We're open Closes at 5:00 pm

Bulan: November 2025

Road Show : Polres Kediri Beri Edukasi Bahaya Narkoba kepada Para Santri

KEDIRI || jejakindonesia.id - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kediri Polda Jawa Timur gencar sosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Seperti halnya yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, Satresnarkoba menyasar Pondok Pesantren Darul Fatihin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri untuk mengedukasi kepada para santri.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program pembinaan dan pencegahan terhadap penyalahgunaan Narkoba termasuk di lingkup Pesantren.

"Tujuan membangun daya cegah dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan, khususnya pondok pesantren," ujar AKBP Bram, Jumat (28/11).

Menurut AKBP Bramastyo Priaji generasi muda, khususnya para santri, memiliki peran penting dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 yang produktif dan bebas narkoba.

"Kita menggandeng para santri agar menjadi pelopor tanpa narkoba di lingkungan masing - masing," kata AKBP Bram.

Pada kegiatan tersebut, Satresnarkoba Polres Kediri Polda Jatim menjelaskan secara detail tentang jenis-jenis narkoba, dampak buruk penyalahgunaan, serta ancaman peredaran gelap narkotika yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Penyampaian materi dilakukan secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami sehingga para peserta mampu menangkap pesan penting mengenai bahaya narkoba.

“Para santri harus mampu menjadi generasi emas yang bebas dari narkoba. Tidak hanya menjauhi, tetapi juga mampu mengedukasi lingkungan sekitar tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” tutur AKBP Bramastyo.

Pihak pondok pesantren mengapresiasi kegiatan yang digelar Polres Kediri Polda Jatim itu.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fatihin menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya program Road Show Generasi Emas Produktif Tanpa Narkoba tersebut.

"Terima kasih kepada Polres Kediri karena kegiatan ini sangat bermPengasuh Pondok Pesantren Darul Fatihin anfaat bagi para santri," ungkapnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fatihin juga mengatakan edukasi seperti ini penting agar para santri tumbuh menjadi pemuda harapan bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Kodim 0821 Bersama Polkes dan Kesdam V/Brawijaya Gelar Pemeriksaan Kesehatan serta Edukasi Kebencanaan di Supiturang

LUMAJANG || jejakindonesia.id – Dalam upaya memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah rawan bencana, jajaran Kodim 0821 Lumajang bersama Tim Polkes dan Kesdam V/Brawijaya melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pembekalan wawasan kebencanaan bagi warga di Kompleks RT 03 RW 04 Dusun Supiturang, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan dihadiri 32 warga yang terdampak, tim gabungan juga menyampaikan edukasi penting terkait mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, serta langkah cepat yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi.

Kapten Czi Heri Cahyono selalu koordinator menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk memastikan kondisi kesehatan warga tetap terpantau, tetapi juga untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai ancaman bencana di wilayah Supiturang yang berada di kawasan rawan erupsi Gunung Semeru.

“Pembekalan ini kami berikan agar masyarakat semakin siap dan tidak panik ketika terjadi keadaan darurat. Selain itu, kami juga menyerahkan sarana kontak berupa bantuan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap keselamatan warga,” ujarnya.

Kegiatan berjalan dengan tertib dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala, mengingat kondisi geografis wilayah yang membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak.

Melalui kegiatan ini, Kodim 0821 bersama jajaran kesehatan TNI berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Pronojiwo. (Pendim 0821).

Bupati Ipuk Nominator Most Inspiring Tourism Leader (MITL)

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Kementerian Pariwisata menggelar Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025, ajang apresiasi kepada insan yang dinilai berkontribusi memajukan pariwisata Indonesia. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani masuk dalam nominasi tiga besar kategori Most Inspiring Tourism Leader (MITL).

Penghargaan dari Kemenpar ini sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas peran-peran para stakeholder pariwisata yang telah berperan dalam pengembangan pariwisata nusantara yang berkualitas dan berkelanjutan.

Bupati Ipuk menjadi salah satu pemimpin daerah yang dinilai pemerintah pusat sebagai sosok penting dalam pengembangan pariwisata nusantara. Berbagai terobosan Ipuk selama memimpin Banyuwangi dinilai berperan besar untuk kemajuan pariwisata daerah yang berdampak pada pariwisata Indonesia.

Bupati Ipuk berkesempatan memaparkan visi misi dan startegi pengembangan pariwisata Banyuwangi di hadapan juri penilai dan sejumlah pejabat di Kementerian Pariwisata secara daring pada Kamis (27/11/2025). Paparan tersebut dibuka langsung oleh oleh Sekretaris Menteri Pariwisata Bayu Aji.

Sesmen Bayu Aji mengatakan Woderfull Indonesia Award merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai stakeholder pariwisata yang memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan destinasi, peningkatan pelayanan serta penguatan ekositem pariwisata yang berkelanjutan.

“Award ini memberikan pengakuan kepada pemerintah daerah yang inovatif dan visioner dalam mengembangkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Kami ingin mengapresiasi sekaligus memotivasi daerah untuk terus memajukan pariwisata yang berkelanjutan. Dari sini, kita mendapatkan referensi praktik baik yang kredibel dan berdampak luas,” ungkap Bayu.

Bayu Aji menyampaikan penilaian ini diikuti oleh tiga besar daerah dengan kategori provinsi, kota dan kabupaten.

“Para nominator yang saat ini menjalani penilaian menurut kami saat ini adalah yang terbaik dari ratusan daerah lainnya,” imbuh Bayu Aji.

Sementara itu, Ipuk menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Banyuwangi sebagai nominator dalam Wonderful Indonesia Award 2025.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Namun jug amenajdi pelecut agar kami terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan pariwisata daerah,” kata Ipuk.

Ipuk menyampaikan komitmen banyuwangi yang tidak hanya membangun pariwisata, tetapi menumbuhkan ketahanan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan keberanian mengambil keputusan.

“Kami telah mengaskan visi pariwisata Banyuwangi dalam lima tahun menjadi pariwisata unggul berdaya saing dan memberi manfaat besar bagi masyarakat. Apapun program daerah yang kami lakukan, ujungnya adalah untuk meningkatkan kesejahteran, mengentaskan kemiskinan, termasuk dari sektor pariwisata juga,” kata Ipuk.

Ipuk mengakui di masa kepemimpinannya pariwisata dimulai pada situasi yang cukup berat yakni masa Pandemi Covid 19. Dengan strategi kepemimpinan yang diambilnya pariwisata Banyuwangi perlahan bangkit.

“Kami fokus pada penyelamatan dan membangkitkan pariwisata dengan Program Banyuwangi Rebound termasuk memberikan bantuan ekonomi ada pelaku wisata,” ujar Ipuk.

Bertahap Banyuwangi juga menggerakkan kembali lokomotif pariwisata dengan menggelar berbagai event. Bertahap, event sport tourism skala internasional juga kembali dihelat untuk menarik wisatawan internasional seperti Tour de Banyuwangi Ijen dan World Surf League (WSL).

Ipuk juga terus mendorong pendirian desa wisata yang kini telah ada 99 desa. Selain juga terus mendorong inovasi wisata, yang terbaru adalah Ijen Golden Route.

“Dengan berbagai upaya tersebut berdampak pada meningkatnya kunjungan jumlah wisatawan ke Banyuwangi. Juga pada peningkatan ekonomi Banyuwangi, antara lain pendapatan perkapita dari Rp58,08 juta pada 2023 menjad Rp. 62,09 juta pada 2024. PDRB meningkat dari Rp. 101,29 triliun pada 2023 menjadi Rp. 108,92 triliun di 2024,” tutup Ipuk. (*)

Perkins Internasional Latih Fisiotherapi Ratusan Guru dan Orang tua ABK di Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Perkins International, organisasi dunia yang berpusat di Boston, Amerika Serikat, terus memperkuat pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Banyuwangi. Salah satunya, Perkins menggelar training fisioterapi bagi para guru dan orang tua yang memiliki anak-anak dengan hambatan fisik

Ratusan orang tua ABK serta guru SLB di Banyuwangi telah mengikuti pelatihan fisiotherapi. Mereka diajarkan fisioterapi dasar untuk anak dengan hambatan fisik agar mereka bisa mencapai potensi yang maksimal.

Peserta mendapat pelatihan langsung dari pakar Fisioterapis Pediatrik Neuro asal India, DR Loganathan Gurusamy. DR Loganathan mengajarkan guru dan orang tua cara mengaktifkan otot-otot anak.

Sepanjang pengamatan DR Loganathan, budaya Asia Tenggara menunjukkan adanya keterikatan yang sangat erat antara orang tua dan anak. Ini membuat orang tua cenderung terlalu melindungi anak, sehingga membuat mereka menjadi kurang mandiri.

“Melindungi itu bagus, tapi kita harus tahu kapan kita harus melakukannya. Tidak boleh berlebihan sehingga tidak menyebabkan anak terlalu bergantung pada orang tua, terutama pada anak anak penyandang disabilitas” ujarnya.

“Anak harus dilatih untuk bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan sehari-hari, salah satunya agar ototnya tidak semakin melemah,” imbuhnya.

Ia pun mencotohkan sejumlah gerakan yang bisa dilakukan guru dan orangtua untuk menstimulus gerakan anak.

“Anak jangan langsung digendong jika ingin dipindahkan atau diantarkan ke ruang tertentu, tapi mereka diminta menggerakkan tubuhnya secara aktif ke depan sesuai instruksi yang diberikan guru atau orang tua,” ujarnya.

Salah satu orang tua ABK, Wartini, yang mengikuti Pelatihan Fisioterapi mengaku pelatihan ini sangat berguna dirinya yang memiliki anak penyandang Cerebral Palsy.

“Sekarang usianya 11 tahun, tapi jalannya masih ngesot. Belum bisa berdiri tegak. Dengan mengikuti pelatihan seperti ini saya mendapatkan cara yang pas untuk mengajarkan anak saya untuk bisa berdiri,” ungkapnya.

Sedangkan Ariensa Gita Pralistyo, guru SLB Negeri Banyuwangi mengaku senang berkesempatan mengikuti pelatihan ini. Ia jadi mengetahui cara yang tepat untuk memperlakukan siswanya terutama dengan keterbatasan fisik yang cukup berat.

“Selama ini saya tahunya kalau mengangkat anak ya langsung diangkat saja. Ternyata itu justru bahaya buat tulang punggung mereka dan ada caranya tersendiri yang aman. Saya juga belajar bagaimana kita harus berkomunikasi aktif dengan anak agar mau melakukan gerakan,”ungkapnya. (*)

Perkuat Akses Untuk Pelindungan Saksi dan Korban di Daerah, LPSK Bangun Kolaborasi Dengan Banyuwangi

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Untuk memperkuat akses terhadap perlindungan saksi dan korban tindak kejahatan, LPSK membangun kolaborasi dengan berbagai daerah. Di Jawa Timur, Banyuwangi menjadi daerah pertama yang digandeng oleh LPSK untuk upaya penguatan tersebut.

Sebagai tahap awal kolaborasi dilaksanakan lewat kegiatan sosialisasi terkait tugas, fungsi dan penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) dan mitra kerja. Mereka terdiri atas para Aparat Penegak Hukum (APH) yang ada di Banyuwangi, mitra layanan (LBH), para kepala desa se Banyuwangi hingga unsur OPD Banyuwangi. Kegiatan tersebut turut dhadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati Mujiono.

Sekjen LPSK Sriyana mengatakan sosialisasi ini adalah salah satu upaya LPSK memperkuat koordinasi perlindungan saksi dan korban bersama mitra aparat penegak hukum, Kementerian/Lembaga, serta penyedia layanan lainnya di wilayah Banyuwangi.

"Acara sosialisasi dan penguatan koordinasi ini dalam rangka penguatan layanan terpadu Saksi dan Korban Tindak pidana dalam hal penanganan, perlindungan, hingga pemulihan," kata Sriyana di Kantor Pemkab Banyuwangi, Kamis (27/11/2025).

Sriyana menyebutkan masih banyak layanan perlindungan yang harus diperkuat, di antaranya perlindungan atas keamanan, pemberian bantuan, dan memfasilitasi ganti kerugian.

Wakil Ketua LPSK Susilaningtias menambahkan dengan sosialisasi ini diharapkan para peserta lebih mengenal dan memahami LPSK. LPSK merupakan Lembaga bisa memberi perlindungan bagi masyarakat yang menjadi saksi dan korban tindak pidana.

“Perlindungan kita berikan agar masyarakat berani bersuara. LPSK akan melindungi secara penuh baik adanya ancaman fisik dan psikologis,” ungkapnya.

Sementara itu terkait jumlah permohan perlindungan LPSK dari wilayah Jawa Timur, pada tahun 2024 LPSK menerima 649 permohonan, tahun 2025 (hingga 26 November) menjadi 1.187, meningkat 54 persen, dengan menempati urutan ketiga tertinggi secara nasional setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Banyuwangi sendiri hanya lima permohonan, Alhamdulillah tidak banyak semoga ini pertanda bahwa Banyuwangi aman dan kondusif,” ujar Susilaningtias.

Sementara Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan Banyuwangi siap berkolaborasi mewujudkan perlindungan saksi dan korban di wilayah Banyuwangi. Sosialsiasi bukan hanya penguatan pemahaman, tapi sinergi dan sinkronisasi agar keadilan bisa terwujud.

"Pemerintah Banyuwangi siap menjadi mitra dan proaktif agar saksi dan korban dapat merasa aman, terlindungi dan terjamin hak-haknya," tegas Mujiono.

Mujiono juga berharap LPSK bisa membuka perwakilan di Banyuwangi. Agar masyarakat bisa menerima manfaat langsung dan semakin cepat dan mudah mengakses layanan LPSK. “Pemkab siap mendukung untuk realisasi kantor LPSK di Banyuwangi,” pungkas Mujiono. (*)

error: Content is protected !!