Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Desember 2025

Segera Diterapkan Nasional, Bupati Ipuk Bersama Tiga Menteri Paparkan Digitalisasi Bansos ke Seluruh Daerah di Indonesia

BANYUWANGI || jejakindonesia – Program Digitalisasi Bansos bakal diterapkan secara nasional setelah melalui tahapan piloting di Kabupaten Banyuwangi. Tak ayal, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pun didapuk oleh pemerintah pusat untuk berbagi pengalaman dengan kepala daerah se-Indonesia.

Acara yang berlangsung secara hibrid dari Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, Kamis (4/12/2025), diinisiasi oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP). Dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menpan RB Rini Widyantini, Menteri/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy, Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Hadir pula Sekjen Kemensos Robben Rico, Dirjen Teknologi Pemerintah Digital Komdigi, Kepala Departemen Inovasi dan Digitalisasi Data Bank Indonesia, serta perwakilan Kementerian dan lembaga negara lainnya. Kegiatan ini diikuti kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia secara hybrid. Total terdapat sekitar 900 peserta baik offline maupun online yang turut serta dalam sosialisasi tingkat nasional ini.

"Kami minta kepada Bupati Banyuwangi sharing kepada seluruh pemerintah daerah, untuk mempersiapkan dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pelaksanaan piloting program tahun 2026," kata Mendagri Tito.

Mendagri mengatakan pelaksanaan digitalisasi ini agar penyerapan dan penyaluran bansos lebih tepat sasaran.

"Keberhasilan di Banyuwangi sudah dilaporkan ke Presiden, selanjutnya secara bertahap akan dilaksanakan ke-32 daerah, dan diterapkan secara nasional pada Oktober 2026," kata Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengapresiasi apa yang telah dilakukan Banyuwangi, yang terbiasa bekerja secara tim. Dalam pelaksanaannya Banyuwangi mengerahkan kader dasawisma, lurah, kepala desa, camat, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi agen Perlinsos, sehingga mempercepat proses pendaftaran masyarakat yang membutuhkan bansos

"Bagus ini Banyuwangi bekerja secara tim. Pendampingan ASN memang perlu dilakukan. Saya harap semua daerah bisa seperti Banyuwangi," puji Luhut di hadapan sejumlah menteri dan pejabat tinggi yang hadir.

Bupati Ipuk lantas memaparkan sejumlah langkah yang dilakukan untuk turut menyukseskan piloting atas salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Ia menyebutkan keterlibatan berbagai pihak untuk membantu masyarakat melakukan pendaftaran.
"Kami jemput bola, terjun ke masyarakat langsung yang membutuhkan bansos, untuk dibantu proses pendaftarannya terutama pada mereka yang kesulitan mendaftar secara digital atau tidak memiliki HP (handphone)," kata Ipuk.

Ada ribuan agen parlinsos digital yang dikerahkan di Banyuwangi. Mereka terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), operator desa, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), kader dasawisma, serta unsur pemerintah daerah seperti camat dan lurah.

“Pelibatan agen ini untuk mengatasi keterbatasan atas akses teknologi dan kendala lainnya dari para penerima bansos, terutama lanjut usia yang tidak bisa melakukan pendaftaran secara mandiri. KAmi punaktif mengkomunikasikan program ini ke masyarakat karena menurut kami bakal lebih tepat sasaran,” terang Ipuk.

Pelaksanan digitalisasi bansos, imbuh Ipuk, bukan semata mengejar jumlah pendaftar, namun tujuan utamanya adalah memastikan warga yang benar-benar membutuhkan bansos bisa mendaftarkan diri.

“Tidak semata-mata mengejar target angka. Prinsip utamanya adalah masing-masing pribadi yang merasa membutuhkan bisa daftarkan diri," jelas Ipuk.

Kecekatan Pemkab Banyuwangi dalam mengawal piloting Parlinsos Digital itu, menurut Sekjen Kemensos Robben Rico, terbukti dari optimalnya proses input. Pendaftaran yang dilaksanakan mulai 18 September hingga 15 Oktober mencapai 359 ribu orang. “Ini melampaui dari target awal yang hanya 320 ribu,” pungkas Robben. (*)

Bupati Ipuk Terima Anugerah Tanda Cinta Pendidikan Agama Islam dari Kementrian Agama

BANYUWANGI || jejakindonesia – Kabupaten Banyuwangi meraih Anugerah Tanda Cinta PAI (Pendidikan Agama Islam) 2025 dari Kementrian Agama (Kemenag) RI. Banyuwangi dinilai memiliki perhatian khusus pada peningkatan kualitas guru.

“Peningkatan kulitas Pendidikan Agama Islam di Banyuwangi merupakan tanggung jawab bersama. Alhamdulillah, kami berterima kasih atas apresiasi Kemenag atas upaya daerah mendukung penguatan pendidikan agama,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (5/12/2025).

Anugerah Tanda Cinta PAI diberikan kepada Banyuwangi karena dinilai mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan agama Islam melalui peningkatan kompetensi dan professionalitas guru PAI di daerah. Salah satunya dengan memfasilitasi guru PAI baik di sekolah negeri maupun swasta untuk mengikuti pendidikan profesi guru (PPG).

Anugerah tersebut diserahkan langsung Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin kepada Bupati Ipuk di Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Agama Islam merupakan Program Kementrian Agama dalam rangka pelaksanaan Program Prioritas (Asta Cita) Presiden RI Tahun 2024- 2029. Program ini juga sebagai pelaksanaan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bahwa guru dituntut memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik.

Pada program tersebut Kemenag meminta dukungan daerah untuk mengalokasikan Bantuan Biaya Pendidikan Profesi Guru (PPG) baik untuk guru PAI di sekolah negeri dan swasta. Pada tahun 2024 Banyuwangi telah mengirimkan 379 guru Agama Islam dari tingkat SD dan SMP dari sekolah negeri dan swasta untuk mengikuti program.

“Ini adalah bentuk komitmen daerah untuk terus menghadirkan pendidikan agama yang berkualitas melalui peningkatan kompetensi dan professionalitas guru. Prndidikan agama menjadi bagian penting dalam penguatan karakter generasi bangsa,” harap Ipuk.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Suratno, pelaksanaan Program PPG guru Agama Islam Banyuwangi pada tahun 2024 diikuti total sebanyak total 379 guru tingkat SD dan SMP dari sekolah negeri dan swasta se Banyuwangi.

“Mereka menjalani PPG selama empat bulan di Universitas yang ditunjuk oleh Kemenag. Untuk Banyuwangi dilaksanakan di UIN KHAS Jember,” katanya.

Selanjutnya, pada tahun 2025 Banyuwangi juga kembali mengirimkan guru Agama Islam untuk mengikuti program PPG. Guru yang difasilitasi sebanyak 246 orang.

“Dengan dkirimnya para guru tersebut, saat ini semua guru agama Islam sudah mengikuti Program PPG dari Kemenag. Selain untuk peningkatan kompetensi dan professionalitas, program PPG ini juga menjadi salah satu syarat bagi para guru untuk mendapatkan sertifikasi dari Kemenag,” pungkasnya

Kepala SMPN 1 Gambiran Banyuwangi Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia - Tarian Gandrung sudah ada sejak ratusan tahun yang silam. Tarian ini bersifat patriotik karena selain perwujudan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, tarian gandrung juga menyimbulkan perlawanan terhadap penjajah.

Pergeseran dari penari laki-laki ( Gandrung Lanang ) menjadi penari perempuan salah satunya adalah karena peradaban agama Islam yang melarang orang laki - laki yang berdandan perempuan.

Tari gandrung menjadi fenomenal dan mendunia karena kecerdasan seorang Bupati Banyuwangi yaitu Bapak Bpk. Abdullah Azwar Anas yang mengemas jumlah penarinya yang dulu hanya 1 orang, 2 orang sampai 5 orang menjadi 1000 orang yang akhirnya kita kenal menjadi *Gandrung Sewu*.

Gandrung Sewu bukan saja hiburan tetapi sudah menjadi ikon wisata Kabupaten Banyuwangi yang tampil apik setiap tahun.

_Beralih ke GEMAMURI SMPN 1 Gambiran_.

GEMAMURI singkatan dari Gerakan amal murid setiap hari.

GEMAMURI adalah bentuk lain dari program Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi yaitu SAS ( siswa asuh sebaya ) yang sudah dan sedang berjalan beberapa tahun yang lalu dan masuk ke dalam 40 Top inovasi Indonesia.

SAS di sekolah dilakukan seminggu sekali dan hasil dari kumpulan dana digunakan untuk keperluan pribadi siswa.

Selaku kepala sekolah saya belajar dari cara berfikir Bupati Banyuwangi kala itu untuk men _anti mainstrem_ gandrung menjadi gandrung sewu. SAS yang dilakukan 1 Minggu satu kali berubah menjadi Gemamuri yang dilakukan setiap hari.

Sekarang SMPN 1 Gambiran bisa mencukupi kebutuhan personal siswa termasuk makan gratis di kantin sekolah dari dana Gemamuri tanpa harus meminta sumbangan dari wali murid yang biasa dikemas oleh komite sekolah berupa Peran serta masyarakat ( PSM ).

Akhirnya saya berharap dan memohon kepada semua fihak atas doanya semoga Gemamuri di SMPN 1 Gambiran tetap langgeng, lancar dan sukses.
Aamiin

DUMP
Kakung

Polsek Bosar Maligas Hadir dan Bergerak Cepat, Amankan Perayaan Natal Oikumene BKAG dengan Khidmat dan Kondusif

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id – Polsek Bosar Maligas kembali menunjukkan komitmen pelayanan terbaik bagi masyarakat melalui pengamanan dan kehadiran langsung Kapolsek Bosar Maligas, IPTU Sonni G Silalahi SH, dalam Perayaan Natal Oikumene BKAG Kecamatan Bosar Maligas. Kegiatan ibadah akbar yang berlangsung di Lapangan SMP Negeri 1 Bosar Maligas pada Jumat, 05 Desember 2025, berjalan aman, tertib, dan penuh sukacita.

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut melibatkan sekitar 300 jemaat dari berbagai gereja di wilayah Bosar Maligas. Kapolsek IPTU Sonni G Silalahi turun langsung bersama jajaran anggotanya untuk memastikan ibadah Natal berlangsung lancar. “Kami hadir sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat. Ibadah ini adalah momen penting bagi jemaat, dan menjadi tugas kami untuk menjamin keamanan serta kenyamanan seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Kapolsek.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia serta perintah lisan Kapolsek untuk mewujudkan pengamanan penuh dalam perayaan Natal Oikumene BKAG yang melibatkan masyarakat umum, ASN, TNI, dan Polri.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Pardomuan Marpaung STh dengan inti khotbah bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga,” diambil dari Matius 1:22-24. Jemaat tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah yang diwarnai penyalaan lilin, persembahan pujian, doa syafaat oleh Pdt. Sarwedi Silalahi SPd, hingga sesi hiburan rohani.

Kapolsek Bosar Maligas turut memberikan sambutan mewakili panitia Perayaan Natal Oikumene. Dalam sambutannya, beliau mengajak jemaat menjadikan perayaan Natal sebagai pemersatu seluruh elemen masyarakat. “Natal adalah momen mempererat persaudaraan dan menjaga kerukunan. Polsek Bosar Maligas siap menjaga keamanan agar masyarakat dapat beribadah dan merayakan Natal dengan damai,” ungkapnya.

Kegiatan juga dihadiri oleh Camat Bosar Maligas, Rosmardiah Purba, beserta staf kecamatan, para pendeta, tokoh masyarakat, dan Pangulu se-Kecamatan Bosar Maligas. Ketua BKAG, Pdt. Esron Simbolon, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Polsek Bosar Maligas atas dukungan pengamanan yang sangat membantu terlaksananya ibadah dengan baik.

Jumlah kendaraan yang hadir mencapai 200 unit roda dua dan 10 unit roda empat. Untuk itu, pengaturan lalu lintas dilakukan secara ketat oleh personel Polsek Bosar Maligas agar tidak terjadi kepadatan di sekitar lokasi ibadah. Situasi arus lalin terpantau lancar sepanjang kegiatan.

Pengamanan melibatkan tujuh personel, antara lain Kanit Intel IPDA UR Turner, Kanit Reskrim IPDA Roy J OP Sunggu, Kanit Sabhara IPTU Jaya Tarigan, Ka SPKT AIPTU Indra Sahputra, serta AIPTU Hendriandy Damanik, AIPDA Rama Indra, dan BRIPKA Alexander Sijabat. Cuaca cerah mendukung jalannya acara sehingga kegiatan dapat berlangsung optimal tanpa hambatan.

Tokoh masyarakat yang hadir memberikan apresiasi terhadap kesiapsiagaan Polsek Bosar Maligas. Menurut mereka, kehadiran Polri memberikan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat. Kehadiran Kapolsek dinilai memberi pesan kuat bahwa Polri selalu siap melayani dalam situasi apa pun, termasuk kegiatan keagamaan.

Memasuki penghujung acara, ibadah ditutup dengan sukacita dan penuh rasa kebersamaan. Kapolsek memastikan bahwa kegiatan berlangsung kondusif tanpa gangguan, serta menegaskan bahwa Polsek Bosar Maligas akan terus menjaga stabilitas keamanan menjelang rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru.

Perayaan Natal Oikumene BKAG Bosar Maligas tahun ini menjadi bukti nyata profesionalitas Polsek Bosar Maligas dalam memberikan pengamanan, respons cepat, serta pelayanan humanis yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, gereja, dan jemaat, perayaan Natal di Bosar Maligas berlangsung aman, damai, dan penuh berkah.

Polsek Tanjung Morawa Bangun Tanggul Sungai dan Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir

Jejakindonesia || Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang melakukan aksi cepat tanggap terhadap kondisi banjir yang sebelumnya melanda wilayahnya dengan melaksanakan gotong royong pembuatan tanggul sungai serta membagikan bantuan sembako kepada warga terdampak. Kegiatan berlangsung pada Jumat (5/12/2025) di Dusun IX Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjung Morawa.

Dipimpin langsung Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H. Damanik, S.H., M.H., personel Polsek bersama pemerintah desa dan warga membangun tanggul di bantaran Sungai Blumai yang sebelumnya meluap dan menggenangi pemukiman. Tanggul tersebut kini berdiri sebagai penahan luapan air untuk mencegah terjadinya banjir susulan.

Selain gotong royong, Polsek Tanjung Morawa juga menyalurkan bantuan sembako berupa mi instan, telur, dan minyak goreng kepada masyarakat yang terdampak banjir. Pembagian bantuan ini dilakukan untuk membantu kebutuhan harian warga selama masa pemulihan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat. Pembuatan tanggul dan pembagian sembako kami lakukan sebagai upaya meringankan beban warga sekaligus mencegah kejadian serupa di kemudian hari,” ujar AKP Jonni.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., memberikan apresiasi terhadap kerja cepat dan gotong royong yang dilakukan jajarannya.

“Polri hadir untuk memberikan perlindungan dan solusi nyata bagi masyarakat. Upaya Polsek Tanjung Morawa ini menunjukkan komitmen kami dalam membantu warga yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana banjir,” tegasnya.

error: Content is protected !!