Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: Oktober 2025

SPPG Kemala Presisi Polda Kalteng Terima Inspeksi Dinkes Kota Palangka Raya, Pastikan MBG Aman dan Higenis

Palangka Raya || jejakindonesia.id - SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Kemala Presisi Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menerima inspeksi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, sebagai bagian dari upaya memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan berkualitas.

Dalam inspeksi kali ini, Karoops Polda Kalteng yang juga sebagai ketua pelaksana SPPG Kemala Presisi Polda Kalteng Kombes Pol Dr. Sugeng Riyadi, turut mendampingi tim yang dipimpin oleh Magdalena Danisia, selaku pemeriksa sanitasi Dinkes Kota Palangka Raya, bersama sejumlah staffnya.

Pada pelaksanaan inspeksi tersebut, tim melakukan pengambilan sampel makanan pada ke lima jenis bahan yang disediakan di dapur atau ompreng SPPG, seperti nasi, sayuran, tempe, dan ayam serta buah.

"Sampel-sampel ini akan kami bawa ke laboratorium yang telah terakreditasi dan ditunjuk oleh pemerintah. Kami akan mengirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Latusda) Provinsi Kalimantan Tengah di Jalan Suprapto," jelas Magdalena, usai melakukan inspeksi.

Magdalena mengatakan bahwa untuk proses pengujian sampel sendiri nantinya akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu mikrobiologi dengan lama waktu diperkirakan selesai dalam tiga sampai empat hari, dan uji kimia dengan perkiraan selesai selama hingga dua minggu.

Pengambilan sampel ini yang jadi syarat utama, untuk memastikan kelayakan higienis dan sanitasi SPPG sebelum diterbitkannya SLHS.

"Jadi kami tidak mungkin mengeluarkan sertifikat SLHS tanpa mengetahui kualitas makanan yang disajikan. Jika hasil uji menunjukkan bahwa makanan aman dan layak, maka SPPG akan menerima sertifikat tersebut dan dapat beroperasi secara penuh," tandasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Karoops Polda Kalteng mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Kalteng dengan berkolaborasi bersama Dinkes dalam menjaga standar kesehatan lingkungan, terutama di instansi pelayanan publik seperti SPPG.

"Kami apresiasi atas inspeksi ini, sebagai langkah untuk mempercepat perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG, sehingga program MBG dapat terus berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya kendala kedepannya," tutupnya.

Kemendagri Perkenalkan Program SIGROW untuk Pemantauan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

BANDUNG || jejakindonesia.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkenalkan program Sistem Informasi Growth Wilayah (SIGROW) sebagai instrumen untuk memantau, mengawal, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah.

Kepala Biro Perencanaan Kemendagri Ahmad Husin Tambunan, selaku penggagas SIGROW, menjelaskan bahwa program ini merupakan tool dalam upaya percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Program tersebut lahir dari proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV di Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Husin menerangkan, SIGROW terdiri atas dua elemen penting. Pertama, Data Statis, yang memuat sembilan langkah konkret pemerintah daerah (Pemda) dalam percepatan pertumbuhan ekonomi. Kedua, Data Statis, yang mencakup kebijakan dan potensi ekonomi daerah untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.

“Kementerian Dalam Negeri bersama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Pusat Statistik telah merumuskan 9 langkah konkret untuk percepatan pertumbuhan ekonomi,” kata Husin saat memaparkan program SIGROW di Hotel InterContinental Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/10/2025).

Husin merinci sembilan langkah percepatan tersebut meliputi percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), percepatan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), percepatan realisasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah, pengendalian harga bahan pokok, serta pencegahan ekspor dan impor ilegal.

Selain itu, langkah percepatan juga mencakup perluasan kesempatan kerja, peningkatan produktivitas sesuai potensi lokal, peningkatan output industri manufaktur sesuai potensi lokal, dan kemudahan perizinan berusaha.

Menurut Husin, SIGROW merupakan tindak lanjut dari kick-off yang digelar pada 7 Juli 2025. Dalam kegiatan tersebut, Kemendagri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi menyiapkan mekanisme pemantauan, pengawalan, serta percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dan regional guna mendukung pencapaian target pertumbuhan delapan persen.

Ia menambahkan, dengan adanya instrumen yang terintegrasi, arahan yang jelas, serta sistem pelaporan yang sederhana bagi Pemda, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesadaran Pemda dan pemangku kepentingan terkait untuk lebih serius dalam mengawal target pertumbuhan ekonomi tersebut.

Adapun program SIGROW mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kegiatan peluncuran dan sosialisasi di Bandung ini dihadiri oleh perwakilan Pemda, kementerian/lembaga, serta Kepala Perwakilan BPS dari berbagai wilayah Indonesia.

Sejalan dengan itu, Direktur Pemerintahan, Keuangan Daerah, dan Transfer ke Daerah Kementerian PPN/Bappenas Anang Budi Gunawan menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai, terbangunnya tiga pilar upaya bersama akan semakin memperkuat kerja kolaboratif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui program SIGROW. Anang menjelaskan, tiga pilar utama yang dimaksud mencakup pemantauan melalui dashboard perkembangan ekonomi terkini, pengawalan melalui rapat koordinasi berkala, serta percepatan lewat intervensi konkret.

Puspen Kemendagri

Peduli Sesama, Polairud BKO Banyuwangi Salurkan Bantuan bagi Korban KM Anugrah Indah-18 di Muncar

BANYUWANGI || jejakindonesia.id — BKO Banyuwangi Ditpolairud Polda Jawa Timur menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pelindung masyarakat maritim, penolong, dan penanganan korban kecelakaan laut, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap sesama.

Kepedulian itu diwujudkan melalui penyaluran bantuan kepada korban kebakaran kapal KM Anugrah Indah-18 yang terbakar di perairan Sumbawa, Lombok Timur, pada Sabtu (11/10/2025).
Musibah tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia, tujuh orang luka berat, sementara 17 korban lainnya berhasil selamat. Para awak kapal yang selamat sempat melakukan evakuasi mandiri sebelum akhirnya seluruh korban dievakuasi menggunakan KM Victori Makmur menuju Pelabuhan Muncar, Banyuwangi.

Setibanya di Banyuwangi, BKO Ditpolairud Polda Jawa Timur langsung menyalurkan bantuan kepada para korban yang terdampak. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan meringankan beban para penyintas dalam masa pemulihan.

Dirpolairud Polda Jawa Timur melalui Komandan KP X-2001 BKO Banyuwangi, Aipda Sukolik, S.H, menyampaikan bahwa semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial merupakan bagian dari jati diri personel Polairud.

“Kami percaya bahwa BKO Banyuwangi Ditpolairud Polda Jawa Timur bukan sekadar pelindung masyarakat maritim, penolong dan penanganan korban kecelakaan laut, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Kehadiran kami di tengah masyarakat diharapkan memberi harapan dan semangat baru, terutama saat saudara-saudara kita menghadapi situasi krisis akibat bencana,” ujar Aipda Sukolik.

Ia menambahkan, para korban yang dievakuasi ke Pelabuhan Muncar segera mendapatkan perawatan di RSUD Blambangan yang kini menjadi pusat penanganan dan bantuan bagi para korban.

“Kehadiran dukungan dari BKO Banyuwangi ini memberi arti penting bagi proses pemulihan para penyintas. Semoga para korban segera pulih, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta keikhlasan,” pungkas Aipda Sukolik.

Selain memberikan bantuan, Aipda Sukolik juga mengingatkan masyarakat maritim untuk selalu waspada dan mematuhi prosedur keselamatan laut agar insiden serupa dapat dihindari di masa mendatang.

Kapolda Sumut Diminta Tangkap Semua Pelaku Pengeroyokan Pendeta di Sergai

SERGAI || jejakindonesia.id - Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Diminta menangkap Preman-preman Pelaku Pengeroyokan terhadap Pendeta Padriadi (Andy) yang dipimpin Marnakok Sitanggang yang sampai saat ini masih berkeliaran di Serdang Bedagai dan Deli Serdang.

Hingga Saat ini, Para pelaku masih mengganggu warga di Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai.

" Preman-preman itu selalu menganggu kami mencari Makan. Mereka tidak takut lagi dengan Polisi, "ucap Warga, Senin ( 13/10/2025).

Warga yang sudah lama tinggal di desa tersebut menceritakan bagaimana Anak buah Nakko yang selalu menganggu mereka. Bahkan, ada juga yang membawa senjata tajam. Mereka mengancam dan tidak takut kepada Polisi. Preman-preman itu juga mengabaikan Kamtibmas yang sudah ada di wilayah hukum Sergai. Kami sudah lapor ke Kapolres Sergai namun Preman-preman itu belum ditangkap.

" Kami minta Pak Kapolda dan Kapolres Sergai untuk menangkap mereka. Kami warga ketakutan dengan aksi mereka,"tandas warga.

Dikatakannya, Para pelaku pengeroyokan Bahkan kerap mendatangi dan menyambangi ke Rumah -rumah para Korban dengan maksud Korban melakukan Perdamaian. Polres sampai saat ini belum menangkap Pelaku Pengeroyokan lainnya, Sehingga warga Resah dan Gonjang ganjing bahwa Sindikat Nakok Sitanggang sangat Kuat. Bahkan sudah ada isu dengan tidak ditangkapnya Pelaku Lainnya seperti ada skenario dari Pelaku Unsur Pengeroyokan akan dihapus dari Persangkaan dalam Penuntutan di Pengadilan sehingga Nakok di Vonis sangat Ringan.

Gonjang ganjing di Masyarakat menjadikan Penilaian Terhadap Penyidik Polri yang saat ini dalam Sorotan untuk di Reformasi karena menyisahkan tanda tanya dalam Penegakan Hukum. Padahal Tersangka dan Saksi saksi sudah ada dan menjelaskan duduk masalahnya.

Apalagi Rony Purba salah satu Pelaku yang setiap akan melakukan Pengerusakan, Penganiayaan selalu berkumpul di gubuknya di Pantai Klang. Dia juga yang telah memperbaiki HP yang telah dihancurkan serta mengembalikan ke rumah Korban. Dia juga menggunakan Anjing Herder untuk mengintimidasi Para Korban dengan cara mengejar dalam pengeroyokan.
Termasuk menyita lebih kurang 10 kelewang yang digunakan Nakok Cs.

"Tolong Pak Kapolda menangkap semua pelaku pengeroyokan terhadap Pak Pendeta dan rekannya," Harap warga.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) H Hasful Huznain, SH. Kami selaku tokoh Agama sangat mendukung Kinerja Kapolres Sergai yang sudah menangkap Nakko Sitanggang. Namun, Kami juga meminta agar dituntaskan sampai ke Akar-akarnya menangkap Anak buah si Nakko. Jangan ada lagi jual Narkoba di Sergai. Apalagi secara terang-terangan,"Ucapnya.

"Polisi agar menangkap juga Anak buahnya si Nakko Sitanggang,"harapnya.

Diketahui, Polres Sergai sudah menangkap residivis Narkoba Nakko Sitanggang. Petugas menemukan satu pucuk senjata api jenis Makarov buatan Rusia kaliber 32, lima butir peluru tajam, 9,5 butir pil ekstasi berwarna merah muda. Namun, Anah buahnya Nakko Sitanggang belum ditangkap sehingga menganggu masyarakat. *(tim)*

Polisi Masuk Sekolah, SDN 9 Subulussalam Dapat Suntikan Semangat Belajar dari Bhabinkamtibmas

Subulussalam || jejakindonesia.id – Komitmen Kepolisian dalam mendekatkan diri kepada masyarakat tidak hanya terlihat dari tindakan preventif dan penegakan hukum, tetapi juga melalui sentuhan humanis yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Hal inilah yang konsisten ditunjukkan oleh AKBP Muhammad Yusuf, S.I.K., Kapolres Subulussalam, yang dikenal luas sebagai sosok pemimpin visioner, dekat dengan masyarakat, dan sangat menekankan pentingnya peran polisi dalam membentuk generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab.

Di bawah kepemimpinan beliau, Polres Subulussalam terus menggencarkan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, salah satunya melalui inisiatif "Saweu Sikula", sebuah program pembinaan dan edukasi di sekolah-sekolah. Program ini dijalankan secara aktif oleh jajaran Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah hukum, termasuk oleh Brigadir Syukran Mukti dari Polsek Simpang Kiri.

Senin, 13 Oktober 2025, Brigadir Syukran hadir sebagai Pembina Upacara di SD Negeri 9 Subulussalam, Desa Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah para pelajar bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk nyata dari arahan dan kebijakan Kapolres AKBP Muhammad Yusuf yang ingin menghadirkan sosok polisi sebagai sahabat masyarakat dan inspirasi generasi muda.

Dalam amanat upacara, Brigadir Syukran menyampaikan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar sejak usia dini. “Belajar adalah kewajiban utama bagi setiap siswa. Dari kebiasaan belajar inilah akan tumbuh kecerdasan, keterampilan, dan tanggung jawab yang akan membentuk karakter anak-anak kita,” ujarnya di hadapan para siswa.

Ia juga menegaskan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku sekolah dasar merupakan pondasi awal dalam menghadapi tantangan masa depan, baik dalam dunia pendidikan lanjutan maupun kehidupan bermasyarakat.

Arahan Langsung dari AKBP Muhammad Yusuf: Polisi Harus Hadir Sebagai Edukator
Kapolres Subulussalam, AKBP Muhammad Yusuf, dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa polisi bukan hanya penegak hukum, tetapi juga agen perubahan dan pendidik di tengah masyarakat. Melalui program Saweu Sikula, beliau mendorong seluruh personel Bhabinkamtibmas untuk secara aktif hadir di sekolah-sekolah, menyampaikan pesan-pesan positif, dan menjadi teladan bagi generasi muda.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Polisi harus menjadi bagian dari proses tumbuh kembang mereka, memberikan penguatan karakter sejak dini, mengenalkan nilai-nilai disiplin, cinta tanah air, dan tanggung jawab sosial,” ungkap AKBP Muhammad Yusuf dalam sebuah pernyataan resmi.

Tak hanya itu, melalui dukungan langsung dari Kapolsek Simpang Kiri, AKP Evizzarianto, program ini berjalan efektif di berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Simpang Kiri. Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat, tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan positif.

Menumbuhkan Harapan Baru untuk Generasi Subulussalam Melalui kegiatan seperti pembinaan upacara ini, Polres Subulussalam menunjukkan kesungguhan dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara moral dan sosial. Sosok AKBP Muhammad Yusuf pun menjadi panutan, tidak hanya bagi jajarannya, tetapi juga bagi masyarakat luas.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah siswa adalah bagian dari visi besar beliau: Polisi sebagai penggerak perubahan sosial yang positif. Dengan pendekatan yang humanis dan menyentuh langsung ke akar rumput, Polres Subulussalam menegaskan bahwa tugas menjaga keamanan tidak bisa dilepaskan dari peran mendidik dan membina.

Melalui tangan dingin AKBP Muhammad Yusuf, Polres Subulussalam berhasil menempatkan polisi dalam posisi strategis sebagai mitra pendidikan penjaga moral generasi muda, dan penggerak pembangunan karakter bangsa.

Redaksi: Syahbudin Padank FRN Fast Respon counter Polri Nusantara provinsi aceh

error: Content is protected !!