Opening soon Opens today at 9:00 am

Tahun: 2025

Polres Bener Meriah Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H Dengan Penuh Khidmat

Bener Meriah |  jejakindonesia.id – Polres Bener Meriah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Mushala Babuttaqwa Polres Bener Meriah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausyiah, dilanjutkan dengan lantunan shalawat badar bersama yang menambah kekhusyukan acara (4/9/2025).

Kegiatan berlangsung khidmat sejak pukul 08.30 WIB dengan dihadiri Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K, Wakapolres Bener Meriah Dr. Syabirin, S.H., M.Si, para pejabat utama, kapolsek jajaran, Ketua Bhayangkari Cabang Bener Meriah beserta pengurus, serta seluruh personel Polres dan Polsek jajaran.

Hadir pula Pimpinan Dayah Darul Hasanah Bener Kelipah Selatan, Tgk. Husaini Sasa, S.Sy., yang menyampaikan tausyiah dengan tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Kita Wujudkan Polri Presisi Guna Mendukung Asta Cita.”

Dalam ceramahnya, Tgk. Husaini Sasa menekankan pentingnya nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW seperti kejujuran, amanah, keadilan, dan kasih sayang yang relevan dengan tugas kepolisian. Ia menegaskan bahwa Polri harus senantiasa menjunjung tinggi integritas dan melaksanakan amanah menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat dengan adil dan humanis.

“Meneladani akhlak Rasulullah SAW akan menguatkan peran Polri dalam mewujudkan Polri Presisi dan mendukung Asta Cita, delapan agenda pembangunan bangsa, khususnya dalam memperkuat hukum, demokrasi, dan perlindungan rakyat,” ujar Tgk. Husaini.

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. “Semoga melalui peringatan Maulid Nabi ini, seluruh personel Polres Bener Meriah semakin termotivasi untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas, sehingga tercipta Polri yang semakin profesional, presisi, dan dicintai masyarakat,” ungkapnya.

Dalam Waktu 9 jam Polres Aceh Timur Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan Di Idi Rayeuk

ACAEH || jejakindonesia.id- Dalam waktu 9 jam. anggota Opsnal Satreskrim Polres Aceh Timur, Polda Aceh berhasil mengamankan pelaku pembunuhan terhadap Bustamam, 26 tahun, warga Desa Bantayan, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur yang mayatnya ditemukan pada sebuah kebon warga di Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Rabu, (04/09/2025) malam.

Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K. saat memimpin Konferensi Pers di Aula Bhara Daksa membenarkan bahwa pelaku sudah diamankan. Terduga pelaku berinisial RA, 25 tahun, warga Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk. Antara korban dengan pelaku sudah saling kenal karena sesama pekerja pada jasa pengiriman barang.

Dari beberapa keterangan saksi dan alat bukti, penyelidikan mengarah kepada RA. Selanjutnya pada hari Kamis, 04 September 2025 sekira pukul 07.45 WIB Tim Resmob Satreskrim Polres Aceh Timur yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim berhasil mengamankan RA di tempat ianya bekerja di Jalan Medan – Banda Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

"Alhamdulillah, pelaku berhasil kami amankan pada Kamis, (04/09/2025) sekira pukul 07.45 WIB di tempat korban dan pelaku bekerja yang berlokasi di Desa Seuneubok Rambong, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur," sebut Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, RA nekat membunuh Bustamam karena ingin menguasai uang korban karena uang setoran COD customernya sudah habis untuk bermain judi online sehingga RA membuat rencana dengan cara menunggu korban tidak jauh dari tempat mereka bekerja. Saat korban melintas, RA meminta tolong kepada korban untuk mendorong sepeda motor milik RA dengan alasan mogok hingga akhirnya memenuhi permintaan pelaku.

Setibanya di lokasi kejadian, RA berhenti sebentar bermaksud mengecek orderan yang belum membayar (COD) melalui handphone dan pada saat itulah RA melihat korban yang sedang fokus dengan handphonenya sehingga RA menghampiri korban dari belakang dan melakukan penusukan di bagian punggung korban dengan menggunakan pisau dapur yang telah disiapkan, namun korban sempat berusaha melawan dan berteriak minta tolong membuat RA semakin kalap kemudian menusuk leher dan perut korban.

Setelah korban tidak berdaya RA mengambil tas yang berisi uang milik korban dan selanjutnya menghilangkan jejak, RA membuang pisau dan baju yang ia gunakan serta tas milik korban ke sungai Peureulak. RA lantas menuju ke salahsatu jasa pengiriman uang dan menyetor uang hasil rampasan ke rekening pribadinya sebesar 3 juta rupiah.

Kemudian hasil pemeriksaan sementara yang dikeluarkan oleh Dokter Forensik RSUD Kota Langsa disebutkan penyebab kematian korban dikarenakan pendarahan pada rongga dada sebelah kiri akibat luka tusuk yang mengenai sela iga 4 hingga menembus bilik jantung kiri bagian bawah dan luka tusuk pada leher kiri yang menyebabkan terputusnya pembuluh darah besar leher sebelah kiri serta luka-luka lain akibat trauma tajam yang memperberat kematian korban.

Sementara itu barang bukti yang diamankan dari pelaku diantaranya; Uang tunai sebesar Rp. 3.645.000,00; Dua unit handphone (milik korban dan pelaku) dan Satu unit sepeda motor Honda Sonic Nomor Polisi BL 4592 DAS.

“Atas perbuatannya, RA dipersangkakan Pasal 340 juncto Pasal 338 juncto 365 KUHPidana dengan ancaman minimal 15 (lima belas) tahun penjara dan maksimal hukuman mati.” Terang Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K.
Divisi Humas Polri
Bidhumas Polda Aceh

Pererat Sinergitas, Pangdam XXIII/Palaka Wira Bersilaturahmi Kunjungi Gubernur Sulawesi Tengah

PALU - Panglima Komando Daerah Militer XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Perluhutan Sianipar, kunjungan silaturahmi ke Kantor Gubernur Sulawesi Tengah di Jl. Sam Ratulangi No.101, Besusu Barat, Kota Palu, Kamis (04/09/2025).

Kunjungan Silaturahmi tersebut disambut langsung Gubernur Sulawesi Tengah DR. H. Anwar Hafid, M.Si didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido. Silaturahmi tersebut bertujuan untuk mempererat sinergitas antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam kesempatan itu, Pangdam XXIII/Palaka Wira menyampaikan, bahwa kerja sama dan komunikasi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat sangat penting demi mewujudkan daerah yang aman, maju, dan sejahtera.

"TNI siap mendukung pemerintah daerah dalam menjaga kondusifitas wilayah serta berkontribusi dalam program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar Pangdam.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah menyambut baik kedatangan Pangdam XXIII/Palaka Wira bersama jajaran, serta menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi bersama TNI-Polri dalam menjaga keamanan daerah dan memperkuat upaya pembangunan di berbagai sektor. Hal senada juga disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah yang menekankan pentingnya kebersamaan dan kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi momentum penting dalam memperkokoh hubungan kerja sama antara Kodam XXIII/Palaka Wira dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Turut hadir mendampingi Pangdam, Kasdam XXIII/PW, Asrendam XXIII/PW, Asintel Kasdam XXIII/PW, Asops Kasdam XXIII/PW. Aspers Kasdam XXIII/PW, Aster Kasdam XXIII/PW dan Aslog Kasdam XXIII/PW.(Palaka_Wira)

Pemuda Banyuwangi Lintas Agama Gelar Doa Bersama untuk Kedamaian Negeri

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Ratusan pemuda lintas agama berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria Banyuwangi, Selasa malam (2/9/2025). Mereka menggelar doa bersama dan berkomitmen untuk menjaga kedamaian daerah dan Indonesia.

Organisasi kepemudaan yang hadir mulai GP Ansor, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, pemuda yang tergabung GAMKI dan Bamag (Kristen), Peradah (Hindu), Pemuda Konghucu, Pemuda Buddha, hingga Pemuda GKJW Banyuwangi.

Tampak hadir pula dalam kegiatan tersebut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kapolresta Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo, Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, DPRD Banyuwangi Naufal Badri.

Sambil menyalakan lilin, para pemuda dan undangan yang hadir khusyuk mengikuti doa yang dipandu para tokoh dari beragam agama.

Doa dilantunkan sesuai keyakinan masing-masing. Mereka duduk berdampingan, melangitkan harapan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia khususnya Banyuwangi senantiasa rukun dalam keberagaman.

Bupati Ipuk mengatakan, Banyuwangi bisa maju hingga saat ini berkat semangat kebersamaan. Untuk itu, ia mengapresiasi para pemuda lintas agama yang berinisiatif menggelar doa bersama untuk menjaga kedamaian.

“Saya atas nama Pemkab mengucapkan terimakasih kepada seluruh tokoh dan pemuda lintas agama yang telah menggalang persatuan. Banyuwangi dibangun dari keberagaman. Maka dari itu mari bersama-sama jaga Banyuwangi,” ajak Ipuk.

Ipuk menyebut, Banyuwangi merupakan miniatur Indonesia dimana semua agama dan banyak suku tinggal di Banyuwangi. Keberagaman inilah yang harus terus dirawat dan dijaga.

“Mudah-mudahan di momentum doa bersama malam ini kita bisa semakin menguatkan persatuan. Jangan beri celah bagi siapapun untuk memecah belah persaudaraan yang telah kita rajut dengan susah payah,” imbuh Ipuk.

Ketua PC GP Ansor Banyuwangi, Arvy Rizaldi mengatakan, pihaknya dan semua pemuda lintas agama yang hadir sepakat untuk menjaga kondusifitas daerah.

“Kami telah menginstruksikan seluruh kader mulai tingkat cabang hingga ranting untuk menjaga wilayah masing-masing, menutup ruang dari berbagai provokasi yang belakangan ini terjadi,” ujarnya.

Senada dengan Arvy, Ketua Pemuda Katolik Banyuwangi, Marcelinus Florianus Gadi Gaa menambahkan bahwa doa bersama ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di tengah dinamika sosial politik yang ada.

“Semangat kita sama, yakni menjaga kondusivitas Banyuwangi dan Indonesia. Kita jangan sampai terprovokasi isu-isu yang bisa memecah belah persaudaraan ini,” kata Marcel.

Dalam kesempatan itu, para pemuda lintas agama dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga mendoakan Affan Kurniawan dan korban meninggal lainnya yang menjadi korban saat demonstrasi di berbagai kota di Indonesia beberapa waktu lalu.

Para pemuda juga memberikan pernyataan sikap bersama untuk menjaga kedamaian Banyuwangi dan Indonesia, hingga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh dan terprovokasi pada isu yang menyinggung suku, agama, ras, etnis dan antar golongan yang dapat menyebabkan perpecahan bangsa.

Bupati Ipuk Sambut Pembukaan Jalur Gumitir, Ingatkan Pengendara Tetap Berhati-hati

BANYUWANGI ||jejakindonesia.id - Jalur Gumitir yang sempat ditutup total lebih sebulan sejak 24 Juli bisa kembali dilewati kendaraan mulai Kamis (4/9/2025) pukul 00.00 WIB.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut dibukanya jalur utama dan satu-satunya penghubung Banyuwangi-Jember ini dengan penuh rasa syukur.

Menurutnya, jalur tersebut sangat vital bagi kelancaran transportasi masyarakat. Selama jalan nasional ini ditutup, arus ekonomi dan logistik terhambat karena kendaraan harus memutar cukup jauh melewati Situbondo.

“Alhamdulilah kita bersyukur jalur Gumitir sudah bisa dilewati. Mudah-mudahan transportasi masyarakat, ekonomi, logistik, dan sebagainya lebih cepat dan lancar kembali,” kata Ipuk, Kamis (4/9/2025).

Meski begitu, Ipuk mengingatkan para pengendara agar selalu berhati-hati. Sebab, risiko kecelakaan tak hanya dipengaruhi infrastruktur tetapi juga faktor kelalaian manusia.

“Walaupun jalur sudah diperbaiki, saya pesan tetap waspada. Apalagi saat malam hari atau kondisi hujan, mohon selalu hati-hati,” imbau Bupati Ipuk.

Sementara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Javid Hurriyanto mengatakan, pembukaan jalur pada 4 September masih bersifat fungsional. Kendaraan bisa melintas, tetapi pekerjaan lanjutan terus dilakukan sampai masa kontrak habis hingga 31 Desember.

“Prinsipnya, yang kemarin kita tutup kini kita buka kembali. Meski begitu, ada pekerjaan minor yang tetap harus diselesaikan sesuai kontrak kerja hingga 31 Desember,” ujar Javid.

Javid menegaskan, titik longsoran di KM 233+500 dan KM 235+650 jalur Gumitir sudah aman dilalui. Pekerjaan penguatan badan jalan dengan bore pile telah rampung lebih cepat pada 17 Agustus. Termasuk pengaspalan di titik longsoran sudah rampung.

Semula, jalur Gumitir dijadwalkan kembali dibuka pada 24 September. Namun percepatan pekerjaan di lapangan memungkinkan jalur vital tersebut bisa difungsikan lebih awal atau sekitar 20 hari dari rencana.

“Kenapa kemarin ditutup, karena alat berat untuk pekerjaan bore pile menutup penuh badan jalan. Jadi kendaraan tidak bisa melintas,” sambung dia.

Alat berat sudah dipindahkan setelah pekerjaan bore pile rampung, sehingga badan jalan bisa terbuka kembali. Mobilitas dari Banyuwangi menuju Jember dan sebaliknya bisa kembali lancar seiring berfungsinya jalur strategis tersebut.

Meski demikian, pengguna jalan diminta tetap berhati-hati. Petugas akan berjaga di lapangan untuk mengatur lalu lintas selama masa open traffic fungsional.

“Karena operasional penuh kami target Desember. Selama itu kami harap pengendara hati-hati dan mengikuti arahan petugas,” pintanya.

error: Content is protected !!