Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Dukung Program Tiga Juta Rumah, Mendagri Pacu Daerah Perbanyak Penerbitan PBG bagi MBR

MEDAN || jejakindonesia.id  – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) agar memperbanyak penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Menurutnya, penerbitan itu menandakan kepedulian kepala daerah terhadap masyarakat kecil.

Pesan itu disampaikannya pada acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat. Kegiatan itu berlangsung di Gedung Regale International Convention Centre, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (9/10/2025).

"Yang paling banyak [menerbitkan PBG] untuk MBR, Masyarakat Berpenghasilan Rendah tadi, berarti kepala daerahnya peduli kepada rakyatnya. Tapi kalau dia semakin sedikit yang menerbitkan, berarti dia enggak peduli," jelas Mendagri.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah telah membebaskan retribusi PBG dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR. Langkah ini merupakan upaya untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden. Dengan kebijakan ini diharapkan biaya untuk memiliki rumah menjadi murah.

Adapun kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Mendagri, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Menteri Pekerjaan Umum (PU). Kebijakan ini kemudian ditindaklanjuti oleh Pemda dengan menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

Namun, Mendagri menekankan bahwa Pemda tidak cukup hanya meresponsnya dengan menerbitkan Perkada. Pemda, kata dia, harus menyosialisasikan program tersebut agar banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Dirinya mengapresiasi Pemda yang telah banyak menerbitkan PBG bagi MBR. Ia meminta daerah yang angka penerbitannya masih rendah agar segera meningkatkannya.

"Ada daerah kabupaten yang belum pernah mengeluarkan PBG untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Artinya dia mungkin tidak mensosialisasikan, atau diterbitkan peraturan, tapi enggak dilaksanakan sama dia," jelasnya.

Mendagri menegaskan pentingnya mendukung Program Tiga Juta Rumah. Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada pemerataan kepemilikan rumah, tetapi juga berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui terbentuknya ekosistem ekonomi baru.

Ia menjelaskan, ekosistem itu melibatkan berbagai sektor mulai dari pengembang besar dan kecil, penyedia bahan bangunan, hingga lembaga pembiayaan seperti perbankan. Karena itu, ia memperkirakan program ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan Presiden tumbuh 8 persen pada akhir 2029.

"Beberapa ekonom justru [berpendapat] dari berbagai program yang ada, yang terbesar adalah program tiga juta rumah ini bisa menyumbang lebih kurang dua persen ekosistemnya, betul, dua persenan lebih," jelasnya.

Mendagri mengapresiasi upaya bersama berbagai pihak dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah. Ia menegaskan, pemerintah pusat tidak mungkin membangun seluruh rumah rakyat hanya dengan mengandalkan anggaran negara. Karena itu, perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan perbankan agar pembangunan rumah rakyat dapat terus berjalan.

“Oleh karena itu ada yang dibangun pemerintah, ada juga yang dibangun oleh swasta, ada yang dibangun oleh sendiri, yang sendiri-sendiri dan ada juga kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk membuat harganya menjadi murah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri mengungkapkan, Sumut menempati peringkat ketujuh nasional untuk penerbitan PBG bagi MBR. Di tingkat kabupaten/kota, Deli Serdang menjadi yang tertinggi dengan 50 izin PBG yang berdampak pada pembangunan 4.007 unit rumah. “Hebat Deli Serdang. Mengeluarkan 50 PBG tapi berdampak terbangunnya 4.007 unit rumah, terbanyak di Sumatera Utara,” ujarnya.

Tak hanya itu, Mendagri juga menyebut sejumlah daerah di Sumut yang belum sama sekali menerbitkan izin PBG untuk MBR, seperti Kabupaten Karo, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Nias, Padang Lawas, Toba, dan Kota Medan. Menurutnya, kepala daerah di wilayah tersebut perlu segera mengambil langkah konkret.

“Di mata saya sebagai Mendagri, yang nol-nol ini ya belum ada perhatian tentang perumahan kepada rakyatnya. Padahal diberikan kewenangan, sudah ada SKB menjadi dasar hukum, dan kemudian sudah perintah Presiden,” ujarnya.

Turut hadir dalam forum tersebut Menteri PKP Maruarar Sirait, Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah, Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Hery Gunardi, serta pejabat terkait lainnya.

Setelah dari forum tersebut, Mendagri bersama Menteri PKP dan Musa Rajekshah meninjau Rusunawa Seruwai di Kecamatan Medan Labuhan. Mereka disambut antusias oleh para penghuni. Mereka kemudian berdialog terkait dengan kondisi sarana dan prasarana di tempat tersebut. Beberapa penghuni mengapresiasi berbagai fasilitas yang disediakan pengelola. Namun, ada pula penghuni yang memberikan masukan terkait dengan perbaikan fasilitas.

Puspen Kemendagri

Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas Hadiri Rakor PKH, Tekankan Pentingnya Data Penerima Bansos Tepat Sasaran

SIMALUNGUN || jejakindonesia.id - Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas, Aipda Surya Atmaja, menghadiri kegiatan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan serta pelaksanaan kegiatan penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran di Balai Harungguan Nagara Bhakti Kantor Camat Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, pada Jumat, 10 Oktober 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan yang dihadiri oleh Camat Ujung Padang H. Manaon Siregar, M.Si., beserta staf, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Ujung Padang Tri Juliardi Saragih beserta anggota, serta Lurah/Pangulu se-Kecamatan Ujung Padang beserta perangkat ini membahas pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

Kapolsek Bosar Maligas, Iptu Sonni G Silalahi, S.H., saat dikonfirmasi pada Jumat, 10 Oktober 2025, sekira pukul 12.10 WIB, menjelaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam forum koordinasi penanggulangan kemiskinan merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan koordinasi PKH ini sangat penting karena Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga turut mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat kurang mampu," ujar Iptu Sonni G Silalahi.

Kapolsek menambahkan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut juga untuk memastikan bahwa proses pendataan dan penyaluran bantuan sosial berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Kami berkomitmen untuk mendukung terciptanya penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Hal ini penting agar bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan dan berhak menerimanya," ungkap Kapolsek Bosar Maligas.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas Aipda Surya Atmaja menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas serta menekankan pentingnya akurasi data warga penerima bantuan sosial agar benar-benar tepat sasaran.

"Saya menyampaikan kepada seluruh peserta rapat koordinasi bahwa data penerima bantuan sosial harus valid dan akurat. Jangan sampai ada pihak yang tidak berhak justru menerima bantuan, sementara yang benar-benar membutuhkan malah terabaikan," ucap Aipda Surya Atmaja.

Bhabinkamtibmas juga menekankan pentingnya peran seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah kecamatan, lurah/pangulu, hingga masyarakat untuk saling bersinergi dalam memastikan Program Keluarga Harapan berjalan sesuai dengan sasaran dan tujuannya.

"Kamtibmas yang kondusif akan mendukung keberhasilan program-program sosial pemerintah. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta mengawasi agar tidak ada penyimpangan dalam penyaluran bantuan," ungkap Bhabinkamtibmas.

Acara koordinasi dibuka dengan kata pembuka dan sambutan protokol yang disampaikan oleh Rudi Afandi, dilanjutkan dengan sambutan Camat Ujung Padang H. Manaon Siregar, M.Si., yang menekankan komitmen pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.

Kata sambutan kemudian disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas Aipda Surya Atmaja yang mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program bantuan sosial.

Puncak acara adalah sosialisasi tentang Program Keluarga Harapan (PKH) yang tepat sasaran yang disampaikan oleh Tri Juliardi Saragih selaku Koordinator PKH Kecamatan Ujung Padang. Dalam paparannya, beliau menjelaskan secara rinci kriteria penerima PKH yang telah ditetapkan.

Adapun kriteria penerima Program Keluarga Harapan meliputi: keluarga miskin dan rentan, ibu hamil atau menyusui, anak usia dini 0-6 tahun, siswa SD, SMP, dan SMA, lansia berusia 60 tahun ke atas, serta penyandang disabilitas berat.

"PKH dirancang untuk membantu keluarga miskin dan rentan agar dapat keluar dari lingkaran kemiskinan melalui bantuan tunai bersyarat yang terkait dengan pendidikan dan kesehatan," jelas Tri Juliardi Saragih.

Koordinator PKH juga menyampaikan bahwa validasi data penerima bantuan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada penyimpangan dan bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak.

Para Lurah dan Pangulu se-Kecamatan Ujung Padang yang hadir dalam kegiatan ini menyambut baik koordinasi tersebut dan berkomitmen untuk melakukan pendataan ulang secara lebih teliti di wilayah masing-masing.

Kegiatan koordinasi dan sinkronisasi ini berlangsung dengan tertib dan menghasilkan kesepakatan bersama untuk terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial secara berkala.

Dengan sinergi yang baik antara pemerintah kecamatan, Polri, dan seluruh stakeholder terkait, diharapkan Program Keluarga Harapan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun.

Dorong Pemanfaatan Kebijakan PBG bagi MBR, Mendagri Ingatkan Pemkot Medan Gencarkan Sosialisasi ke Masyarakat

MEDAN || jejakindonesia.id  - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (10/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, Mendagri mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Medan agar meningkatkan sosialisasi kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Mendagri menyoroti rendahnya pemanfaatan fasilitas pembebasan PBG bagi MBR di Kota Medan dibandingkan daerah lain. “Informasinya karena tanah di sini mahal. Tapi di kota besar lain seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya juga mahal tanahnya, tapi ada masyarakat berpenghasilan rendah yang memanfaatkan fasilitas PBG enggak bayar,” ujarnya.

Karena itu, Mendagri meminta pemerintah daerah (Pemda) setempat lebih gencar menyosialisasikan kebijakan tersebut hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. “Perlu disampaikan nanti oleh Pemda, Pemkotnya, camat, lurah, semua turun, Dinas Permukiman dan Perumahannya juga turun, menjelaskan mengenai fasilitas tidak bayar PBG dan BPHTB bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pesannya.

Mendagri menjelaskan, pembebasan retribusi PBG dan BPHTB bagi MBR merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat dalam memiliki rumah, baik pembangunan baru maupun renovasi. “Di antaranya memang dibuat kebijakan agar harga rumah menjadi murah, baik untuk pembangunan baru atau renovasi oleh pengembang, ataupun oleh diri sendiri, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Mendagri.

Menurutnya, banyak masyarakat yang belum memahami definisi MBR dan berbagai insentif yang telah disiapkan pemerintah. “BPHTB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, nol. PBG, dulu namanya IMB (Izin Mendirikan Bangunan) itu juga nol bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” jelasnya.

Kebijakan ini diharapkan dapat menekan harga rumah dan mendorong akses perumahan layak bagi masyarakat. Namun demikian, Mendagri menilai masih banyak warga yang belum mengetahui adanya fasilitas ini. “Mungkin banyak yang enggak tahu kalau ada kemudahan-kemudahan ini, kebijakan ini. Begitulah kita minta kepada pemerintah sosialisasikan, kemudian media juga kesempatan ini tolonglah sosialisasikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, serta pejabat terkait lainnya. Dalam kesempatan itu, Mendagri dan Menteri PKP juga sempat berdialog dengan petugas, terutama terkait dengan layanan penerbitan PBG bagi MBR.

Puspen Kemendagri

Bupati Puncak Kunjungi Prajurit Satgas Yonif 700/Wyc di Titik Kuat Bendungan, Sinergi Semakin Kuat untuk Membangun Tanah Papua

PAPUA || jejakindonesia.id — Semangat merah putih kembali bergelora di pegunungan Puncak. Pos Titik Kuat Bendungan, yang berada di Kampung Nipuralome, Distrik Omukia, (10/10/2025), menjadi saksi kebersamaan dan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ketika Bupati Kabupaten Puncak, Bapak Elvus Tabuni, berkunjung dan bersilaturahmi dengan para prajurit Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti.

Dalam kunjungan penuh kehangatan itu, Bupati Elvus Tabuni didampingi langsung oleh Dansatgas Yonif 700/Wyc, Letkol Inf Heraldo Tabasonda, beserta Forkopimda Kabupaten Puncak. Kehadiran mereka disambut dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan oleh para prajurit Pos Titik Kuat Bendungan yang dipimpin Lettu Inf Risal.

Di tengah suasana akrab dan bersahabat, Bupati Puncak menyampaikan apresiasi mendalam kepada TNI, khususnya Satgas Yonif 700/Wyc, yang dengan penuh dedikasi telah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Puncak, terutama di jajaran Pos-Pos Ilaga.

> “Kami berterima kasih kepada TNI yang sudah menjaga tanah Papua, menjaga rakyat kami di Puncak ini. Tanpa kalian, rasa aman tidak akan pernah hadir seperti hari ini,” ujar Bupati Elvus Tabuni dengan penuh rasa haru.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan pembangunan jalan dan penyediaan listrik di Distrik Omukia. Langkah ini diharapkan dapat membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah yang selama ini masih terisolasi.

Sementara itu, Danpos Bendungan Lettu Inf Risal mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan Bupati dan jajaran Forkopimda.

> “Kunjungan ini adalah bentuk nyata kepedulian dan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI. Kami merasa terhormat dikunjungi langsung oleh Bapak Bupati. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus mengabdi dan menjaga keamanan di tanah Papua,” tutur Lettu Inf Risal dengan penuh semangat.

Kegiatan kunjungan berlangsung dengan penuh keakraban. Bupati dan rombongan juga berkesempatan melihat langsung kondisi Pos serta berbincang hangat dengan prajurit di lapangan.

Kehadiran pemimpin daerah di tengah para penjaga perbatasan ini menjadi simbol kebersamaan dan harapan baru. Di tengah medan berat dan udara dingin pegunungan, semangat pengabdian TNI dan semangat pembangunan dari pemerintah daerah berpadu dalam satu tujuan — mewujudkan Papua yang aman, maju, dan sejahtera.

Merah Putih pun terus berkibar gagah di Pos Titik Kuat Bendungan — menjadi saksi bahwa di tanah yang jauh dari hiruk-pikuk kota, para prajurit dan pemimpin daerah berdiri bersama, menjaga Indonesia dari ujung timur dengan hati dan pengabdian tanpa batas.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Polres Kediri Kota Cek Kelayakan MBG di SPPG 1 Pondok Pesantren Al Amien

KEDIRI || jejakindonesia.id – Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Ibrahim Saputra melaksanakan kunjungan dan pengecekan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Pondok Pesantren Al Amien di Jalan Ngasinan Raya No. 18, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota, Kota Kediri,Kamis (9/10/2025).

Pada kegiatan ini, Kapolres Kediri Kota juga didampingi pejabat utama Polres Kediri Kota, Kapolsek Kota, dan perwakilan dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri serta pengurus Pondok Pesantren Al Amien H. Agus Muhammad Faried Muttaqien Iskandar atau akrab disapa Gus Farid.

Kapolres Kediri Kota meninjau langsung proses pengolahan serta distribusi makanan di SPPG 1 yang menjadi salah satu pusat penyedia pangan bergizi bagi ribuan penerima manfaat.

Tim dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri turut melakukan uji kelayakan makanan untuk memastikan seluruh bahan pangan aman dikonsumsi.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya kandungan bahan berbahaya seperti formalin, sianida, nitrit, dan arsen dalam makanan yang diproduksi SPPG 1 Pondok Pesantren Al Amien.

“Kami ingin memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh para penerima manfaat benar-benar aman dan bergizi," kata AKBP Anggi.

Ia juga menyampaikan, program ini merupakan bentuk sinergi antara Polri dan lembaga pendidikan untuk mendukung kesehatan generasi muda.

SPPG 1 Pondok Pesantren Al Amien diketahui menyalurkan makanan bergizi kepada 2.639 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa-siswi berbagai lembaga pendidikan di wilayah Kota Kediri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Ibrahim Saputra juga menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap keamanan pangan, khususnya bagi lembaga pendidikan dan pondok pesantren yang menjadi mitra pemerintah.

“Kami tidak hanya melakukan pengecekan sesaat, tetapi juga memastikan adanya pengawasan berkelanjutan," tegas AKBP Anggi.

Ia juga menegaskan, Polres Kediri Kota Polda Jatim bersama Rumah Sakit Bhayangkara dan pihak terkait akan terus bersinergi melakukan monitoring agar kualitas pangan tetap terjaga.

Dengan adanya pengecekan ini, diharapkan distribusi makanan bergizi kepada ribuan siswa di Kota Kediri dapat berjalan lancar, aman, dan berkesinambungan demi mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

"Semoga ini memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Gus Farid selaku pengurus Ponpes Al Amien bersama Kepala SPPG 1 Zahelma Licia Y.A., S.M. menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolres Kediri Kota dan jajarannya.

“Kami berterima kasih atas dukungan Polres Kediri Kota dalam memastikan program pangan bergizi ini berjalan aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya

error: Content is protected !!