Sorry, we're closed Opens Selasa at 9:00 am

Bulan: Agustus 2025

Satpolairud Polresta Banyuwangi Meningkatkan Patroli Dialogis Diwilayah Pesisir Pantai Bulusan

Banyuwangi, Jejak - Indonesia.id | Polresta Banyuwangi melalui Satpolairud Polresta Banyuwangi jajaran Polda Jawa Timur terus meningkatkan patroli dialogis diwilayah pesisir pantai khususnya kampung nelayan yang berada dikawasan pesisir pantai Bulusan, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya. Rabu, (27/8/2025) pagi.

Kegiatan patroli dan pemantauan yang dilaksanakan menggunakan satu unit kendaraan dinas roda empat dengan nopol 1001-44.

Dalam kegiatan tersebut, Personel Gakkum Satpolairud Polresta Banyuwangi Aipda Ida Bagus Permadi, S.H. mengatakan kegiatan patroli yang dilaksanakan bersama Kajaga Regu 2 Bripka I Nyoman Suma dan Bripda Marvelino dalam rangka melakukan patroli rutin dikawasan kampung nelayan dan sekitarnya.

Selain melakukan patroli rutin, pada giat tersebut personel Satpolairud Polresta Banyuwangi memberikan himbauan kepada masyarakat pesisir khususnya mereka yang berprofesi sebagai nelayan untuk selalu mengutamakan keselamatan pada saat melakukan aktivitas mencari ikan.

Lebih lanjut, Aipda Ida Bagus mengingatkan kepada pengunjung untuk selalu menjaga barang, seperti barang berharga yang ditinggalkan disaat pergi memancing maupun mandi di pantai, untuk kendaraan sepeda motor agar menggunakan kunci ganda, agar aman dan terhindar dari korban kejahatan,” pesannya.

“Kami ingin masyarakat dapat menikmati waktu bersantai tanpa khawatir akan tindak kejahatan. Oleh karena itu, kami secara rutin melakukan patroli di berbagai lokasi strategis, termasuk kekawasan kampung nelayan dan pesisir pantai," jelas Aipda Ida Bagus.

Patroli dialogis menjadi salah satu cara dalam melakukan pendekatan yang efektif dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.

Guna meminimalisir terjadinya tindakan kriminalitas khususnya 3C dan penyakit masyarakat personel Polairud mengajak peran serta masyarakat dan kelompok nelayan pantai meneng untuk berperan aktif dalam memberikan informasi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat.

Segera laporkan kepada pihak keamanan atau menghubungi Call Center 110 atau bisa menghubungi call center Satpolairud di nomer telepon 08113448222 jika ada hal mencurigakan atau tindak kejahatan. (red)

Tolong Polwan saat Ricuh Demo, Wartawan PM Malah Dikeroyok Polisi dan Satpol PP

SUMATRA UTARA || jejakindonesia.id - Aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung DPRD Sumatera Utara yang berakhir ricuh diwarnai insiden pengeroyokan terhadap seorang jurnalis, Selasa (26/8/2025). Korban, Adam Wizard Sitompul dari harian Posmetro Medan (PM), diseret dan dianiaya oleh sejumlah oknum polisi dan pamong praja saat tengah menjalankan tugas peliputan.

Peristiwa bermula ketika Adam meliput eskalasi kericuhan antara massa aksi dan aparat keamanan. Menurut kronologi yang dihimpun, ia sempat terekam menolong seorang polisi wanita (polwan) yang nyaris terbakar akibat lemparan benda incendiary di lokasi.

Namun, tak lama berselang, Adam justru diamankan secara paksa oleh beberapa oknum polisi dan dibawa masuk ke dalam Gedung DPRD Sumut.

Di dalam gedung, Adam mengaku mengalami serangkaian kekerasan fisik."Saya dipukuli hingga mengalami luka dan memar di sekujur tubuh," ujarnya sesaat setelah berhasil keluar dari gedung.

Beruntung, ia segera mendapatkan perawatan medis dari tim Sidokkes Polrestabes Medan yang bersiaga di lokasi.Insiden ini memicu kecaman keras dari komunitas jurnalis di Medan.

Tindakan represif yang menimpa Adam dinilai sebagai serangan langsung terhadap kebebasan pers dan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang melindungi wartawan dalam menjalankan tugasnya.

#Demo #DPRDSumut #Medan #Polrestabes

Masyarakat Pukat II Bersama BKM Al muqorrobin Dan Ormas Islam PSIN Desak Kepolisian Memasang Garis Police Line Di Depan Rumah.

MEDAN || jejakindonesia.id - Masyarakat Dan Beberapa Badan Kenaziran Masjid serta Ormas Islam Yang Berada Di kelurahan Bantan Timur kecamatan Medan tembung melakukan rapat internal di masjid Al muqorrobin Jalan Pukat II. Selasa 26/8/2025 malam

Di mana dalam hasil rapat tersebut Masyarakat, Badan Kenaziran Masjid beserta ormas Islam PSIN meminta dan mendesak agar Kepolisian agar memasang police line di depan rumah dan tidak ada lagi aktifitas di dalam rumah tersebut karena lokasi (TKP) bersebelahan dan di depan mihrab (kiblat)

Babay perwakilan dari BKM Danjamaah mesjid almuqarrabin, ia bersama Masyarakat meminta kepolisian bekerja secara transparan profesional

Lanjut Babay, kami mendesak agar Kepolisian agar memasang police line di depan rumah dan tidak ada lagi aktifitas di dalam rumah tersebut karena lokasi (TKP) bersebelahan dan di depan mihrab (kiblat)

Apabila dalam waktu 3X24 jam tidak dipasang police line di depan rumah (TKP) oleh pihak kepolisian dan transparansi kasus ini pihak masyarakat dab BKM beserta ormas PSIN akan melakukan Aksi Demo di Polrestabes Medan.

sebelumnya diberitakan Seorang Wanita Tewas Di Bunuh Jalan Pukat II Kapolsek Dan Kanit Reskrim Bungkam Ketika Dikonfirmasi Wartawan, Garis Police Line Tidak Terpasang Di TKP.

Warga Jalan Pukat II Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung Kota Medan Sumatera Utara digemparkan dengan terjadi dugaan tindak pidana penganiyaan yang mengakibatkan kematian nyawa seseorang MR X di salah satu rumah tempat kejadian perkara(TKP).

Salah seorang warga sekitar melihat adanya mobil Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dari kepolisian dilokasi kejadian (TKP) tepatnya tidak jauh dari masjid Al Muqorrobin jalan pukat II.

Peristiwa pembunuhan di lingkungan tersebut warga dan wartawan tidak melihat polisi melakukan pemasangan police line di tempat kejadian perkara TKP.

*Dalam Kasus Pembunuhan Sangat Penting Melakukan Pemasangan police line*

- Mengamankan TKP*: Police line membantu mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dari gangguan atau kontaminasi yang dapat merusak bukti.

- Melindungi Bukti: Police line mencegah orang-orang yang tidak berwenang memasuki TKP dan mengganggu bukti yang ada.

- Memfasilitasi Investigasi: Police line memungkinkan tim investigasi untuk bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam mengumpulkan bukti dan melakukan analisis.

- Mencegah Kontaminasi: Police line mencegah kontaminasi bukti dengan bahan atau zat asing yang dapat mempengaruhi hasil investigasi.

*Dengan memasang police line, pihak kepolisian dapat memastikan bahwa TKP tetap aman dan bukti-bukti yang ada dapat dikumpulkan dengan baik, sehingga proses investigasi dapat berjalan dengan lebih efektif.*

Jika Tidak memasang police line pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) dapat dianggap sebagai kelalaian dalam menjalankan prosedur standar kepolisian. Namun, apakah itu dapat dianggap sebagai pidana atau tidak, tergantung pada ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Dalam beberapa kasus, kelalaian dalam memasang police line sehingga dapat mempengaruhi proses investigasi dan pengumpulan bukti, dan dapat berdampak pada hasil kasus. Oleh karena itu, penting bagi pihak kepolisian untuk memastikan bahwa prosedur standar diikuti dalam menangani kasus kejahatan

Salah seorang warga mempertanyakan dengan kinerja kepolisian dengan tidak adanya Garis Police Line di TKP. "Kok bisalah tempat kejadian pembunuhan tidak di pasang police line, ada apa?," ungkap warga yang tidak mau di sebut namanya Minggu, (24/8/2025)

Ahmad Tohir Nasution, Kepala Lingkungan XIII Bantan Timur, ketika diwawancara team wartawan dilokasi kejadian, ia menjelaskan bahwa saya dipanggil tim inafis dari kepolisian sekitar pukul 00 30 WIB, dimana Mobil Inafis Polrestabes Medan mendatangi lokasi kejadian yang berada di jalan pukat 2 Kelurahan Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung karena adanya laporan dari pihak RS Columbia Aksara bahwa di karenakan ada korban/pasien dengan kondisi yang mencurigakan, ucap Kepling".

Lanjut Ahmad Tohir". Ia juga menyatakan bahwa dirinya bersama Idris Tarigan selaku personel Inafis Polrestabes Medan Bersama Tim langsung mengecek ke dalam lokasi kejadian yang berada di lantai 3 di dalam kamar yang di duga milik chandra.

Masih dilokasi, Pada saat di kamar Kepling 13 melihat bercak darah yang tercecer di sudut lantai di bawah buffet dan di gorden jendela.

Kepling 13 melihat Tim Inafis Polrestabes Medan mengamankan dan membawa terduga pelaku pembunuhan yang bernama Chandra.Terang Kepling ".

Kapolsek Medan Tembung AKP Ras Maju Tarigan Dan Kanit Reskrim Medan Tembung Iptu Parulian Sitanggang Ketika Dikonfirmasi Perihal Adanya Dugaan Pembunuhan Seorang Wanita Mr X Di jalan Pukat II Sama Sama Memilih Bungkam Untuk Dikonfirmasi.

Hari Perumahan Nasional ke-17, Polri Terima Penghargaan atas Dukungan Program 3 Juta Rumah Subsidi

Jakarta – Jejakindonesia.id Dalam momentum peringatan Hari Perumahan Nasional ke-17, Polri menerima penghargaan dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait atas dukungan nyata terhadap program pembangunan 3 juta rumah subsidi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Jakarta, Senin (25/8). Polri dinilai memiliki kontribusi penting, baik melalui pengawasan bersama Kejaksaan maupun dalam pembangunan rumah subsidi, termasuk bagi anggota Polri.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., juga telah memimpin groundbreaking serentak proyek perumahan subsidi tersebut sebagai wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah.
“Saat ini telah terbangun sekitar 13 ribu rumah subsidi, dan target pembangunan yakni 16 ribu rumah subsidi. Tentunya sesuai petunjuk Bapak Kapolri, bahwa Polri selalu siap mendukung apa yang menjadi kebijakan dan program-program strategis Bapak Presiden,” ujar Wakapolri.
Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas peran Polri yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan perumahan layak huni.
(HMS Polri)

Pos Suru Suru Laksanakan Anjangsana, Jalin Silaturahmi dengan Masyarakat Setempat

MARAOKE  -- Pos Suru Suru melaksanakan kegiatan anjangsana di wilayah setempat dalam rangka meningkatkan hubungan antara TNI dan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.Selasa (26/08/2025)

Selama anjangsana, personel Pos Suru Suru melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga dan melakukan dialog dengan masyarakat setempat. Mereka juga memberikan bantuan sosial dan melakukan kegiatan positif lainnya untuk membantu masyarakat.

Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan anjangsana yang dilakukan oleh Pos Suru Suru. Mereka merasa bahwa kehadiran TNI dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Danpos Pos Suru Suru Lettu Inf Wahyudin, menyampaikan bahwa tujuan anjangsana adalah untuk meningkatkan hubungan antara TNI dan masyarakat, serta untuk memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat setempat.

Dengan kegiatan anjangsana seperti ini, diharapkan Pos Suru Suru dapat terus menjalin silaturahmi dengan masyarakat setempat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI.

(Yonif 131)

error: Content is protected !!