Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Arsip untuk 2025 » Halaman 503

Tahun: 2025

IMG-20251007-WA0012

Polda Jatim Pastikan Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Berjalan Maksimal, 17 Korban Telah Teridentifikasi

SURABAYA || jejakindonesia.id – Polda Jawa Timur menyampaikan perkembangan terbaru proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo di Posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya,Senin (6/10/2025).

Hingga saat ini, tim DVI Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 17 korban dari total 59 kantong jenazah yang diterima.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam keterangan resminya menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.

“Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo,” ungkap Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Biddokkes Polda Jatim, Pusdokkes Polri, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Inafis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan para ahli yang tergabung dalam Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

“Kegiatan ini melibatkan banyak unsur dan para ahli yang bekerja selama 24 jam penuh dengan semangat kemanusiaan,”kata Kombes Pol Abast.

Disebutkan oleh Kombes Pol Abast, Operasi DVI ini bertujuan untuk mengidentifikasi para korban dengan sebaik-baiknya dan secepat mungkin.

"Kami ingin seluruh jenazah dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarganya dengan penuh kehati-hatian,”ujar Kombes Pol Abast.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim juga menjelaskan bahwa kegiatan identifikasi dilakukan di Dua lokasi yaitu di Posko antemortem yang berada di Ponpes Al Khoziny, Buduran dan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

Sedangkan posko postmortem,lanjut Kombes Pol Abast tetap dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.

“Kami berterima kasih kepada keluarga korban, relawan, dan seluruh tim yang bekerja dengan sabar dan empati. Semoga kerja keras ini menjadi bentuk tanggung jawab dan solidaritas kita dalam menjaga nilai kemanusiaan di tengah duka yang mendalam,” pungkas Kombes Pol Abast.

Dikesempatan yang sama, Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol. Dr. dr. M. Khusnan Marzuki menjabarkan hasil identifikasi terbaru.

Dari 8 kantong jenazah yang diperiksa, 7 telah berhasil teridentifikasi sebagai berikut :

1. Mohamad Rohihan Mustafa (17), warga Jalan KH Shazili, Makiti, Kamal, Bangkalan – teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.

2. Abdul Fattah (18), warga Asem Manunggal – teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.

3. Wasiyur Rohit (17), warga Jalan Gayungan 8, Gang Mawar 14-B, Surabaya – teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.

4. Mohamad Aziz Pratama Yudhistira (16), warga Kampung Pulo, Kapuk Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi Barat – teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.

5. Mohamad Davin (13), warga Jalan Bonowati Selatan, Bulu Lor, Semarang, Jawa Tengah – teridentifikasi melalui medis dan properti (dua kantong jenazah milik satu orang).

6. Mohammad Ali Rahbini (19), warga Dusun Plasah Birem, Tambelang, Sampang, Jawa Timur – teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, dan medis.

7. Suleyman Hadi (15), warga Morleke, Kola, Modung, Bangkalan, Jawa Timur – teridentifikasi melalui sidik jari, medis, dan properti.

Selain Tujuh jenazah tersebut, terdapat satu body part yang telah dikonfirmasi sebagai bagian dari korban atas nama Mohamad Davin.

Untuk menghindari kesimpangsiuran data, Kabid Dokkes Polda Jatim menegaskan bahwa total keseluruhan kantong jenazah yang diterima tim DVI berjumlah 59 kantong.

“Dari lokasi Sidoarjo, kami menerima 5 kantong, dan dari RS Bhayangkara Surabaya ada 54 kantong," tegasnya.

Sebelumnya sempat ada perbedaan perhitungan karena Satu korban memiliki Dua nomor kantong.

"Kini kami pastikan total tetap 59 kantong,” jelasnya.

Kombes Pol Khusnan menambahkan, proses identifikasi masih terus berlangsung dengan pendalaman terhadap data antemortem dan postmortem.

“Dari hasil identifikasi dan properti yang ditemukan, seluruh korban yang kami identifikasi sejauh ini merupakan para santri,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidayati, menjelaskan bahwa beberapa kantong jenazah memang tidak berisi tubuh yang utuh.

“Dari hasil rekonsiliasi, ditemukan bahwa ada tubuh yang terpisah antara badan dan kaki," ujarnya.

Setelah dicocokkan dengan data keluarga, lanjut Kombes Pol Wahyu Hidayati dipastikan bahwa dua kantong tersebut merupakan bagian dari Satu orang. (*)

IMG-20251007-WA0010

Kortas Tipidkor Polri Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek PLTU Kalbar

JAKARTA || jejakindonesia.id - Penyidik Kortastipidkor Polri menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU 1 Kalimantan Barat periode 2008-2018. Mereka adalah Direktur Utama (Dirut) PLN Fahmi Mochtar, Halim Kalla, RR, dan HYL.

"Pertama ini tersangka FM. Artinya di sini yang bersangkutan dia sebagai, beliau sebagai Direktur PLN saat itu. Terus kemudian dari pihak swastanya ini ada tersangka HK, RR, dan juga pihak lainnya," jelas Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol. Cahyono Wibowo di Mabes Polri, Senin (6/10/25).

Ia menjelaskan, kasus bermula saat PT PLN mengadakan lelang ulang untuk pekerjaan PLTU 1 Kalimantan Barat dengan kapasitas output sebesar 2x50 MegaWatt. Namun, sebelum pelaksanaan lelang tersebut, PLN diduga melakukan permufakatan dengan pihak calon penyedia dari PT BRN yang tujuannya untuk memenangkannya dalam lelang tersebut.

"Dari awal perencanaan ini sudah terjadi korespondensi. Artinya ada permufakatan di dalam rangka memenangkan pelaksanaan pekerjaan," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, panitia pengadaan PLN meloloskan KSO BRN-Alton-OJSEC meskipun diduga tidak memenuhi syarat administrasi dan teknis. Pada 2009, KSO BRN justru mengalihkan pekerjaan kepada pihak ketiga dengan kesepakatan pemberian imbalan.

Ditambahkan Irjen Pol. Cahyono, hal itu dilakukan sebelum adanya tandatangan kontrak. Akhirnya, kontrak KSO BRN maupun PT PI tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dan hanya bisa menyelesaikan 57% pembangunan, serta diberikan perpanjangan kontrak hingga 10 kali sampai Desember 2018.

Meski telah mendapatkan perpanjangan, KSO BRN dan perusahaan pihak ketiga tidak mampu menyelesaikan pekerjaan itu dan hanya bisa mengeluarkan sampai 85,56%. Proyek itu mangkrak lantaran KSO BRN memiliki keterbatasan keuangan.

“Padahal, KSO BRN telah menerima pembayaran dari PT PLN sebesar Rp323 miliar untuk pekerjaan konstruksi sipil dan US$62,4 juta untuk mechanical electrical,” ujarnya.

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 UU No.31/1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dalam UU 20/2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

IMG-20251006-WA0087

Danpasmar 1 Pimpin Prajurit Jalasena Berikan Penghormatan Kepada Presiden Republik Indonesia

JAKARTA || jejakindonesia.id - Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili, S.E., yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Pasmar 1 (Danpasmar 1) memimpin ribuan prajurit Jalasena TNI AL untuk memberikan penghormatan kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto pada Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI yang digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Minggu (05/10/2025).

Dengan derap langkah yang gagah nan menawan para prajurit Jalasena memberikan penghormatan yang dibarengi dengan langkah Defile guna mencerminkan sikap kedisiplinan para prajurit TNI khususnya TNI AL dalam menyambut HUT ke-80 TNI.

Defile prajurit Matra Laut ini terdiri dari berbagi satuan TNI AL diantaranya Koarmada RI, Korps Marinir dan Gabungan dari Kodaeral serta Kodiklatal.

Derap langkah Defile prajurit Jalasena yang tergabung falam Kontingen Upacara TNI AL ini terlihat lugas dan tegas sekaligus mampu mengundang decak kagum para Pejabat dan Tamu Negara yang hadir di mimbar kehormatan. Gerakan kompak yang ditampilkan prajurit TNI AL ini juga mampu membius puluhan ribu masyarakat yang hadir menyaksikan rangkaian Upacara HUT ke-80 TNI ini.

Usai memimpin pasukan Upacara Kontingen TNI AL, Jenderal Bintang Dua lulusan AAL Tahun 1996 itu mengaku sangat bangga kepada para prajurit-prajurit Petarung Samudera TNI AL karena telah berhasil menampilkan penampilan yang memukau para rangkaian Upacara Parade dan Defile peringatan hari jadi TNI ini.

Luar biasa, para prajurit sangat bersemangat untuk memberikan penampilan semaksimal mungkin di depan Presiden, Wakil Presiden, pimpinan lembaga, tamu undangan serta seluruh masyarakat yang hadir disini. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam perjalanan karir saya di militer. Saya bangga kepada seluruh prajurit Petarung Samudera TNI AL. Terima kasih semuanya, ujar Mayjen TNI (Mar) Ili Dasili.

Sumber: Dispen Kormar, Pasmar 1

IMG-20251006-WA0077

Kasus Arisan Online dengan Sistem “Duos” dan Bunga Hingga 300 Persen Diduga Rugikan Banyak Warga Banyuwangi

BANYUWANGI | Jejak Indonesia — Kasus dugaan arisan bodong kembali mengguncang Kabupaten Banyuwangi. Seorang perempuan muda berusia 24 tahun asal Kecamatan Bangorejo berinisial A.K. menjadi korban jebakan arisan daring dengan sistem duos yang dijalankan oleh seorang pengelola berinisial W.K. melalui grup WhatsApp dan media sosial.

Menurut kuasa hukumnya, Supriyadi, S.H., M.H., C.MD., C.MSP. dari Kantor Hukum Mahardhika & Partners, kliennya telah mengalami kerugian besar akibat sistem bunga dan denda yang tidak manusiawi.

> “Klien kami hanya menerima sekitar sebelas juta rupiah, namun diwajibkan membayar hingga lebih dari lima puluh juta rupiah. Sistem yang disebut duos ini bukan arisan, tetapi praktik pinjaman berbunga tinggi yang melanggar hukum,” tegas Supriyadi kepada awak media, Senin (06/10/2025).

Modus Arisan Berkedok Pinjaman. Dari hasil investigasi tim hukum, pelaku membuka sejumlah grup arisan dengan berbagai nama seperti “Get 7 Juta”, “Get 25 Juta”, hingga “Get 30 Juta”. Peserta diwajibkan menyetor uang ke rekening pribadi atas nama W.K. di beberapa bank nasional, termasuk Mandiri, BRI, dan BCA.

Selain potongan admin dan denda, pelaku juga menawarkan sistem duos atau buka manis, di mana peserta harus menambah setoran besar untuk bisa menerima giliran pencairan lebih cepat.

> “Praktik seperti ini termasuk penghimpunan dana tanpa izin dan penipuan berkedok arisan. Unsurnya sudah memenuhi Pasal 378 dan 372 KUHP serta melanggar UU Perbankan,” ujar Supriyadi.

Korban Collapse Finansial

Korban A.K., warga Bangorejo, kini mengalami kebangkrutan total akibat beban bunga dan tekanan finansial yang terus bertambah. Seluruh penghasilannya habis untuk membayar kewajiban dari skema yang tidak transparan.

“Awalnya saya pikir ini arisan biasa, tapi lama-lama jadi seperti hutang berbunga tinggi. Setiap kali mau ikut giliran, harus bayar lebih banyak lagi. Akhirnya saya rugi besar dan tidak sanggup melanjutkan,” ungkap A.K. dengan nada sedih.

Skema Berantai Duos: Modus Baru Eksploitasi Digital

Berdasarkan data terbaru yang diperoleh tim hukum Mahardhika & Partners, korban sempat menerima sebesar Rp14 juta, namun uang tersebut tidak pernah benar-benar dinikmati karena langsung digunakan untuk menutup setoran sebelumnya. Sementara total kewajiban yang dibebankan mencapai Rp23 juta ditambah biaya admin.

“Jadi korban seolah menerima dana, padahal uang itu tidak pernah benar-benar cair untuk kebutuhan pribadi. Saat tak mampu membayar, pelaku membuatkan arisan duos baru agar utang lama bisa ditutup dengan setoran peserta baru. Ini jelas pola skema ponzi yang eksploitatif dan melanggar hukum pidana,” ujar Supriyadi.

Langkah Hukum Mahardhika & Partners, Kantor Hukum Mahardhika & Partners telah mengirimkan Surat Somasi Resmi kepada pihak pengelola, menuntut pengembalian dana pokok dan penghentian seluruh kegiatan arisan tersebut. Jika dalam waktu tujuh hari tidak ada tanggapan, tim hukum akan menempuh jalur pidana dengan laporan resmi ke Kepolisian serta melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Satgas Waspada Investasi.

“Kami akan laporkan secara resmi agar pelaku diproses hukum. Sudah banyak warga yang dirugikan, terutama di wilayah Banyuwangi Selatan. Kami juga meminta pihak kepolisian segera memblokir rekening pelaku agar tidak ada korban baru,” tambah Supriyadi.

Peringatan untuk Masyarakat kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar berhati-hati terhadap arisan online atau investasi yang menjanjikan pencairan cepat dengan iming-iming bonus besar. Banyak praktik seperti ini ternyata merupakan penghimpunan dana tanpa izin yang berpotensi merugikan secara finansial maupun psikologis.

Jejak Indonesia akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mengawal proses hukumnya hingga tuntas.

Redaksi: Jejak Indonesia • Kontributor: [Nama Reporter] • Editor: [Nama Editor] • Foto: Ilustrasi / Dok. Mahardhika & Partners

IMG-20251006-WA0076

Hadiri Final Futsal Dandim Cup 2 Banyuwangi, Bupati Ipuk: Ajang Positif untuk Anak Muda

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Turnamen futsal yang memperebutkan piala Dandim Cup 2 berlangsung meriah. Ribuan orang memadati GOR Tawangalun, Banyuwangi yang menjadi venue partai final turnamen futsal antar pelajar ini, Sabtu sore (4/10/2025).

Tribun GOR Tawangalun yang berkapasitas 5.000 orang tersebut penuh dengan penonton.

Pertandingan final ini mempertemukan MAN 3 Banyuwangi melawan SMAN 1 Banyuwangi. Kedua tim mendapat dukungan besar dari para pendukung yang tak henti memberikan yel-yel sepanjang jalannya laga.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani turut hadir menyaksikan pertandingan. Ia mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak muda Banyuwangi yang begitu besar terhadap olahraga futsal.

“Kegiatan ini spektakuler. Kalau kita lihat semuanya yang mengikuti adalah anak-anak muda Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Dalam laga final kategori SMA sederajat tersebut, MAN 3 Banyuwangi dan SMAN 1 Banyuwangi bermain imbang 3-3 hingga waktu normal berakhir, sebelum akhirnya MAN 3 memastikan gelar juara melalui kemenangan adu penalti.

“Selamat kepada para juara. Terima kasih juga kepada seluruh suporter yang telah menjaga ketertiban selama turnamen berlangsung,” kata Ipuk.

Ipuk mengapresiasi langkah Kodim 0825 Banyuwangi yang menginisiasi turnamen ini. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menjaga kebugaran, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa kebersamaan.

“Selamat kepada Kodim 0825 atas suksesnya kegiatan Dandim Cup 2025. Semoga membawa dampak positif bagi anak muda, menjadi ruang berkreasi, serta menumbuhkan semangat berprestasi bagi generasi Banyuwangi,” ungkap Ipuk.

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya menyampaikan, turnamen ini digelar sejak 19 September - 4 Oktober, diikuti 180 tim futsal dari berbagai jenjang pendidikan, instansi, hingga desa dan kelurahan di Banyuwangi.

Adapun rinciannya, 36 tim tingkat SD/MI, 48 tim tingkat SMP/MTs, 42 tim tingkat SMA/SMK/MA, 24 tim dari instansi, serta 30 tim perwakilan desa/kelurahan.

“Peserta-peserta ini adalah generasi penerus yang akan membawa Banyuwangi lebih maju. Melalui olahraga, mereka belajar disiplin, kerjasama, dan semangat pantang menyerah,” ujarnya.

error: Content is protected !!