Closing soon Closes at 5:00 pm

Bulan: Agustus 2025

Aksi Simpatik Polisi Wanita Polresta Banyuwangi di Hari Jadi Polwan ke -77 Gatur Lalin Sambil Berbagi Coklat

BANYUWANGI || jejakimdonesia.id - Seluruh anggota Polisi Wanita (Polwan) Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur menggelar kegiatan simpatik dengan membagikan cokelat kepada para pengguna jalan di Simpang Empat Patung Kuda, Banyuwangi, Selasa (26/8).

Kegiatan yang dipimpin oleh Polwan senior Polresta Banyuwangi, Ipda Irvin Venda itup dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-77 Polwan.

Mereka tidak hanya mengatur lalu lintas (gatur lalin) pagi hari yang padat, tetapi juga menyapa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Ipda Irvin Venda mengatakan,  kegiatan ini merupakan wujud nyata Polwan dalam mendekatkan diri kepada masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa Polwan tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Pembagian cokelat dan bendera  adalah cara kami untuk berbagi kebahagiaan di hari jadi Polwan," katanya.

Sementara itu Kapolresta Banyuwangi KombesPol Rama Samtama Putra mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh para Polwan.

Kegiatan itu menunjukkan sisi humanis dari Polri, khususnya Polwan Polresta Banyuwangi,Polda Jatim.

”Kami berharap melalui kegiatan ini, hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat," ujarnya.

Selain membagikan cokelat dan bendera, para Polwan juga menyampaikan imbauan terkait keselamatan berlalu lintas.

Mereka mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan diri serta orang lain.

Masyarakat yang melintas terlihat antusias dan mengapresiasi kegiatan ini.

Budi Santoso, salah seorang pengendara ojek online mengaku senang dengan inisiatif para Polwan.

"Wah, bagus sekali ini. Biasanya diatur saja, sekarang dikasih cokelat dan bendera. Jadi semangat berangkat kerja. Polwannya juga ramah-ramah," ungkapnya sambil tersenyum.

Senada dengan Budi, Siti Fatimah, seorang ibu rumah tangga, juga menyampaikan hal serupa.

"Kegiatan seperti ini bikin kita merasa dekat dengan polisi. Jadi nggak takut lagi kalau ketemu Polwan di jalan," ungkapnya.

Dukung Ketahanan Pangan Nasional: Polresta Malang Kota dan Gapoktan Panen 2,5 Ton Jagung

MALANG || jejakindonesia.od – Komitmen Polresta Malang Kota Polda Jatim gandeng petani lokal perkuat ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan dengan panen 2,5 Ton Jagung kering di Dua lahan pertanian pada hari Senin (25/08) yang lalu.

Sebelumnya Polresta Malang Kota Polda Jatim melalui jajaran Polsek Kedungkandang bersama 45 anggota Gapoktan Tani Rejo melakukan penanaman jagung di 2 lokasi.

Lokasi pertama di lahan seluas 4.800 meter persegi. Dari lahan ini dihasilkan panen jagung sebanyak 1,3 ton.

Sementara jagung yang ditanam di lahan seluas 4000 meter persegi di Jl Mayjend Sungkono (depan GOR Ken Arok Arjowinangun) menghasilkan 1,2 ton.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol, Nanang Haryono SH, SIK, MSi sebagai penanggung jawab Ketahanan Pangan dari unsur Polri mengatakan, bahwa panen di Dua Lokasi ini salah satu wujud dari komitmen kepolisian dalam mendukung program pemerintah.

“Ini wujud komitmen kami untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat, sekaligus memastikan hasil panen dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan warga,”ujar Kombes Nanang, Rabu (26/8).

Kapolresta Malang Kota menjelaskan bibit jagung yang digunakan adalah jenis Syng’enta dan Afanta, hasil kerja sama Polresta Malang Kota Polda Jatim dengan Dispangtan Kota Malang.

"Bibit tersebut ditanam pada 21 Mei 2025 dan menghasilkan panen melimpah, hasil panen selanjutnya akan didistribusikan ke PT Sangpenabur di Kabupaten Malang dan PT Sang Penabur Jl Atletik Tasikmadu Lowokwaru," jelas Kombes Nanang.

Polresta Malang Kota Polda Jatim juga menegaskan akan terus mengawal proses pendistribusian hasil panen agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi.

“Mulai penanaman awal, perawatan, pemupukan hingga panen, kami dibantu dan memberdayakan kelompok tani yang rumahnya dekat dengan lokasi lahan penanaman jagung.”pungkas Kombes Pol Nanang.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam hal dukungan ketahanan pangan, Polresta Malang Kota Polda Jatim menjadi motor penggerak program swasembada pangan dan sudah menggandeng Kelompok Tani maupun Lingkungan Pondok Pesantren. (*)

Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali dan Polres Asmat Gelar Patroli Gabungan di Agats

Papua Selatan || jejakindonesia.id – Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 123/Rajawali bersama Polres Asmat melaksanakan patroli gabungan di wilayah Agats, ibu kota Kabupaten Asmat, Selasa (26/8/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Patroli yang dilaksanakan menyasar sejumlah titik strategis di pusat kota Agats, termasuk kawasan pelabuhan, pasar, dan pemukiman penduduk. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk sinergi TNI-Polri dalam mencegah potensi gangguan keamanan di wilayah perbatasan.

Wadansatgas Yonif 123/Rajawali, Mayor Inf Ahmad Afandi Dalimunthe, yang juga selaku pimpinan Pos Komando Utama di wilayah Agats, menegaskan bahwa patroli gabungan akan terus digelar secara rutin.

> “Kami bersama Polres Asmat berkomitmen menjaga keamanan wilayah Agats. Kehadiran kami di lapangan diharapkan memberi rasa tenang bagi masyarakat sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Kapolres Asmat menyambut baik kegiatan ini dan menilai kerja sama yang solid antara TNI-Polri merupakan kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayahnya.

Masyarakat terlihat antusias dan memberikan apresiasi atas kehadiran personel TNI-Polri yang berpatroli di sekitar pemukiman mereka. Patroli gabungan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan warga, serta menjadi bukti nyata bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama.

(Yonif 123)

Kapolda Beri Motivasi Kepada PNPP Wanita Polda Bali pada Kegiatan “Suksma Ragaku

BALI || jejakindonesia.id - PNPP Wanita Polda Bali melaksanakan kegiatan “Suksma Ragaku” sebagai upaya menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas diri di tengah padatnya tugas dan tanggung jawab. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan ruang refleksi, relaksasi, serta penguatan jiwa agar setiap anggota mampu menjaga keseimbangan antara pikiran, hati, dan raga.

Kegiatan yang digelar di Gedung Presisi ini, mendapat perhatian dari Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si dan Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Komang Sandi Arsana, S.I.K., M.H. serta Karo SDM Polda Bali, Kombes Pol. Dr. Sigit Dany Setiyono, S.H., S.I.K., M.Sc. (Eng).

Kapolda dan Wakapolda langsung meninjau pelaksanaan kegiatan ini. Kapolda pun berinteraksi dan memberikan motivasi kepada para PNPP Wanita Polda Bali.

“Saya minta kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan baik. Melalui kegiatan ini diharapkan PPNP Wanita Polda Bali lebih sehat, lebih percaya diri dan siap memberikan pelayanan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat dengan menjadi polisi wanita,” kata Kapolda.

Dalam kegiatan Suksma Ragaku, para peserta mengikuti sesi motivasi, meditasi ringan, bermain game hingga berbagi pengalaman yang bertujuan untuk mengelola stres, menumbuhkan rasa syukur, serta memperkuat solidaritas antar-anggota.

Suasana yang penuh kebersamaan menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana pengelolaan mental, tetapi juga wadah mempererat hubungan emosional di antara sesama PNPP wanita.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para PNPP Wanita Polda Bali dapat membangun ketenangan jiwa, semangat positif, dan ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan tugas. Suksma Ragaku bukan sekadar kegiatan, melainkan sebuah gerakan untuk merawat raga, menenangkan hati, dan memperkokoh pengabdian dengan penuh dedikasi.

Polda Sulteng : Menteri ESDM Marah Besar, Kanwil Ditjenpas Tidak Masuk

JAKARTA || jejakindonesia.id - Belakangan Masyarakat Menyoroti, Adanya Lokasi Lahan Milik Lapas Parigi Mautong, yang bertepatan wilayah tersebut berada Di WPR Kayuboko Parigi Sulteng, dimana disekitar Aset Ditjenpas Kementrian Imigrasi dan Pemasyarakatan berada disekitar Izin Pertambangan Rakyat (IPR).

Saat Dikonfirmasi Kepala Wilayah Direktorat Pemasyarakatan (Kanwilpas) Sulteng, Bagus, Selasa (26/8). Bagus menjelaskan, Lokasi Tersebut Pemberian dari Pemerintah Kabupaten Parigi Mautong (Parimo) dan lokasi tersebut tidak ada aktivitas Tambang Ilegal.

"Itu dulunya bekas Tambang Ilegal, Pemerintah Berikan untuk Pembangunan Lapas, memang sebelum tempat itu diberikan, tanah itu dulunya tempat aktivitas tambang," tegasnya

Dia membantah tanah tersebut Masih Aktif Aktivitas Tambang.

" Jika Masih ada Aktivitas Tambang, itu diluar lokasi Aset Kami," ujarnya.

IPR Menggunakan Alat Besar Eskavator

Terkait Dugaan Disekitar Lahan Ditjenpas di Kayuboko Parimo, masih ditemukan wartawan adanya Izin IPR menggunakan Alat Berat Jenis Eskavator?

Wadir Ditreskrimsus Polda Sulteng AKBP Suprianto,S.Ik, SH , Selasa (26/8) menjelaskan bahwa lokasi tersebut telah memiliki IPR.

Sedangkan Adanya Alat Besar jenis Eskavator di Lokasi IPR, Dirinya tidak mau berkomentar lebih jauh.

"Kalau gak salah yang di atas itu ada IPR nya, lokasi itu diluar lokasinya lapas," tegasnya.

Diapun mengatakan terkait Sengketa Lokasi Lapas tersebut , Diketahui Bersengketa dengan masyarakat.

"Setahu saya, berdasarkan informasi bahwa sudah lama tidak ada aktivitas di sana.
Dan kalau tidak salah ada laporan penyerobotan yg berproses di polres parimo.Untk lebih jelasnya silahkan konfirmasi ke polres parimo," ujar Mantan Kapolres Morowali ini.

Dihari sama Wartawan mengkonfirmasi Menteri ESDM Bahlil Lahadali, dia sangat marah jika Lokasi Di IPR Menggunakan Alat Berat Jenis Eskavator, bahkan Mengatakan Penegak Hukum Harus Bergerak Membersihkan.

Menurutnya , Izin Pertambangan Rakyat (IPR) tidak dapat digunakan untuk aktivitas yang melibatkan alat berat, karena IPR ditujukan untuk usaha pertambangan rakyat yang bersifat manual dan terbatas pada skala kecil, berorientasi pada masyarakat menengah ke bawah, dan tidak memerlukan modal besar.

Diapun mengatakan Penggunaan alat berat dalam aktivitas tambang rakyat dianggap melanggar hukum karena mengindikasikan modal besar, yang seharusnya mengurus Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Mengapa IPR Tidak Boleh Menggunakan Alat Berat?

Bahlil menjelaskan, IPR adalah untuk usaha pertambangan rakyat yang melibatkan masyarakat lokal dengan investasi terbatas, bukan untuk operasi skala besar yang membutuhkan modal besar.

Sedangkan Tujuan IPR Menurutnya
untuk mempermudah masyarakat di tingkat usaha menengah ke bawah untuk melakukan kegiatan pertambangan, bukan untuk pemodal besar.

Terkait Aspek Hukum dan Kepatuhan, Bahlil menjelaskanPenggunaan alat berat menandakan usaha dengan modal besar, yang secara otomatis akan mengalihkan izin menjadi Izin Usaha Pertambangan (IUP), bukan IPR.

Apa yang Terjadi Jika Alat Berat Digunakan dalam IPR?
" Aktivitas tambang yang menggunakan alat berat dalam area yang masuk dalam kategori IPR merupakan pelanggaran hukum dan tidak diperbolehkan.
Hal ini dapat menimbulkan masalah karena tidak sejalan dengan tujuan IPR dan dapat menimbulkan dampak lingkungan yang lebih besar tanpa adanya izin yang sesuai, Silakan Pak Polisi Bersihkan,"

error: Content is protected !!