We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: November 2025

POLSEK Purwosari Salurkan Dua Truk Bantuan untuk Korban Erupsi Semeru 2025

PASURUAN || jejakindonesia.id – Polsek Purwosari bersama LPKSM Sakera dan Bhayangkari Ranting Purwosari menyalurkan bantuan sosial (bansos) bagi korban bencana erupsi Semeru 2025, Jumat (28/11/2025).

Sebanyak dua truk logistik diberangkatkan menuju Posko Bencana Semeru melalui jalur Pronojiwo, Kabupaten Malang.

Kapolsek Purwosari, IPTU Dr. Santy Wijaya, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kepolisian dan masyarakat terhadap para penyintas.

“Giat ini bentuk solidaritas dan tali asih kami bersama LPKSM Sakera dan Bhayangkari untuk saudara-saudara kita yang terdampak erupsi Semeru 2025,” ujarnya.

Bantuan yang dikirim terdiri dari satu truk berisi 130 paket sembako, tujuh kardus pampers, lima karton susu, obat-obatan, serta pakaian bekas. Truk kedua membawa 130 kasur lipat busa dan 130 selimut yang diperuntukkan bagi warga yang kini tinggal di posko pengungsian.

Sebelum pemberangkatan, rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan proses loading bantuan di lapangan Pujasera Jarwo. Pada pukul 08.45 WIB dilakukan penataan kendaraan, kemudian dilanjutkan ceremonial pemberangkatan pada pukul 09.00 WIB di depan Mapolsek Purwosari.

Kapolsek menegaskan bahwa giat berlangsung aman dan tertib. “Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan mendukung penuh kolaborasi anggota dengan masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan.

"Langkah Polsek Purwosari sudah tepat. Kolaborasi bersama masyarakat dalam kemanusiaan sangat penting dan harus digalakkan," tegasnya.

Bansos tersebut langsung dikirim menuju wilayah terdampak untuk membantu meringankan beban para korban erupsi Semeru 2025.

Satresnarkoba Polres Pasuruan Raih Dua Penghargaan Polda Jatim dalam Operasi Tumpas Semeru 2025

PASURUAN || jejakindonesia.id - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pasuruan kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat Polda Jawa Timur. Dalam kegiatan Analisis dan Evaluasi (Anev) Semester II Ditresnarkoba dan Satresnarkoba jajaran Polda Jatim Tahun Anggaran 2025, tim yang dipimpin Kasatresnarkoba Iptu Yoyok Hardianto, S.H., M.H. berhasil meraih dua penghargaan sekaligus.

Penghargaan tersebut yakni Juara 3 kategori ungkap kasus dalam Operasi Tumpas Semeru 2025 berdasarkan kualitas barang bukti, serta Juara 2 pengungkapan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kedua penghargaan diserahkan langsung oleh Dirresnarkoba Polda Jawa Timur, Kombes Pol Robert Da Costa, S.I.K., M.H., dalam acara yang digelar di ruang rapat Ditresnarkoba Polda Jatim.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian tersebut, “Prestasi ini adalah bukti kerja keras dan dedikasi anggota dalam memberantas narkoba di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kami akan terus meningkatkan kualitas penegakan hukum sekaligus memperluas jaringan pengungkapan hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja.

“Satresnarkoba tidak hanya fokus pada peredaran barang haramnya, tetapi juga menindak tegas aliran uang hasil kejahatan melalui TPPU. Ini penting agar jaringan narkoba tidak bisa lagi menikmati hasil kejahatannya,” ujar AKBP Jazuli.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Iptu Yoyok Hardianto menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim dan dukungan penuh dari Kapolres Pasuruan. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Pasuruan.

Dengan diraihnya dua penghargaan ini, Satresnarkoba Polres Pasuruan memperkuat posisinya sebagai salah satu satuan terbaik di wilayah Polda Jatim dalam penanganan kasus narkotika serta pengungkapan tindak pidana pencucian uang yang terkait jaringan peredaran narkoba.

Pusat Studi Cyber STIK Lemdiklat Polri Dorong Penguatan Kapasitas Keamanan Siber Polri

JAKARTA|| jejakindonesia.id - Pusat Studi Cyber STIK Lemdiklat Polri menegaskan komitmennya untuk memperkuat kapasitas kepolisian dalam menghadapi perkembangan kejahatan siber yang terus meningkat. Kepala Pusat Studi Cyber STIK Lemdiklat Polri, Prof. Yudho Giri Sucahyo, S.Kom., Ph.D, menjelaskan, bahwa pusat studi ini dibentuk pada Februari 2025 bersama lima pusat studi lainnya sebagai langkah strategis menghadapi eskalasi ancaman digital.

“Di dunia digital ini tentu saja kita tidak dapat terpisahkan dari dunia cyber. Bahkan saat ini para Ibu, Bapak, Komendan sekalian juga sambil mengecek WA, mengecek Telegram dan lainnya. Itu semua berada di dunia cyber,” ujar Prof. Yudho dalam acara Peresmian Pusat Studi Sumber Daya Manusia Polri Pusat Studi Pasific-Oceanian dan Pusat Studi Kehumasan Polri, di PTIK, Jakarta, Kamis (27/11/25).

Ia menegaskan, bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan digital dunia. “Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi internet kelima terbesar di dunia pada tahun 2045. Simply karena kita punya pasar, karena kita punya populasi,” katanya.

Katanya, tren kejahatan non-konvensional, khususnya kejahatan siber, menunjukkan peningkatan signifikan berdasarkan big data laporan kejahatan Polri.

“Nyuri mobil masih, nyuri ayam masih, tetapi kejahatan cyber terus naik. Kita perlu membangun kapasitas Polri untuk menangani kejahatan semacam itu — mulai dari ransomware, deepfake, hingga sentimen analisis di media sosial,” katanya.

Mengutip dokumen Digital Indonesia Vision 2045 dari Kemenkominfo, ia menyebutkan bahwa terdapat tiga pilar penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045: pemerintahan digital, masyarakat digital dan ekonomi digital.

“Arahan Kapolri sudah jelas: bagaimana Polri bisa menyajikan layanan publik secara digital kepada masyarakat semudah memesan pizza. Kini mengurus SKCK dan perpanjangan SIM jauh lebih mudah menggunakan perangkat mobile,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kesenjangan digital masih terjadi di Indonesia. Karena itu, layanan Polri harus tetap tersedia baik secara digital maupun non-digital.

Terkait ancaman keamanan siber nasional, Prof. Yudho mengungkapkan bahwa serangan ransomware yang menyerang Badan Data Nasional beberapa waktu lalu hanyalah “puncak gunung es”.

“Ransomware itu hanya satu dari 514.508 serangan ransomware yang tercatat. Tidak semuanya diberitakan media, tetapi banyak komponen masyarakat yang meminta bantuan Polri,” tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa kebocoran data yang melibatkan institusi kepolisian kerap memancing reaksi cepat dari publik, meski sering kali kejadian tersebut telah berlangsung beberapa tahun sebelumnya.

Untuk menjawab berbagai tantangan siber, Pusat Studi Cyber STIK Lemdiklat Polri menerapkan tiga pilar utama pendidikan yakni riset, edukasi dan pengabdian masyarakat. Program studi Manajemen Teknologi Kepolisian (Mantekpol) juga telah memasukkan mata kuliah terkait keamanan informasi.

“Kalau bicara 5W1H, satu lagi adalah ‘where’. Tempatnya adalah ruang Pusat Studi Cyber yang kami gunakan untuk membimbing mahasiswa. Saat ini ada dua mahasiswa meneliti manajemen reputasi era post-truth dan digitalisasi kontra narasi radikalisme berbasis generative AI,” jelasnya.

Lebih lanjut Prof. Yudho menegaskan, pentingnya menjaga tiga komponen dalam keamanan informasi: confidentiality, integrity, dan availability, tidak hanya melalui aspek teknis seperti enkripsi dan firewall, tetapi juga edukasi dan kebijakan.

Ia juga menekankan, perlunya kolaborasi antarinstansi dalam menjaga keamanan siber nasional.

“Kolaborasi dengan pihak dalam maupun luar negeri perlu terus dilakukan — termasuk dengan BSSN, Kominfo, dan berbagai organisasi internasional. Ini menjadi kewajiban kita bersama untuk meningkatkan kapasitas Polri menjaga keamanan siber bangsa,” pungkasnya.

Polres Jember Gencarkan Edukasi Tertib Lalin di Operasi Zebra Semeru 2025

JEMBER || jejakindonesia.id – Pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi Zebra Semeru 2025 oleh Polres Jember Polda Jatim di hari ke - 12 kali ini petugas fokus pada himbauan dan penindakan pelanggaran kasat mata yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Jember AKP Bernardus Bagas Simarmata, S.Tr.K., S.I.K., M.S.S.S. mengatakan, dalam operasi cipta kondisi Zebra Semeru 2025, pihaknya bersama personel gabungan dari UPT Samsat Barat, Bapenda Kabupaten Jember, Bapenda Provinsi Jatim, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Jember.

"Operasi menyasar pelanggaran seperti tidak memakai helm, melawan arus, kendaraan berknalpot brong, dan kelengkapan surat kendaraan, yang dinilai memiliki potensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas," ujar AKP Bagas, Kamis (27/11).

Dari hasil kegiatan, petugas mencatat: 90 pelanggar terjaring penindakan, 87 pelanggar diberikan surat teguran, 3 pelanggar ditindak tegas karena menggunakan knalpot brong

AKP Bernardus Bagas Simarmata menjelaskan bahwa penindakan dalam Ops Zebra Semeru 2025 dilakukan bukan semata untuk memberi sanksi, tetapi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara.

“Melalui operasi ini kami ingin mendorong masyarakat lebih disiplin, karena keselamatan di jalan raya bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk orang lain,” tegas AKP Bagas.

Operasi Zebra Semeru 2025 akan terus berlanjut dengan pola penindakan yang tegas namun humanis, diiringi edukasi dan imbauan agar budaya tertib berlalu lintas semakin terbentuk di Kabupaten Jember. (*)

Polresta Malang Kota Raih Penghargaan Nasional Pelaksana Quick Wins Presisi 2025

MALANG || jejakindonesia.id  – Puncak Apel Kasatwil Polri Tahun 2025 di Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, yang dilaksanakan selama Tiga hari, menjadi momen penting bagi Polresta Malang Kota,Polda Jatim.

Pada puncak kegiatan tersebut Polresta Malang Kota Polda Jatim menerima penghargaan nasional sebagai Polrestabes/Polres Metro/Polresta Terbaik 3 Pelaksana Quick Wins Presisi 2025.

Penghargaan tersebut diberikan berkat konsistensi inovasi pelayanan publik, percepatan respons kepolisian, penguatan pencegahan kejahatan, serta sinergi lintas sektor yang dinilai memberikan dampak positif bagi stabilitas Kamtibmas di Kota Malang.

Piagam penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, SH, SIK, M.Si.

"Capaian ini merupakan hasil kerja seluruh personel Polresta Malang Kota, kolaborasi stakeholder, serta partisipasi aktif masyarakat, " ujar Kombes Pol Nanang saat dikonformasi, Kamis (27/11).

Pada Apel Kasatwil Polri Tahun 2025 digelar selama tiga hari itu menjadi agenda evaluasi dan diseminasi kebijakan strategis Polri atas berbagai program prioritas yang telah dijalankan para Kasatwil di seluruh Indonesia.

Dengan mengusung tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat”, Apel Kasatwil 2025 dihadiri para Kapolda, Karo Ops, Kapolres/Polresta/Polres Metro/Polrestabes, serta para Pejabat Utama Mabes Polri.

“Seperti yang sudah diamanatkan Bapak Kapolri, Apel Kasatwil bukan hanya evaluasi, tapi menjadi sarana menyatukan gerak langkah seluruh satuan kewilayahan agar tetap membumi, dekat dengan masyarakat, dan memahami jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kombes Nanang.

Apel tersebut juga sebagai ruang konsolidasi Polri dalam menyelaraskan arah kebijakan dan penguatan tata kelola Transformasi menuju Polri yang profesional, harus diwujudkan melalui kedekatan dengan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan sense of belonging terhadap institusi.

“Penghargaan ini bukan milik saya secara pribadi, tetapi hasil kerja keras seluruh anggota, dukungan Forkopimda, dan sinergi masyarakat Kota Malang dalam menjaga keamanan serta ketertiban,” ungkap Kombes Nanang.

Ia menegaskan Polresta Malang Kota tetap akan berkomitmen menjaga soliditas internal sekaligus memperluas kemitraan strategis agar Polresta Malang Kota Polda Jatim mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan humanis terutama pada perlindungan Perempuan dan anak. (*)

error: Content is protected !!