Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

Ketua Umum PW. Fast Respon Nusantara Tegaskan: Setiap Logo FRN Punya Doa dan Makna Sakral

JAKARTA || - Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW.FRN) Counter Polri, Raden Mas MH Agus Rugiarto, SH, yang lebih dikenal dengan nama Agus Flores, menegaskan bahwa setiap lambang atau logo yang digunakan oleh FRN bukan sekadar simbol organisasi, melainkan mengandung doa, makna, dan nilai spiritual yang sangat dalam.

“Setiap logo yang saya buat ada doanya. Bahkan sampai saya goyangkan batu nisan Raja Majapahit. Kalau disalahgunakan oleh pengkhianat, maka risikonya ditanggung sendiri. Logo itu ibaratnya memiliki kunci, dan untuk membukanya pun ada syaratnya — tidak bisa sembarangan, karena penuh dengan ritual tingkat tinggi,” ujar Agus Flores.

Dalam penjelasannya, Agus Flores menuturkan bahwa proses penciptaan simbol FRN dilakukan dengan penuh penghormatan terhadap sejarah dan spiritualitas leluhur Nusantara. Ia bahkan menggenggam tanah makam para raja sebagai bentuk penghormatan dan penyatuan energi perjuangan bangsa.

“Saya menggenggam tanah makam mereka — dari Raja Kutai hingga Raja Majapahit. Semua itu dilakukan dengan niat menjaga marwah bangsa dan organisasi ini,” tegasnya.

PW.FRN di bawah kepemimpinan Agus Flores dikenal sebagai organisasi wartawan nasional yang berkomitmen menjaga integritas, keberanian, dan pengabdian kepada kebenaran serta kepentingan rakyat Indonesia 🇮🇩.

(Redaksi)

Kasal Pimpin Upacara Wisuda Purna Wira Pati TNI AL Tahun 2025 di Surabaya

SURABAYA || jejakindonesia.id --- Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali memimpin secara langsung Upacara Wisuda Purna Wira (WPW) Perwira Tinggi (Pati) TNI AL Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Laut Arafuru, Akademi TNI AL (AAL), Bumi Moro, Surabaya. Sabtu (11/10).

Wisuda Purna Wira Pati TNI AL Tahun 2025 yang mengangkat tema “Jiwa Pengabdian Tetap Tertanam, Semangat Perjuangan Takkan Padam” ini diikuti sebanyak 79 Wisudawan yang terdiri dari 3 (tiga) orang Pati bintang tiga berpangkat Laksdya TNI, 36 (tiga puluh enam) orang Pati bintang dua berpangkat Laksamana Muda TNI/Mayor Jenderal TNI Marinir, 40 (empat puluh) orang Pati bintang satu berpangkat Laksamana Pertama TNI/Brigjen TNI Marinir .

Kasal dalam amanatnya menyampaikan upacara ini adalah simbol pewarisan nilai-nilai luhur kepemimpinan, integritas, dan semangat pengabdian dari generasi senior kepada generasi penerus. “Tradisi ini menegaskan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak pernah berhenti, meskipun tugas kedinasan telah berakhir,” tegas Kasal.

Lebih lanjut Kasal mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian luar biasa kepada Para Wisudawan. Tak lupa kepada para Perwira Remaja, Taruna Akademi Angkatan Laut, dan segenap generasi penerus, Kasal berpesan “Teladanilah generasi di atas kalian. Warisi nilai-nilai luhur, integritas, dedikasi dan semangat pengabdian yang telah diberikan oleh para senior kalian. Jadikan pengabdian mereka sebagai inspirasi untuk memberikan karya terbaik bagi tni angkatan laut, TNI, bangsa, dan negara yang kita cintai bersama”.

Upacara Wisuda Purna Wira Pati TNI AL juga dimeriahkan dengan demonstrasi Kolone Senapan dari Taruna AAL, bela diri, dan display Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL Angkatan ke-72, dan Paduan Suara gabungan Perwira Siswa Taruna AAL Angkatan ke-71 dan Mahasiswi Universitas Hang Tuah.

Di tengah acara Kasal didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali menyerahkan piagam penghargaan dan cinderamata kepada perwakilan wisudawan dalam hal ini adalah Laksdya TNI (Purn.) Prof. Amarulla Octavian beserta Ny. Anna Amarulla Octavian.

Selanjutnya penyerahan secara simbolis Kartu Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri) oleh Wakil Ketua Pepabri Laksamana TNI (Purn.) Ahmad Sucipto kepada Laksdya TNI (Purn.) Dadi Hartanto. Sedangkan Kartu Persatuan Istri Purnawirawan (PERIP) diserahkan oleh Ketua PERIP Ny. Endah Ade Supandi kepada Ny. Dadi Hartanto.

Sementara itu penyerahan simbolis Kartu Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) diserahkan oleh Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono kepada Laksdya TNI (Purn.) Maman Firmansyah dan Kartu Persatuan Istri Purnawirawan Angkatan Laut (PIPAL) diserahkan oleh Ny. Vero Yudo Margono kepada Ny. Maman Firmansyah.

Acara dilanjutkan dengan Tradisi Pewarisan Nilai-Nilai Kepemimpinan TNI AL di mana para Wisudawan Purna Wira Pati TNI AL akan mewariskan nilai-nilai kepemimpinan kepada Perwira Remaja AAL Angkatan ke-70 dan Perwira Siswa AAL Angkatan ke-71 yang baru saja dilantik oleh Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto di Istana Negara. Kemudian diakhiri dengan Pelepasan Wisuda Purna Wira Pati TNI AL melewati Gapura Pedang sebagai simbol menghantar para senior yang memasuki masa purna bakti oleh para junior yang masih aktif untuk kembali ke masyarakat.

Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Di The Top Tourism Leaders Forum, Wamendagri Bima Bicara Pentingnya Diferensiasi Ekonomi Kreatif

TANGERANG || jejak-indonesia.id – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya diferensiasi dalam pengembangan ekonomi kreatif sebagai pengungkit kemajuan sektor pariwisata nasional. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keynote speech pada acara The Top Tourism Leaders Forum di Hall 9, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, Banten, Minggu (12/10/2025).

Bima mengungkapkan, banyak destinasi wisata tersembunyi di Indonesia yang dapat dikembangkan secara optimal jika kepala daerah memiliki semangat dan komitmen dalam mengelola potensi wilayahnya. Ia juga menyoroti pentingnya city branding yang unik dan membedakan satu daerah dengan daerah lainnya. Menurutnya, dengan jumlah 514 kabupaten/kota di Indonesia, seharusnya terdapat 514 potensi, 514 identitas, dan 514 karakter daerah.

Citra daerah, kata Bima, tidak boleh stagnan hanya karena terus menggunakan tagline yang sama atau meniru daerah lain.
“Bapak-Ibu yang sangat paham branding, tolong ajari, tolong tukar pikiran, tolong diskusi dengan para aparat, kepala dinas pariwisata, dan juga kepala daerah tentang city branding karena ini kaitannya dengan pariwisata kuat sekali. City branding ini adalah citra,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bima juga membagikan pengalamannya saat membangun city branding Kota Bogor. Pada 2018, ketika masih menjabat Wali Kota Bogor, ia mengunjungi kawasan Mulyaharja yang memiliki hamparan persawahan hijau berlatar Gunung Salak. Ia bermimpi menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata baru. Tantangan muncul karena lahan tersebut merupakan milik warga dan perusahaan. Namun, berkat kesungguhan dan kolaborasi, perubahan pun terjadi.

“Kita bekerja keras melibatkan warga, mengedukasi ibu-ibu. Kemudian mendidik para tour guide, mendidik komunitas supaya berkreasi di sana. Ini adalah salah satu dari desa atau kelurahan termiskin di Kota Bogor, dan saat ini dari titik ini, anak-anak muda, ibu-ibu, emak-emak, ini bisa hidup karena setiap weekend ramai. Mereka buat sistem sendiri,” tandasnya.

Pengalaman tersebut, lanjut Bima, memberinya pelajaran penting bahwa membangun ekosistem pariwisata bukanlah hal mudah. Diperlukan kerja keras berbagai pihak untuk mengatasi hambatan kultural, struktural, dan infrastruktur.

Ia juga mencontohkan pengembangan sport tourism di Bogor melalui pembangunan jogging track sepanjang 4,3 kilometer di sekitar Istana dan Kebun Raya Bogor. Jalur tersebut kini ramai dimanfaatkan warga dan berdampak pada peningkatan ekonomi pelaku usaha di sekitarnya.

“Jadi, sport tourism hari ini, sesungguhnya kalau kita tekuni betul, ini bisa membangun ekosistem yang luar biasa. Karena sport tourism ini bicara kesehatan, bicara kesejahteraan, bicara juga kolaborasi dengan Forkopimda, bicara efeknya bagi UMKM dan lain-lain,” ujarnya.

Selain itu, Bima turut menyoroti potensi creative event seperti konser musik sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah, dengan catatan aspek perizinan, keamanan, dan infrastruktur harus diperkuat. Ia berharap Indonesia dapat menjadi destinasi utama bagi berbagai pertunjukan seni berskala besar.

Menurutnya, membangun ekosistem pariwisata merupakan pekerjaan rumah bersama bagi pemerintah daerah (Pemda). Pasalnya, belum semua kepala daerah memiliki kesadaran bahwa pariwisata dan industri kreatif merupakan celah strategis dalam pembangunan ekonomi lokal.

“Jadi tugas dari insan pariwisata ini sebetulnya berat banget. Harus gaul membangun jejaring dan mengayakan perspektif,” tandasnya.

Puspen Kemendagri

Zuli Zulkipli, S.H: Transformasi Sistem Manual ke Digital, Dorong PAD dan Kesejahteraan Masyarakat Bekasi

BEKASI || jejakindonesia.id — Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna, Zuli Zulkipli, S.H., Seorang Praktisi Hukum asal Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat dan menilai pendapatan, bahwa penerapan sistem digital dalam berbagai sektor pemerintahan merupakan langkah terobosan penting untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pelayanan publik. Menurutnya, transformasi dari sistem manual ke digital dapat menjadi kunci dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mempercepat kemajuan Kabupaten Bekasi.

Zuli Zulkipli, S.H menegaskan, sistem manual yang selama ini dijalankan kerap menimbulkan keterlambatan dan potensi ketidaktepatan data, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap efektivitas kebijakan daerah. Dengan digitalisasi, lanjutnya, seluruh proses bisa lebih transparan, cepat, dan terukur. “Sistem digital bukan sekadar modernisasi, tapi fondasi untuk tata kelola pemerintahan yang bersih dan akurat,” ujarnya Senin (13/10/25).

Ia menambahkan, peningkatan PAD melalui sistem digital juga akan memberi dampak langsung pada masyarakat. Pendapatan daerah yang optimal memungkinkan pemerintah memperluas program pembangunan dan pelayanan publik yang lebih merata. “Kalau PAD meningkat, pembangunan bisa lebih maksimal, manfaatnya kembali ke rakyat,” kata Zuli Zulkipli, S.H saat di Wawancarai Wartawan

Zuli Zulkipli, S.H juga mengapresiasi langkah sejumlah instansi di Bekasi yang mulai menerapkan sistem digital dalam administrasi, pelayanan pajak, hingga perizinan usaha. Menurutnya, hal tersebut merupakan sinyal positif bahwa Bekasi sedang beradaptasi menuju era pemerintahan modern berbasis data.

“Digitalisasi harus terus dikawal dan diperkuat. Kita ingin Bekasi bangkit, maju, dan sejahtera. Semua itu bisa tercapai kalau sistemnya transparan dan akurat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Zuli Zulkipli, S.H mengajak seluruh elemen masyarakat, baik birokrat, pelaku usaha, maupun warga, untuk bersama-sama mendukung implementasi sistem digital di berbagai bidang. “Semua untuk masyarakat Bekasi yang lebih baik, Maju dan Sejahtera,” pungkasnya.

Penulis: Haris Pranatha Kepala Biro Bekasi, Jawa Barat

Sinergi dan Sportivitas: Polresta Banyuwangi Meriahkan Turnamen Voli di APPM Hebat Cup 2025

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Menyemarakkan ajang olahraga pemuda, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H. turut ambil bagian dalam pertandingan exhibition match Turnamen Bola Voli APPM Hebat Cup 2025 yang berlangsung di Lapangan Gelora Kebangsaan, Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Minggu (12/10/2025).

Dengan penuh semangat dan antusias, Kapolresta bergabung memperkuat tim “Cobra” Polresta Banyuwangi, menghadirkan suasana kompetisi yang meriah dan penuh kebersamaan.

Turnamen yang diinisiasi oleh Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat (APPM) bersama Karang Taruna Putra Harapan ini diikuti 160 tim dari berbagai kecamatan di Banyuwangi — menjadikannya salah satu turnamen voli terbesar di daerah.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polresta Banyuwangi itu mendapat sambutan hangat masyarakat. Kombes Pol Rama Samtama Putra tampak membaur dengan para pemain dan warga, menampilkan sisi humanis serta menularkan semangat sportivitas dan kekompakan.

Dengan permainan yang energik, Kapolresta dan timnya memperlihatkan kerja sama yang solid dan semangat pantang menyerah. Riuh tepuk tangan penonton mengiringi setiap aksi di lapangan, mencerminkan dukungan masyarakat terhadap kegiatan positif ini.

“Turnamen seperti ini menjadi wadah yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan karakter generasi muda yang kuat serta sportif. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas Banyuwangi harus terus dijaga,” ujar Kombes Pol Rama Samtama Putra usai pertandingan.

error: Content is protected !!