Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Polri Untuk Masyarakat : Polisi Datangkan Dua Tangki Air Bersih untuk Warga Kenduruhan Pasuruan

PASURUAN || jejakindonesia.id — Polres Pasuruan Polda Jawa Timur melalui Polsek Sukorejo bergerak cepat menanggapi keluhan warga Dusun Mengeng Selatan, Desa Kenduruhan, Kecamatan Sukorejo, yang mengalami kesulitan air bersih.

Dua tangki berisi air bersih telah didatangkan ke lokasi pada Jumat (10/10/2025) pekan lalu.

Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Iriawan melalui Kapolsek Sukorejo, AKP Marti menjelaskan bahwa bantuan air bersih tersebut dilakukan setelah warga mendatangi Balai Desa Kenduruhan untuk melaporkan matinya aliran air dari Hipam selama beberapa hari terakhir.

“Kami mendatangkan dua tangki air bersih untuk membantu warga Mengeng Selatan, Desa Kenduruhan. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar AKP Marti, Sabtu (11/10).

Kedatangan air bersih disambut antusias warga yang langsung mengantri dengan membawa jeriken, ember, dan galon di sekitar titik distribusi.

Salah satu warga, Dah, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada Kapolsek Sukorejo yang sudah membantu kami. Air bersih di sini belum mengalir beberapa hari,” ujarnya.

Dua tangki air bersih yang disalurkan tersebut habis dalam beberapa jam setelah didistribusikan kepada warga Dusun Mengeng Selatan.

Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 53 Korban Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

SURABAYA || jejakindonesia.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali mencatat kemajuan signifikan dalam proses identifikasi korban peristiwa robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo.

Hingga Minggu (12/10/2025), Dua korban kembali berhasil diidentifikasi setelah melalui serangkaian pemeriksaan DNA, medis, dan properti.

Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Dr. dr. M. Kusnan Marzuki menyampaikan, dua kantong jenazah yang berhasil diidentifikasi masing-masing adalah:

1. Kantong jenazah nomor Post Mortem RSB B-025, teridentifikasi melalui DNA dan medis, cocok dengan nomor Ante Mortem 003 atas nama Ach. Haikal Fadil Alfatih, laki-laki (12), warga Dusun Timur Leke, Sendang Dajah, Labang, Bangkalan.

2. Kantong jenazah nomor Post Mortem RSB B-047, teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti atau barang kepemilikan, cocok dengan nomor Ante Mortem 059 atas nama Syamsul Arifin, laki-laki, (18), warga Dusun Badang, Tlagah, Galis, Bangkalan, Jawa Timur.

Dengan bertambahnya dua korban tersebut, hingga saat ini total sudah 53 korban berhasil teridentifikasi dari 67 kantong jenazah yang diterima tim DVI Polda Jatim.

Dari 63 laporan korban hilang, masih terdapat 10 korban yang belum ditemukan, sementara 11 kantong jenazah masih berada di Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, untuk proses identifikasi lanjutan.

Kabiddokkes Polda Jatim menegaskan bahwa DNA dari 11 kantong jenazah yang tersisa telah dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari 11 kantong jenazah ini masih dalam proses identifikasi. Harapan kami, hasilnya tidak lama lagi bisa keluar. Memang karena faktor alamiah prosesnya membutuhkan waktu lebih panjang dibanding hari-hari pertama, kedua dan ketiga,” jelasnya.

Kombes Pol Kusnan menambahkan, tim DVI Polda Jatim terus berupaya mempercepat proses identifikasi agar keluarga korban segera mendapatkan kepastian.

“Harapan kami, segera semua teridentifikasi sehingga keluarga korban bisa mengetahui siapa anggota keluarganya,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidayati, menjelaskan bahwa proses identifikasi body part masih menghadapi tantangan, karena sebagian besar kondisi tubuh korban tidak utuh dan minim tanda-tanda khusus.

“Kesulitannya mengidentifikasi body part itu karena posisinya tidak lengkap dan tidak ada tanda-tanda khusus pada bagian tubuh yang ada. Sehingga kami hanya bisa bergantung pada pemeriksaan DNA,” ujarnya.

Kombes Pol Wahyu menambahkan, proses pencocokan DNA antara bagian tubuh yang terpisah dengan tubuh utama memerlukan ketelitian tinggi.

“Seperti sebelumnya, ada body part yang baru bisa teridentifikasi dua hari lebih lambat dari tubuh utamanya. Nah, kondisi seperti ini juga kami temui saat ini, dan masih menunggu hasil pemeriksaan DNA di laboratorium,” tuturnya.

Proses identifikasi masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan RS Bhayangkara Polda Jatim, Pusdokkes Polri, PDFI, serta berbagai instansi terkait, dengan mengutamakan ketelitian ilmiah dan empati kepada keluarga korban. (*)

TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya Serang Pos TNI, Satu Prajurit Gugur

MANOKWARI || jejakindonesia.id – Telah terjadi penyerangan dan penembakan oleh kelompok TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya, pimpinan Demi Moss terhadap Tim Anjangsana Pos Moyeba Satgas Yonif 410/Alugoro, pada Sabtu (11/10/2024) sekitar pukul 13.30 WIT.

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kapendam XVIII/Kasuari, Letkol Inf J. Daniel P. Manalu, S.H., M.I.Pol. Menurutnya, insiden terjadi saat Tim Satgas sedang melaksanakan kegiatan anjangsana kepada warga di Kampung Moyeba, Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

“Bahwa benar, pada hari Sabtu tanggal 11 Oktober 2025 sekitar pkl 13.30 WIT telah terjadi penyerangan dan penembakan oleh TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya pimpinan Demi Moss terhadap Tim Anjangsana Pos Moyeba Satgas Yonif 410/Alugoro yang sedang melaksanakan kegiatan anjangsana kepada warga di Kampung Moyeba, Distrik Muskona Utara," ungkapnya.

Penyerangan ini menimbulkan 1 putera terbaik TNI atas nama Praka Amin Nurohman gugur dalam penugasan.

"Saat ini jenazah Praka Amin Nurohman sedang dalam proses evakuasi dari Teluk Bintuni ke keluarga duka di Kebumen Jawa Tengah. Selain itu, 1 pucuk senapan Almarhum dirampas oleh Kodap IV TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya," ucap Kapendam.

Kapendam menegaskan, aksi tersebut menunjukkan bentuk kekejaman dan kekejian yang kerap dilakukan oleh kelompok TPNPB/OPM terhadap aparat keamanan baik TNI-Polri hingga masyarakat sipil di wilayah Papua Barat.

"Hal ini merupakan bentuk kekejaman dan kekejian yang kerap dilakukan oleh TPNPB OPM Kodap IV Sorong Raya terhadap TNI, Polri maupun masyarakat umum. Oleh karenanya Kodam XVIII/Ksr berkomitmen akan mengejar dan menangkap pelaku penembakan yang dilakukan TPNPB/OPM Kodap IV Sorong Raya, para pelaku penyerangan bersenjata,” tegasnya.

Sumber: Pendam XVIII Kasuari

TIDAK TERIMA” Gede Wijaya Laporkan Komang Dharmayuda Alias Mang Rame ke Polsek Jembrana

Jembrana || jejak-indonesia.id - Heboh obrolan d tengah masyarakat Budeng membuat Gede Wijaya melaporkan Komang Dharmayuda alias Mang Rame ke kantor Polisi dengan dugaan pencemaran nama baik.

Peristiwa ini berawal dari kehadiran Gede Wijaya alias De Jaya sendirian ke BUMDES desa budeng untuk menanyakan program ketahanan pangan nasional yg di laksanakan oleh BUMDES Karya Usaha Bakti, kapasitas gede Wijaya bertanya sebagai warga desa Budeng yang lahir di desa Budeng tentang siapa saja penerima bantuan ketahanan pangan nasional apakah kelompok atau perorangan dan bantuannya dalam bentuk apa saja.

Sampai di BUMDES siang sekitar jam 11.00 wita tgl 1 Oktober 2025. Wijaya di terima oleh ketua BUMDES Kadek .)Tapi karena yg di tanyakan tentang realisasi ketahanan pangan nasional Wijaya di arahkan ke manager yg membidangi program tersebut,

Tanya jawab berlangsung dan Gede Wijaya merasa puas dengan jawaban ia pulang tak ada lagi yg di bahas olehnya ke siapapun dan kembali beraktivitas pungkas Wijaya saat di wawancarai.

Namun selang dua hari setelah ia ke BUMDES ia mendengar dari temannya di satu desa budeng bahwa dia di bicarakan oleh beberapa warga kalau dia berdemo ke BUMDES, lalu dengan singkat ia Jawab ke temannya bahwa bukan demo tapi datang sendiri sebagai warga, berselang sehari ada lagi kawannya menanyakan hal yg sama bahwa ia di katakan melakukan demo dan sama juga jawabannya bahwa ia datang sendirian dan tidak ada persoalan apa dan di BUMDES hanya sebentar.

Esoknya ia mendengar lagi penyampaian dari salah satu keponakannya kalau penyebar isu dia di katakan memimpin demo itu adalah Komang Rame dan Mang Rame memberi tau ketua BPD i Putu Ariana.

Sontak Putu Ariana menghubungi kepala desa dan Sekdes Budeng tanpa mengkonfirmasi kepada Gede Wijaya apakah benar informasi yg di sampaikan Komang rame kalau Wijaya akan memimpin demo.

Lalu pada tgl 7 Oktober 2025 pagi hari Wijaya ingin klarifikasi mencari kebenaran apakah benar info dari saudaranya itu kalau Mang Rame penebar informasi sesat jika ia di tuduh sebagai pimpinan demo, lalu putu ariana mengatakan benar di hadapan sekdes budeng, Babinkamtibmas, Kelian dusun dari dua Banjar. Saat di kantor desa Wijaya berusaha berdamai dengan dirinya meskipun mamanya sudah tercoreng di tuduh tuduh sebagai pimpinan demo bagi Wijaya tidak apa sepanjang semua wacana itu tidak benar lalu ia pulang setelah mendapat klarifikasi dari ketua BPD.

Sampai di rumah ia melihat istrinya menangis sambil menggendong putranya yg baru berusia 2 tahun karena mendengar suaminya di tuduh sebagai pimpinan demo, tak terima dan merasa sangat sakit hati atas tuduhan yg menimpa suaminya ia meminta kembali ke kantor desa untuk meminta agar ada tindakan merehabilitasi nama suaminya dan detik itu juga akhirnya Wijaya memutuskan untuk melaporkan Komang Rame dengan tuduhan pencemaran nama baik ke Polsek Jembrana pungkas Wijaya.

Kasus ini sedang di dalami oleh unit Reskrim Polsek Jembrana , dan Kanit Reskrim Jembrana membenarkan ada pengaduan masyarakat dan sedang di agendakan untuk pemanggilan saksi saksi, jika unsur pencemaran nama baik terpenuhi maka dari pengaduan masyarakat ini akan naik ke Laporan Polisi, tutup Kanit Reskrim Polsek Jembrana.

Kapolresta Banyuwangi Raih Penghargaan “Inspiring Professional & Leadership Award 2025

BANYUWANGI || jejak-indonesia.id — Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menerima penghargaan bergengsi “Inspiring Professional & Leadership Award 2025” dengan kategori “Best Innovator and Visionary Leader 2025”.

Acara penganugerahan tersebut digelar pada Sabtu (11/10/2025) dan dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, akademisi, serta pimpinan lembaga pemerintahan dan swasta yang dinilai berprestasi dalam bidang kepemimpinan dan inovasi.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan inovasi Kapolresta Banyuwangi dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang modern, humanis, serta berbasis teknologi melalui berbagai program unggulan Polresta Banyuwangi.

Dalam sambutannya, Kombes Pol. Rama Samtama Putra menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya bentuk pengakuan pribadi, tetapi juga hasil kerja keras seluruh jajaran Polresta Banyuwangi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh anggota Polresta Banyuwangi yang terus berinovasi dan bekerja dengan hati demi terciptanya rasa aman dan kepercayaan publik terhadap Polri,” ujarnya.

Penghargaan ini menegaskan kiprah Polresta Banyuwangi sebagai institusi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik, sejalan dengan semangat Presisi Polri menuju Indonesia Emas 2045.

error: Content is protected !!