Sorry, we're closed Opens today at 9:00 am

Bulan: September 2025

Polisi Tangani Kekeringan di Winongan Pasuruan Sulap Mobil Patroli Jadi Armada Air Bersih

PASURUAN || jejakindonesia.id – Polres Pasuruan melalui Polsek Winongan menyalurkan bantuan sosial berupa 2.000 liter air bersih kepada warga Dusun Dukuh Kidul, Desa Sumberjo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (27/9/2025).

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolsek Winongan AKP Nanang Abidin, S.H saat mendistribusikan air bersih untuk warga.

“Hari ini kami bersama perangkat desa menyalurkan dua tandon air bersih kepada warga Dusun Dukuh Kidul yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau,” ujarnya.

Ia menambahkan, distribusi air bersih diambil dari sumber mata air Banyu Biru dan langsung dibagikan kepada masyarakat setempat.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan aman, tertib, dan disambut antusias oleh warga,” kata AKP Nanang.

Di tempat terpisah, Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Irwan memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“Kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat langsung untuk masyarakat. Semoga bisa terus berlanjut sebagai wujud hadirnya Polri di tengah rakyat,” ucapnya singkat.

Sebelumnya, warga Dusun Dukuh Kidul diketahui mengalami krisis air bersih selama musim kemarau.

Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kapolda Jatim dan Forkopimda Panen Raya Jagung Kuartal III Banyuwangi Surplus Pangan 4 kali Lipat

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memimpin kegiatan panen raya jagung, Sabtu (27/9/25).

Acara ini merupakan bagian integral dari program nasional swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto

Dengan sukses menggelar Panen Raya Jagung tersebut menunjukkan komitmen daerah mendukung swasembada pangan nasional dengan surplus jagung yang signifikan.

Kali ini panen raya jagung serentak kuartal III dilaksanakan di areal persawahan Kelurahan Sobo, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan.

Hal itu menunjukkan skala dan pentingnya program ini secara nasional.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Banyuwangi dalam menjaga surplus pangan.

"Kami apresiasi kinerja Banyuwangi yang mampu menjaga surplus pangan. Ini komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto," ujarnya dalam keterangan yang diterima di Banyuwangi.

Pencapaian Banyuwangi dalam menjaga ketahanan pangan diharapkan dapat terus ditingkatkan di masa mendatang.

Hal ini bertujuan agar kabupaten tersebut semakin kokoh sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Indonesia.

Kapolda Jatim juga mengungkapkan kebanggaannya atas kerja keras semua pihak yang terlibat.

"Saya bangga atas kerja keras seluruh pihak, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran kepolisian. Semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi," tambahnya.

Sementara itu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan komitmen daerahnya untuk mendukung penuh program ketahanan pangan nasional Presiden.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Polri, TNI, Bulog, dan semua pihak yang telah bersama-sama mengawal serta mendukung program tersebut.

“Terima kasih kepada Polri yang bersama-sama mengawal jalannya program. Juga kepada TNI, Bulog, dan semua pihak yang mendukung penuh,” kata Ipuk.

Menurut data Dinas Pertanian, produksi jagung di Banyuwangi terus menunjukkan surplus pangan.

Pada tahun 2022: 253.857 ton, 2023: 225.416 ton, 2024: 209.078 ton,Januari–September 2025: 193.542 ton, sementara kebutuhan lokal hanya 46.786 ton.

“Setiap tahun Banyuwangi selalu mengalami surplus jagung. Tahun ini hingga September surplus mencapai 146.756 ton,” jelas Ipuk.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menambahkan bahwa Polresta mendampingi 1.772 hektare lahan jagung.

Dari jumlah itu, 1.048 hektare telah ditanami dan 433 hektare sudah dipanen.

"Hasil panennya kurang lebih 1.445 ton. Distribusinya melalui tiga jalur: Bulog menyerap sekitar 67 ton, pengepul 957 ton, dan sisanya 421 ton diserap pengusaha serta pihak lain,” terang Kombes Rama.

Panen raya ini merupakan bagian dari Gerakan Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare, hasil kerja sama antara Polri dan Kementerian Pertanian.

Program tersebut ditujukan untuk mendukung target swasembada pangan nasional 2025.

Outbound Tupdasbhara: 247 Siswa Diktukba Polri SPN Polda Jatim Ditempa di Jalur 26 KM

MOJOKERTO || jejakindonesia.id – Sebanyak 247 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim memulai hari pertama kegiatan Outbound Penutupan Tahap Dasar Bhayangkara (Tupdasbhara) pada Kamis (25/9/2025) yang lalu.

Kegiatan yang berpusat di kawasan Bernah De Vallei, Pacet, Mojokerto ini dirancang untuk menguji batas ketahanan fisik dan mental para calon bhayangkara negara.

Kegiatan ini merupakan puncak dari tahap Dasar Bhayangkara, sebuah fase krusial dalam pendidikan pembentukan Bintara Polri.

Tujuannya adalah untuk mengukur sejauh mana capaian pembentukan mental, kepribadian, dan kekuatan fisik siswa secara maksimal.

Outbound ini sekaligus menjadi simulasi nyata dari tantangan yang akan dihadapi dalam tugas, di mana setiap individu dituntut untuk mampu mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak fajar menyingsing. Usai melaksanakan ibadah Subuh, para siswa dengan sigap mempersiapkan perlengkapan perorangan.

Puncak persiapan ditandai dengan apel pembukaan outbound yang digelar pada pagi hari.

Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol. Agus Wibowo, S.I.K., dalam keterangannya, menekankan bahwa kegiatan ini merupakan ujian krusial bagi para calon Bintara.

"Outbound Tupdasbhara ini adalah puncak dari pembentukan dasar yang telah mereka lalui," kata Kombes Agus.

Menurut Ka SPN Polda Jatim, perjalanan sejauh 26 kilometer ini bukanlah sekadar aktivitas fisik, melainkan sebuah 'laboratorium' lapangan untuk menguji mentalitas, soliditas tim, dan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.

Kombes Pol Agus Wibowo menambahkan bahwa di sinilah karakter seorang Bhayangkara sejati ditempa.

"Kelak di masyarakat, mereka akan menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks, jadi latihan ini adalah fondasinya," ujar Kombes Agus.

Sementara itu Wakil Kepala SPN Polda Jatim, AKBP Dody Indra Eka Putra yang memimpin upacara pembulaan secara simbolis menyematkan tanda latihan kepada perwakilan siswa.

Sesaat setelah apel, sesi pelepasan atau flag off dilaksanakan. Para siswa memulai perjalanan expedisi darat (long hiking) dari markas SPN Polda Jatim menuju lokasi utama di Bernah De Vallei.

Rute sejauh 26 kilometer tersebut dibagi menjadi beberapa pos pemberhentian strategis untuk memastikan kondisi fisik siswa tetap terjaga.

Setelah menempuh perjalanan yang menguras tenaga, seluruh siswa tiba di Bernah De Vallei pada sore hari.

Tanpa mengulur waktu, mereka langsung dihadapkan pada tugas berikutnya berupa mendirikan bivak atau tenda regu, menata perlengkapan, serta melaksanakan kurve kebersihan lingkungan.

Kegiatan Outbound Tupdasbhara ini mengadopsi metode pembelajaran modern Learning by Doing (belajar sambil mengerjakan) dan Experiential Learning (belajar dari pengalaman).

Melalui metode ini, diharapkan dapat lahir Bintara Polri yang tidak hanya mahir, terpuji, dan patuh hukum, tetapi juga profesional serta memiliki fisik dan mental yang tangguh untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Raden Teguh, Aktivis: Penjajahan Berganti Wajah, Kini Berseragam Pejabat

BANYUWANGI || jejakindonesia.id - kembali diguncang kritik keras dari Aktivis Filsafat Logika Berpikir, Raden Teguh Firmansyah, yang menuding keras Bupati Banyuwangi sebagai pemimpin yang diremote kontrol oleh suaminya, mantan Bupati Banyuwangi juga, Abdullah Azwar Anas.

“Bukti paling nyata adalah keberadaan tambang emas di Gunung Tupang Pitu, Kecamatan Pesanggaran. Sudah belasan tahun tambang itu berdiri, tapi apa yang didapat rakyat Banyuwangi? Tidak ada. Justru penderitaan dan kerusakan alam yang mereka rasakan,” tegas Raden Teguh. Senin. 29/9/2025

Menurutnya, izin tambang yang dulu diteken oleh Azwar Anas menjadi awal malapetaka bagi Banyuwangi. “Hari ini, istrinya hanya meneruskan kegagalan yang sama. Mereka melanjutkan jejak serakah, memberi makan perut-perut penjajah berkedok pejabat negara,” lanjutnya.

Raden Teguh menegaskan, kehancuran itu sudah terlihat dengan kasat mata: jalan-jalan rusak parah di Desa Sumberagung hingga Desa Pesanggaran, hutan gundul, banjir lumpur, dan ancaman bencana ekologis. “Ini bukan kemajuan, ini penjajahan gaya baru! Dan para pejabat pura-pura tidak tahu. Jiwa-jiwa penjajah memang selalu pandai bersembunyi di balik jabatan,” sindirnya.

Ia mendesak agar masyarakat Banyuwangi sadar dan bersuara. “Jangan biarkan Banyuwangi dijadikan ladang emas bagi segelintir orang, sementara rakyat terus memikul derita. Logikanya sederhana: kalau benar tambang itu untuk kesejahteraan rakyat, mengapa rakyat justru semakin miskin dan alam kita semakin rusak?” tutupnya.

Rajin Upload Struk Belanja ke Smart Kampung Banyuwangi, Gadis Asal Bajulmati Dapat Hadiah Motor

BANYUWANGI || jejakindonesia.id – Perasaan kaget dan gembira dirasakan Diah Ayu Prestia Putri saat menerima kabar sebagai pemenang sepeda motor undian Sipundi Wangi langsung dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (28/9/2025).

Nama Diah keluar sebagai pemenang Undian Sipundiwangi (Sistem Pelaksanaan Undian Pajak Daerah di Banyuwangi) tahap I yang diumumkan di area Community and Food Day (CFD), Minggu pagi (28/9/2025). 8

“Selamat, Diah berhasil mendapatkan hadiah utama sepeda motor pada pengundian perdana program Sipundiwangi,” imbuh Ipuk.

"Alhamdulillah,” jawab gadis asal Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo.

Diah mengaku rutin mengupload struk belanja kuliner ke aplikasi Smart Kampung sejak dia mengetahui ada program Sipundiwangi (Sistem Pelaksanaan Undian Pajak Daerah di Banyuwangi) yang dimulai pertengahan Juli lalu.

Ipuk menjelaskan, Sipundiwangi adalah program yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang tertib administrasi.

Masyarakat yang makan di resto, rumah makan, depot, kafe, warung kopi, dan tempat kuliner lainnya di Banyuwangi bisa mendapat undian berhadiah. Terdapat 83 tempat kulineran yang pelanggannya bisa mengikuti undian berhadiah untuk pelanggan mereka.

Puluhan tempat kulineran tersebut yang telah memasang alat perekam transaksi Tax Mapper, Sijakawangi (Sistem Informasi Pajak Daerah Kabupaten Banyuwangi).

Selain kulineran, masyarakat yang telah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), juga secara otomatis menjadi peserta undian berhadiah.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Banyuwangi Samsudin menambahkan, undian tahap pertama ini berlaku bagi masyarakat yang telah mengupload struk belanjanya pada periode 1 Juli – 24 September 2025. Berikutnya, tahap kedua akan diundi saat peringatan Hari Jadi Banyuwangi pada 18 Desember 2025 mendatang.

“Pada tahap kedua nanti sasarannya lebih luas. Selain kulineran dan PBB, juga akan menyasar konsumen perhotelan dan wajib pajak kendaraan bermotor,” ungkapnya.

Ditambahkan dia, Pemkab akan menggulirkan sejumlah program stimulus. Di antaranya, penghapusan sanksi denda pajak PBB Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) sebagai bentuk keringanan kepada para wajib pajak yang mengalami keterlambatan pembayaran.

"Juga ada insentif pajak barang dan jasa tertentu sebesar 10 persen," tutup Samsudin.

error: Content is protected !!