We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: November 2025

Cegah Penolakam di Rumah Sakit BPJS Kesehatan Banyuwangi Tekankan Pentingnya Riwayat Layanan di FKTP

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi merespons keluhan yang kerap muncul terkait isu penolakan layanan pasien di Rumah Sakit (RS). Dalam kegiatan Journalist Workshop yang digelar Jumat (28/11), BPJS Kesehatan menegaskan bahwa kendala tersebut seringkali terjadi bukan karena kesalahan pasien maupun RS, melainkan kurangnya pemahaman mengenai alur prosedur yang tepat, khususnya peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

​PPS Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banyuwangi, Haidiar Zulmi Farensi (Rensi), menjelaskan bahwa kunci kelancaran layanan di RS terletak pada surat rujukan dan riwayat kesehatan pasien di FKTP (Puskesmas/Klinik/Dokter Keluarga).

​"Layanan JKN itu tidak hanya kuratif atau tindakan pengobatan. Peserta JKN bisa mendapatkan layanan promotif dan preventif di FKTP. Ini penting agar alur penggunaan BPJS bisa sesuai prosedur," ujar Rensi.

​Rensi menyoroti kebiasaan peserta yang hanya menggunakan JKN saat kondisi darurat. Akibatnya, RS tidak memiliki data riwayat medis pasien, dan pasien pun tidak memiliki rujukan aktif. Ia mengimbau masyarakat untuk rutin berkonsultasi ke FKTP, meskipun dalam kondisi sehat, guna membangun rekam medis.

​"Jadi, gunakan aplikasi JKN secara rutin. Minimal gunakan untuk konsultasi dengan FKTP. Jadi, ada catatan riwayat layanan," tambahnya.

BPJS Kesehatan memastikan jika prosedur dijalankan, seperti pemanfaatan antrean online dan pengecekan ketersediaan kamar lewat Aplikasi Mobile JKN, tidak ada alasan bagi RS untuk menolak pasien. BPJS Kesehatan juga secara rutin melakukan evaluasi dan menjaga komitmen layanan bersama pihak rumah sakit.

​Sebagai informasi, hingga Oktober 2025, tingkat kepesertaan JKN di Kabupaten Banyuwangi telah mencapai 89 persen dari total sasaran 1,6 juta penduduk.
​Dari sisi pemanfaatan dana, total manfaat yang telah disalurkan mencapai Rp733 miliar. Dari angka tersebut, sebanyak Rp78 miliar dialokasikan khusus untuk pembayaran layanan rawat jalan. Angka ini menunjukkan tingginya kehadiran negara dalam menjamin kesehatan masyarakat Banyuwangi.

Reporter : Rio

Kasus Penipuan Emas Menguak Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi Polres Jember, Korban Desak Pengusutan Tuntas

JEMBER || jejakindonesia.id – Pengungkapan kasus penipuan emas yang menimpa Soni Agustiawan kini memasuki babak baru. Setelah para pelaku utama berhasil ditangkap oleh tim gabungan Resmob Polresta Banyuwangi, Resmob Jember Barat, dan Resmob Lumajang, muncul dugaan kuat adanya keterlibatan oknum anggota Polres Jember yang diduga turut bermain dalam kasus yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah tersebut.

Soni Agustiawan, korban dalam kasus ini, datang ke Polres Jember untuk melakukan klarifikasi serta memastikan perkembangan laporan yang telah ia tempuh sejak awal kasus mencuat. Ia menyampaikan sejumlah keterangan di ruang Unit Tipidum Polres Jember, khususnya terkait dugaan keterlibatan dua oknum anggota Resmob Jember Kota 1 berinisial YD dan YY, serta seorang purnawirawan Polri berinisial BD.

“Kedatangan saya ini terkait penipuan emas yang saya alami. Pelakunya sudah tertangkap oleh tim Resmob Banyuwangi dibantu Resmob Jember Barat dan Lumajang. Saya hadir di sini untuk mengklarifikasi, karena selain pelaku utama, ada pelaku-pelaku lain yang dimintai keterangan dan ada korban lain juga yang hadir hari ini, yakni Pak Kenang,” ujar Soni kepada awak media.

Soni mengaku lega karena proses penangkapan pelaku berjalan lancar. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Wakapolres Jember, Kompol Ferry, serta Kanit Tipidum yang menurutnya telah memfasilitasi jalannya pemeriksaan secara terang benderang.

Namun rasa lega tersebut belum sepenuhnya tuntas. Soni menegaskan adanya dugaan keterlibatan oknum polisi aktif yang disebutkan oleh para pelaku saat pemeriksaan, termasuk dugaan aliran “uang keamanan” sebesar Rp100 juta yang diakui mengalir kepada pihak tertentu.

“Katanya ada oknum Resmob yang disebut di video itu. Dan tadi memang disebutkan lagi nama YD. Ini sudah mengarah ke oknum tersebut. Kalau memang terbukti, saya berharap oknum itu bisa disidang kode etik Polri,” tegas Soni.

Tidak hanya berhenti di tingkat Polres, Soni mengaku sejak awal telah melaporkan dugaan keterlibatan oknum polisi itu ke berbagai instansi, termasuk Polda Jawa Timur, Mabes Polri, hingga Komisi III DPR RI.

“Sebelum pelaku tertangkap, saya sudah curiga. Karena setiap penggerebekan, pelaku selalu lolos. Ini yang membuat saya merasa ada yang tidak beres. Makanya saya lakukan Dumas dan melaporkan oknum tersebut ke berbagai institusi. Dan ternyata dalam video pelaku tertangkap, nama itu kembali disebut,” ujarnya.

Selain inisial YD dan YY yang disebut sebagai anggota aktif Resmob Jember Kota 1, nama lainnya adalah BD, seorang purnawirawan Polri yang diduga ikut menerima uang keamanan. Lokasi rumah BD pun sudah diketahui oleh korban.

Pihak Polres Jember, menurut Soni, telah menegaskan bahwa semua nama yang disebutkan dalam pemeriksaan akan ditindaklanjuti. Ia menilai proses sudah mulai terbuka dan tidak ada indikasi penutupan informasi.

“Sudah mulai terang-benderang. Tidak ada yang ditutup-tutupi sekarang. Saya yakin oknum lain juga akan dikembangkan. Karena di video awal saja sudah disebut YD dan YY, lalu kini bertambah BD. Yang dua masih aktif, yang satu sudah purna,” jelasnya.

Soni menegaskan bahwa harapannya sederhana: penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu.

“Harapan ke depan, kasus ini harus dibuka seterang-terangnya untuk memberikan efek jera dan mencegah adanya korban lain. Institusi Polri harus bersih. Apalagi saat ini Kapolri sedang menggencarkan reformasi Polri dan Satgaswil. Semoga komitmen itu benar-benar terwujud dan Polri bisa betul-betul melayani serta mengayomi masyarakat,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyentuh dua lapisan persoalan sekaligus: sindikat penipuan emas dan dugaan keterlibatan aparat dalam melindungi pelaku. Publik kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, baik sipil maupun oknum aparat.

Polresta Banyuwangi Perkuat Pembinaan Disiplin dan Antibullying di Kalangan Pelajar

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Polresta Banyuwangi melalui Satuan Binmas melaksanakan pembinaan terkait kenakalan remaja dan pencegahan bullying kepada para pelajar SMP Unggulan Darul Anwar, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan dipimpin oleh Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, Kompol Toni Irawan, S.H., M.H., dan diikuti oleh Bripka M. Syafaat, Brigadir Putri Anita, serta Bripda Abda Baina.

Dalam arahannya, Kompol Toni Irawan,S.H., M.H., menekankan pentingnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan sekolah, serta peran pelajar sebagai agen perubahan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Para siswa juga diberi pemahaman mengenai dampak negatif bullying yang dapat memengaruhi perkembangan mental maupun prestasi belajar.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., mengapresiasi kegiatan pembinaan tersebut dan menegaskan bahwa edukasi sejak dini menjadi langkah strategis dalam meminimalisasi perilaku menyimpang di kalangan pelajar.

“Pembinaan kepada pelajar merupakan investasi jangka panjang dalam membangun karakter generasi muda. Polresta Banyuwangi berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, bebas dari kekerasan, serta mendorong tumbuhnya pelajar yang berakhlak dan berprestasi,” ujarnya

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samatama Putra,S.I.K., M.Si., M.H., juga menambahkan bahwa kolaborasi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua harus terus diperkuat untuk menciptakan ruang belajar yang sehat serta responsif terhadap persoalan yang dihadapi remaja.

Pembinaan berlangsung aman dan kondusif, diakhiri dengan doa bersama serta pesan motivasi bagi pelajar agar berani melapor jika menjadi korban maupun menyaksikan tindakan bullying.

Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Kapolri Tekankan Sinergitas TNI-Polri untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

JATENG || jejakindonesia.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin upacara wisuda prajurit taruna akademi TNI dan

Bhayangkara taruna akademi Kepolisian di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Sigit menekankan soal pentingnya sinergisitas TNI-Polri menjadi kunci utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

"Saya perpesan agar terus memperhatikan sinergisitas dan solidaritas TNI-Polri dalam setiap perjalanan. Sehingga mampu melewati berbagai tantangan bangsa demi mewujudkan visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045," kata Sigit dalam amanatnya.

Pada tahun ini terdapat 1.621 taruna, terdiri dari 713 Akmil, 350 AAL, 210 AAU, serta 348 Bhayangkara taruna Akpol, yang menyelesaikan pendidikan dasar integratif taruna akademi TNI dan akademi Kepolisian.

Dalam kesempatan ini, Sigit menyebut bahwa TNI-Polri harus berperan aktif dalam rangka mengawal dan mempercepat pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo sebagaimana tertuang dalam Asta Cita.

"Keberhasilan seluruh kebijakan tersebut tentunya merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa termasuk TNI-Polri sebagai garda terdepan yang saling melengkapi dalam menyelesaikan berbagai tantangan bangsa melalui tugas pokoknya masing-masing," ujar Sigit.

Terlebih lagi, kata Sigit, pada tahun 2030 sampai 2035, Indonesia diproyeksikan memasuki puncak bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi struktur penduduk nasional. Apabila berhasil dimanfaatkan dengan baik, Indonesia akan melakukan lompatan jauh ke depan, setara dengan negara maju lainnya.

Lebih dalam, Sigit menegaskan, tantangan tugas ke depan juga akan semakin kompleks. Disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global akan terus berkembang serta berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan dan kedaulatan Bangsa Indonesia.

"Oleh karena itu, para taruna tentunya harus terus menempa diri sehingga menjadi perwira TNI-Polri yang berkualitas, karena salah satu kunci utama dalam menyambut bonus demografi dan tantangan tugas tersebut adalah dukungan sumber daya manusia Indonesia yang unggul," ucap Sigit.

Menurut Sigit, pendidikan dasar ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai sinergisitas dan soliditas sejak dini guna memperkuat ikatan emosional para calon perwira TNI dan Polri.

Dengan latar matra dan korps berbeda, Sigit menuturkan bahwa, para taruna telah ditempa bersama dalam suasana kebersamaan, disiplin, dan semangat integrasi, yang akan menjadi bekal berharga untuk mengabdikan kepada masyarakat, serta menjaga keutuhan NKRI.

"Hal ini sejalan dengan penyampaian Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto bahwa, 'TNI dan Polri adalah dua institusi yang merupakan wujud dari kehadiran negara, wujud dari penegakan kedaulatan, dan wujud dari eksistensi negara'," tutur Sigit.

Sigit berharap upacara wisuda prajurit taruna akademi TNI dan Bhayangkara taruna akademi Kepolisian ini dapat menjadi momentum lahirnya generasi unggul calon perwira TNI–Polri yang kelak menjadi pilar utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Saya dan Bapak Panglima TNI juga pernah menjalani pendidikan seperti Taruna sekalian, sehingga memahami bahwa menempuh pendidikan sebagai seorang Taruna bukanlah perjuangan yang mudah. Dibutuhkan ketekunan dan pengorbanan selama menempuh pendidikan, sehingga dapat menjadi seorang perwira yang tanggap, tanggon, dan trengginas," tutup Sigit.

Polisi Bersihkan Rumah Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang

UMAJANG || jejakindonesia.id - Respon cepat Kepolisian dalam membantu pemulihan pascabencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, terus dilakukan oleh anggota gabungan dari Satuan Brimob dan Ditsamapta Polda Jawa Timur serta Polres Lumajang.

Puluhan personel gabungan dari Polda Jatim dan Polres Lumajang melakukan pembersihan rumah-rumah warga di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jumat (28/11/2025).

Diketahui dampak dari erupsi Gunung Semeru tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga tertutup lumpur dan material awan panas guguran (APG).

Personel gabungan bekerja bersama masyarakat secara bergotong-royong, menyingkirkan lumpur, membersihkan perabotan, serta membantu mengamankan barang-barang berharga milik warga.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri hadir di tengah masyarakat pada situasi sulit.

Kombes Pol Abast mengatakan, Polda Jawa Timur telah menurunkan personel gabungan untuk membantu percepatan pemulihan di wilayah terdampak.

"Kehadiran Polri dalam hal ini Polda Jawa Timur dan Polres Lumajang di sini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral untuk meringankan beban masyarakat,” kata Kombes Pol J. Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menambahkan, kehadiran Polda Jatim dan jajarannya tersebut menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk mempercepat aktivitas warga kembali normal.

“Kami memastikan bantuan personel akan terus diberikan selama warga masih membutuhkan. Polri akan selalu hadir untuk membantu dan memberikan rasa aman,” tegas Kombes Pol J. Abast.

Warga sekitarpun menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan bantuan yang diberikan aparat kepolisian yang sudah membantu membersihkan rumah hingga lingkungan permukiman.

Dengan adanya dukungan ini, proses pemulihan di Desa Supiturang diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif. (*)

error: Content is protected !!