Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Selang untuk Negeri” Satgas Yonif 700/WYC Bagikan Air Bersih untuk Warga Kago, Bukti Kepedulian Prajurit di Tanah Puncak

PAPUA || jejakindonesia.id — Di tengah teriknya matahari dan keterbatasan sumber air bersih di Distrik Ilaga, para prajurit TNI dari Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti (WYC) kembali menunjukkan kepedulian dan semangat pengabdian tanpa batas. Melalui Pos Titik Kuat Kosatgas, Satgas melaksanakan kegiatan binter terbatas dengan berbagi air bersih kepada warga Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. (17/10/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Pratu Agung, yang bersama rekan-rekan prajurit lain bahu membahu menyalurkan air bersih menggunakan jeriken dan selang menuju wadah-wadah warga. Sejak pagi hari, warga Kampung Kago tampak berbondong-bondong datang ke Pos Kosatgas dengan membawa jerigen, ember, dan galon kosong untuk mendapatkan air bersih.

Di tengah kondisi geografis yang sulit dan sumber air yang terbatas, kehadiran prajurit Satgas menjadi penyelamat bagi warga. Senyum dan ucapan terima kasih pun menghiasi wajah masyarakat yang menerima bantuan tersebut.

Menurut Danpos Kosatgas, Lettu Cke Ramlan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

> “Air adalah sumber kehidupan. Melihat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, kami tidak bisa tinggal diam. Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap sesama. Kami berharap, langkah kecil ini dapat meringankan beban warga dan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat,” ujar Lettu Cke Ramlan.

 

Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat komunikasi sosial antara Satgas dengan warga sekitar. Kehadiran prajurit Satgas Yonif 700/WYC tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menghadirkan manfaat dan solusi nyata bagi masyarakat Papua.

Dengan semangat “Bersama Rakyat, TNI Kuat”, para prajurit Wira Yudha Cakti terus menyalakan api pengabdian di pelosok negeri, membuktikan bahwa tugas mereka bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menebar kemanusiaan di setiap tetes air kehidupan.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus Dua Pengedar Sabu, Sita 3,9 Gram

GRESIK || jejakindonesia.id - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Kali ini, dua pria warga Gresik berhasil diringkus saat melakukan aktivitas peredaran sabu di rumahnya, Minggu (28/9/2025) malam.

Dua pelaku tersebut yakni AF(48) warga Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik, dan A. ZM (49) warga Jalan Sindujoyo, Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik.

Penangkapan keduanya dilakukan sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Nyai Ageng Arem-arem No. 35C, Desa Pekelingan. Dari hasil penggerebekan, petugas menemukan 12 plastik klip berisi kristal putih diduga sabu.

Barang bukti 12 plastik klip yang didalamnya berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis shabu dengan berat timbang masing-masing netto ±0,901, ±0,819, ±0,613, ±0,650, ±0,096, ±0,202, ±0,104, ±0,200, ±0,103, ±0,096, ±0,093, dan ±0,092 gram. Total keseluruhan narkotika jenis shabu yang disita dengan berat timbang 3.969 gram

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain, satu kotak rokok berisi 12 paket sabu. Delapan potongan kertas pembungkus. Satu dompet berisi uang tunai Rp200 ribu, timbangan elektrik, dan plastik klip kosong. Satu sekop kecil dari sedotan.

Dua unit handphone masing-masing merk Samsung dan Realme. Satu kartu ATM BNI atas nama tersangka Abdullah Fathoni.

Kasat Resnarkoba Polres Gresik AKP Ahmad Yani menjelaskan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas memastikan bahwa kedua pelaku memang terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.

"Saat dilakukan penggeledahan, kedua tersangka kedapatan menyimpan dan menguasai 12 paket sabu siap edar. Barang bukti kemudian kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Ahmad Yani, Jumat (17/10/2025).

Ia menambahkan, kedua pelaku diduga kuat sebagai penjual dan perantara dalam jual beli narkotika golongan I jenis sabu.

“Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya.

Lebih lanjut, AKP Ahmad Yani mengimbau masyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba dan berani melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Bila mengetahui ada aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke polisi melalui hotline ‘Lapor Cak Roma’ di nomor 0811-8800-2006 atau datang langsung ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya.

Dengan pengungkapan kasus ini, Satresnarkoba Polres Gresik menegaskan komitmennya untuk terus menekan peredaran gelap narkoba demi menciptakan lingkungan Gresik yang bersih dari narkotika.
(Redho)

Satgas Yonif 700/WYC Ajak Warga Tanam Keladi, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat di Tanah Papua

PAPUA || jejakindonesia.id — Di tengah kesejukan alam pegunungan Papua, semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat kembali terpancar. Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti (WYC) melalui Pos Titik Kuat Bendungan melaksanakan kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) terbatas dengan aksi nyata membantu warga Kampung Nipuralome, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, menanam keladi di lahan perkebunan warga.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danpos Titik Kuat Bendungan, Lettu Inf Risal, ini menjadi bukti nyata komitmen Satgas untuk terus mempererat hubungan dengan masyarakat Papua melalui program Bintahwil (Pembinaan Ketahanan Wilayah) yang sederhana namun penuh makna.

Dengan tangan-tangan penuh semangat, prajurit dan warga bergotong royong mengolah tanah, menanam bibit keladi, dan saling bertukar tawa di antara barisan hijau tanaman yang mulai tumbuh. Di balik kegiatan ini, tersimpan pesan kuat tentang persaudaraan, kemandirian pangan, dan kebersamaan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Kami tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tapi juga ingin menumbuhkan harapan bersama masyarakat. Menanam keladi ini bukan sekadar bercocok tanam, tapi menanam semangat untuk hidup mandiri dan sejahtera,” ujar Lettu Inf Risal dengan penuh optimisme.

Menurutnya, keladi dipilih karena merupakan tanaman khas dan mudah tumbuh di tanah pegunungan Papua, serta menjadi bahan makanan pokok bagi masyarakat setempat. Melalui kegiatan seperti ini, Satgas berharap dapat mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai penopang ekonomi keluarga.

Kehadiran prajurit Satgas Yonif 700/WYC di tengah masyarakat pun disambut hangat. Warga Kampung Nipuralome tampak gembira dan bersemangat bekerja bersama prajurit yang selama ini mereka anggap sebagai saudara.

Kegiatan Bintahwil tersebut menjadi simbol nyata Kemanunggalan TNI dan rakyat — bahwa di tanah Papua, perjuangan tidak selalu dengan senjata, tetapi juga dengan cangkul, benih, dan kerja sama yang tulus demi masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Presiden Prabowo Subianto Rayakan Ulang Tahun ke-74, Redaksi Media jejakindonesia.id Do’a Dan Harapan Mengalir untuk Pemimpin Bangsa

JAKARTA || jejakindonesia.id — Hari ini menjadi momen istimewa bagi Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, yang genap berusia 74 tahun. Ucapan selamat dan doa mengalir deras dari berbagai kalangan masyarakat, tokoh bangsa, hingga komunitas media yang turut mengapresiasi dedikasi dan pengabdian beliau bagi tanah air.

Dalam usia yang semakin matang, Presiden Prabowo dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, visioner, sekaligus berjiwa nasionalis. Pengalaman panjangnya di dunia militer dan politik telah membentuk karakter kepemimpinan yang berorientasi pada ketahanan bangsa, kemandirian ekonomi, serta kesejahteraan rakyat.

Melalui unggahan ucapan selamat yang beredar di berbagai media, termasuk Jejakindonesia.id, masyarakat menyampaikan doa agar Presiden Prabowo senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, serta kekuatan dalam memimpin bangsa menuju Indonesia yang maju dan bermartabat.

“Semoga sehat selalu, panjang umur, sukses dan amanah memimpin bangsa dan negara Indonesia tercinta serta senantiasa dilindungi Allah SWT,” demikian bunyi pesan penuh makna yang turut mewarnai peringatan hari lahir Presiden Prabowo.

Momentum ulang tahun kali ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang seorang patriot bangsa yang mengabdikan hidupnya untuk Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, harapan besar tumbuh di tengah masyarakat akan terwujudnya cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

 

RED

Gema Indonesia Raya Tiga Stanza: Menghidupkan Kembali Jiwa Kebangsaan dari Makam WR Soepratman ‎

SURABAYA || jejakindonesia.id -‎ Di tengah sorotan atas krisis moral dan melemahnya semangat nasionalisme, gema Indonesia Raya tiga stanza kembali menggema dari Museum dan Makam WR Soepratman di Surabaya. Kegiatan yang digagas oleh komunitas pecinta Indonesia ini menjadi penanda 97 tahun lahirnya lagu kebangsaan yang menggetarkan sejarah dan mengikat jiwa bangsa.

‎Ketua Panitia Rudy T Mintarto menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar peringatan, tetapi gerakan kebudayaan yang mengajak rakyat Indonesia menghidupkan kembali semangat tiga stanza yang nyaris terlupakan.

‎“Kita tidak boleh berhenti di satu bait. Di tiga stanza, Soepratman menulis seluruh roh perjuangan bangsa — tentang tanah air, pengorbanan, dan kemajuan. Dengan menyanyikannya penuh, kita memanggil kembali jiwa kebangsaan yang mulai pudar,” ujar Rudy.

‎Rudy menjelaskan, makam WR Soepratman dipilih sebagai lokasi utama untuk mengingatkan publik bahwa perjuangan bisa lahir dari ruang kesederhanaan.

‎“Beliau tidak berperang dengan senjata, tapi dengan biola dan pena. Lagu Indonesia Raya lahir dari hati yang tulus dan pikiran yang merdeka,” katanya. Acara berlangsung pada hari Selasa, 28 Oktober 2025, pukul 14.00. Berawal dari museum dilanjutkan di makam.

‎Penasihat program, Prof. Dr. Siswanto, menyebutkan bahwa pengabaian terhadap dua stanza berikutnya membuat bangsa kehilangan sebagian besar nilai moral yang diwariskan Soepratman.

‎“Bait kedua dan ketiga berisi ajaran pengorbanan, tanggung jawab, dan semangat persatuan. Jika hanya satu stanza yang dinyanyikan, kita kehilangan ruh moral dari lagu kebangsaan,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Rokimdakas, sekretaris sekaligus desainer program, menjelaskan bahwa acara ini dikemas secara estetis dan reflektif melalui musik biola, pidato kebangsaan pembacaan puisi perjuangan, serta slametan.

‎“Kami ingin masyarakat melihat bahwa patriotisme bukan sekadar slogan. Ia bisa hidup melalui seni dan budaya yang jujur, seperti yang dilakukan Soepratman,” tutur Rokim.

‎WR Soepratman lahir pada 9 Maret 1903 dan wafat 17 Agustus 1938 dalam usia 35 tahun. Meski tak menikah, ia mengabdikan hidupnya sebagai pendidik dan wartawan serta mencipta lagu pemersatu bangsa, hingga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputra Utama.

‎Gema Indonesia Raya tiga stanza dari makamnya menjadi simbol kebangkitan nurani bangsa. Mengingatkan bahwa kemerdekaan sejati adalah kesetiaan menjaga nilai moral dan kebangsaan di tengah zaman yang mudah tergoda kekuasaan.

‎(Redho)

error: Content is protected !!