We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: Desember 2025

Kapolresta Banyuwangi Tegaskan Komitmen Dukung Akses SIM D bagi Penyandang Disabilitas

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan dukungan penuh terhadap peningkatan hak berkendara bagi penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen Polresta dalam menciptakan layanan publik yang inklusif. 01-12-2025.

Pernyataan ini disampaikan Oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani S.Pd., M.KP.. Bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional, yang diperingati setiap tahun sebagai momentum untuk memperkuat kesetaraan hak bagi difabel di seluruh sektor kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta menegaskan bahwa Polresta Banyuwangi siap memfasilitasi proses penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) D Bagi penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan administrasi maupun kesehatan. Menurutnya,

kepemilikan SIM D bukan hanya soal legalitas, tetapi juga bentuk pengakuan negara terhadap hak mobilitas difabel untuk beraktivitas secara mandiri dan aman." Ujarya Rama Samtama Putra.

Ia menambahkan bahwa fasilitas khusus akan disiapkan untuk memastikan proses uji teori dan praktik dapat dilakukan secara layak dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Polresta Banyuwangi juga membuka ruang konsultasi bagi masyarakat difabel yang ingin memahami prosedur, kelengkapan dokumen, serta standar kendaraan yang digunakan.

Kebijakan ini diharapkan mampu Memperluas Aksesibilitas dan Memberikan dorongan moral bagi masyarakat penyandang disabilitas agar lebih percaya diri dalam berkendara.

Kapolresta menekankan bahwa aparat kepolisian berkewajiban memastikan tidak ada diskriminasi dalam layanan publik, terutama dalam hal yang berkaitan dengan hak mobilitas dan keselamatan lalu lintas." Tegasnya.

Melalui langkah ini, Polresta Banyuwangi menunjukkan komitmen nyata untuk memperkuat inklusi sosial dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat. Momentum Hari Disabilitas Internasional menjadi pengingat bahwa keamanan, kenyamanan, dan aksesibilitas harus dirasakan secara merata oleh semua warga, tanpa terkecuali.

Tim Redaksi (Buang)

Geolog Australia dan Indonesia Teliti Geopark Ijen, Bupati Ipuk: Banyuwangi Jadi Ruang Belajar

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Dikenal dengan kekayaan geologinya, sejumlah geologis dari Indonesia dan Australia mempelajari jejak mineral di Bayuwangi. Mereka ke Banyuwangi bagian dari rangkaian annual conference Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) yang melakukan field trip ke kawasan Geopark Ijen, termasuk Pulau Merah.

MGEI merupakan sebuah organisasi nirlaba di bawah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) yang mewadahi para geologiwan dan ahli geologi ekonomi yang bekerja di industri pertambangan mineral dan batubara.

Rombongan terdiri atas 10 peserta dan 3 trip leader, salah satunya ada geologis dari Australia, berada di Banyuwangi selama empat hari. Mereka akan mempelajari karakter geologi kawasan, termasuk jejak mineralisasi emas dan tembaga yang berada di kawasan Pulau Merah.

Saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Minggu malam (30/11/2025), perwakilan MGEI, Arif Hermawan, menjelaskan Banyuwangi dipilih karena memiliki potensi mineral yang kuat. Para geologis ingin mengkaji proses pembentukan mineralisasi dan keserupaannya dengan kondisi geologi di Gunung Ijen.

“Kami mempelajari bagaimana sistemnya terbentuk agar bisa menjadi rujukan pencarian mineral di wilayah lain tidak hanya di Indonesia namun juga di luar Indonesia,” ujarnya.

Wakil Ketua Jaringan Geopark Indonesia, Abdillah Baraas, menyebut Banyuwangi memiliki kekayaan geologi unik yang jarang dimiliki daerah lain. Ia menjelaskan bahwa Pulau Merah dan Ijen merupakan dua jejak geologi yang saling berkaitan. Dari Pulau Merah, para geolog dapat mempelajari proses terbentuknya emas dan tembaga tanpa harus masuk jauh ke struktur dalam Gunung Ijen.

“Jika ingin melihat masa lalu Pulau Merah, lihatlah Ijen. Jika ingin melihat masa depan Ijen, lihatlah Pulau Merah. Karena batuan di Kawah Ijen memiliki karakter yang mirip dengan Pulau Merah berwarna kemerahan akibat oksidasi dan sebagainya,” ujarnya.

Para geologis juga mengunjungi Pusat Informasi Geologi Gopak Ijen untuk mempelajari proses terbentuknya Banyuwangi sejak lebih dari 30 juta tahun lalu hingga kondisi geologi terkini, termasuk endapan muda yang kini menjadi permukiman. Mereka juga menelusuri kekayaan budaya dan keragaman hayati yang melengkapi potensi wilayah Banyuwangi.

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Dr. Ir. Arzyana Sunkar, yang ikut dalam rombongan mengatakan, keterlibatan IPB ini berkaitan dengan pengembangan kebijakan geopark. Menurutnya, keberadaan Geopark Ijen telah memberikan manfaat luas bagibekosistem di sekitarnya.

Menurut Arzyana, perkembangan Geopark Ijen dan pariwisata Banyuwangi dapat menjadi contoh tidak hanya nasional tapi juga dunia. Berbagai praktik baik yang ia temui, termasuk keterlibatan masyarakat dan pengelolaan potensi alam, bisa sebagai model yang layak diterapkan di daerah lainnya.

Bahkan pihaknya berencana memperkenalkan Banyuwangi dalam forum International Conference on Responsible Tourism and Hospitality di Malaysia pada Juli tahun depan.

“Kami mengundang Ibu Bupati dalam forum ini agar Banyuwangi semakin luas dan uang penting memperluas networking,” ujar dosen dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB ini.

Rendy, exploration geologist dari Sulawesi Utara, menambahkan peserta juga ingin melihat praktik lingkungan pertambangan yang dikelola BSI yang mereka nilai baik dan bisa menjadi contoh bagi industri tempat mereka bekerja.

“Kami mendapat banyak pembelajaran, termasuk hubungan geologi Pulau Merah dan Ijen, hingga bagaimana menemukan mineralisasi yang baik disini. Selain itu, dari lingkungan yang diterapkan di BSI bisa jadi contoh di perusahaan kami ke depan,” kata Rendy dari perusahaan tambang emas PT Meares Soputan Mining (MSM) ini.

Sementara itu, Bupati Ipuk menyampaikan apresiasinya bahwa Banyuwangi menjadi ruang belajar bagi banyak kalangan akademisi dan profesional.

“Kekayaan geologi kami memang harus dimanfaatkan untuk riset dan edukasi bagi pengembangan aindonesia ke depan. Semoga pengalaman ini mendorong semakin banyak kolaborasi dan membawa manfaat bagi pengembangan Geopark Ijen,” kata Ipuk. (*)

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Bupati Ipuk: Banyuwangi Rumah Aman dan Ramah bagi Semua

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Kabupaten Banyuwangi diwarnai berbagai kegiatan. Mulai konvoi safety riding, pertandingan sepak bola "amputasi", hingga panggung apresiasi yang menampilkan berbagai kreativitas penyandang disabilitas di Bumi Blambangan.

"Banyuwangi adalah rumah yang aman bagi semua. Dengan kebijakan inklusif yang akan terus kita perkuat bersama," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menyapa peserta konvoi disabilitas, Senin (1/12/2025).

Peringatan HDI yang jatuh pada 3 Desember di Banyuwangi diawali dengan pawai kendaraan yang diikuti oleh ratusan para disabilitas dan pendamping. Mengenakan seragam sewarna oranye, mereka berkonvoi dari Terminal Pariwisata Terpadu Sobo menuju SLBN Banyuwangi dengan melewati Taman Makam Pahlawan dan Stadion Diponogoro.

Konvoi tersebut diikuti ratusan teman disabilitas dari berbagai organisasi disabilitas, di antaranya DMI (Disable Motorcycle Indonesia), Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia), PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia), Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia), Taliwangi (Komunitas Tuli Banyuwangi), Paguyuban orangtua disabilitas, dan banyak lainnya.

“Kami berkomitmen akan terus mengembangkan kebijakan inklusif yang nantinya mampu membuka ruang seluas-luasnya bagi para disabilitas,” ujar Ipuk.

Pemkab telah menggulirkan berbagai program pro disabilitas. Di sektor pendidikan misalnya, Pemkab melaksanakan progran sekolah inklusif yang memberikan kersempatan bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk bisa bersekolah di sekolah umum bersama teman lainnya.

Di ketenagakerjaan, Pemkab setiap tahun rutin membuka bursa kerja yang menyediakan ribuan peluang kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas.

“Di sektor pemberdayaan, Pemkab juga memberikan pelatihan kerja bagi ibu-ibu rumah tangga disabilitas. Hal ini sebagai upaya agar mereka bisa berdaya meski memiliki keterbatasan,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan Pemkab juga melibatkan disabilitas dalam perumusan program dan kebijakan daerah.

“Salah satunya lewat rembug disabilitas. Kita gali aspirasi mereka agar kebijakan daerah bisa mengakomodir kebutuhan semuanya, termasuk disabilitas,” kata Ipuk.

Program Pemkab tersebut diapresiasi Ketua Forum Peduli Disabilitas Banyuwangi, Umar. “Kami sangat berterima kasih diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi,” ujarnya.

Selain konvoi disabilitas, juga digelar sepak bola Amputasi (para pesertanya merupakan disabilitas tuna daksa), dan ditutup dengan panggung apresiasi yang menampilkan kreativitas teman-teman disabilitas. Seperti pantomim, melantunkan ayat suci Al-Qur'An oleh teman netra, hingga nyanyian yang diperagakan oleh teman tuli-wicara. (*)

Sosialisasi dan Penyuluhan Penegakan Hukum, Restorative Justice, dan Rehabilitasi Narkotika

MALANG || jejakindonesia.id - Polresta Malang Kota melalui Satuan Reserse Narkoba melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan mengenai mekanisme penegakan hukum, penerapan restorative justice, serta proses rehabilitasi terhadap pengguna dan penyalahguna narkotika. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat serta memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba.

Sosialisasi disampaikan secara sistematis, mulai dari tahapan penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, proses asesmen terpadu (TAT), hingga penentuan kategori pengguna dan pengedar dalam penanganan perkara narkotika. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa aparat penegak hukum wajib mengedepankan prosedur profesional, transparan, dan berkeadilan.

Materi berikutnya menekankan penerapan Restorative Justice bagi penyalahguna untuk diri sendiri yang memenuhi syarat sesuai hasil asesmen. Pendekatan ini memungkinkan pelaku mendapatkan pemulihan tanpa pemenjaraan melalui program rehabilitasi resmi, dengan tetap menjamin kepastian hukum.

Selain itu, peserta penyuluhan juga mendapatkan penjelasan mengenai jenis-jenis rehabilitasi medis dan sosial, tahap detoksifikasi, terapi pemulihan, hingga reintegrasi ke masyarakat. Lembaga resmi seperti BNN, rumah sakit pemerintah, serta mitra rehabilitasi juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan bagi para pengguna narkotika.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Polresta Malang Kota berharap masyarakat dapat memahami secara benar mekanisme hukum dan pendekatan pemulihan yang berlaku, sehingga dapat berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba serta mendukung upaya mewujudkan Kota Malang yang aman dan bebas narkoba.

(Redho)

Satresnarkoba Polresta Malang Kota Raih Empat Penghargaan pada Rakernis & Anev Ditresnarkoba Polda Jatim 2025

BATU || jejakindonesia.id — Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) dan Analisa Evaluasi (Anev) Tahun Anggaran 2025 pada 27–28 November 2025 di Hotel Singasari Resort, Kota Batu. Kegiatan diikuti pejabat Ditresnarkoba, BNNP Jawa Timur, BPOM Jawa Timur, para Kasubdit, Kanit, serta Kasat Resnarkoba jajaran Polda Jawa Timur.

Pelaksanaan Rakernis diawali dengan pembukaan, doa, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan arahan Dirresnarkoba Polda Jawa Timur dan pemaparan berbagai materi, antara lain dari BNNP Jatim, BPOM, akademisi UNUSA, Kabag Wasidik, serta materi terkait KUHP baru, TPPU, dan penguatan IT dalam penyidikan narkoba. Pada hari kedua, kegiatan diisi olahraga bersama, fun game, dan sesi penutupan.

Dalam arahannya, Dirresnarkoba Polda Jawa Timur menegaskan bahwa penegakan hukum tindak pidana narkotika merupakan prioritas nasional. Personel diminta menjaga integritas, memahami KUHP–KUHAP, memedomani SOP, serta menguasai jaringan peredaran di wilayah masing-masing. Jajaran juga diarahkan memperkuat koordinasi dengan media dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan hati nurani.

Pada kegiatan Anev tersebut, Satresnarkoba Polresta Malang Kota berhasil meraih empat penghargaan, yaitu:

1. Ranking III Kelompok A Pengungkapan Kasus Periode Januari–November 2025.

2. Ranking I Kelompok A Operasi Tumpas Semeru 2025.

3. Ranking I Pengungkapan Barang Bukti Okerbaya Terbanyak pada Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025.

4. Ranking I Pengungkapan Okerbaya Terbanyak Periode Januari–November 2025.

Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Daky Dzul Q., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap seluruh personel yang telah berdedikasi dalam pelaksanaan tugas, serta menegaskan komitmen Satresnarkoba untuk terus meningkatkan kinerja pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polresta Malang Kota.

(Redho)

error: Content is protected !!