Sorry, we're closed Opens Kamis at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Dukung Ketahanan Pangan, Satgas Yonif 521/DY Manfaatkan Lahan Kosong di Sekitaran Pos

Jayawijaya || jejakindonesia.id - Kondisi Ketahanan pangan ini di mana semua orang memiliki akses fisik, sosial, dan ekonomi terhadap makanan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau untuk dapat hidup sehat dan produktif.

Ketersediaan pangan, akses pangan, penyerapan pangan (pemanfaatan), dan stabilitas pasokan. Kondisi ini terwujud ketika pangan tersedia dalam jumlah dan mutu yang cukup, aman, beragam, bergizi, merata, dan tidak bertentangan dengan agama serta budaya masyarakat di Distrik Napua, Jayawijaya, Papua Pegunungan. (18/10/2025).

Menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan lahan, teknik pertanian yang belum modern, masalah distribusi akibat infrastruktur yang terbatas, dan dampak perubahan iklim.

Dankipur 1 Kapten Inf Suratno, Satgas Yonif 521/DY Harus berusaha menjadi faktor berperan dalam mengatasi hal tersebut yang menjadi Kebutuhan pangan bagi sebagian masyarakat.

Mendukung program ketahanan pangan Satgas Yonif 521/DY dengan memanfaatkan waktu senggang, memanfaatkan lahan kosong di sekitaran pos.

Komandan Satgas Yonif 521/DY Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata,S.E,M.I.P
Berbekal pengetahuan pembekalan tentang pertanian sebelum berangkat tugas, personel Satgas dengan cekatan memanfaatkan lahan kosong di sekitar pos dengan menanam cabe untuk membantu kebutuhan pangan prajurit dan juga warga sekitar pos.

Hal ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI di wilayah penugasan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan swasembada pangan bagi kesejahteraan bangsa indonesia.

Lahan kosong tersebut merupakan lahan milik warga yang tidak di kelola, sehingga muncul ide dari personel Satgas untuk menanam bibit Tomat, Kacang, Kangkung, cabe dan Sayuran lainya dengan hasil yang cukup memuaskan dan bisa membantu kebutuhan Pos dan membaginya ke warga sekitanya.

*"Prajurit Macan Kumbang Berhasil" (Yonif 521/DY)*

Anggota Satgas TMMD ke-126 Laksanakan Senam Pagi Bersama untuk Jaga Kebugaran dan Kesehatan Tubuh

PANDEGLANG || jejakindonesia.id – Dalam rangka menjaga kebugaran fisik dan meningkatkan semangat kerja di lapangan, anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0601/Pandeglang melaksanakan kegiatan senam pagi bersama di sekitar lokasi posko TMMD, sebelum memulai aktivitas pembangunan di Desa Cikentrung, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan senam pagi ini diikuti oleh seluruh anggota Satgas TMMD yang terdiri dari personel TNI, Polri, serta masyarakat yang turut membantu pelaksanaan program pembangunan desa. Dengan penuh semangat, para peserta melakukan berbagai gerakan peregangan dan latihan fisik ringan yang bertujuan untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima serta mencegah kelelahan selama melaksanakan tugas di lapangan.

Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) TMMD ke-126 menyampaikan bahwa olahraga pagi merupakan bagian penting dari rutinitas kegiatan TMMD, selain untuk menjaga kesehatan juga sebagai sarana mempererat kebersamaan antaranggota Satgas dan masyarakat.

> “Tubuh yang sehat dan bugar akan sangat menunjang produktivitas dalam bekerja. Karena itu, setiap pagi sebelum memulai kegiatan fisik seperti pembangunan jalan, rehab musholla, dan pembuatan MCK, kita awali dengan senam bersama,” ujarnya.

 

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, kegiatan senam pagi juga menjadi momen untuk memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas antara TNI dan warga desa. Suasana akrab dan penuh canda tawa tampak dalam kegiatan ini, mencerminkan sinergi yang harmonis antara aparat TNI dan masyarakat setempat.

Salah seorang warga Desa Cikentrung yang turut berpartisipasi dalam senam pagi menyampaikan apresiasinya terhadap kedisiplinan dan semangat para anggota TNI.

> “Kami sangat senang bisa ikut senam bareng bapak-bapak TNI. Selain sehat, kami jadi lebih dekat dan semangat ikut membantu pembangunan di desa,” ungkapnya dengan antusias.

 

Kegiatan TMMD ke-126 di wilayah Kodim 0601/Pandeglang ini memang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti pembukaan jalan, perehaban rumah, dan fasilitas umum, tetapi juga pembangunan non-fisik yang menumbuhkan kesadaran hidup sehat, gotong royong, serta kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Melalui rutinitas senam pagi ini, diharapkan seluruh personel Satgas TMMD senantiasa dalam kondisi sehat, kuat, dan siap memberikan hasil terbaik dalam pelaksanaan program TMMD ke-126 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Kabupaten Pandeglang.

Sumber: Pendim 0601 Pandeglang

Wamendagri Bima Arya Buka Festival Benteng Victoria Tahun 2025 di Kota Ambon

AMBON || jejakindonesia.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membuka secara resmi Festival Benteng Victoria Tahun 2025 di Lapangan Merdeka Ambon, Maluku, Jumat (17/10/2025). Festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas budaya serta mendorong pariwisata di Provinsi Maluku, khususnya Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Bima Arya mengapresiasi rencana pemerintah daerah (Pemda) setempat bersama Kementerian Kebudayaan untuk merevitalisasi Benteng Victoria melalui pemugaran. Ia menilai, penataan ulang benteng bersejarah tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali ingatan tentang peradaban dan warisan sejarah yang dimiliki Maluku.

Ia menegaskan bahwa Kota Ambon dan Provinsi Maluku memiliki modal utama berupa sejarah panjang serta kebudayaan yang beraneka ragam. Menurutnya, wilayah ini menyimpan banyak cerita, inspirasi, dan warisan turun-temurun, tidak hanya dari keindahan alamnya yang memesona, tetapi juga dari kekayaan budaya, kuliner, serta nilai-nilai luhur yang hidup di dalamnya.

“Setiap kota punya identitas, tapi tidak setiap kota itu punya karakter,” ujarnya.

Ia menambahkan, Maluku dan Ambon bukan hanya sekadar nama, tapi menyangkut karakter dan budaya yang luar biasa. “Tidak ada bangsa yang besar di muka bumi ini, tidak ada kota, wilayah yang maju di dunia ini tanpa peradaban dan kebudayaan yang kokoh dan kuat, tanpa adanya kebudayaan yang mempersatukan warganya,” ujar Bima.

Bima menjelaskan, Benteng Victoria memiliki nilai strategis sebagai simbol peradaban dan titik temu sejarah. Karena itu, pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, dan kementerian/lembaga terkait perlu merumuskan langkah-langkah pemanfaatan hasil revitalisasi agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara bertahap.

Bima pun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya festival ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang menjadi agenda budaya berskala nasional maupun internasional.

“Semoga tahun depan acaranya lebih meriah, tahun-tahun berikutnya bisa mendatangkan wisatawan yang ujung-ujungnya akan memberikan kesejahteraan bagi warga yang ada di Maluku dan Ambon,” tandasnya.

Sebagai informasi, acara pembukaan Festival Benteng Victoria ini dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku Dody Wiranto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku dan Kota Ambon.

Puspen Kemendagri

Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Pembangunan “Aula Prabowo Subianto” di Sekolah Teologi Wamena Segera Dimulai

WAMENA || jejakindonesia.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk memastikan pembangunan “Aula Prabowo Subianto” di Sekolah Tinggi Alkitab (STA)/Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) Tom Bozeman Sinakma Wamena segera dimulai. Pembangunan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan sarana pendidikan dan pembinaan karakter di wilayah Papua.

Kunjungan kerja Ribka ke STA/SMTK Tom Bozeman Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (17/10/2025), menjadi tindak lanjut janji Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat berkunjung bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Agustus lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Ribka menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan meluruskan miskomunikasi yang sempat muncul di lapangan.

“Jadi kita coba luruskan pemahaman yang terjadi miskomunikasi dalam rencana pembangunan di STA/SMTK Tom Bozeman Sinakma Wamena. Pak Menteri PKP itu menginginkan ada tiga program utama. Pertama, pembangunan aula yang akan diberi nama Aula Prabowo Subianto,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan akan melibatkan putra-putri asli daerah, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Ia pun menekankan kualitas desain karena proyek ini membawa nama Presiden. Selain aula, Menteri PKP juga memberikan dukungan untuk penguatan GMKI dan perbaikan simbol keagamaan di Wamena.

“Satu lagi beliau beri tugas kepada saya untuk mengawal GMKI. Saat makan malam waktu itu, mahasiswa datang dan Pak Menteri PKP langsung memberikan bantuan rencana pembangunan kantor sekretariat GMKI, kemudian bantuan memperbagus tugu salib sebesar Rp1 miliar, dan selanjutnya bantuan untuk STA/SMTK ini sebesar Rp3 miliar,” lanjutnya.

Ribka menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang memfasilitasi pertemuan dengan pihak sekolah guna penyamaan persepsi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah memfasilitasi pertemuan ini. Kita sudah menyamakan persepsi dan bertemu dengan dewan guru. Semuanya sudah jelas dan kami akan segera melaporkan kembali kepada Bapak Menteri untuk tindak lanjut selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jayawijaya Atenius Murip mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pendidikan teologi di wilayah pegunungan tengah Papua. Ia menyebut, kehadiran Wamendagri mempercepat koordinasi pembangunan.

“Sore hari ini bertepatan dengan kunjungan Ibu Wakil Menteri Dalam Negeri di kompleks STA/SMTK Tom Bozeman Wamena, kami bertemu dengan staf dan akademisi di STA/SMTK. Kami sedang membahas penempatan lokasi pembangunan aula gedung yang diberikan oleh Pak Menteri PKP,” ungkapnya.

Adapun Kepala Sekolah STA/SMTK Tom Bozeman Sinakma Wamena Hosea Murip juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah.

“Saya sebagai pimpinan sekolah STA mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah membantu kami untuk membangun aula, dan juga kepada Ibu Wamendagri, serta Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan dan perhatian bagi sekolah teologi kami di Sinakma,” ucapnya.

Ia menegaskan, bantuan pembangunan ini sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan teologi dan pelayanan gereja di wilayah pegunungan tengah Papua.

“Atas nama gereja dan sekolah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah membantu kami. Pembangunan aula dan perumahan bagi murid-murid kami akan menjadi berkat besar bagi generasi penerus di Tanah Papua,” tutupnya.

Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan berbasis iman di Papua, sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di wilayah pegunungan.

Puspen Kemendagri

Tinjau Perumahan ASN di Kota Malang, Mendagri Ajak Pemda Sukseskan Program Tiga Juta Rumah

MALANG || jejakindonesia.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk menyukseskan program tiga juta rumah. Menurutnya, program tersebut sangat mulia karena menunjukkan keberpihakan terhadap rakyat kecil.

Hal tersebut disampaikan Mendagri saat meninjau Perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), Jumat (17/10/2025). Dalam kesempatan itu, Mendagri bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyapa masyarakat dan meninjau langsung lokasi perumahan.

Mendagri menjelaskan, Presiden RI Prabowo Subianto telah berulang kali menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat kecil. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program strategis, di antaranya program Tiga Juta Rumah, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), Swasembada Pangan, Kampung Nelayan, serta program prioritas lainnya. Karena itu, ia mengajak seluruh Pemda untuk memberikan dukungan nyata agar program tersebut dapat terealisasi secara optimal.

Dari sisi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mendagri menegaskan bahwa pihaknya juga telah berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program tiga juta rumah. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan menerbitkan Surat Keputusan Bersama mengenai pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Itu sangat membantu sekali. Tujuannya supaya Bapak-Bapak, Ibu-Ibu yang bangun rumah, renovasi rumah, sepanjang masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah, itu bebas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mendagri mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk membangun sistem pelayanan perizinan PBG yang cepat dan efektif. Ia mencontohkan inovasi layanan perizinan yang telah dilakukan oleh Pemkot Surabaya, di mana proses penerbitan PBG dapat diselesaikan hanya dalam waktu 15 menit.

“Kami menyaksikan langsung [layanan penerbitan PBG selesai dalam] 15 menit itu. Surabaya, Pak Wahyu (Wali Kota Malang) 15 menit PBG-nya, kami tunggu dengan Pak Ara. Paling cepat yang pernah kami temukan,” sambung Mendagri.

Ia berharap, kualitas pelayanan serupa dapat ditiru dan diterapkan secara lebih luas oleh Pemda lainnya. Menurutnya, pelayanan yang cepat dan mudah akan mempercepat realisasi program perumahan rakyat serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Tapi sekali lagi, Pak Menteri Perumahan, Pak Ara enggak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itulah kami mutar ke seluruh Indonesia untuk mendapatkan dukungan juga oleh Pemda, oleh perbankan, oleh para pengembang, kontraktor, [agar] semua diberikan kemudahan,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim Adhy Karyono, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

error: Content is protected !!