We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Desember 2025

Polri Kembali Kirim 3,i Ton Logistik Operasional Pada Hari Ketiga Pengiriman, Termasuk Perlengkapan K9 Dan Tenda Taktis

SUMUT || jejakindonesia.id —  Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) kembali menerima kiriman logistik operasional dari Mabes Polri dengan total 3.851 kilogram. Pengiriman ini merupakan hari ketiga dari rangkaian distribusi logistik yang dialokasikan untuk memperkuat sarana dan prasarana kepolisian di wilayah Sumatera Utara.

Kabag penum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menjelaskan bahwa pengiriman logistik ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memastikan optimalisasi dukungan operasional bagi seluruh jajaran.
“Hari ini memasuki pengiriman hari ketiga. Seluruh logistik yang tiba langsung dilakukan pengecekan dan pendataan sebelum nantinya didistribusikan sesuai kebutuhan satuan kerja di Polda Sumut,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa kelengkapan yang dikirim merupakan kebutuhan penting untuk mendukung kegiatan operasional di lapangan.
“Kami memastikan bahwa setiap item dalam kondisi baik, termasuk perlengkapan K9 dan perangkat tenda taktis yang sangat diperlukan dalam berbagai operasi kepolisian,” kata Kombes Pol Erdi.

Adapun rincian logistik yang diterima hari ini sebagai berikut:
• MTP – FT: 1.190 kg (70 koli)
• Pemanas MTP: 81 kg (27 koli)
• Velbet: 600 kg (20 koli)
• Perlengkapan K9: 260 kg (7 koli)
• K9: 180 kg (4 ekor)
• Daun Tenda: 300 kg (4 koli)
• Konektor Tenda: 180 kg (4 koli)
• Tiang Tenda: 900 kg (20 koli)
• Goni Baju: 160 kg (4 koli)
• Kasur Palembang: 32 kg (20 koli)

Kombes Pol Erdi menegaskan bahwa pengiriman ini diharapkan semakin meningkatkan kesiapan personel dan perlengkapan taktis di wilayah Sumut.
“Dengan distribusi bertahap ini, kami ingin memastikan seluruh unit mendapatkan dukungan logistik yang memadai untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tutupnya.

Polri Gelar Apel Pergeseran Pasukan, Tegaskan Komitmen Percepatan Bantuan Bencana

PONDOK CABE || jejakindonesia.id — Polri pada Senin pagi menggelar Apel Pergeseran Pasukan dan Pengiriman Bantuan Logistik sebagai langkah lanjutan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Kegiatan berlangsung di Mako Polisi Udara Pondok Cabe dan dipimpin langsung oleh Wakapolri dengan pengecekan menyeluruh terhadap kesiapan personel dan pesawat pengangkut logistik.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa apel ini menjadi momentum penting memastikan seluruh dukungan operasional bergerak cepat dan terkoordinasi. “Kegiatan hari ini masih merupakan rangkaian penanganan bencana alam di beberapa daerah dengan dukungan Mabes Polri, baik berupa perlengkapan, peralatan maupun personel,” ujarnya saat doorstop.

Ia menjelaskan bahwa sejak pukul 06.00 WIB, seluruh unsur yang terlibat telah mengikuti rangkaian apel sebelum menyaksikan keberangkatan pesawat jenis CN dan Fokker. Apel ini juga menjadi tindak lanjut arahan Kapolri pada rapat evaluasi malam sebelumnya. “Logistik yang telah didistribusikan ke Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara sebagaimana dibahas dalam Anev tadi malam telah dilaksanakan melalui langkah-langkah konkret,” tegasnya.

Pada apel pagi ini juga dipastikan kesiapan gelombang lanjutan personel SAR, medis, serta pasukan pendukung kemanusiaan lainnya. Pesawat CN295 diberangkatkan pukul 06.30 WIB membawa kebutuhan mendesak seperti perlengkapan SAR, makanan, tenda, genset, panel surya, peralatan bayi, serta berbagai logistik kemanusiaan. Sementara pesawat Fokker Mk 27 dan Mk 50 diarahkan untuk pengiriman bantuan ke Sumatera Utara.

Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kesiapan nyata Polri. “Sejak bulan lalu, Polri telah menyiapkan 155 ribu personel dan kelengkapannya dalam pra-bencana. Saat ini memasuki masa pascabencana yang membutuhkan tindakan cepat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh kekuatan polda sekitar juga telah bergerak mendukung, mulai dari Polda Riau, Jambi, Lampung, hingga Jawa Timur dan Banten, dengan bantuan yang didistribusikan baik melalui udara maupun darat.

Di akhir keterangannya, Trunoyudo kembali mengajak semua pihak untuk mendoakan para korban. “Kita masih berduka… Semoga para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga korban diberikan kekuatan serta ketabahan,” tutupnya.

Ratusan Personel Brimob, Samapta, Medis, dan K9 Dikerahkan Polri Perkuat Penanganan Bencana

PONDOK CABE || jejakindonesia - Polri resmi menggerakkan kekuatan personel besar-besaran untuk membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dalam doorstop pagi ini, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa penguatan personel menjadi salah satu fokus utama setelah wilayah terdampak memasuki fase pascabencana.

“Bapak Wakapolri melakukan pengecekan pasukan dalam rangka penguatan personel di lapangan,” ungkapnya. Dari Korps Brimob, sebanyak 300 personel diterjunkan, masing-masing 100 untuk tiga polda terdampak. Sabhara menurunkan 300 personel tambahan, serta Samapta mengirim 39 personel.

Unit anjing pelacak K9 dikerahkan khusus untuk memperkuat pencarian korban. “Sebanyak 11 anjing SAR dengan total 39 handler diterjunkan,” kata Trunoyudo.

Sementara itu, dari sisi medis, Pusdokkes mengirimkan 27 personel yang bertugas menangani kebutuhan kesehatan, identifikasi korban ante-mortem dan post-mortem, serta dukungan trauma healing dengan 20 personel khusus.

Di tengah mobilisasi besar ini, Polri tetap mengedepankan sinergi lintas lembaga. “Dengan kolaborasi BNPB/BPBD, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder lainnya, percepatan bantuan terus diupayakan,” tegas Trunoyudo.

Ia menutup pernyataan dengan doa bagi para korban. “Kita kembali mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak… Semoga para tenaga medis dan seluruh petugas diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” ujarnya.

Kasat Lantas Banyuwangi Klarifikasi Tuduhan Pungli: Pelayanan Samsat Sesuai SOP Nasiona

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Menyusul beredarnya pemberitaan yang menuding adanya praktik pungutan liar (pungli) serta dugaan pembiaran percaloan di lingkungan Samsat dan Satuan Lalu Lintas Polresta Banyuwangi, pihak kepolisian dan jajaran terkait memberikan tanggapan tegas untuk meluruskan informasi tersebut. Senin (01/12/2025)

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol Elang Prasetyo, S.I.K., M.H. melalui Kasubnit 2 regident Ipda enita dwi rahayu. menegaskan bahwa seluruh prosedur pelayanan publik di Samsat telah berjalan sesuai standar operasional (SOP) yang diterapkan secara nasional. Mereka menilai tuduhan adanya praktik pungli dan permainan “orang dalam” tidak memiliki dasar yang kuat dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Ipda. Enita ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyatakan bahwa berita yang beredar tidak benar dan cenderung menyesatkan. Ia menekankan bahwa setiap pelayanan pajak kendaraan—termasuk pengurusan perpanjangan lima tahunan—wajib mengikuti aturan administrasi yang telah diatur oleh pemerintah.
“Setiap pemohon wajib membawa dokumen asli untuk diverifikasi, termasuk KTP. Aturan ini bukan dibuat sepihak oleh Samsat, tetapi merupakan ketentuan nasional. Jika berkas tidak lengkap, tentu permohonan tidak dapat kami proses,” tegasnya.
Pihak Samsat juga menjelaskan bahwa langkah verifikasi identitas tidak bisa diwakilkan untuk menghindari potensi penyalahgunaan dokumen atau identitas kendaraan. Penolakan berkas bukan bentuk pemerasan, melainkan bagian dari prosedur legal agar data administrasi tetap valid.

Kasat lantas maupun kepala adminiatratur pelayanan samsat tetap melakukan arahan dan pedampingan secara langsung agar tidak adanya praktik pungli baik oleh anggota ataupun pihak pihak yang mencoba memanfaatkan situasi.

“Kami tidak pernah mentolerir adanya calo. Jika ada oknum yang mengaku bisa mengurus cepat dengan biaya tertentu, itu di luar tanggung jawab kami. Kami menghimbau masyarakat agar mengurus langsung tanpa perantara,” ujar Ipda Enita.
Pihak kepolisian juga meminta agar masyarakat melapor secara resmi apabila menemukan praktik tidak terpuji, sehingga proses pemeriksaan dapat dilakukan berdasarkan data dan bukti yang sah. Mereka mengingatkan bahwa penyebaran informasi berindikasi fitnah dapat menurunkan kepercayaan publik dan merugikan banyak pihak.
Hingga kini, Polresta Banyuwangi menyatakan siap membuka ruang klarifikasi dan memastikan komitmen mereka dalam memberikan layanan yang transparan, bebas pungli, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (***)

Meriahkan Hari Guru 2025, KGPS Luncurkan Buku Antologi Puisi Ke-13

JOMBANG || jejakindonesia.id - Komunitas Guru Penulis Sidoarjo (KGPS) sekali lagi meluncurkan buku antologi puisi mereka yang baru. Bertajuk “Mengajar Dengan Cinta, Menulis Dengan Hati”, buku ini merupakan penerbitan yang ke-13, ditulis oleh 17 anggota KGPS dan 11 penulis tamu. Acara launching buku tersebut digelar sederhana di hall agrowisata & pendidikan, De Durian Park, Wonosalam Jombang, Minggu siang (30/11).

Selain dihadiri sekitar 20 orang anggota KGPS, juga dihadiri CEO De Durian Park yang juga Pemerhati Pendidikan dan Jurnalis Senior, Yusron Aminoellah MM, Rektor UPN (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, MMT serta Ketua Perwakilan YPLP PGRI Jatim, Dr Dwi Retnani Sri Narwati, M.Si.

Adapun ke-17 penulis KGPS pada buku atologi puisi “Mengajar Dengan Cinta, Menulis Dengan Hati” tersebut : Arifah Ulum Permatasari, Chusnul Chotimah, Endang Kusniati, Etik Wahyuni Musih, Indrawati, Kasma Budi Rahayu, Kris Mariyono, Laili Maslikah, Nikmatus Sholicha, Nurul Ainia, Suhartatik, Sutiyah, Titin Kusminarsih, Tri Lukiningtyas, Tutut Kusmiati, Wuri Yani dan Yashinta Anggraini.

Sedangkan para penulis tamu diantaranya, Denting Kemuning (Penyair wanita), Dimas Parwati (Guru SDN), Dwi Amilia Baroro (Kepala SDN ), Endang Mastuti Rahayu (IWA UNIPA ), Imung Mulyanto (Praktisi Media), Jasmine Marcia (Siswa SMPN Prambon2 ), Jovita Ismudiyahsari, Sari Rahmayani (Guru SMAN I.Kauman Ponorogo), Wahyu Bsnjarsasri (Iwa Unipa), Wiwin Widyantari (IWA Unipa) dan Yayuk Sulistiyawati.

Dalam sambutannya, Ketua KGPS, Endang Kusniati S.Pd mengatakan, pendidik dituntut memiliki rasa cinta khususnya kepada peserta didik, dan diwujudkan dalam karya sastra-puisi. Sedangkan Yusron Aminoellah menyatakan sangat respek kepada para guru yang tergabung dalam KGPS. Ditengah kesibukan mereka yang sangat padat, masih mampu meluangkan waktunya untuk menulis karya sastra puisi dan menerbitkannya sebagai buku. Apalagi sampai edisi ke tiga belas.

Hal senada juga dikatakan Prof Dr Akhmad Fauzi yang memberikan apresiasi sangat tinggi kepada para penulis KGPS. “Menulis puisi memerlukan proses waktu dan totalitas perenungan. Dan kiprah para guru ini layak menjadi panutan generasi muda” ujar Rektor UPN Jawa Timur tersebut.

Dalam acara Bincang Santai bertema “Mengembangkan Kreasi dan Energi Guru”, jurnalis senior yang juga penulis serial sinetron “Aku Cinta Indonesia (ACI)” TVRI, Imung Mulyanto mengatakan, tantangan berat yang dihadapi dunia pendidikan sekarang adalah dunia maya, dengan segala bentuknya, antara lain medsos dan konten-konten negatif yang sangat mudah di akses anak didik. Oleh karena itu tugas para guru ialah memberikan pengarahan serta membekali peserta didik di era digital ini berlandaskan rasa cinta guna mewujudkan generasi yang memiliki kepekaan hati.

Dalam kesempatan tersebut, Imung Mulyanto, yang juga mantan Pemimpin Redaksi Arek TV Surabaya ini membacakan karya puisinya yang ikut terkumpul dalam buku antologi puisi KGPS ke-13 tersebut. Berikut salah satu potongan karya puisinya yang menarik...

Jangan sekolah anakku !/ kalau hanya ingin pandai/ kalau kepintaran hanya untuk membodohi sesama/ karena banyak orang pintar tapi juga minteri// Jangan sekolah anakku !/ kalau hanya ingin jadi ahli strategi/ karena semua koruptor pandai berstrategi/ ahli merancang siasat agar bisa menggarong uang rakyat// Jangan sekolah anakku / kalau hanya ingin lancar berpidato/ karena para politisi dan birokrat sangat ulung berkata-kata/ sampai lupa mensejahterakan rakyat (Redho)

error: Content is protected !!