Sorry, we're closed Opens Rabu at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Sinergitas TNI-Polri Makin Solid, Kapolsek Tanah Jawa Hadiri Syukuran Kenaikan Pangkat 11 Personel Koramil

SIMALUNGUN || jejak-indonesia.id - Kapolsek Tanah Jawa beserta jajaran menghadiri undangan syukuran kenaikan pangkat 11 personel Koramil 10 Tanah Jawa sebagai wujud sinergitas TNI-Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan kerja Forkopinca di wilayah Tanah Jawa.

Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra, S.H., M.H., saat dikonfirmasi pada Kamis, 9 Oktober 2025, sekira pukul 22.30 WIB menjelaskan bahwa kehadiran Polsek Tanah Jawa dalam acara tersebut merupakan bentuk komitmen sinergitas TNI-Polri yang terus diperkuat.

"Kami menghadiri undangan Pak Danramil 10 Tanah Jawa, Kapten Bronson Tarigan, pada Kamis, 9 Oktober 2025, pukul 11.00 WIB hingga selesai di Kantor Koramil 10 Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun," ujar Kompol Asmon Bufitra menjelaskan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan.

Acara syukuran ini diselenggarakan dalam rangka merayakan kenaikan pangkat setingkat bagi 11 personel Koramil 10 Tanah Jawa. Kompol Asmon Bufitra menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan memupuk sinergitas TNI-Polri dalam rangka melaksanakan tugas rutin masing-masing sesuai dengan program pemerintahan NKRI.

"Acara ini bukan sekadar syukuran kenaikan pangkat, tetapi juga momen penting untuk meningkatkan sinergitas TNI-Polri dan mempererat hubungan kerja Forkopinca di wilayah kami," ucap Kompol Asmon Bufitra menekankan makna strategis kegiatan tersebut.

Dalam acara yang berlangsung dengan cuaca cerah ini, Danramil 10 Tanah Jawa memberikan kata sambutan kepada personel yang naik pangkat. Kompol Asmon Bufitra mengutip sambutan Kapten Bronson Tarigan yang menyampaikan bahwa kenaikan pangkat adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

"Pak Danramil menyampaikan agar personel yang naik pangkat tetap bersyukur karena kenaikan pangkat adalah suatu anugerah dari Tuhan, dan tetap semangat dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara," ungkap Kompol Asmon Bufitra menyampaikan pesan Danramil.

Turut hadir dalam acara tersebut, Camat Tanah Jawa, Mariaman Samosir, S.H., yang juga memberikan ucapan selamat. "Pak Camat mengucapkan agar personel Koramil yang naik pangkat tetap semangat dan bersyukur atas kenaikan pangkat karena kenaikan pangkat adalah suatu mujizat dari Tuhan," ujar Kompol Asmon Bufitra mengutip sambutan Camat.

Dalam kesempatan yang sama, Kompol Asmon Bufitra juga memberikan kata sambutan yang penuh makna kepada para personel yang meraih kenaikan pangkat. "Saya sampaikan agar kita tetap bersyukur atas kenaikan pangkat. Semakin naik pangkat, semakin bertambah pula tugas dan kewajiban kita sebagai anggota TNI-Polri," ucap Kompol Asmon Bufitra dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Kompol Asmon Bufitra menekankan pentingnya sikap syukur dan doa dalam menjalani tugas. "Kita harus selalu bersyukur dan tetap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Inilah wujud sinergitas TNI-Polri yang sesungguhnya," ungkap Kompol Asmon Bufitra menegaskan spirit kebersamaan.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai elemen Forkopinca ini berlangsung dengan aman dan baik hingga selesai. Hadir dalam acara tersebut antara lain Camat Tanah Jawa Mariaman Samosir, S.H., Danramil Tanah Jawa Kapten Bronson Tarigan, Kapolsek Tanah Jawa Kompol Asmon Bufitra, S.H., M.H., Kanit Reskrim Iptu Friztsel G. Sitohang, Kanit Binmas Iptu Pangeran Sidauruk, Panit I Lidik Ipda Dommes Marbun, serta personel Polsek Tanah Jawa lainnya.

"Kehadiran berbagai unsur Forkopinca dalam acara ini menunjukkan soliditas hubungan kerja di wilayah Tanah Jawa. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergitas ini demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Kompol Asmon Bufitra.

Kompol Asmon Bufitra menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan untuk mempererat hubungan TNI-Polri. "Sinergitas TNI-Polri adalah kunci kesuksesan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Kami akan terus berkomitmen menjalin kerjasama yang baik dengan seluruh elemen Forkopinca," pungkas Kompol Asmon Bufitra mengakhiri penjelasannya.

Di Ujung Dunia, Seorang Prajurit dan Ajaibnya Huruf-Huruf, Serda jendri Ukir Senyum Masa Depan di SD Mayuberi

PUNCAK || jejakindonesia.id – Di atas bumi yang diselimuti kabut, di mana deru helikopter lebih sering terdengar daripada suara bel sekolah, sebuah keajaiban terjadi setiap hari. Di SD Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, (9/10/2025), senjata yang dibawa bukanlah peluru, melainkan kapur tulis. Prajuritnya adalah Serda jendri, dan medan tempurnya adalah ruang kelas sederhana yang dipenuhi sorot mata penuh rasa ingin tahu dari anak-anak Papua.

Inilah wujud nyata Binter Terbatas Satgas Yonif 700/Wyc yang heroik dan menyentuh jiwa. Melalui Pos Mayuberi, mereka tak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga menjadi penjaga harapan. Ketika guru langka, prajurit TNI lah yang maju. Serda Jendri, dengan sabar dan penuh cahaya, membimbing anak-anak mengenal huruf demi huruf, menyusunnya menjadi kata, lalu menjadi sebuah dunia baru yang luas.

Suara lantangnya membaca alfabet bergema, diikuti oleh suara ceria dan penuh semangat dari para siswa. Di papan tulis yang lapuk, jari-jarinya menari menuliskan kata "Ibu", "Papa", dan "Papua". Setiap kata yang berhasil dibaca oleh seorang anak adalah sebuah kemenangan kecil. Setiap senyum yang merekah adalah medali yang tak ternilai, lebih berharga dari segala penghargaan.

Danpos Mayuberi, Letda Inf Arif Natsir, dengan bangga memandangi prajuritnya yang beraksi menjadi pahlawan bagi generasi penerus bangsa. Baginya, kegiatan ini adalah misi suci.

“Tugas kami di ujung negeri ini tidak pernah hanya tentang kekuatan senjata. Tugas terberat dan terpenting adalah memastikan bahwa cahaya ilmu pengetahuan tidak padam di sini, di Mayuberi,” ujar Letda Arif, suaranya tegas bak batu karang, namun terdengar hangat.

“Serda jendri dan tim kami bukan sekadar guru pengganti. Mereka adalah bridge builder, jembatan yang menghubungkan anak-anak pegunungan ini dengan masa depan yang lebih cerah. Apa artinya menjaga kedaulatan wilayah, jika kita tidak terlebih dahulu menjaga mimpi anak-anak untuk bisa membaca dan menulis? Mereka adalah pemilik sah masa depan Papua. Dengan mengajar, kami tidak hanya memberikan ilmu, tapi kami menanamkan keyakinan bahwa negara hadir untuk mereka, bahwa Indonesia peduli.”

Kegiatan ini mungkin terbatas waktunya, tetapi dampaknya abadi. Jejak yang ditinggalkan Serda Jendri bukan di atas pasir, tapi terukir di dalam benak dan hati para siswa SD Mayuberi. Sebuah pelajaran bahwa pahlawan sejati bukan hanya mereka yang gagah berperang, tetapi juga mereka yang rela berbagi ilmu, mengubah kelas seadanya menjadi istana pengetahuan, dan membuktikan bahwa di medan yang paling terpencil sekalipun, TNI selalu siap mengabdi dengan hati dan pikiran untuk kemajuan bangsa.

Autentikasi: Pen Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 700 Wira Yudha Cakti

Polda Jatim Tingkatkan Status Penanganan Kasus Robohnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ke Tahap Penyidikan

SURABAYA || jejakindonesia.id – Polda Jawa Timur resmi meningkatkan status penanganan perkara robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

Keputusan tersebut diambil setelah dilaksanakannya gelar perkara oleh tim gabungan Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, peningkatan status perkara ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi penyelidikan yang telah dilakukan sejak awal kejadian pada 29 September 2025.

“Hasil kelanjutan seperti yang disampaikan oleh Bapak Kapolda kemarin, untuk penanganan proses hukum dari robohnya Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Polda Jatim telah melakukan gelar perkara dan hasilnya peningkatan status dari proses penyelidikan menjadi penyidikan,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (9/10/2025).

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan bahwa setelah peningkatan status ini, penyidik akan segera melaksanakan langkah-langkah lanjutan sesuai prosedur hukum.

Dikatakan oleh Kombes Pol Abast, pihak penyidik Polda Jatim secepatnya juga akan mulai melakukan proses pemanggilan saksi dan meminta keterangan ahli.

"Keterangan ahli ini nantinya menjadi salah satu alat bukti yang dapat digunakan untuk proses pembuktian peristiwa pidana,” jelas Kombes Pol Abast.

Mantan Kabid Humas Polda Jabar ini menegaskan, proses pemeriksaan saksi akan terus dilakukan secara mendalam terhadap pihak-pihak yang dinilai relevan dengan peristiwa tersebut.

“Jadi, terkait dengan proses pemeriksaan saksi tentunya nanti ada yang perlu kami dalami,sehingga prosesnya tentu bisa berulang," kata Kombes Pol Abast.

Sebelumnya Polda Jawa Timur juga telah membentuk tim gabungan sejak awal kejadian yaitu setelah tanggal 29 September 2025.

"Tim gabungan langsung bekerja melakukan proses upaya penyelidikan di awal,” tambah Kombes Pol Abast.

Dalam proses awal tersebut, penyidik telah memeriksa sebanyak 17 orang saksi dari berbagai latar belakang.

Namun, lanjut Kombes Pol Abast tidak semua saksi akan dipanggil kembali.

"Yang akan kita panggil lagi hanya yang dinilai memiliki relevansi langsung dengan kejadian runtuhnya bangunan pondok," tegas Kombes Pol Abast.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim menyampaikan, seluruh proses ini akan berjalan secara profesional sesuai dengan mekanisme penyidikan yang berlaku.

“Secara spesifik tentu karena ranahnya penyelidikan, nanti kita tunggu setelah proses penyidikan. Karena kemarin kan masih penyelidikan,” pungkasnya.

Tim DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi 8 Jenazah Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

SURABAYA || jejakindonesia.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali mengumumkan hasil terbaru proses identifikasi jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Hingga Kamis (9/10/2025), Delapan jenazah tambahan berhasil teridentifikasi secara resmi.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan, tim DVI bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian dengan dukungan berbagai instansi dan para ahli termasuk dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

“Update penanganan jenazah korban robohnya Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Tim DVI Polda Jatim menyatakan 8 jenazah telah terindentifikasi,” ujar Kombes Pol Abast di Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, Kamis (9/10/2025).

Ia menambahkan, hasil identifikasi terbaru mencakup Delapan kantong jenazah yang berhasil dicocokkan dengan data antemortem dari keluarga.

Sementara itu, Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Dr. dr. M. Kusnan Marzuki menjelaskan bahwa seluruh hasil identifikasi tersebut didapat melalui berbagai metode ilmiah, termasuk pemeriksaan gigi, DNA, data medis, serta properti pribadi korban.

“Pada hari ini, Kamis tanggal 9 Oktober 2025, tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap Delapan kantong jenazah yang seluruhnya cocok dengan delapan nomor antemortem,” jelasnya.

Delapan korban yang berhasil teridentifikasi diantaranya adalah :

1. Moch. Adam Fidiansyah (12) — Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo

2. Muhammad Raihan Jamil (14) — Krembangan, Surabaya

3. Mohammad Abdul Rohman Nafis (15) — Pulungan, Sedati, Sidoarjo

4. M. Ghifari Chasbi (15) — Tamansari, Pasuruan

5. Moh. Toni Afandi (14) — Sidotopo, Surabaya

6. Ach. Ramzi Fariki (15) — Padurenan, Bogor

7. Abdullah As Syadid (16) — Alas Kokon, Bangkalan

8. Arif Afandi (15) — Wonorejo, Tegalsari, Surabaya

Kombes Pol Kusnan juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, tim DVI gabungan telah berhasil mengidentifikasi 48 dari total 67 kantong jenazah yang diterima.

“Kami tetap melakukan pencocokan data melalui antemortem dan postmortem agar keluarga korban tidak terlalu lama menunggu. Hasil identifikasi juga kami pastikan selalu sesuai dengan hasil pemeriksaan DNA,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Wahyu Hidayati menambahkan, tim di lapangan menghadapi sejumlah tantangan teknis dalam proses identifikasi.

Ia mengungkapkan beberapa jenazah ditemukan dalam kondisi yang tidak utuh, sehingga pemeriksaan non-DNA menjadi sulit.

"Namun kami tetap berupaya melakukan penyisiran ulang dan pencocokan manual agar prosesnya bisa lebih cepat,” ujar Kombes Pol Wahyu.

Hingga kini, operasi DVI Polda Jawa Timur masih terus berjalan. Tim forensik gabungan dari Polda Jatim, Pusdokkes Polri, dan PDFI berkomitmen untuk menuntaskan seluruh proses identifikasi dengan teliti dan penuh kehati-hatian sebelum diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing

Polri Jadi Pionir Pengembangan SPPG, Rockefeller Foundation Apresiasi Inovasi dan Standar Keamanan Pangan

JAKARTA || jejakindonesia.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan visi Asta Cita Presiden melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan membangun Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Inovasi Polri dalam membangun sistem penyediaan pangan bergizi mendapat apresiasi positif dari Rockefeller Foundation yang melakukan kunjungan langsung ke SPPG Polri Pejaten, Jakarta Selatan.

Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh *Elizabeth Yee selaku Executive Vice President Rockefeller Foundation* pada bidang Program Strategy, meninjau berbagai aspek operasional SPPG Polri Pejaten, mulai dari proses produksi, mekanisme bisnis, hingga sistem keamanan pangan (food security) yang diterapkan. Mereka mengaku terkesan dengan kecepatan kerja, efisiensi proses, serta desain bangunan dan tata kelola dapur yang dikembangkan oleh Polri.

Selain itu, Rockefeller Foundation juga menyoroti integrasi sistem ketahanan pangan melalui teknologi hidroponik, mekanisme rekrutmen pegawai yang memberdayakan masyarakat lokal, serta kemampuan dapur SPPG dalam memproduksi hingga 3.000 porsi makanan per hari dengan standar keamanan yang ketat.

Keunikan lain yang menarik perhatian adalah penerapan konsep “security food”, yang memastikan makanan tetap higienis, aman, dan layak konsumsi hingga diterima oleh penerima manfaat. SPPG Polri juga menekankan aspek kehalalan bahan pangan dan sanitasi air, menjadikannya model percontohan dalam penyelenggaraan pangan bergizi yang aman dan berkelanjutan.

Perwakilan dari Satgas MBG Polri, Brigjen Pol. Ihsan Amin, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga turut berperan aktif dalam mendukung program pembangunan nasional di bidang pangan dan kesejahteraan masyarakat.
“SPPG Polri Pejaten kami desain sebagai model bisnis sosial yang berkelanjutan. Kami memanfaatkan potensi masyarakat sekitar, memastikan keamanan pangan, serta menghadirkan sistem distribusi yang transparan dan akuntabel, terutama bagi daerah 3T,” ujarnya.

Dengan konsep dan standar tinggi tersebut, SPPG Polri Pejaten kini menjadi pionir dan percontohan nasional dalam tata kelola Program MBG yang mengedepankan aspek sosial, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Polri dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri.

error: Content is protected !!