendorong aparat segera bertindak,” ujarnya.

Lebih jauh, Mikson menambahkan bahwa Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo juga akan mengupayakan langkah ke Kementerian terkait untuk mempercepat penerbitan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Menurutnya, percepatan regulasi ini sangat penting agar masyarakat memiliki jalur legal dalam melakukan aktivitas tambang, sehingga tidak lagi terjerumus pada praktik ilegal.

“Dengan adanya WPR dan IPR, rakyat bisa bekerja secara sah, negara memperoleh pemasukan, dan lingkungan tetap terlindungi,” tegas Mikson.

Dalam kacamata dr. Charles Budi Doku, permasalahan tambang ilegal memiliki dimensi sosial-ekonomi yang kompleks. Banyak masyarakat kecil yang justru terjerat dalam sistem kerja tambang tanpa perlindungan.

“Negara tidak boleh sekadar represif. Harus ada solusi ekonomi alternatif agar warga tidak kehilangan penghidupan. Tapi hukum tetap harus ditegakkan tanpa kompromi,” jelasnya.

Dari hasil investigasi lapangan yang ikut dibahas dalam pertemuan tersebut, diketahui sejumlah titik tambang ilegal di Gorontalo diduga melibatkan jaringan kuat, mulai dari pelaku lokal hingga beking yang lebih besar.

Tidak jarang, operasi tambang berlangsung di kawasan rawan bencana dan hutan lindung yang seharusnya steril dari aktivitas eksploitasi.

Kesepakatan penting dari pertemuan ini adalah tindak lanjut ke tingkat penegakan hukum yang lebih tinggi.

Dalam waktu dekat, Mikson Yapanto dan Agus Flores akan bertemu dengan Kapolda Gorontalo sebagai langkah koordinasi awal.

Selanjutnya, masalah tambang ilegal ini akan dibawa ke Ranah Nasional dengan agenda pertemuan lanjutan bersama Kabareskrim di Mabes Polri, Jakarta.

Pertemuan bersejarah ini menegaskan bahwa Gorontalo sedang memasuki babak baru dalam perjuangan melawan tambang ilegal : sebuah sinergi antara tokoh masyarakat, lembaga legislatif, dan organisasi masyarakat yang berkomitmen mendorong penegakan hukum, melindungi lingkungan, serta menjamin keadilan bagi rakyat penambang.

Agus Flores Tak Main-main: 11 DPW PW.FRN Dicopot, Pengurus Malas Disingkirkan

JAKARTA || jejakindonesia.id- Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN) Counter Polri, Agus Flores, kembali membuat gebrakan besar. Tanpa kompromi, ia melakukan perombakan total di tubuh PW.FRN dengan mencopot 11 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) sekaligus memangkas 30% jajaran pengurus lama.

Keputusan tegas ini diambil setelah Agus Flores melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja pengurus di berbagai wilayah. Hasilnya, banyak pengurus yang dianggap tidak produktif dan tidak sejalan dengan visi organisasi.

“Saya tidak rugi mengganti mereka. Bagi saya, tidak ada manfaatnya jika hanya ada nama tanpa kinerja. Saya butuh orang-orang produktif, loyal, dan siap bekerja dalam satu komando,” tegas Agus Flores di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Dalam langkah tegasnya, Agus Flores membekukan dan mengganti kepengurusan di 11 DPW PW.FRN, di antaranya:

1. DKI Jakarta

2. Jawa Barat

3. Sulawesi Utara

4. Sulawesi Barat

5. Kalimantan Barat

6. Kalimantan Selatan

7. Kalimantan Tengah

8. Kalimantan Utara

9. Maluku Utara

10. Jambi

11. Sumatera Selatan

Selain itu, satu pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) juga dicopot dan digantikan dengan orang baru yang dinilai lebih potensial.

Restrukturisasi Total: Sekretaris Wilayah Jadi Sekjen Wilayah

Agus Flores juga melakukan perubahan struktur organisasi. Jabatan Sekretaris Wilayah kini resmi diubah menjadi Sekjen Wilayah. Langkah ini bertujuan memperkuat koordinasi antarwilayah dan mempertegas garis komando di tubuh PW.FRN.

Agus Flores menegaskan, sejak menempatkan orang-orang yang ahli di bidang media dan media sosial, kinerja PW.FRN semakin membaik. Bahkan, konten dan foto-foto yang ditampilkan di akun Instagram resmi PW.FRN kini mendapat perhatian serius dari Kepolisian Republik Indonesia.

“Kami ingin PW.FRN menjadi organisasi wartawan yang benar-benar solid, produktif, dan disegani. Tidak ada lagi tempat bagi mereka yang hanya menumpang nama tanpa kontribusi,” ujar Agus Flores

PW.FRN di bawah kepemimpinan Agus Flores menegaskan komitmennya untuk terus mendukung langkah-langkah Kepolisian Republik Indonesia dalam menjaga keamanan dan ketertiban nasional. Melalui perombakan ini, Agus Flores berharap PW.FRN semakin solid, profesional, dan siap bergerak dalam satu komando.

Pertemuan Bilateral di Beijing, Presiden Prabowo dan Presiden Xi Perkuat Hubungan Indonesia-Tiongkok

Jejakindonesia.id || Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping di Great Hall of the People, Beijing, Rabu (03/09/2025). Pertemuan ini berlangsung hangat usai menghadiri perayaan 80 tahun kemenangan perang perlawanan rakyat Tiongkok.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas undangan Presiden Xi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tianjin serta menyampaikan permohonan maaf karena berhalangan hadir pada KTT SCO.

Seiring peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, Presiden Prabowo pun menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk memperdalam kemitraan strategis dengan Tiongkok. Komitmen ini diyakini dapat membawa hubungan kedua negara pada tingkatan yang lebih erat pada sejumlah bidang.

Pada pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bersama Presiden Xi juga membahas proyek giant sea wall yang direncanakan membentang di pesisir utara atau pantura Jawa.

Pertemuan bilateral ini menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo di RRT, sekaligus penguat fondasi hubungan persahabatan yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.

 

#KemensetnegRI

#RilisPresiden

Panglima TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Latihan Puncak Super Garuda Shield di Baturaja

Jejakindonesia.id - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung pelaksanaan Latihan Puncak Super Garuda Shield (SGS) 2025 yang digelar di Menara Tinjau Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Sumatera Selatan, Rabu (3/9/2025).

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperlihatkan kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI bersama tentara negara sahabat dalam melaksanakan latihan multinasional terbesar di kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Menhan RI dan Panglima TNI menyaksikan langsung demonstrasi Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX), berupa penembakan senjata artileri dan roket jarak jauh, serangan udara terintegrasi, hingga manuver pasukan darat. Seluruh rangkaian menunjukkan interoperabilitas TNI dengan mitra strategis dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.

Super Garuda Shield 2025 melibatkan ribuan prajurit dari 17 negara sahabat. Latihan ini mencakup operasi darat, laut, udara, hingga siber, dengan tujuan meningkatkan kesiapan dan interoperabilitas menghadapi ancaman bersama di masa depan.

#tniprima
#tnipatriotnkri
#tnihargamati
#tnikuatrakyatbermartabat
#sgs25

Autentikasi:
Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Cba Tedi Rudianto

Buruh KSPSI Jenguk Anggota Polri Korban Kerusuhan di RS Polri Kramat Jati

JAKARTA || jejakindonesia.id - Keluarga besar Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menunjukkan wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial dengan melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (3/9) sore pukul 15.00 WIB. Kunjungan ini ditujukan kepada anggota Polri yang menjadi korban akibat kerusuhan aksi anarkis beberapa waktu lalu.

Rombongan KSPSI dipimpin langsung oleh Nuraini, pengurus KSPSI PT KMK Kabupaten Tangerang, atas arahan Ketua Umum KSPSI Andi Gani Nena Wea. Kehadiran para buruh tersebut membawa pesan kuat bahwa pekerja bukan hanya bagian dari roda pembangunan ekonomi, melainkan juga mitra strategis Polri dalam menjaga kedamaian dan ketertiban bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan buruh membawa makanan yang dimasak secara mandiri oleh Nuraini dan kawan-kawan. Hidangan sederhana itu menjadi simbol ketulusan, cinta, serta penghormatan kepada para personel Polri yang tengah berjuang memulihkan diri di rumah sakit. Aksi kecil namun sarat makna ini sekaligus menjadi penegasan bahwa semangat kebersamaan dapat terwujud dalam bentuk apa pun, termasuk lewat sajian hangat buatan tangan.

Di hadapan personel Polri yang tengah dirawat, Nuraini menyampaikan harapan agar situasi bangsa tetap kondusif dan para korban segera pulih. Ia menuturkan dengan penuh rasa simpati:

“Dalam rangka kita menjenguk bapak-bapak korban demonstrasi kemarin, ini bentuk simpatik kami. Sebagai buruh, kami juga membutuhkan perlindungan dari bapak-bapak Polri. Semoga Indonesia bisa damai, bapak-bapak yang menjadi korban aksi demonstrasi bisa cepat pulih, bisa kembali bertugas, dan tidak ada lagi aksi-aksi anarkis yang didalangi oleh pihak-pihak yang tidak jelas. Terima kasih. Hidup Polri, hidup buruh, NKRI harga mati, bapak polisi selalu di hati.”

Ucapan ini disambut penuh haru oleh keluarga besar Polri. Kehadiran KSPSI menjadi penyejuk di tengah suasana pasca kerusuhan yang menimbulkan luka, baik fisik maupun batin.

Kunjungan KSPSI ini sekaligus menjadi simbol penting tentang arti solidaritas antar elemen bangsa. Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan negara, dan buruh sebagai kekuatan produktif yang menopang perekonomian, memiliki peran vital dalam menjaga persatuan. Melalui momentum tersebut, terjalin komitmen bersama untuk menolak segala bentuk aksi anarkis dan provokasi yang hanya merugikan masyarakat.

Dengan suasana penuh kekeluargaan, kegiatan jenguk ini menutup sore dengan pesan damai: harapan agar Indonesia terus berada dalam suasana kondusif, aparat segera pulih, dan seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dalam menyampaikan aspirasi.

error: Content is protected !!