Sorry, we're closed Opens Senin at 9:00 am
Beranda » Arsip untuk 2025 » Halaman 501

Tahun: 2025

IMG-20251007-WA0038

Tiga Karang Taruna Desa Konsolidasi, Serahkan Dokumen Aspirasi ke Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Tiga perwakilan Karang Taruna dari Desa Kedungringin, Desa Kedungrejo, dan Kelurahan Klatak, melakukan pertemuan bersama pengurus Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, di Ruang Kopian, Minggu malam (04/10/2025).

Dalam forum tersebut, para pemuda menyerahkan dokumen aspirasi bertajuk “Surat Cinta untuk Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi”, yang berisi kritik dan harapan terhadap peningkatan tata kelola serta pemerataan organisasi Karang Taruna di seluruh wilayah Banyuwangi.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, Rizki Alfian, menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan komitmennya untuk membuka ruang diskusi seluas-luasnya.

“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi dan aspirasi yang disampaikan teman-teman Karang Taruna desa. Kami terbuka untuk berdiskusi, saling mendengar, dan tentu akan berusaha semaksimal mungkin agar Karang Taruna ke depan bisa menjadi lebih baik,” ujar Rizki.

Dalam dokumen 'Surat Cinta' yang diserahkan, terdapat 18 poin aspirasi dan tuntutan yang disusun oleh para kader muda. Isi surat tersebut menyoroti sejumlah hal penting, antara lain:

1. Perlunya evaluasi berkala terhadap kinerja organisasi,
2. Peningkatan transparansi dan birokrasi yang sistematis,
3. Perbaikan tata kelola administrasi,
4. Pemerataan pembinaan hingga ke tingkat akar rumput, serta
5. Penguatan peran Karang Taruna sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar simbol seremonial.

Secara garis besar, surat itu meminta agar Karang Taruna Kabupaten tidak hanya fokus pada kegiatan formalitas, melainkan benar-benar hadir mendampingi Karang Taruna desa, memperbaiki pola komunikasi, dan menciptakan iklim kerja yang kondusif dan inisiatif.

Pada kesempatan itu juga, Afa dari Desa Kedungringin menjelaskan, bahwa aspirasi tersebut lahir dari semangat konsolidasi pemuda yang ingin melihat organisasi berjalan sesuai nilai AD/ART.

“Pertemuan kali ini adalah buah cinta yang lahir dari proses konsolidasi pemuda Karang Taruna yang melahirkan ‘Surat Cinta untuk Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi’. Aspirasi ini kami sampaikan dengan tujuan menumbuhkan kembali spirit berkarang taruna dan mengoptimalkan birokrasi yang tersistematis, berlandaskan AD/ART dan peraturan organisasi," tuturnya.

"Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Kabupaten Banyuwangi, atas terselenggaranya kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna di Kecamatan Muncar, tepatnya di Pantai Cemara. Kami berharap kegiatan seperti ini mampu memberikan multiplier effect bagi destinasi wisata Pantai Cemara,” imbuh Afa.

Sementara itu, Kiki dari Karang Taruna Desa Kedungrejo menegaskan pentingnya langkah konkret pasca-aspirasi ini. “Kami rasa seluruh kegelisahan yang ada perlu dijadikan bahan pertimbangan sekaligus evaluasi bagi pengurus. Namun, yang perlu digarisbawahi adalah langkah apa yang akan kita ambil ke depan untuk mengembangkan nama organisasi," katanya.

"Sebenarnya, masih banyak kegiatan yang diminati oleh para pemuda, terutama kegiatan yang dapat mempersatukan seluruh Karang Taruna, seperti olahraga dan aktivitas sosial lainnya. Hal-hal seperti ini seharusnya mulai dipikirkan, dan segera dijalankan agar kegiatan yang dilakukan oleh tingkat kabupaten tidak sekadar menjadi formalitas belaka,” sambung Kiki.

Penutup pertemuan, Ardiansyah dari Kelurahan Klatak, menyampaikan harapan agar Karang Taruna Kabupaten memberikan dukungan nyata terhadap pembentukan organisasi di tingkat desa.

“Kami berharap, ada pendampingan ataupun dorongan dari Karang Taruna Kabupaten kepada setiap stakeholder desa maupun kelurahan untuk membantu terbentuknya Karang Taruna di setiap desa. Dengan begitu, secara tidak langsung Karang Taruna di tingkat kecamatan akan terbentuk dengan sendirinya," ucapnya.

Ia menyebutkan, ketidakmerataan saat ini mempersulit administrasi dan komunikasi, dan berharap pertemuan tersebut menjadi momentum langkah nyata dari Karang Taruna Kabupaten.

"Kondisi saat ini masih belum merata, dan hal itu tentu mempersulit dalam proses administrasi maupun komunikasi. Pertemuan ini menjadi momentum yang jarang terjadi, sehingga kami berharap ada langkah nyata dari Karang Taruna Kabupaten untuk terus mengawal pemerataan organisasi hingga ke seluruh pelosok Banyuwangi,” ujar Ardiansyah.

Dari keseluruhan isi Surat Cinta, para pemuda menyimpulkan bahwa mereka tidak sedang mengkritik secara destruktif, melainkan mendorong agar Karang Taruna Kabupaten menjadi lebih inklusif, responsif, dan aktif dalam pembinaan kader muda. Mereka berharap gerakan ini menjadi awal lahirnya kembali semangat baru Karang Taruna Banyuwangi yang lebih berdaya dan berdampak bagi masyarakat.

IMG-20251007-WA0037

Quick Respon Polri Bantu Padamkan Kebakaran di Kodam Lama Jayapura

PAPUA || jejakindonesia.id - Quick Respon Polri, Sebanyak 3 (Tiga) unit mobil rantis AWC milik Polri bantu padamkan peristiwa kebakaran yang terjadi di Kompleks Kodam Lama Jalan Sukun Kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan, Senin (6/10) pagi sekitar Pukul 09.10 WIT.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR melalui Kabag Ops Kompol Ferdinand E. Numbery, S.I.K., M.H membenarkan penanganan quick respon pelayanan Polri tersebut.

Kabag Ops menerangkan, berawal saat mendengar adanya peristiwa kebakaran di TKP melalui HT/Radio, pihaknya langsung mengerahkan satu unit mobil AWC milik Polresta Jayapura Kota.

“Saat sampai di TKP, mobil AWC langsung lakukan upaya pemadaman, turut serta juga mobil rantis AWC milik Satuan Brimob Polda Papua bersama AWC milik Direktorat Samapta Polda Papua.

“Total keseluruhan ada tiga unit mobil rantis AWC milik Polri dan tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Jayapura bersama delapan unit mobil Water Suplay,” terang Kabag Ops Polresta.

Dirinya menambahkan, api baru berhasil dipadamkan setelah 90 menit kemudian, dimana menurut informasi awal personel piket yang turun ke lokasi kejadian bahwa ada sekitar 22 unit rumah habis terbakar dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai 3,5 Milliar Rupiah.

IMG-20251007-WA0034

27 Perwira Tinggi Polri Naik Pangkat, 4 Naik Menjadi Komjen

JAKARTA || jejakindonesia.id - Sebanyak 27 Perwira Tinggi (Pati) Polri resmi naik pangkat dalam Upacara Kenaikan Pangkat ke dan dalam golongan Pati Polri yang digelar di Rupattama Mabes Polri pada Senin malam, 6 Oktober 2025.

Dalam upacara tersebut, empat Pati Polri naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen), delapan Pati Polri naik menjadi Inspektur Jenderal (Irjen), dan lima belas lainnya menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Adapun keempat Pati yang menerima kenaikan pangkat menjadi Komjen Pol adalah:

1. Komjen Pol Ramdani Hidayat, S.H., menjabat sebagai Dankorbrimob Polri
2. Komjen Pol Yuda Gustawan, S.I.K., S.H., M.H., menjabat sebagai Kabaintelkam Polri
3. Komjen Pol Yudhiawan, S.I.K., S.H., M.H., M.Si., menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian ESDM RI
4. Komjen Pol Dr. Dwiyono, S.I.K., M.Si., menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Kadivhumas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi, integritas, dan pengabdian para perwira tinggi tersebut terhadap institusi dan negara.

“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol kehormatan, tapi juga amanah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat. Ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kenaikan pangkat juga diberikan kepada 8 personel yang kini berpangkat Irjen Pol, di antaranya adalah Irjen Pol Reza Arief Dewanto, S.I.K. (Wadankorbrimob Polri), Irjen Pol Nanang Rudi Supriatna, S.H., M.H. (Wakabaintelkam Polri), serta Irjen Pol Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.Si., M.H. (Dosen Kepolisian Utama TK. I Akpol Lemdiklat Polri).

Sementara itu, 15 Pati Polri lainnya yang menerima kenaikan pangkat menjadi Brigjen Pol berasal dari berbagai satuan dan instansi, termasuk di antaranya Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, S.I.K., M.Si. (Dirtipideksus Bareskrim Polri), dan Brigjen Pol Dra. AA Sagung Dian Kartini (Karokerma KL Stamaops Polri).

Lebih lanjut, Irjen Sandi Nugroho berharap para perwira tinggi yang baru saja menerima kenaikan pangkat dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi dan masyarakat.

“Kami percaya para perwira yang naik pangkat ini akan semakin memperkuat soliditas dan kapasitas organisasi Polri dalam menjalankan tugas-tugasnya di berbagai sektor, baik di dalam struktur Polri maupun di lembaga pemerintahan lainnya,” pungkasnya.

Upacara ini berlangsung khidmat dan merupakan bagian dari agenda rutin institusi dalam rangka pembinaan karier personel Polri.

IMG-20251007-WA0033

Kortas Tipidkor Sebut Kerugian Negara Kasus PLTU Kalbar Rp1,3 Triliun

JAKARTA || jejakindonesia.id - Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri mengungkap nilai kerugian dalam kasus pembangunan PLTU 1 Kalimantan Barat adalah total lost. Kerugian itu timbul akibat mangkraknya pembangunan hingga saat ini.

"Akibat dari pekerjaan ini, pembangunannya mangkrak sampai dengan saat ini dan sudah dinyatakan total lost oleh BPK,” ujar Kakortas Tipidkor Polri Irjen Pol. Cahyono Wibowo dalam konferensi pers, Senin (6/10/25).

Menurut Kakortas Tipidkor, total kerugian keuangan negara itu senilai USD62.410.523. Apabila dirupiahkan dengan kurs dollar saat ini yang menyentuh Rp16.600, maka mencapai Rp1,3 triliun.

Dalam kasus ini, tim penyidik telah menetapkan tersangka Dirut PLN 2008-2019 Fahmi Mochtar, Dirut PT BRN Halim Kalla, RR, dan HYL. Irjen Pol. Cahyono mengemukakan, saat ini tengah dilakukan penelusuran aset para tersangka.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 UU No.31/1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dalam UU 20/2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

IMG-20251007-WA0094

Dinas PU CKPP Banyuwangi Rampungkan 219 Kegiatan Pavingisasi Sepanjang 43,4 Km, Sisa Target Dikebut

Banyuwangi || Jejak - Indonesia.id, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) terus menggenjot program pembangunan infrastruktur jalan lingkungan melalui pavingisasi.

Selain meningkatkan aksesibilitas, pembangunan jalan lingkungan ini diharapkan mampu memberi dampak signifikan terhadap mobilitas serta ekonomi masyarakat.

Plt Sekretaris DPU CKPP Banyuwangi, Ebta Andharisandi mengatakan, di tahun anggaran 2025, total alokasi dana yang dikucurkan untuk kegiatan pavingisasi mencapai Rp 73.432.560.000.

Anggaran tersebut diproyeksikan mampu membangun jalan sepanjang 359.025 meter yang tersebar dalam 703 kegiatan pavingisasi di berbagai wilayah.

“Dari total program yang direncanakan, hingga saat ini telah rampung atau mencapai 100 persen sebanyak 219 kegiatan. Realisasi tersebut menelan dana sebesar Rp 28.198.131.000 dengan panjang jalan yang terbangun mencapai 43.495,3 meter,” kata Ebta, Selasa (7/10/2025).

DPU CKPP menargetkan sisa kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat luas.

Oleh karenanya pengerjaan program ini masih terus dikebut, mengingat program pavingisasi menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat di tingkat desa maupun lingkungan perkotaan.

“Kami memastikan setiap kegiatan pavingisasi dijalankan dengan tepat mutu, serta tepat waktu. Harapannya, jalan yang terbangun benar-benar bermanfaat bagi warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta meningkatkan mobilitas masyarakat,” tandasnya.

Selain jalan perumahaman DPU CKPP juga tengah melakukan perbaikan jalan hotmix di wilayah setempat. Target tahun ini adalah 700 km.

Dari target tersebut, hingga menjelang ajang Tour de Ijen pada akhir Juli lalu, perbaikan sudah terealisasi sepanjang 600 kilometer.

“Namun saat ini sebagian besar jalan kembali mengalami kerusakan. Sekitar 80 persen dari jalan yang sudah diperbaiki kembali berlubang akibat curah hujan dan intensitas penggunaan jalan yang tinggi,” ujar Ebta.

Kerusakan ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari curah hujan yang cukup tinggi, kontur tanah yang tidak stabil, hingga tingginya intensitas lalu lintas, khususnya kendaraan dengan muatan berat. Hal-hal inilah yang membuat sebagian jalan kembali berlubang meski baru saja diperbaiki.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan evaluasi dan penanganan cepat terhadap ruas-ruas jalan yang kembali rusak agar aksesibilitas masyarakat tetap terjaga.

Salah satunya adalah mempercepat pemeliharaan berkala melalui program tambal sulam di ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan.

Selain itu, DPU CKPP juga melakukan pemetaan ulang terhadap titik-titik jalan rawan rusak agar penanganan bisa lebih tepat sasaran.

“Prinsipnya, kami tidak tinggal diam. Jalan yang sudah rusak akan segera ditangani dengan metode yang sesuai. Misalnya, jika kerusakan hanya berupa lubang kecil maka langsung dilakukan tambal sulam. Tapi kalau kerusakannya cukup parah, kami akan lakukan overlay atau pengaspalan ulang agar kualitas jalan lebih terjamin,” pungkasnya. (tfq)

error: Content is protected !!