Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Satpolairud Polresta Banyuwangi Melakukan Giat Binmas kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Marina Boom Banyuwangi

Banyuwangi || Jejak - Indonesia.id, Dalam rangka mencegah terjadinya pelanggaran hukum dikawasan dermaga pelabuhan rakyat, Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur melakukan giat patroli dan binmas kepada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Marina Boom Banyuwangi. Rabu, (3/9/2025).

Dalam kegiatan ini, Aipda Haerul Umam, S.H. mengatakan giat patroli dan binmas yang dilaksanakan dalam rangka untuk memberikan edukasi kepada tenaga kerja bongkar muat untuk selalu mengenakan alat keselamatan kerja seperti penggunaan helm, sepatu dan alat keselamatan pendukung lainnya.

Sosialisasi dan edukasi ini merupakan bagian dari upaya Satpolairud Polresta Banyuwangi dalam mengarungi resiko cidera dan mengantisipasi pelanggaran hukum, seperti masuknya barang-barang ilegal, penyelundupan narkoba, pakaian bekas, dan potensi tindak pidana di wilayah perairan hukum Polresta Banyuwangi.

Sosialisasi dilakukan untuk memastikan bahwa Nahkoda dan Tenaga Kerja Bongkar Muat memahami barang apa saja yang masuk dalam katagori barang ilegal yang dilarang oleh pemerintah, adapun barang tersebut meliputi narkoba, rokok ilegal, pakaian bebas, minuman keras beralkohol, maupun obat-obatan terlarang," ucapnya.

Selain melakukan patroli dan sosialisasi pada kesempatan tersebut, Aipda Haerul Umam menyampaikan pesan kamtibmas dan mengingatkan kepada crew kapal akan pentingnya penggunaan alat lifejacket dan mengutamakan keselamatan pelayaran pada saat cuaca extrem.

Guna mencegah terjadinya pelanggaran hukum dan korban jiwa pada saat proses pelayaran berlangsung, Aipda Haerul Umam mengingatkan nahkoda kapal untuk selalu melakukan pemeriksaan ketersediaan alat keselamatan dan kelengkapan dokumen kapal.

Kalau dirasa cuaca tidak memungkinkan untuk melaut, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas melaut demi keselamatan," tambahnya.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan. Kami siap merespons dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” tutupnya. (GP)

Gabungan Belasan Ormas Datangi Polrestabes Surabaya Nyatakan Komitmen Jogo Suroboyo Damai

SURABAYA || jejakimdonesia.id – Sebuah langkah besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat lahir di Kota Pahlawan. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menerima kunjungan dari aliansi masyarakat Surabaya yang menyatakan sikap tegas dalam deklarasi damai, Selasa (2/8/25).

Mereka berkomitmen menjadi garda terdepan melawan setiap kelompok anarkis yang mencoba mengganggu ketenangan warga.

Dalam pertemuan itu, perwakilan dari berbagai elemen masyarakat mulai dari organisasi kepemudaan, komunitas lokal, menyuarakan tekad bulat lawan anarkisme di kota Surabaya.

Lebih kurang 15 organisasi masyarakat menegaskan bahwa Surabaya tidak boleh lagi ternodai oleh aksi pengerusakan, kericuhan, maupun tindakan anarkis yang berdampak pada keamanan dan perekonomian kota.

“Jika ada aksi anarkis yang mengganggu ketenangan masyarakat, kami siap berada di barisan terdepan untuk melindungi Kita Surabaya,” tegas Herma Wilah Forum Pemuda NTT yang sudah bertahun - tahun tinggal di Surabaya.

Kombes Pol Luthfi Sulistiawan memberikan apresiasi penuh atas komitmen tersebut.

Menurutnya, dukungan masyarakat melalui aliansi ini menjadi energi positif dalam menciptakan suasana aman dan kondusif di Surabaya.

“Deklarasi damai ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Surabaya cinta kedamaian. Kepolisian tentu tidak bisa bekerja sendiri, sinergi dengan seluruh elemen masyarakat adalah kunci menjaga keamanan,” ujar Kapolrestabes Surabaya.

Aliansi masyarakat yang menyatakan komitmen tersebut antara lain: ASB, KPSIS Surati Ijo, Barak Jere, AMI, Grib Jaya, KGB (Kawal Gibran Bersama), Bonek YSS, Forum Pemuda NTT, BM Kosgoro 1957, BRN (Barisan Rakyat Nusantara), Jogo Boyo, dan Gen Z Surabaya.

Mereka menandaskan, Surabaya adalah rumah besar bersama yang harus dijaga, bukan dirusak.

Dengan semangat persatuan, seluruh aliansi siap berdiri tegak melawan aksi-aksi yang berpotensi memecah belah.

Deklarasi ini menjadi penegasan bahwa warga Surabaya tidak hanya menolak tindakan anarkis, tetapi juga aktif berperan dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.

Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan Surabaya yang lebih aman, kondusif, serta layak disebut sebagai Kota Damai. (*)

Masyarakat Tantang Polda Sulut Tangkap dan Proses Secara Hukum Mafia BBM Ai Yang Sudah Merugikan Negara

Bitung || Jejak - Indonesia.id, Praktik ilegal penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar kembali mencuat di wilayah Sulawesi Utara seorang pria berinisial HM alias Harry Mulyono atau biasa disebut Bos Ai diduga menjadi otak di balik bisnis haram ini.

Meski aktivitasnya sudah berlangsung lama dan merugikan masyarakat, hingga kini gudang solar ilegal yang dikelolanya masih tak tersentuh hukum.Selasa 2 September 2025

Hasil pantauan awak media ada salah satu gudang penimbunan BBM yang diduga ilegal milik dari mafia berinisial HM alias Harry Mulyono atau biasa disebut Bos Ai yang menggunakan nama perusahaan PT.EEKJ Ezra Ezar Karunia Jaya.Tangki tersebut sering keluar dari gudang penimbunan BBM,milik dari Harry Mulyono.

BBM tersebut hasil dari mobil-mobil tronton di Kota Bitung tempat parkir di lokasi KEK lalu BBM akan di bawah ke gudang milik dari mafia Ai dan akan di jual kembali untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

Menurut informasi yang awak media dapatkan dari masyarakat, ternyata mafia BBM Ai ini diduga kebal hukum dan tidak pernah di tangkap oleh Aparat Penegak Hukum (APH),dalam hal ini Polres Bitung maupun Polda Sulut.Entah kenapa,apakah Harry Mulyono ini selalu menyetor ke pihak kepolisian?.Maka dari itu APH takut bongkar gudang milik Ai.

Masyarakat menilai Aparat Penegak Hukum di wilayah Sulawesi Utara ini sudah lagi tutup mata melainkan diduga membiarkan aktivitas ilegal terus melakukan kegiatan tanpa rasa takut.Ucap masyarakat yang nama tidak mau di sebut.

"Semua sudah di berikan atensi dari Polda,Polres maupun Polsek,makanya kegiatan ilegal di Sulut sudah terang-terangan seperti jalan tol."

Merujuk pada UU No. 22 tahun 2001 pemilik dari tempat tersebut dapat dikenakan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi 60 Miliar.
UU No. 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 55 Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak bersubsidi Pemerintah dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).

Berdasarkan UU tersebut pemerintah telah mengalokasikan subsidi pertalite untuk masyarakat yang perlu dibantu, bukan untuk dijadikan bisnis komersial, maka dari itu jika masih ada industri yang menggunakan subsidi solar untuk dijadikan bisnis komersial akan dikenakan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi 60M.

Kami Masyarakat meminta kepada Jendral Kepolisian dan Presiden RI harus turun gunung untuk bertindak tegas terhadap para pelaku bisnis yang bisa membuat kerugian bagi negara.Tegas Masyarakat

Tim: Investigasi

Jakarta Bhayangkara Presisi Juara Turnamen Voli Internasional di Vietnam

Vietnam || jejakindonesia.id — Tim bola voli Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) sukses mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai International Police Volleyball Tournament 2025 yang digelar pada 26–30 Agustus 2025 di National Defense Sports Stadium II, Military Region 7, Ho Chi Minh City.

Dalam turnamen yang diikuti enam tim dari empat negara ASEAN ini, JBP tampil dominan sejak babak penyisihan hingga final, tanpa sekalipun mengalami kekalahan. Di partai puncak, mereka menaklukkan tim tuan rumah Vietnam Public Security (CAND) dengan skor 3-1 (18-25, 25-20, 27-25, 25-23).

Turnamen ini diikuti oleh:

* Vietnam: Public Security (CAND), Army “The Cong – Tan Cang”, dan Hanoi Club
* Indonesia: Jakarta Bhayangkara Presisi
* Laos: Lao Ministry of Public Security
* Kamboja: Ministry of Interior / Visakha

Ajang ini diselenggarakan untuk memperingati 80 Tahun Hari Nasional Vietnam, 80 Tahun Hari Tradisi Angkatan Pengamanan Rakyat Vietnam, serta 20 Tahun Hari Perlindungan Keamanan Nasional, dengan mengusung tema persahabatan, solidaritas, dan diplomasi olahraga.

Selain meraih gelar juara, dua pemain JBP juga berhasil membawa pulang penghargaan individu:

* Best Setter: Nizar Zulfikar
* Best Outside Hitter: Agil Angga Anggara

Keberhasilan ini tak lepas dari kepemimpinan Irjen Pol. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., selaku Ketua PBV Polri sekaligus Manajer Tim, yang aktif membina dan memotivasi para atlet voli di lingkungan Polri.

“Kemenangan bukan hanya soal siapa yang tercepat, tetapi siapa yang tidak pernah menyerah. Prestasi ini menjadi bukti bahwa Polri mampu membawa harum nama bangsa di kancah internasional melalui jalur olahraga,” ujar Irjen Pol. Pipit Rismanto dalam keterangannya.

Ia juga menambahkan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana diplomasi olahraga untuk mempererat hubungan antarnegara ASEAN, khususnya di lingkup institusi keamanan.

Dengan prestasi ini, Jakarta Bhayangkara Presisi kembali membuktikan eksistensinya sebagai klub voli profesional yang tak hanya berprestasi di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing dan unggul di tingkat internasional. Selain itu, capaian ini turut memperkuat citra positif Polri sebagai institusi yang mendukung kemajuan olahraga nasional.

Ratusan Pengemudi Ojol Gelar Aksi Damai Tebar Mawar di Kawasan Monas

JAKARTA || jejakindonesia.id - Ratusan pengemudi ojek daring (ojol) menggelar aksi damai dengan berjalan kaki dari Balai Kota Jakarta menuju Patung Kuda, Selasa (2/9/2025). Dalam aksi bertajuk “Aksi Ojol Tebar Sejuta Mawar Kebaikan Aparat TNI, Polri, dan Masyarakat”, mereka membawa bunga mawar sebagai simbol perdamaian.

Sekitar pukul 14.00 WIB, para pengemudi mulai berkumpul di parkiran IRTI Monas sebelum bergerak menuju Patung Kuda. Sepanjang perjalanan, mereka membagikan bunga mawar kepada aparat TNI-Polri yang berjaga serta pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, barisan aparat Brimob Polri tampak berjajar rapi. Aksi saling berjabat tangan antara pengemudi ojol dan aparat disertai pemberian bunga mawar menjadi simbol kebersamaan dan pesan damai.

Kegiatan ini berlangsung sekitar 30 menit sebelum para pengemudi kembali ke titik awal di IRTI Monas.

error: Content is protected !!